Leon Kecelakaan

Dengan wajah merona Lio berlari menuju kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya keatas ranjang sembari menenggelamkan wajahnya karena malu.

Sedangkan Delisa yang melihat tingkah aneh Lio hanya menggeleng pelan.

'Lo kenapa?" Delisa bertanya karena bingung melihat Lio yang nampak aneh dimatanya

Lio menggelengkan kepalanya yang masih menenggelamkan wajahnya pada bantal membuat Delisa gemas dan terkekeh.

'Ayolah cerita sama gue, janji deh gak bakalan bocorin" Delisa masih penasaran

Lio mengangkat wajahnya dan melirik Delisa yang kepo padanya membuatnya kembali menenggelamkan wajahnya.

'Ihh... ayo buruan cerita biar gue tau apa yang terjadi" Delisa menarik-narik lengan Lio

Lio bangun dan duduk disamping Delisa kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya membut Delisa berdecak kesal.

'Ayo cerita" desak Delisa tidak sabaran

'Iya deh" pasrah Lio

Lio mulai menceritakan apa yang baru saja terjadi mulai dengan pertemuan nya dengan Xavier hingga dengan kejadian memalukan tadi.

Delisa yang mendengar nya juga tak kalah antusias menurutnya Xavier adalah sosok yang romantis meski pun dia belum pernah melihatnya tetapi mendengar cerita Lio yang terlihat lembut pada Lio membuat Delisa menyimpulkan sendiri.

'Terus gimana? Lo ikut balas gak ciuman nya?" Delisa bertanya dengan mata berbinar

Lio menggeleng pelan membut Delisa kecewa seketika, padahal dia sudah berharap bahwa Lio membalasnya.

'Mengecewakan" kesal Delisa dan pergi menuju kasurnya sendiri sembari memainkan ponselnya

Lio yang melihat respon Delisa hanya mengerutkan keningnnya tetapi kemudian dia bangkit dari ranjang dan ikut duduk disanping Delisa.

'Memang kamu pernah ciuman?" tanya Lio polos

Delisa mengalihkan pandangannya dari ponsel dan menatap Lio datar tetapi sedetik kemudian dia mengangguk dengan wajah yang merona membuat Lio tersenyum.

'Dengan siapa?" gantian Lio yang kepo

Delisa berdehem dan menatap Lio dengan raut wajah yang malu.

'Dengan Bima" jujur Delisa

'Bima? Bukankah kalian sepupu?" Lio bingung

'Iya memang sepupu, lebih tepatnya sepupu jauh" keluh Delisa menghela nafas

'Kok bisa kamu ciuman sama Bima, aku lihat Bima orangnya baik dan tidak seperti itu" Lio mengeluarkan pendapatnya

Delisa mengehela nafas berat, dia juga bingung mau berkata apa sekarang karena menurutnya cerita tentangnya sungguh memalukan.

'Sebenarnya gue suka sama Bima, tapi melihat respon Bima yang hanya menganggap gue cuma sepupu, gue bersikap biasa saja" cerita Delisa

'Gue juga sebenarnya yang duluan cium Bima waktu itu tapi gak tau kenapa Bima juga balas ciuman gue, jujur saja gue senang tapi besoknya Bima bersikap seperti tidak ada hal yang terjadi tentu saja gue bingung, pas gue mau cerita dia malah menjauh kan ngeselin banget" Delisa berdecak kesal

'Ooh.. tapi menurut aku mungkin saja Bima juga suka sama kamu, cuma dia takut aja karena kalian sepupu" Lio mengeluarkan pendapat

'Kita kan cuma sepupu jauh Lio, jadi gak ada masalah soal itu. Mungkin dia sudah punya kekasih"  Delisa berkata dengan nada sedih

'Iya juga sih, nanti deh aku coba tanya Bima siapa tau dia beneran suka sama kamu atau dia sudah punya pacar "  Lio menatap Delisa yang cemberut

'Bener ya?" tuntut Delisa

'Iya" Lio tersenyum manis membuat Delisa juga ikut tersenyum

'Oh iya sebenarnya gue mau keluar, mau jalan-jalan soalnya besok sore kita sudah pulang. Lo mau ikut tidak" Delisa menawarkan

'Enggak deh, aku masih capek nanti saja" tolak Lio pelan

'Okedeh, gue pergi ya baik-baik disini" Delisa pergi meninggalkan Lio sendirian

Baru saja Lio mau membuka jas milik Xavier tiba-tiba saja ponselnya berbunyi menandakan ada yang memanggil.

