Bima membawa Lio keluar dari ruangan Xavier, dengan langkah cepat Bima menuntun Lio menuju taman rumah sakit.
'Lo kenapa mau saja di suruh orang asing itu?" Bima menatao Lio tidak percaya
Tiba-tiba Lio menangis membuat Bima merasa tidak enak.
'Hiks.. Hiks.. Itu salahku Bim karena sudah berbuat hal senono padanya" jujur Lio
Bima menatap Lio tidak percaya, padahal dilihat dati segi manapun Lio nampak masih polos tetapi kenapa melakukan hal yang tidak baik terutama terhadap pria asing yang tengah sakit.
'Maksud lo apaan? Katakan yang sejujurnya biar gue tau" Bima ragu dengan isi pikirannya
'Setelah aku membawa nya kerumah sakit aku dimintai keterangan sama pihak berwajib dan juga dokter, terus karena tuan Maxwel tidak punya wali sebab dia tidak punya identitas aku berinisiatif untuk menjaganya Bim, tetapi setelah itu...."
Lio menceritakan hal yang menurutnya aib baginya, sedangkan Bima mengangguk mengerti. Awalnya dia berpikir yang tidak-tidak kepada Lio tetapi setelah tau kelanjutan cerita Lio, Bima mulai curiga terhadap Xavier, Bima curiga Xavier tengah berbohong menjadikan Lio sebagai mainannya saja karena Lio termasuk orang yang cantik bukan termasuk tetapi dia sangatlah cantik serta polos sehingga dengan mudahnya orang akan menggunakan kepolosan Lio sebagai senjata.
'Memang lo punya kebiasan tidur yang buruk?" Bima menatap kasihan Lio karena dibohongi
'Tidak Bim, aku pun terkejut saat tuan Maxwel mengatakan aku meraba-raba tubuhnya" cicit Lio sedih
'Sepertinya dia berbohong, jadi mulai sekarang lo harus hati-hati apabila ketemu orang asing terutama pria asing itu, gue curiga dia itu salah satu agen mucikari" jelas Bima mengeluarkan pendapat nya
Lio terkejut, Bima benar. Bisa saja tuan Maxwel seorang agen mucikari dan mencari korban seperti dirinya.
Mendadak tubuh Lio lemas seketika, dia takut sekarang entah kenapa rasa kasihannya terhadap Xavier hilang bergati dengan rasa takut.
Melihat raut wajah Lio yang pucat karena ketakutan membuat Bima inisiatif untuk menenangkan temannya itu dengan memeluknya.
Tangis Lio pecah saat Bima memeluknya, dia takut sekarang. Dia tidak mau di jual dan dibawa keluar negeri terlebih akhir-akhir ini banyak kasus penjualan organ dalam, untung saja Bima segera menyadarkannya.
'Tenanglah, sekarang lo aman sama gue, lain kali jangan pernah pergi sendirian kalau mau keluar panggil Delisa ataupun gue buat nemenin lo" Bima masih memeluk Lio erat
Setelah merasa Lio sudah mendingan, Bima membawa Lio pulang menggunakan taxi.
Mereka sampai di penginapan, Bima mengantar Lio di depan pintu penginapan khusus perempuan.
'Masuklah, gue akan melihatnya dari sini" Bima berucap lembut
Lio mengangguk dan berjalan memasuki penginapannya tetapi saat akan masuk dia hadang Arion yang kini menatapnya tajam.
Bima yang masih belum pergi berjalan mendekat, dia tau permasalah Lio dengan Arion karena waktu itu dia tidak sengaja mendengar keributan keduanya di taman belakang sekolah.
'Lo mau apa?" tanya Bima to the point
'Gue gak ada urusan sama lo, urusan gue sama Lio" Arion menatap tajam Bima
'Urusan Lio, urusan gue juga" Bima masih berusaha melepaskan Lio dari cekalan Arion
'Lo bukan siapa-siapa nya Lio, jadi jangan ikut campur!" Arion masih ngotot
'Tentu saja gue bukan siapanya Lio, tapi asal lo tau gue temannya" ucap Bima bangga seraya menyindir Arion
Arion terkekeh sinis, dengan kasar Arion mendorong Bima untuk mundur dan mencengkram kerah baju Bima.
Bima bukannya takut tapi merasa tertantang, dia menatap Arion puas karena sudah membuat Arion marah.
'Gue sahabatnya jadi jangan ikut campur!" Arion berkata dengan mengeluarkan aura dinginnya
'Sahabat? Harusnya lo bilang mantan sahabat, bukannya lo udah putusin persahabatan kalian hanya karena Lio menyukai lo" Bima tertawa mengejek
Mendengar ucapan Bima, arion melepaskan cengkramannya membuat Bima tersenyum puas karena sudah membuat Arion bungkam.
