Kecemburuan Xavier

Sesampainya di tempat penginapan Lio segera bergegas menuju kamar nya.

Saat memasuki kamarnya Lio tidak melihat keberadaan Delisa membuatnya buru-buru mandi dan memakai baju yang bersih.

Kruyuuukkkkkk....

Lio terdiam sesaat karena suara perutnya, dia baru ingat dari semalam dia belum mengisi perutnya karena terlalu panik.

Dengan sangat terpaksa Lio membuka dompetnya dan melihat apakah masih ada uang cash atau tidak tetapi dia sama sekali tidak menemukan nya, tatapannya tertuju pada kartu gold pemberian tuan Alfa.

'Mungkin harus aku tahan dulu rasa lapar ini" guman Lio kembali memasukkan kartu itu ke dalam dompet nya

Setelah merasa rapi Lio segera beranjak keluar karna tidak mau membuat sekretaris Ben menunggu terlalu lama.

Saat akan menuju parkiran Lio bertemu dengan Bima yang baru datang dari restoran hotel.

'Lo mau kemana? Buru-buru amat?" Bima menatap Lio curiga

'Sebenarnya aku lagi sibuk Bim, soalnya aku lagi ada masalah" ucap Lio pelan

'Masalah? Apa masalahnya?" Bima bertanya serius

Lio ragu-ragu bercerita tentang dia menemukan Xavier di tepi pantai dengan lumuran darah dan membawanya ke rumah sakit, dan dia harus merawatnya tanpa memberikan tentang perbuatan nya kepada Xavier karna Lio tidak mau perbuatannya diketahui oleh orang banyak.

'Terus kenapa lo yang rawat?" Bima tidak percaya dengan cerita tidak masuk akal Lio

'I..itu, aku berbuat salah padanya" cicit Lio pelan

'Katakan apa kesalahan lo padanya, biar gue tau kebenaran yang sesungguhnya" Bima menatap Lio ingin tahu

Lio menunduk antara sedih dan malu menjadi satu, tidak mungkin dia mengatakan kalau dia melakukan tindakan yang tidak terpuji pada Xavier.

'Aku gak bisa kasih tau Bim, aku pamit ya soalnya sekretaris nya sudah menunggu di depan" pamit Lio kepada Bima tapi lengan Lio langsung di tahan Bima

'Gue ikut" entah kenapa Bima masih curiga

'Tap..

'Gue ikut atau pertemanan kita bubar" Bima terlihat serius

Lio membulatkan kedua matanya, dia sekarang takut hal yang dulu terjadi lagi.

'I..iya kamu ikut, ayo" ajak Lio dengan pasrah

Mereka berdua berjalan beriringan menuju mobil sekretaris Ben.

'Tuan Ben, apa teman saya boleh ikut?" tanya Lio

Sekretaris Ben menatap Lio dan Bima secara beegantian, matanya menyipit melihat penampilan Bima yang lumayan oke, dilihat dari pakain yang dia kenakan cukup membuat sekretaris Ben menyimpulkan bahwa Bima berasal dari keluarga berada.

'Sepertinya akan seru melihat kecemburuan tuan muda nanti, kalau pemuda yang satu ini ikut. Maafkan saya tuan muda tapi sekali-sekali tidak salah membuat tuan muda marah" sekretaris Ben tersenyum licik dalam hatinya

'Baiklah nona, silahkan masuk nona" sekretaris Ben membukakan pintu mobil untuk Lio sedangkan Bima masuk sendiri

Sekretaris Ben melajukan mobil dengan pelan agar calon nona mudanya selamat sampai tujuan seperti kemauan tuan muda nya yang tengah jatuh cinta.

Setelah sampai sekretaris Ben membukan pintu untuk calon nona mudanya membuat Lio dan Bima mengerutkan kening bingung terlebih Bima yang merasa ada yang aneh dari cara pengucapan kata dan prilaku sekretaris Ben terhadap Lio tapi dia masih mengurungkan niat nya untuk memberi peringatan sebelum dia melihat dengan mata kepala nya sendiri kalau sekretaris Ben berbuat hal aneh pada Lio.

