Pagi harinya Lio terbangun dari tidurnya, dia sangat terkejut melihat dirinya tertidur di atas ranjang.
Matanya menatap ke arah sofa dimana Xavier tengah duduk sembari menatapnya.
Melihat tatapan Xavier membuat Lio kikuk, dia mengingat dengan jelas bahwa dia semalam tidur di sofa itu bukan di ranjang, apa Xavier yang memindahkan nya? Tapi itu tidak mungkin karena Xavier masih sakit bahkan semalam dia sendiri yang membantu Xavier membersihkan diri, mengingat itu tiba-tiba wajah Lio jadi panas dan memerah karna malu.
'Sudah bangun putri tidur?" tanya Xavier menatap lamat wajah cantik Lio meski baru bangun tidur
Lio tersadar dan buru-buru turun dari ranjang kemudian menunduk malu mendengar ucapan Xavier.
'Mengapa aku bisa tidur di ranjang?" tanya Lio polos
'Tentu saja karna kamu datang dan mengusirku dari ranjang" ucap Xavier berbohong mencoba menggoda wanitanya itu
'Apa?! Tidak mungkin, jelas-jelas semalam aku tidur di sofa tuan" Lio mencoba menjelaskan agar Xavier tidak salah paham padanya
'Sudah ada bukti nona, lihatlah saya duduk disini dan nona tidur diranjang. Apa perlu saya meminta bukti CCTV kamar ini biar nona tau kejadian semalam yang membuat saya rugi" Xavier masih berbohong melihat kepolosan Lio
Lio mulai berpikiran yang tidak-tidak tentangnya, matanya menatap Xavier dan menelan salivanya susah.
Melihat wajah Lio yang pucat entah kenapa menjadi kesenangan dimata Xavier.
'Lucu sekali ekspresi itu, baiklah... menggodanya sekali lagi bukan hal yang salah" Xavier menahan tawa dalam hatinya
Xavier menatap Lio dengan tatapan marah, dia sengaja melakukan itu agar Lio takut dan merasa terintimidasi.
'Kamu tau nona, nona sudah berbuat asusila pada saya yang masih sakit" dusta Xavier
Lio sekarang bungkam, bingung mau berkata apa melihat kemarahan di wajah Xavier.
'Apa benar aku berbuat hal aneh padanya?" batin Lio
'Nona harus tanggung jawab sekarang!" Xavier menuntut pada Lio yang masih terdiam kaku
'Maafkan saya tuan Maxwel, mungkin saya tidak sadar saat itu hingga berbuat hal itu" ucap Lio tanpa tau apa kesalahannya
'Apakah kamu sudah mengingat perlakuanmu padaku semalam, nona?" tanya Xavier dengan ekspresi datar
'Sebenarnya apa yang sudah aku perbuat, sepertinya fatal sekali" ringis Lio dalam hatinya
'Memangnya apa yang sudah saya perbuat tuan?" cicit Lio
'Kamu meminta maaf tanpa tau apa kesalahan mu? Apakah kamu ingin mempermainkan saya,nona?" Xavier terkekeh dalam hatinya melihat wajah pucat Lio
'Apakah perbuatan saya merugikan tuan Maxwel?" tanya Lio pelan
'Tentu saja, biar saya ingatkan perbuatanmu nona. Yang pertama nona mengusir saya dari ranjang dan kedua yang paling fatal nona mencium saya bahkan meraba tubuh saya" jelas Xavier berbohong
Lio membulatkan kedua bola matanya tidak percaya, dia tidak percaya dengan ucapan Xavier yang menuduhnya berbuat hal keji itu. Tapi melihat wajah Xavier yang marah membuatnya berpikir keras seolah mengingat perbuatannya itu tapi tetap saja dia tidak ingat membuatnya frustasi.
'Sudah mengingatnya, nona?" Xavier menyadarkan Lio dari pikirannya
'Tidak mungkin saya berbuat hal itu tuan" Lio masih tidak terima dengan ucapan Xavier
'Baiklah kalau nona tidak percaya, biar saya perlihatkan nanti buktinya dengan CCTV ruangan ini, mungkin dokter dan perawat bisa sebagai saksi atas perlakuan nona pada saya semalam" Xavier tersenyum menang saat melihat Lio yang sekarang menggelengkan kepala berulang kali
'Tidak tuan! Jangan lakukan itu, saya malu tuan, Apa ada cara supaya tuan memaafkan saya" ucap Lio yang mulai percaya dengan kebohongan Xavier
Xavier nampak berpikir padahal dia tengah pura-pura saja seolah dia mencari jalan agar dia memaafkan Lio.