Lio menatap ponselnya dan tertera atas nama Bima membuatnya buru-buru menerima panggilan itu.

'Ada apa Bim?" Lio bertanya dengan nada pelan

'Lo buruan turun, gue ada di depan" jawab Bima di seberang

'Iya tunggu sebentar" Lio memutuskan panggilan dan meraih ponselnya dengan tas kecilnya setelah itu pergi menuju dimana Bima berada

Lio menatap Bima yang kini berdiri dengan mondar-mandir membuat Lio bingung.

'Kamu kenapa Bim?" tanya Lio

Bima menatap Lio resah tetapi tatapannya berubah menjadi tatapan kagum melihat penampilan Lio yang nampak manis.

'Bima" Lio kembali menyapa saat tidak mendapat respon

'Oh iya kenapa?" tanya Bima

Lio menatap Bima bingung, seharusnya dia yang bertanya begitu tetapi kenapa malah Bima.

'Oh iya, sorry maksud gue ada yang mau gue bilang" Bima nampak sadar dengan kebo*dohannya sendiri

'Soal apa Bima, kelihatannya serius?" tanya Lio

'Leon kecelakaan" ucap Bima serius

'APA?!" Lio terkejut dan tiba-tiba saja air matanya mengalir secara perlahan

'kamu jangan bercanda Bim, Leon gak mungkin kecelakaan kan?" Lio masih menggeleng tidak percaya

'Gue serius, gue kesini mau jemput lo" Bima ikut sedih melihat raut wajah Lio yang sedih

Sebenarnya Bima juga diliputi rasa cemas mendengar sahabat nya kecelakaan parah tapi dia tidak mau memperlihatkan nya dihadapan Lio.

'Lo ikut gue sekarang" Bima menarik tangan Lio menuju motor yang sudah dia sewa

Di jalan Lio hanya menangis sedih, dia tidak mau terjadi hal-hal aneh pada Leon. Meskipun Leon cuek padanya tetapi dia tau Leon sangat menyayangi nya dan menjaganya.

Hingga beberapa menit kemudian motor mereka berhenti di depan pintu utama rumah sakit yang lumayan besar karena kebetulan rumah sakit itu cukup dekat dengan tempat Leon kecelakaan.

Setelah Bima bertanya pada resepsionis dimana ruangan Leon mereka berdua buru-buru pergi kesana.

Mata Lio menatap dua orang di sana tengah berdiri menatap nya tajam membuat Lio takut.

Sosok di depan sana tidak lain adalah Tuan Alfa dan Nyonya Erika yang kini menatapnya tajam tetapi lebih tepatnya Nyonya Erika yang menatapnya tajam seolah ingin menghajar nya.

Saat Lio dan Bima sudah berada di dekat Tuan Alfa dan Nyonya Erika tiba-tiba saja Nyonya Erika datang dan.

PLAK

Wajah Lio berpaling ke sisi kanan saat pipi kirinya di tampar kuat oleh Nyonya Erika membuat Tuan Alfa dan Bima terkejut.

'Puas kamu hah! Puas, puas sudah membuat anak ku kecelakaan!" Nyonya Erika melampiaskan kemarahannya pada Lio yang tidak tau apa-apa

GREB

Rambut panjang Lio jadi sasaran kemarahan Nyonya Erika, dia bahkan menampar kedua pipi Lio berulang kali tidak peduli orang-orang yang melihat perbuatannya yang penting amarahnya reda dengan menyiksa Lio.

'Harusnya kamu yang kecelakaan, bukan putraku! Dasar pembawa masalah, mati saja kamu anak sia*LAN!" teriak Nyonya Erika yang masih menjambak kuar rambut Lio

'Ampun mah hiks.. Lio minta maaf hiks.. Ampun" Lio memohon sambil menangis agar Nyonya Erika melepaskan jambakan pada rambutnya yang kini sudah banyak yang rontok

'Sudahlah mah, lepaskan dia" Tuan Alfa melerai istrinya

Tuan Alfa menatap wajah menyedihkan Lio, dia sebenarnya ingin memeluk Lio tetapi egonya terlalu tinggi. 

Setelah melepaskan jambakannya pada Lio kini Nyonya Erika mendorong Lio kuat sehingga tubuh Lio oleng tetapi Bima langsung menahannya.