Sesampainya di ruangan bernuansa putih itu, ketiganya berdiri di samping ranjang yang ditempati oleh Xavier yang kini duduk menatap tajam Bima.

Bima merasa tertekan dengan tatapan tajam Xavier yang ditujukan kepadanya.

'Seram sekali matanya, rasanya badan gue bergetar semua" bati Bima meringis melihat tatapan tajam Xavier

Berbeda dengan sekretaris Ben yang nampak tersenyum penuh kemenangan saat melihat raut wajah tuan mudanya yang kesal tetapi dia menyesal telah membuat tuan mudanya cemburu.

'Apa kabar tuan Maxwel" sapa Lio membuka keheningan

'Kamu bisa melihatnya sendiri!" sinis Xavier masih diliputi amarah

Entah kenapa dia kesal melihat wanitanya berdampingan dengan bocah jelek itu, padahal dia berharap hanya Lio saja yang masuk kedalam ruangannya itu agar dia bisa mengerjai Lio lagi.

Matanya menatap tajam dan permusuhan pada Bima yang masih bergidik ngeri, entah kenapa Bima merasa suhu ruangan itu sangat dingin hingga membuat bulu nya meremang.

'Ben, kenapa kamu membawah bocah sia*lan itu kemari?!" Xavier bertanya menggunakan bahasa keseharian mereka

'Maafkan saya tuan muda, tetapi pemuda itu memaksa" dusta sekretaris Ben

Dia merasa bersalah sekarang karena sudah membohongi tuan mudanya hanya karena ingin melihat tuan mudanya cemburu dia rela berbohong.

🌻🌻🌻

Author  : Ckk, sekretaris tidak tau diri

Sekretaris Ben : Diamlah!  kamu ketik saja yang benar jangan memprovokasi ku

Author : Wahhh... Hebat sekali kamu, berani melawan author lihat saja nanti kamu akan author buat mati saja

Sekretaris Ben :Ampun thor, jangan buat saya mati, nanti bagaimana dengan tuan muda saya (menangis meraung-raung)

Author : Makanya jangan melawan

Lupaka, kembali lagi ke cerita.

🌻🌻🌻

'Aduhhh perutku sakit sekali, mungkin karena semalam ada perempuan yang menekannya saat ingin menyentuhku" raung Xavier seolah ingin mendapatkan perhatian dari Lio

Lio mendadak kaku, dia menatap Bima takut ketahuan bahwa dia sudah berbuat hal senono terhadap Xavier saat dia tengah tidak sadar.

'Apa kamu mendengarnya sekretaris Ben? Kenapa kamu tidak tanggung jawab dengan apa yang kamu perbuat semalam saat tengah tidur" sindir Xavier melirik Lio yang menunduk serba salah

Sekretaris Ben menatap Lio seolah berkata untuk merawat tuan mudanya agar dia tidak kena imbasnya.

Lio dengan langkah pelan mendekat kepada Xavier membuat Bima yang sedari tadi diam mendadak menarik tangan Lio.

'Lo mau kemana?" Bima menatap Lio penuh tanya

'Mau merawat dia" tunjuk Lio pada Xavier yang tersenyum kemenangan

'Lo nggak dengar, dia menyuruh sekretaris nya, bukan lo" Bima menatap tajam Xavier

Melihat kedekatan Lio dan Bima membuat Xavier meradang, dia tidak suka milik nya disentuh orang lain padahal Lio bukan siapanya tapi dia sudah menganggap Lio adalah Wanitanya! Miliknya sendiri.

'BEN! BAWA DIA KEMARI!" teriak Xavier penuh amarah

Sekretaris Ben terkejut bukan main mendengar teriakan tuan mudanya padahal dia sudah biasa mendengar teriakan itu.