Padahal sebelumnya dia sudah menyiapkan sebuah hukuman untuk Lio untuk mewanti-wanti dan ternyata usahanya berhasil.
'Baiklah, akan saya maafkan asal nona bersedia dengan penawaran saya" ucap Xavier
'Iya tuan, katakan saja, saya pasti kan menerimanya" ucap Lio semangat
Xavier tersenyum puas dalam hatinya, ternyata Lio begitu polosnya percaya dengan semua bualannya.
Dia bahkan tidak sadar bahwa sarang harimau ada di depannya, tetapi dia tetap berjalan lurus.
'Nona harus merawat saya hingga sembuh, bagaimana?" ucap Xavier
'Tidak bisa tuan, saya tinggal 2 hari lagi disini karena saya sedang Study Tour disini" cicit Lio pelan dan berharap Xavier memaafkannya
'Tentu saja bisa, dua hari lebih dari cukup nona" ucap Xavier memaksa
'Tapi....
'Atau nona saya laporkan atas tindak pelecehan, bukankah negara ini taat akan hukum, nona?" Xavier mengancam Lio atas kesalahan yang tidak Lio perbuat
Lio semakin pucat saja, dia tidak mau masuk penjara. Dia tidak mau orang tuanya malu lagi, cukup mereka tidak mengakui Lio saja jangan sampai mereka menyumpahi dirinya nanti apabila dia masuk penjara, tiba-tiba Lio menjadi sedih membayangkan apa yang terjadi apabila dia masuk penjara.
'Tuan, saya mohon jangan masukkan saya ke dalam penjara" isak Lio seketika
Xavier terkejut melihat Lio yang menangis terisak, padahal dia hanya bercanda saja agar Lio mau merawatnya tetapi respon Lio di luar dugaannya, dia mulai berpikir apakah Lio tengah banyak pikiran melihat kening Lio yang mengerut berkali-kali.
'Saya bersedia tuan, saya bersedia merawat tuan asal jangan laporkan saya ke polisi" Lio masih terisak membuat Xavier merasa tidak enak sekarang
Xavier ingin rasanya membogem mulutnya sendiri karna sudah membuat Wanitanya menangis karenanya, tapi dia juga berharap agar Lio berada disampingnya meski mereka baru bertemu tetapi Xavier merasa ada yang aneh dalam dirinya saat melihat wajah polos Lio.
Dalam hatinya berkata agar dia melindungi Lio, padahal mereka baru saja bertemu.
Awalnya dia berpikir itu hanya efek iba karena Lio sudah menolongnya tetapi setelah dia berpikir semalaman Xavier mulai sadar bahwa dia tengah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Lio.
Tentu saja Xavier mencoba menolak tetapi semakin menolak maka wajah Lio semakin berputar-putar dalam pikirannya bahkan jantungnya mulai berdetak tak menentu apabila Lio menatapnya.
'Aku tidak akan melepaskan mu" batin Xavier
'Baiklah, lakukan tugasmu sekarang mulai membersihkan tubôh ku" perintah Xavier
Lio mengangguk paham dengan cepat Lio berjalan ke arah Xavier dan membantunya melepaskan baju pasien dengan deraian air mata.
Xavier menatap lekat wajah Lio yang masih menangis, ingin rasanya dia menghapus air mata itu tapi dia tidak mau membuat usahanya itu hancur seketika.
'Berhentilah menangis atau...
'Iya tuan, saya tidak menangis lagi" Lio memotong ucapan Xavier karna berpikir Xavier akan membatalkan tawarannya tadi dan bisa saja membuatnya masuk penjara
Setelah selesai membuka baju Xavier, dengan pelan dan lembut Lio membawa Xavier ke kamar mandi dengan menuntunnya dan mulai membersihkan tubuh Xavier dengan melap nya dengan handuk bersih dan tentu saja Xavier kembali tegang tapi dia tahan agar wanitanya tidak kabur.
Setelah merasa sudah cukup bersih Lio membawa Xavier kembali keranjang yang sudah Lio bersihkan terlebih dahulu.
Tidak lama kemudia terdengar ketukan pada pintu dan suara pintu yang terbuka memperlihatkan sosok pria tampan tapi lebih tampan Xavier lengkap dengan setelan Jas nya berwarna hitam.
Lio menatap pria itu cukup senang karena pria itu adalah sekretaris sekaligus tangan kanan Xavier.