Lio menangis terisak melihat keduanya, dia tidak tau lagi harus berkata apa.
'Masuklah, biar dia gue yang urus" Bima menatap Lio lembut berbeda dengan Arion yang menunduk menyesal
Lio mengangguk, buru-buru dia berlari memasuki pintu penginapannya. Dia sudah tidak tahan dengan kejadian hari ini batinnya sedikit terguncang.
Bima menyeret Arion untuj menjauh dari penginapan perempuan dan membawanya ke tepi pantai, kebetulan penginapan mereka tidak jauh dari pantai.
BUG
Bima memberikan bogeman pada wajah Arion, dia tidak suka perlakuan kasar Arion terhadap Lio.
'Lo jahui Lio, kalau lo masih sayang sama nyawa lo!" ancam Bima
BUG
Arion juga memberikan bogeman mentah pada wajah Bima sehingga sudut bibir Bima mengekuarkan darah.
CUIH..
'Gue gak ada urusan sama banci kaya lo" Arion berkata setelah memberikan Bima bogeman dan meludah dihadapan Bima
'Gue tau, lo suka sama Lio kan?" tanya Bima sarkas membuat Arion diam seketika
'Gue benar kan? Harusnya lo gak main-main tentang perasaan, akhirnya lo sendiri yang menyesal" kekeh Bima menatap Arion kasihan
Arion menghelas nafas panjang, entah kenapa setelah mendengar ucapan Bima kemarahannya hilang seketika bergati dengan rasa sesal.
'Lo jahui Lio atau lo akan menyesal apabila membuat Lio bersedih kembali!" Bima berkata dengan nada dingin setelah itu dia pergi meninggalkan Arion yang masih diam mematung
Tanpa mereka berdua ketahui bahwa mereka tengah diperhatikan seseorang, dan orang itu mendadak marah setelah mengetahui pembicaraan Bima dan Arion.
'Habis kamu Lio ja*lang! Gue akan buat perhitungan sama lo" batin orang itu seraya beranjak pergi
Lain hal nya dirumah sakit.
Xavier nampak uring-uringan setelah kepergian Lio, dia menyimpan dendam terhadap sekretaris Ben yang seolah-olah tengah mempermainkannya.
'Tunggu hadiahmu Ben, kamu berani membuatku kesal" batin Xavier menatap sekretaris Ben tajam
'Ada apa tuan muda, kenapa menatap saya seperti itu?" sekretaris Ben bertanya dengan polosnya
'Aku tengah memikirkan hadiah apa yang cocok untuk penghianat sepertimu!" Xavier berkata tajam
Sekretaris Ben meneguk ludahnya susah payah, ternyata tuan mudanya masih marah padanya.
'Maafkan saya tuan muda, saya menyesal" sekretaris Ben bersujud dikaki Xavier
Xavier nampak berpikir mendengar permintamaafkan sekretaris Ben.
'Baiklah, aku akan memafkan mu kali ini Ben. Tapi dengan syarat kamu harus membawa wanitaku kehadapan ku sekarang!" perintah Xavier
Sekretaris Ben mengangguk faham, dia sudah menyuruh salah satu anak buahnya untuk mengikuti calon nona mudanya.
'Baik tuan muda, saya akan membawa nona muda kehadapan tuan muda secepatnya" patuh sekretaris Ben
'Aku pegang ucapanmu Ben, lakukanlah" Xavier tersenyum menyeringai membayangkan dirinya tengah bermesraan dengan Lio
Sekretaris Ben bergidik ngeri melihat tuan mudanya tersenyum sendirian
'Saya permisi tuan muda" pamit sekretaris Ben
'Hmm" balas Xavier dengan deheman
Xavier berdehem karena tengah membayangkan dia bermesraan dengan wanitanya yang tidak lain adalah Lio.
🌻🌻🌻
Yuhuuuu.... Kembali lagi dengan saya.
Bagaimana menurut kalian?
Apakah Bima menyukai Lio?
Apakah Arion bisa menjalankan misinya dalam memperjuangkan cinta Lio?
Apakah Xavier memang menyukai Lio?
Dan siapakah orang misterius itu?
Ikuti kisah selanjutnya dan jangan pernah bosan ya guysss....
riri-can
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Suryati 12
mending d bawa xavier lio nya dri pd d sakitin d jahatin semua org termasuk org tuanya sendiri bawa jau lio xaver biar dia happy
2022-02-10
0
Sanni Abdillah
bima tidak menyukai lio tapi bima menjaga lio atas permintaan leo xaviee emang suka ama lio dan arion ga bisa dapetin lio si misterius itu bela pastinyaaaaa ...
2022-01-23
0
Abad
tor ceritanya harus tuntas ya, jangan d gantung.
2021-10-11
0