'Kamu mendengar ku Ben!" ucap Xavier dingin

'Baik tuan muda" patuh sekretaris Ben

Sekretaris Ben menatap Lio penuh harap agar segera menenangkan tuan mudanya, dia tidak mau menjadi pelampiasan atas kemarahan Xavier padahal dia sendiri yang memperbolehkan Bima untuk ikut sehingga tuan mudanya marah.

'Sungguh sekretaris tidak tau diri, membuat orang sebagai umpan" (Author)

Lio melepaskan cekalan Bima pada lengannya, dengan tidak ikhlas Lio berjalan mendekati Xavier.

'Mana yang sakit tuan Maxwel?" tanya Lio pelan

'Bahuku sakit sekali, bisakah kamu mengelusnya!" Xavier bertanya tetapi lebih tepatnya itu terdengar seperti perintah untuk Lio

Bima menatap tajam Xavier, dia tidak rela teman nya itu dijadikan sebagai pesuruh padahal sudah ada dokter dan perawat dirumah sakit mewah ini apalagi Xavier mendapatkan ruangan VVIP, sudah jelas akan mendapat perhatian khusus dari rumah sakit.

Saat tangan mungil Lio akan bergerak untuk menyentuh baju pasien Xavier, Bima berjalan cepat dan menarik tangan Lio kasar kemudian dia membawa Lio keluar dari ruangan itu meninggalkan Xavier dan sekretaris Ben yang terbengong.

Xavier marah, tentu saja dia sangat marah saat kesenangannya diganggu. Sorot matanya yang tajam penuh intimidasi menatap sekretaris Ben sehingga sekretaris Ben gemetar, dia merutuki dirinya sendiri yang sudah dengan bo*doh dan beraninya membuat tuan mudanya marah.

'Sekretaris Ben bersiaplah menerima hukuman mu setelah kita pulang!" Xavier bangkit dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi

Sekretaris Ben mematung di tempat nya, dia tidak tau akan terjadi seperti ini.

🌻🌻🌻

'Rasakan sekretaris Ben, nikmatilah hadiahmu" (Author tertawa jahat)

Yuppp... Kembali lagi dengan karyaku, oh iya jangan lupa untuk

-Vote

-Komen

-Like

riri-can

Terpopuler

Comments

Dwi Indah

Dwi Indah

Ben nasibmu

2022-02-08

1

Cindy Lestari

Cindy Lestari

ben suka bngt bangunin singa tidur

2021-11-16

0

Abad

Abad

🤣🤣🤣🤣 lucu banget atasan ama asisten.