'Tuan Ben, akhirnya tuan datang" Lio bernafas lega
Berbeda dengan Xavier yang melihat raut wajah bahagia Lio, dia berpikir Lio menyukai sekretaris Ben padahal Lio senang karena ada yang akan mengurus Xavier apabila dia pergi sebentar nanti.
Xavier menatap tajam sekretaris Ben seolah-olah ingin membunuhnya membuat sekretaris Ben bergidik ngeri, dia berpikir apa yang sudah dia perbuat hingga tuan mudanya menatap tajam padanya.
'Tunggulah hukuman mu Ben!" batin Xavier dengan sorot tajam menatap sekretaris Ben
'Kenapa tuan muda menatap tajam padaku? Habislah aku apabila berbuat kesalahan" batin sekretaris Ben
'Tuan Maxwel, apa boleh saya pergi sebentar?" Lio menatap Xavier dengan tatapan memohon
'Apa kamu berniat kabur, nona?" tanya Xavier
'T..tidak tuan, saya hanya ingin pulang sebentar saja nanti saya akan kembali lagi" jelas Lio dengan cicitan
'Apa kamu bisa dipercaya?" Xavier masih belum percaya
'Kalau tuan tidak percaya, tuan bisa menyuruh sekretaris Ben mengawasi saya" ucap Lio menatap sekretaris Ben
Xavier membulatkan matanya saat mendengar permintaan Lio, tiba-tiba amarahnya datang dengan tatapan mematikan Xavier menatap sekretaris Ben yang tidak tau apa-apa tentang kecemburuan tuan mudanya.
'Habislah, apa yang akan terjadi padaku kali ini" batin sekeretaris Ben sembari menelan salivanya susah payah
'Apa kamu berniat mengawasinya Ben?!" terdengar nada marah saat Xavier berucap membuat sekretaris Ben seketika sadar apa yang sebenarnya terjadi
'Apa tuan muda sedang cemburu? Maafkan atas ketidakpekaan saya tuan muda, tapi saya senang kalau tuan muda cemburu itu artinya tuan muda sedang jatuh cinta pada nona Liora" batin sekretaris Ben dengan rasa senang dalam hatinya
'Jawablah Ben!" ucap Xavier tidak sabaran
'Apabila tuan muda berkenan saya akan menjaga kekasih tuan muda dengan selamat" jawab sekretaris Ben menggunakan bahasa keseharian mereka membuat Xavier tersenyum puas
Dia tau sekretaris nya itu tidak mungkin menikungnya, apabila itu terjadi maka nyawa sekretaris Ben akan melayang saat ini juga.
'Baiklah, jagalah calon nona muda kamu itu Ben, aku tidak mau terjadi sesuatu padanya" Xavier tersenyum kemenangan
'Baik tuan muda" patuh sekretaris Ben
Lio menatap majikan dan bawahan itu tengah berbicara bahasa asing membuat Lio bingung.
'Bagaimana tuan Maxwel? Apa saya boleh pulang sebentar, saya janji tidak akan kabur apabila saya kabur tuan bisa melaporkan perbuatan saya tuan" ucap Lio berharap Xavier percaya akan perkataannya
Sekretaris Ben nampak bingung dengan apa yang calon nona mudanya katakan.
'Kejadian apa yang sudah ku lewatkan?" tanya sekretaris Ben dalam hatinya
'Kamu mendengarnya Ben, antar dia dan bawa dia kembali kemari" perintah Xavier
'Baik tuan muda, saya akan menjaga nona Liora dengan aman dan selamat" sekretaris Ben mengangguk paham
'Terimakasih tuan Maxwel, saya permisi dulu nanti saya akan kembali" Lio tersenyum senang membuat Xavier senang melihat wanitanya tersenyum
Lio dan sekretaris Ben pergi dari ruangan itu meninggalkan Xavier seorang diri.
🌻🌻🌻
Halo guysss.. Kembali lagi dengan karya author ini.
Semoga kalian suka dan satu lagi jangan lupa untuk klik Like dan Komen ya guyss agar author tau kalau kalian menyukainya.
riri-can
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Titis KIDDO
padahal Liora bisa serang balik bang Xavier dgn dalih sdh menyelamatkan hidupnya...
untg Lio ga sepintar Leo..
lanjuut
2021-11-23
0
Cindy Lestari
dimana ada bos jatuh cinta, d stu sllu ada asisten yg tersiksa 😂😂😂
2021-11-16
1
nona syantiiik
apakah kehidupan lio akan berubah bahagia. qt tunggu aja
2021-11-14
0