????

Di negara lain tepatnya negara P terlihat seorang laki-laki yang tengah duduk di kursi kebesarannya dengan tatapan tajam.

Dia adalah Dave Addrisson Maxwel Xavier yang biasa di panggil Tuan Xavier, di adalah salah satu pengusaha berada di urutan pertama bahkan namanya sudah merajai seluruh di Negara lainnya.

Xavier sangat di takuti di kalangan bisnis karna dia dengan mudah nya mencungkir balikkan bisnis seseorang ke dalam titik terendah akibatnya perusahaan itu akan bangkrut lebih tepatnya perusahaan itu tidak akan pernah terlihat seolah-olah perusahaan itu tidak ada sehingga nama Xavier sangat di takuti oleh Negara P.

Tok...Tok...Tok..

Suara ketuka terdengar sehingga mata Xavier teralih pada sosok yang kini memasuki ruang kerjanya.

'Ada apa Ben?" Xavier menatap sekretaris nya ben

'Tuan muda, saya ingin menyampaikan pesan dari Nona Emillya Tuan" terang Ben

'Katakan!" perintah Xavier

'Nona Emillya mengatakan dia akan membenci tuan muda apabila tuan muda masih melarangnya berdekatan dengan Tuan Romeo" ucap Ben sedikit takut karna melihat tatapan tajam Xavier

Seketika tawa Xavier pecah membuat bulu kuduk sekretaris Ben meremang, jantungnya berdetak tak karuan karna dia tau tawa dari tuan mudanya merupakan suatu bencana.

'HAHAHA... kamu tau apa yang harus kamu lakukan Ben? aku tidak mau melihatnya besok merengek menjijikkan begitu pada ku lagi!" terang Xavier sambil tersenyum sinis

Sekretaris Ben menganggukkan kepalanya paham akan ucapan tuan muda nya yang terdengar seperti ancaman.

'Baik tuan muda, akan saya laksanakan, saya permisi tuan muda" ucap sekretaris Ben pamit

Xavier hanya berdehem tanpa mau membalas ucapan sekretaris ben hal itu sudah menjadi kebiasaan Xavier bahkan dia jarang menatap lawan bicaranya karna terlalu malas.

Mata tajamnya yang bernetra Abu-abu emas itu menyipit seolah berpikir tentang apa yang baru saja sekretaris Ben sampaikan padanya.

'Apa lagi yang bocah ingusan itu lakukan?" batin Xavier bertanya-tanya

Xavier menggeleng tidak mengerti dengan cara berpikir adik kecilnya itu.

'Sepertinya kamu perlu di hukum Emillya" sambungnya lagi

Dengan langkah panjang nya Xavier keluar dari ruangan nya itu menuju Lift yang di khususkan untuknya.

Lift itu berhenti di lantai tempat mobilnya terparkir sehingga Xavier tidak lelah harus berjalan jauh lagi, setelah memasuki mobilnya dan menghidupkannya, Xavier melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.

Mobil berwarna Emas Gold itu terparkir indah di depan pintu mewah berwarna putih gading itu dan pemiliknya yang tidak lain adalah Xavier keluar dari pintu mobil setelah pintunya di buka oleh pengawal.

Xavier kembali melangkahkan kakinya untuk memasuki rumah mewah bergaya Klasik itu dan matanya langsung tertuju pada sosok gadis yang kini tengah menangis di suduk sofa.

Sedangkan gadis itu yang tidak lain adalah Emillya saat mendengar langkah kaki seseorang membuatnya menoleh dan matanya membulat sehingga terlihat menggemaskan tetapi hal itu tidak berlaku pada Xavier.

'Kakak hiks.. hiks.. kenapa kakak tega pada Emil hikss.." isak Emillya berlari dan memeluk Xavier

Xavier yang sudah biasa dengan kelakuan adik kecilnya itu hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya pusing dengan sifat adiknya itu.

Tangan besar dan kekarnya mencoba melepaskan pelukan adiknya dan mendorongnya sedikit kasar membuat Emillya berdecak tidak suka.

'Kenapa kakak melakukan itu padaku? aku hanya ingin pacaran dengan kak Romeo" Emillya menatap Xavier benci

Sedangkan Xavier menatap Adiknya tajam, Emillya menundukkan kepalanya karna ketakutan melihat tatapan tajam kakaknya.