2021-10-11

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Berangkat Bersama
3 Perubahan Arion dan Teman Baru
4 ????
5 Persaan Bersalah
6 Study Tour 1
7 Study Tour 2
8 Pertemuan pertama
9 JATUH CINTA? 1
10 Jatuh Cinta? 2
11 Jatuh Cinta? 3
12 Kecemburuan Xavier
13 Kecurigaan Bima
14 Bertemu Leon
15 Kemarahan Xavier
16 Ciuman Pertama
17 Leon Kecelakaan
18 Donor Ginjal Buat Leon
19 Balas Budi
20 Pergi
21 Sebelum Operasi (Flashback)
22 Penyesalan Tuan Alfa
23 Ciuman Lembut
24 Ungkapan Cinta
25 Di Goda
26 Nasi Goreng
27 Belajar Menari
28 Kerapuhan tuan Alfa
29 Pencarian Liora
30 Xa-Li (Xavier-Liora)
31 Meminta Restu 1
32 Meminta Restu 2
33 Meminta Restu 3
34 Rasa Rindu yang Membuncah
35 Mamah Tidak Pernah Salah
36 Lamaran Xavier
37 Xavier vs Leon
38 Sekolah
39 Penolakan
40 Kehangatan
41 Pengganggu 1
42 Pengganggu 2
43 Pengganggu 2
44 Hati Yang Kotor
45 Aleysa
46 Nasi Goreng 2
47 Bungkam
48 Jebakan Yang Gagal Total
49 Kebohongan Yang Berakibat Fatal
50 Cemburu
51 Kelulusan
52 Menikah
53 Ikhlas
54 Mencicil
55 Kembali ke Negara P
56 Malam Pertama yang Tertunda 1
57 Malam Pertama yang Tertunda 2
58 Masih Berlanjut
59 Belajar dari Emillya
60 Kehamilan
61 Surat Nyasar
62 Sisi Lain
63 Ngidam
64 Teror
65 Khawatir
66 Gagal
67 Leon dan Lea
68 Wanita selalu BENAR tetapi Pria lebih CERDIK
69 Pernikahan Emillya dan sekretaris Ben
70 Pesta (Insiden)
71 Melahirkan
72 Geoff Johns Addrisson Xavier
73 Super Daddy
74 Ben dan Emillya
75 Xavier dan sekretaris Ben
76 Dendam
77 Cemburuan
78 Wanita masa Lalu
79 Berdamai dengan Masa Lalu
80 Like Father Like Son
81 Anak Perempuan
82 Penculikan 1
83 Penculikan 2
84 Penculikan 3
85 Penculikan 4
86 Flashback
87 Kembali Normal
88 Akhir yang Bahagia??
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Prolog
2
Berangkat Bersama
3
Perubahan Arion dan Teman Baru
4
????
5
Persaan Bersalah
6
Study Tour 1
7
Study Tour 2
8
Pertemuan pertama
9
JATUH CINTA? 1
10
Jatuh Cinta? 2
11
Jatuh Cinta? 3
12
Kecemburuan Xavier
13
Kecurigaan Bima
14
Bertemu Leon
15
Kemarahan Xavier
16
Ciuman Pertama
17
Leon Kecelakaan
18
Donor Ginjal Buat Leon
19
Balas Budi
20
Pergi
21
Sebelum Operasi (Flashback)
22
Penyesalan Tuan Alfa
23
Ciuman Lembut
24
Ungkapan Cinta
25
Di Goda
26
Nasi Goreng
27
Belajar Menari
28
Kerapuhan tuan Alfa
29
Pencarian Liora
30
Xa-Li (Xavier-Liora)
31
Meminta Restu 1
32
Meminta Restu 2
33
Meminta Restu 3
34
Rasa Rindu yang Membuncah
35
Mamah Tidak Pernah Salah
36
Lamaran Xavier
37
Xavier vs Leon
38
Sekolah
39
Penolakan
40
Kehangatan
41
Pengganggu 1
42
Pengganggu 2
43
Pengganggu 2
44
Hati Yang Kotor
45
Aleysa
46
Nasi Goreng 2
47
Bungkam
48
Jebakan Yang Gagal Total
49
Kebohongan Yang Berakibat Fatal
50
Cemburu
51
Kelulusan
52
Menikah
53
Ikhlas
54
Mencicil
55
Kembali ke Negara P
56
Malam Pertama yang Tertunda 1
57
Malam Pertama yang Tertunda 2
58
Masih Berlanjut
59
Belajar dari Emillya
60
Kehamilan
61
Surat Nyasar
62
Sisi Lain
63
Ngidam
64
Teror
65
Khawatir
66
Gagal
67
Leon dan Lea
68
Wanita selalu BENAR tetapi Pria lebih CERDIK
69
Pernikahan Emillya dan sekretaris Ben
70
Pesta (Insiden)
71
Melahirkan
72
Geoff Johns Addrisson Xavier
73
Super Daddy
74
Ben dan Emillya
75
Xavier dan sekretaris Ben
76
Dendam
77
Cemburuan
78
Wanita masa Lalu
79
Berdamai dengan Masa Lalu
80
Like Father Like Son
81
Anak Perempuan
82
Penculikan 1
83
Penculikan 2
84
Penculikan 3
85
Penculikan 4
86
Flashback
87
Kembali Normal
88
Akhir yang Bahagia??

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!