Bima merasa kasihan melihat Lio, dia tidak bisa berbuat lebih. Dia hanya orang asing di keluarga Prayuda.

'Kamu gapapa?" Bima bertanya dengan pertanyaan bo*dohnya

Seharusnya dia sudah tau bagaimana kondisi Lio saat ini.

'A..aku baik kok" ucap Lio dalam isakannya

Nyonya Erika ingin kembali menampar Lio tetapi langsung ditahan Tuan Alfa membuat Nyonya Erika kesal.

Tidak lama kemudian pintu berwarna putih itu terbuka memperlihatkan sosok dokter yang keluar.

'Bagaimana keadaan anak saya dokter?" Nyonya Erika bertanya duluan

Dokter dengan nama Dr. Darwin menatap ke empatnya sambil menghela nafas.

'Kondisi pasien sangat mengkhawatirkan, kecelakaan itu sangat parah membuat salah satu organ penting dalam tubuh anak ibu rusak" terang Dr. Darwin

Ucpan Dr. Darwin membut ke empatnya terkejut.

'Apa maksud dokter, katakan yang jelas" Tuan Alfa bertanya dengan nada gusar

'Begini pak, kecelakaan itu membuat salah satu ginjal anak bapak rusak mengakibatkan hidup anak bapak terancam" ucap Dr. Darwin

'Bukankah dengan satu ginjal orang bisa hidup dokter?" tanya Tuan Alfa

'Memang benak pak, tetapi kedua ginjal anak bapak mengalami masalah dan salah satu ginjal anak bapak rusah parah akibat kecelakaan itu" dokter Darwin masih menjelaskan dengan tenang

'Jadi bagaimana dokter" Nyonya Erika bertanya dengan deraian air mata

'Tidak ada cara lain buk, selain melakukan operasi dan mencangkokkan ginjal baru" ucap dokter Darwin

'Kalau gitu, lakukanlah dokter, lakukan yang terbaik buat anak saya" ucap Nyonya Erika

'Masalahnya donor ginjal di rumah sakit ini stok nya kosong buk, jadi sekarang saya tidak bisa melakukan operasi" dokter Darwin menghela nafas kasar

Nyonya Erika dan Tuan Alfa terkejut, Lio dan Bima juga tak kalah terkejutnya.

'Jadi bagaimana ini dokter, tolong selamatkan anak saya, saya akan membayar berapa pun agar anak saya selamat" ucap Tuan Alfa yang kini resah dan takut

'Saya akan mencoba untuk menghubungi pihak runah sakit lain pak, kalau donor ginjalnya sudah dapat maka saya akan melakukan operasinya, saya permisi dulu pak, buk" pamit doktet Darwin

Baru saja dokter Darwin berjaan tiba-tiba saja langkahnya terhenti.

'Tunggu dokter" ucap seseorang

🌻🌻🌻

Wooowooo... Bagaimana guyss.. Menurut kalian apakah donor ginjal buat Leo ada atau tidak?  Tunggu saja di cerita selanjutnya.

Jangan lupa buat klik Like, Komen, Vote dan juga jangan Lupa buat ikutin author yaaa..

riri-can

Terpopuler

Comments

Lia Makka

Lia Makka

liona mau ngasih ginjalx.

2022-02-12

0

Sanni Abdillah

Sanni Abdillah

llio donorin ginjalnya buat leo

2022-01-23

0

Syanet Lamongi

Syanet Lamongi

ortu sinting anak sendiri....thor thor..