'EMILLYA!! sudah berapa kali kakak katakan Cinta itu hanya omong kosong jadi jangan pernah mengucapkan kata bod*h itu di hadapan ku!" amuk Xavier marah

'Tapi Emil suka sama kak Romeo, lagian kak Romeo itu sahabat kakak, kenapa kakak tidak mau merestui kami!" Emillya membantah ucapan Xavier

'Romeo sahabatku bukan berarti aku harus merestui hubungan kalian, Romeo hanya menganggap mu sebagai adik dan tidak lebih jadi mengertilah,EMILLYA!" teriak Xavier karna rasa kesalnya sudah di ubun-ubun

Emillya terkejut mendengar bentakan kakaknya sehingga air matanya kembali mengalir bahkan kali ini air matanya terlihat semakin deras membuat Xavier merutuki dirinya sendiri karna membuat adiknya bersedih, tetapi Xavier malakukan itu untuk kebaikan adiknya.

'Jangan membantah ucapan ku Emillya! jangan sampai aku mendengar rengekan mu lagi!" ancam Xavier dan pergi begitu saja meninggalkan Emillya

'KAKAK JAHAT!! AKU BENCI KAKAK!" Teriak Emillya menangis tersedu-sedu

Sedangkan Xavier yang mendengar teriakan adiknya hanya mengabaikan nya meski hatinya sedikit tercubit mendengar isakan adik nya itu.

'Aku melakukan itu untuk kebaikan mu Emillya, jadi mengertilah" ucap Xavier pelan hanya dirinya yang mendengar

Xavier memasuki kamarnya dan menghempaskan tubuhnya di ranjang berukuran King Size itu, matanya tertutup oleh tangannya dan mencoba melihat apa yang telah terjadi selama ini padanya.

Ingatannya kembali pada saat dirinya masih berada di titik nol bahkan usahanya masih di tahap awal, saat itu dirinya mempunyai seorang kekasih yang sangat dia cintai dan setiap apa yang dimintai oleh kekasihnya itu akan dia kabulkan, kekasihnya itu juga sangat menyayangi nya dan juga perhatian padanya tetapi semua sikap itu hanya kebohongan, dia melihat kekasihnya itu ciuman dengan sahabatnya sendiri membuat hati nya seketika hancur begitu saja, mulai saat itu dia tidak mempercayai yang namanya Cinta bahkan dia tidak mau mendengarkan penjelasan kekasihnya itu menurutnya kekasihnya hanya menceritakan kebohongan lagi.

Xavier membuka matanya menatap langit-langit kamarnya, mata tajam itu perlahan tertutup hingga terdengar nafas teratur menandakan Xavier tertidur.

***

Kembali lagi pada Lio yang kini tengah makan siang di kantin sekolah bersama teman barunya Bima.

'Lo nggak lapar ya? " tanya Bima bingung melihat Lio yang makan sedikit

'Lapar kok, cuma aku lagi berpikir gimana cara buat ikut Study Tour ke Bali, kamu tau kan aku belum gajian sedangkan 2 hari lagi pembayaran wajib harus lunas" terang Lio menatap Bima dengan wajah melasnya

'Ooo.. lo kan tinggal minta sama orangtua lo, lagian kenapa lo pake kerja segala bukannya keluarga lo kaya?" Bima bertanya dengan kebingungan yang menyertainya

Sedangkan Lio yang mendengar terkejut, dirinya hampir keceplosan akan kisah hidupnya yang tidak begitu bagus.

'Hehehe.... aku tidak mau membuat beban pikiran  mama dan papa bertambah" bohong Lio tersenyum cengengesan

'Iya juga sih, kadang gue malu juga karna masih minta sama orang tua, terus lo gimana?" tanya Bima dan sedikit kagum dengan ucapan Lio tanpa ada rasa curiga

'Nanti deh aku pikirkan, aku bisa pake uang sodara aku dulu nanti baru aku kembalikan setelah gajian" Lio berpikir untuk meminjam uang Leo

'Lo bisa pake uang gue dulu kalau lo mau" ucap Bima menawarkan

'Enggak usah Bim, aku pake punya sodara aku aja hehe" tolak Lio halus

'Baiklah, kalau lo butuh tinggal bilang gue aja nanti gue kasih kok" terang Bima

'Iya Bim" ucap Lio

Mereka berdua kembali melanjutkan makan, tanpa mereka sadari sepasang mata menatap mereka berdua dengan tatapan tajam, sosok itu adalah.

🌻🌻🌻

Siapakah sosok itu??  saksikanlah selengkapnya di Chapter selanjutnya.

Jangan lupa Like dan komen setiap Chapter ya guysss, salam hangat dari riri-chan dan semoga kalian suka dengan ceritaku.

Terpopuler

Comments

Annisa Chiboyu Lubbiees

Annisa Chiboyu Lubbiees

knapa KLO setiap yg bernama xiever psti orang nya tegas, tpi aku suka KLO nama itu di pake krna psti orang nya mengagumkan

2021-10-04

0

¡🐰<«Yury_An »>🐰¡

¡🐰<«Yury_An »>🐰¡

Arion bengek

2021-09-28

0

Aditya HP/bunda lia

Aditya HP/bunda lia

sosok itu adalaaaah, ..... ARION .... ya?

