Lio menyeret koper nya menuju lapangan sekolah yang kini sudah di penuhi oleh para siswa dan 5 bus pariwisata.
Setelah mendapat kursi sesuai dengan nomor yang sudah di terima, Lio duduk di pinggir dan menyandarkan kepalanya ke kaca.
Lio menutup matanya sejenak sembari mendengar apa yang berlalu lalang di sekitarnya.
Lio juga belum membuka matanya saat merasa seseorang tengah duduk di sampingnya, dia berpikir itu adalah teman satu kursi nya dalam bus.
Cukup lama Lio menutup matanya tanpa tertidur karna dia tidak suka mendengar kebisingan yang di ciptakan oleh teman-teman satu angkatannya yang se bus dengannya.
Perlahan matanya terbuka dan melihat keluar jendela yang memperlihatkan jalanan yang cukup sepi dan di pinggiran jalan terlihat pohon-pohon tinggi menjulang dengan rapinya karena pohon itu di rawat untuk mempercantik jalanan.
Lio menoleh ke arah sampingnya ingin melihat sosok yang menjadi teman satu bangkunya.
Matanya membulat melihat sosok yang tidak lain adalah Arion, Lio menunduk karna takut dan masih merasa bersalah karena pernah menyukai Arion tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi ke depannya.
Lio menatap sekeliling berharap ada kursi yang masih kosong, hingga tatapannya tertuju pada kursi yang tidak jauh dari kursinya belum terisi.
'A..aku mau keluar" Lio berucap takut
Arion hanya diam tanpa mau mendengar ucapan Lio yang di peruntunkan untuknya.
Tidak mendapat respon dari Arion membuat Lio diliputi rasa takut.
'Permisi, aku mau keluar" Lio masih berusaha agar segera keluar
'Lo mau pindah tempat duduk?" Arion menatap tajam Lio yang menatap nya juga
'I..iya, aku mau duduk di belakang saja, masih ada yang kosong" Lio melihat kearah kursi yang memang kosong
'Tidak boleh! Lo duduk disini dan gue tidak menerima alasan apapun!" Arion berkata dengan nada dingin membuat Lio takut
Lio duduk di kursinya tidak nyaman karna sedari tadi Arion selalu menatapnya dengan tatapan tajam membuat Lio berpikir bahwa Arion belum memaafkan nya.
Cukup lama bus yang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan sedang karena membawa banyak penumpang hingga mereka sampai ke tujuan yang tidak lain adalah Bali.
Lio masih duduk di kursinya karena Arion belum beranjak bangun, sedangkan yang lainnya sudah turun meninggalkan mereka berdua saja di dalam bus.
'Umm....aku mau turun" dengan nada pelan
Arion membuka matanya yang tertutup tadi, dan menatap Lio tajam seperti biasanya.
'Lo gak boleh jahui gue! gue mau lo tetap di samping gue!" Arion beranjak pergi setelah berkata begitu kepada Lio
'Sebenarnya apa mau kamu Yon? aku sudah menjauhi kamu, tetapi kenapa sekarang kamu berkata begitu padaku" batin Lio
Lio juga turun dari dalam bus menuju bagasi untuk mengambil koper miliknya yang kini sudah di turunkan oleh para penjaga dan panitia.
Setelah mendapat kopernya, Lio mencari-cari orang baru-baru ini menjadi temannya.
'Lo nyari gue?" Bima tiba-tiba sudah berdiri di belakang nya
'Hehe iya, kamu di bus yang mana?" Lio bertanya dengan wajah lelah nya
'Kita satu bus, dan gue lihat lo duduk sama Arion" Bima berucap santai
'Tapi aku tidak melihat kamu" ucap Lio
'Jelas lo gak lihat, lo aja sibuk menunduk padahal gue ada di belakang lo" Bima terkekeh pelan
Sebenarnya mereka tidak satu bus, hanya saja Bima cuma menebak dan ternyata tebakannya benar.
'Sudah, lupakan saja, ikut bergabung sama yang lainnya yuk" ajak Bima mengambil alih koper milik Lio dan menyeretnya
Mereka berdua ikut berbaris sesuai dengan bus yang mereka tumpangi, saat melihat Bima bergabung dengan bus lain Lio baru menyadari bahwa Bima membohongi nya. Dan lihatlah wajah Bima yang mentap nya tanpa merasa bersalah karna sudah membohongi nya.
'Gue udah bilang jangan pernah buat jahui gue!" Arion berbisik di telinganya
Lio melirik Arion yang berdiri di samping nya dengan senyuman yang menurut Lio menakutkan.
'Lo dengar kan?" Arion masih menimpali
'Apa maksud kamu? bukankah seharusnya kita memang harus saling menjauh agar tidak ada kesalahan pahaman" ucap Lio sembari menunduk
'Gue nggak mau lo dekat-dekat dengan Bima! gue nggak suka" Arion menatap Lio tajam
Mendengar ucapan Arion yang terdengar seperti perintah membuat Lio menatap Arion bingung.