2021-12-06

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Berangkat Bersama
3 Perubahan Arion dan Teman Baru
4 ????
5 Persaan Bersalah
6 Study Tour 1
7 Study Tour 2
8 Pertemuan pertama
9 JATUH CINTA? 1
10 Jatuh Cinta? 2
11 Jatuh Cinta? 3
12 Kecemburuan Xavier
13 Kecurigaan Bima
14 Bertemu Leon
15 Kemarahan Xavier
16 Ciuman Pertama
17 Leon Kecelakaan
18 Donor Ginjal Buat Leon
19 Balas Budi
20 Pergi
21 Sebelum Operasi (Flashback)
22 Penyesalan Tuan Alfa
23 Ciuman Lembut
24 Ungkapan Cinta
25 Di Goda
26 Nasi Goreng
27 Belajar Menari
28 Kerapuhan tuan Alfa
29 Pencarian Liora
30 Xa-Li (Xavier-Liora)
31 Meminta Restu 1
32 Meminta Restu 2
33 Meminta Restu 3
34 Rasa Rindu yang Membuncah
35 Mamah Tidak Pernah Salah
36 Lamaran Xavier
37 Xavier vs Leon
38 Sekolah
39 Penolakan
40 Kehangatan
41 Pengganggu 1
42 Pengganggu 2
43 Pengganggu 2
44 Hati Yang Kotor
45 Aleysa
46 Nasi Goreng 2
47 Bungkam
48 Jebakan Yang Gagal Total
49 Kebohongan Yang Berakibat Fatal
50 Cemburu
51 Kelulusan
52 Menikah
53 Ikhlas
54 Mencicil
55 Kembali ke Negara P
56 Malam Pertama yang Tertunda 1
57 Malam Pertama yang Tertunda 2
58 Masih Berlanjut
59 Belajar dari Emillya
60 Kehamilan
61 Surat Nyasar
62 Sisi Lain
63 Ngidam
64 Teror
65 Khawatir
66 Gagal
67 Leon dan Lea
68 Wanita selalu BENAR tetapi Pria lebih CERDIK
69 Pernikahan Emillya dan sekretaris Ben
70 Pesta (Insiden)
71 Melahirkan
72 Geoff Johns Addrisson Xavier
73 Super Daddy
74 Ben dan Emillya
75 Xavier dan sekretaris Ben
76 Dendam
77 Cemburuan
78 Wanita masa Lalu
79 Berdamai dengan Masa Lalu
80 Like Father Like Son
81 Anak Perempuan
82 Penculikan 1
83 Penculikan 2
84 Penculikan 3
85 Penculikan 4
86 Flashback
87 Kembali Normal
88 Akhir yang Bahagia??
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Prolog
2
Berangkat Bersama
3
Perubahan Arion dan Teman Baru
4
????
5
Persaan Bersalah
6
Study Tour 1
7
Study Tour 2
8
Pertemuan pertama
9
JATUH CINTA? 1
10
Jatuh Cinta? 2
11
Jatuh Cinta? 3
12
Kecemburuan Xavier
13
Kecurigaan Bima
14
Bertemu Leon
15
Kemarahan Xavier
16
Ciuman Pertama
17
Leon Kecelakaan
18
Donor Ginjal Buat Leon
19
Balas Budi
20
Pergi
21
Sebelum Operasi (Flashback)
22
Penyesalan Tuan Alfa
23
Ciuman Lembut
24
Ungkapan Cinta
25
Di Goda
26
Nasi Goreng
27
Belajar Menari
28
Kerapuhan tuan Alfa
29
Pencarian Liora
30
Xa-Li (Xavier-Liora)
31
Meminta Restu 1
32
Meminta Restu 2
33
Meminta Restu 3
34
Rasa Rindu yang Membuncah
35
Mamah Tidak Pernah Salah
36
Lamaran Xavier
37
Xavier vs Leon
38
Sekolah
39
Penolakan
40
Kehangatan
41
Pengganggu 1
42
Pengganggu 2
43
Pengganggu 2
44
Hati Yang Kotor
45
Aleysa
46
Nasi Goreng 2
47
Bungkam
48
Jebakan Yang Gagal Total
49
Kebohongan Yang Berakibat Fatal
50
Cemburu
51
Kelulusan
52
Menikah
53
Ikhlas
54
Mencicil
55
Kembali ke Negara P
56
Malam Pertama yang Tertunda 1
57
Malam Pertama yang Tertunda 2
58
Masih Berlanjut
59
Belajar dari Emillya
60
Kehamilan
61
Surat Nyasar
62
Sisi Lain
63
Ngidam
64
Teror
65
Khawatir
66
Gagal
67
Leon dan Lea
68
Wanita selalu BENAR tetapi Pria lebih CERDIK
69
Pernikahan Emillya dan sekretaris Ben
70
Pesta (Insiden)
71
Melahirkan
72
Geoff Johns Addrisson Xavier
73
Super Daddy
74
Ben dan Emillya
75
Xavier dan sekretaris Ben
76
Dendam
77
Cemburuan
78
Wanita masa Lalu
79
Berdamai dengan Masa Lalu
80
Like Father Like Son
81
Anak Perempuan
82
Penculikan 1
83
Penculikan 2
84
Penculikan 3
85
Penculikan 4
86
Flashback
87
Kembali Normal
88
Akhir yang Bahagia??

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!