'Sebenarnya apa mau kamu Yon? katakanlah, kalau kamu masih membenci ku tidak apa-apa, aku ikhlas karna aku tau aku yang salah" ucap Lio mulai terisak
Bahkan Lio tidak perduli isakannya terdengar oleh yang lain nya yang kini menatap nya bingung, yang dia pikirkan sekarang adalah sikap Arion berubah-ubah padanya.
'Gue hanya mengingatkan, bukan nya lo suka sama gue" Arion berucap dengan pedenya
Lio hanya menggelengkan kepalanya yang sedikit pusing, akhir-akhir ini beban pikirannya sangat banyak.
'Kamu terlalu percaya diri Yon, aku sudah tidak menyukai mu" Liora berbohong
'Lo pikir gue percaya begitu saja? tidak semudah itu. Gue tau lo masih suka sama gue dan gue pastikan gue yang akan dapetin lo" Arion kembali berucap yang membuat Lio semakin bingung
'Sebenarnya apa mau kamu Yon!" Lio meninggikan nada bicara nya
'Lo, hanya lo yang gue inginkan!" Arion terkekeh sinis melihat Lio yang masih terisak
'Apa kamu belum puas untuk membuat ku sakit?" isak Lio
'Belum, bukannya li memang menyukai gue? itu akibat nya apabila menyukai gue" Arion menghapus air mata Lio
Lio menepis tangan Arion yang menghapus air matanya, dia merasa Arion sangat berbeda, dia mulai was-was dan curiga kalau Arion akan berbuat sesuatu yang dapat merugikan.
Setelah mendapat kamar untuk tempat penginapan selama liburan, Lio segera beranjak pergi sebelum Arion berkata yang bukan-bukan lagi padanya.
Lio membuka pintu kamar dengan kunci duplikat yang di berikan untuk nya tetapi pintu itu sudah tidak terkunci dan Lio menyimpulkan bahwa teman sekamar nya sudah sampai duluan dan membuka nya.
Ceklek..
Lio masuk dan melihat teman satu kamarnya tengah membereskan barang bawaannya.
'Hai" sapa teman sekamar Lio
'Umm... hai juga" Lio membalas dengan senyum manis nya
'Oh iya meskipun kita satu sekolah tapi gue gak begitu kenal sama yang lainnya, kenalin gue Adelisa Emeralma panggil gue Delisa aja" Delisa memperkenalkan namanya sembari tersenyum
'Aku Liora Greensya panggil saja Lio" Lio duduk di kasur nya
'Oh iya untuk 4 hari kedepan, gue harap lo bisa betah satu kamar sama gue" kekeh Delisa
'Tentu saja" Lio membalanya dengan tertawa renyah
'Oh iya, gue dengar lo lagi dekat sama Bima ya?" tanya Delisa yang kini duduk di kasur nya dan berhadapan langsung dengan Lio
'I..iya kami hanya berteman biasa" Lio merasa kurang enak sekarang karena berpikir bahwa Delisa suka pada Bima
Melihat ke tidaknyamanan Lio, membuat Delisa tersenyum canggung.
'Lo tenang aja, sebenarnya gue sepupu Bima jadi tidak usah takut" kekeh Delisa
'Benarkah kamu sepepu Bima?" Lio kurang yakin
'Iya, gue sepupunya. Lo bisa tanya langsung ke Bima nya" yakin kan Lio
'Aku percaya kok hehe" balas Lio
Mereka berdua berbincang-bincang cukup lama hingga kedua nya mengakhir karena sebentar lagi akan malam dan mereka bersiap-siap untuk makan malam.
***
Sementara di negara P
Xavier tengah duduk di kursi kebesarannya, sedangkan di depannya terdapat meja yang berisikan banyak lembar kerja dan laptop yang menyala.
Tok..Tok...Tok..
'Masuk"
Xavier masih sibuk dengan berkas di tangannya tanpa memperdulikan orang baru masuk ke dalam ruangannya.
'Saya mengahadap Tuan" sekretaris Ben menyapa tuannya
Sekretaris Ben sudah terbiasa dengan sikap acuh tuan muda nya, menurut nya itu hal biasa kecuali tuan muda nya tiba-tiba membalas sapaan nya baru itu tidak biasa.
'Ada apa, katakan lah" ucap Xavier acuh
Lihatlah tuan muda nya masih sama, sekretaris Ben menghela nafas pelan membuat Xavier yang sedari tadi sibuk dengan berkasnya melirik ke arah sekretaris Ben yang menghela nafas.
'Kenapa? Apa kamu bosan bekerja dengan ku sekretaris Ben?" Xavier bertanya dengan cuek
'Saya tidak berani tuan muda" sekeretaris ben terkejut mendengar perkataan tuan muda nya
Bagi nya tuan muda nya adalah segalanya, dia rela melakukan apapun untuk membahagiakan tuan muda nya. Bahkan dia pun rela mati apabila tuan muda nya meminta tapi itu tidak akan terjadi melihat tuan muda nya yang menjaganya, terbukti Xavier yang menugaskan beberapa pasukan Elit untuk melindungi nya secara diam-diam dan tentu saja sekeretaris Ben mengetahuinya.
Meskipun sekretaris Ben cukup Ahli dalam berbagai bidang tetap saja Xavier menugaskan beberapa pengawal untuk menjaganya, bisa saja sekretaris Ben lengah kemudian di serang.
'Katakanlah apa tujuan mu datang kemari?" Xavier menatap sekretaris Ben serius
'Maaf mengganggu tuan muda, Perusahaan dari Kristal Corp membatalkan pertemuan penanda tanganan kontrak,tuan" ucap sekretaris Ben takut
BRAKKK...
Benar saja dugaannya ternyata tidak meleset, dia tau tuan muda nya akan marah.
'Apa maksud kamu sekretaris Ben? Kamu sungguh tidak becus untuk mengurus masalah ini, apa kamu sudah bosan untuk hidup!?" Xavier menatap tajam sekretaris Ben yang menunduk takut
'Maafkan saya tuan muda, berita ini baru saya terima dari asisten pribadi Tuan Gerald yang mengatakan atasannya membatalkan penandatanganan kontrak karna kekasih nya merajuk dan pergi tuan muda" terang sekretaris Ben
Xavier berdecih, menurutnya Gerald hanya berbelit-belit. Dan apa tadi alasannya? sungguh membuat Xavier jengkel.
'Apa maksudmu? Gerald membatalkan pertemuan hanya untuk mengejar kekasih nya yang tengah merajuk?" Xavier bertanya kembali berharap dia hanya salah mendengar
'Benar tuan muda, Tuan Gerald membatalkan nya dan mengejar kekasih nya ke Bali tuan muda" jelas sekretaris Ben hati-hati agar tuan mudanya tidak marah
'SIA*LAN!" maki Xavier
'Saya tidak mau tau sekretaris Ben, besok pagi kontrak kerja sama sudah harus terjalin. Lakukan apapun karena kontrak ini sangat penting" Xavier tidak mau di bantah
Sekretaris Ben nampak bingung mendengar titah tuan muda nya.
'Baik tuan muda, akan saya kerjakan" patuh sekertaris Ben
'Siapkan keberangkatan ke Bali sore ini, malam ini kontrak itu sudah harus ada di tangan kita dan besoknya semua sudah harus beroperasi" Xavier bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar meninggalkan sekretaris Ben yang masih bingung
Sekretaris Ben kemudian menghubungi salah satu pengawal untuk mempersiapkan pesawat pribadi yang akan tuan muda nya dan dia tumpangi menuju Bali, yang merupakan salah satu nama kota yang berada di negara yang terkenal akan kecantikan wanitanya yang tidak lain adalah Indonesia.
Pukul 4 sore mereka berdua berangkat munuju Indonesia untuk menemui Gerald pemilik dari perusahaan berlian yang tidak lain adalah salah satu sahabat Xavier.
'Cinta? Cih! Sangat memuakkan saat menyebutnya" batin Xavier
Pesawat yang mereka tumpangi mendarat sempurna, Xavier bergegas keluar sedangkan sekeretaris Ben mengikuti tuannya untuk menuju pintu keluar yang sudah di siapkan untuk menyambutnya.
Pemikik bandara sangat senang karna bandara milik nya menjadi tempat persinggahan pesawat pribadi milik Xavier yang terkenal di kalangan dunia bisnis, dia juga bisa berharap agar Xavier bekerja sama dengannya yang mempunya Bisnis dimanapun dan merambat di seluruh Dunia.
'Kita akan menginap di Hotel yang sudah di siapkan tuan, mari" sekeretaris Ben menuntun tuan muda nya menuju hotel yang akan mereka tinggali sementara
Xavier mengikuti sekretaris Ben menuju mobil dan mobil itu melaju pergi menuju hotel bintang lima yang sudah di pesan oleh sekretaris Ben.
🌻🌻🌻
Hellooo jumpa lagi dengan saya penulis abal-abal dan masih banyak untuk belajar.
Jangan lupa untuk like and komen ya guysss...saya berharap sekali huhuhu.. (nangisbombay)
riri-can
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
JODOH LIO, BKN ARION. BUKAN BIMA,, TPI XAVIER...
EMOSI BANGET NI SAME ARION, UDH BENTAK2 LIO, SKRG SEENAKNYA GK MAU LEPASKN LIO.. DASAR LKI2 ANJING
2023-04-29
0
Essih Junaesih
masih kecil y lionya
2022-02-12
0
Lia Makka
pertemuan pertama kyx nih
2022-02-12
0