2021-09-28

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Berangkat Bersama
3 Perubahan Arion dan Teman Baru
4 ????
5 Persaan Bersalah
6 Study Tour 1
7 Study Tour 2
8 Pertemuan pertama
9 JATUH CINTA? 1
10 Jatuh Cinta? 2
11 Jatuh Cinta? 3
12 Kecemburuan Xavier
13 Kecurigaan Bima
14 Bertemu Leon
15 Kemarahan Xavier
16 Ciuman Pertama
17 Leon Kecelakaan
18 Donor Ginjal Buat Leon
19 Balas Budi
20 Pergi
21 Sebelum Operasi (Flashback)
22 Penyesalan Tuan Alfa
23 Ciuman Lembut
24 Ungkapan Cinta
25 Di Goda
26 Nasi Goreng
27 Belajar Menari
28 Kerapuhan tuan Alfa
29 Pencarian Liora
30 Xa-Li (Xavier-Liora)
31 Meminta Restu 1
32 Meminta Restu 2
33 Meminta Restu 3
34 Rasa Rindu yang Membuncah
35 Mamah Tidak Pernah Salah
36 Lamaran Xavier
37 Xavier vs Leon
38 Sekolah
39 Penolakan
40 Kehangatan
41 Pengganggu 1
42 Pengganggu 2
43 Pengganggu 2
44 Hati Yang Kotor
45 Aleysa
46 Nasi Goreng 2
47 Bungkam
48 Jebakan Yang Gagal Total
49 Kebohongan Yang Berakibat Fatal
50 Cemburu
51 Kelulusan
52 Menikah
53 Ikhlas
54 Mencicil
55 Kembali ke Negara P
56 Malam Pertama yang Tertunda 1
57 Malam Pertama yang Tertunda 2
58 Masih Berlanjut
59 Belajar dari Emillya
60 Kehamilan
61 Surat Nyasar
62 Sisi Lain
63 Ngidam
64 Teror
65 Khawatir
66 Gagal
67 Leon dan Lea
68 Wanita selalu BENAR tetapi Pria lebih CERDIK
69 Pernikahan Emillya dan sekretaris Ben
70 Pesta (Insiden)
71 Melahirkan
72 Geoff Johns Addrisson Xavier
73 Super Daddy
74 Ben dan Emillya
75 Xavier dan sekretaris Ben
76 Dendam
77 Cemburuan
78 Wanita masa Lalu
79 Berdamai dengan Masa Lalu
80 Like Father Like Son
81 Anak Perempuan
82 Penculikan 1
83 Penculikan 2
84 Penculikan 3
85 Penculikan 4
86 Flashback
87 Kembali Normal
88 Akhir yang Bahagia??
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Prolog
2
Berangkat Bersama
3
Perubahan Arion dan Teman Baru
4
????
5
Persaan Bersalah
6
Study Tour 1
7
Study Tour 2
8
Pertemuan pertama
9
JATUH CINTA? 1
10
Jatuh Cinta? 2
11
Jatuh Cinta? 3
12
Kecemburuan Xavier
13
Kecurigaan Bima
14
Bertemu Leon
15
Kemarahan Xavier
16
Ciuman Pertama
17
Leon Kecelakaan
18
Donor Ginjal Buat Leon
19
Balas Budi
20
Pergi
21
Sebelum Operasi (Flashback)
22
Penyesalan Tuan Alfa
23
Ciuman Lembut
24
Ungkapan Cinta
25
Di Goda
26
Nasi Goreng
27
Belajar Menari
28
Kerapuhan tuan Alfa
29
Pencarian Liora
30
Xa-Li (Xavier-Liora)
31
Meminta Restu 1
32
Meminta Restu 2
33
Meminta Restu 3
34
Rasa Rindu yang Membuncah
35
Mamah Tidak Pernah Salah
36
Lamaran Xavier
37
Xavier vs Leon
38
Sekolah
39
Penolakan
40
Kehangatan
41
Pengganggu 1
42
Pengganggu 2
43
Pengganggu 2
44
Hati Yang Kotor
45
Aleysa
46
Nasi Goreng 2
47
Bungkam
48
Jebakan Yang Gagal Total
49
Kebohongan Yang Berakibat Fatal
50
Cemburu
51
Kelulusan
52
Menikah
53
Ikhlas
54
Mencicil
55
Kembali ke Negara P
56
Malam Pertama yang Tertunda 1
57
Malam Pertama yang Tertunda 2
58
Masih Berlanjut
59
Belajar dari Emillya
60
Kehamilan
61
Surat Nyasar
62
Sisi Lain
63
Ngidam
64
Teror
65
Khawatir
66
Gagal
67
Leon dan Lea
68
Wanita selalu BENAR tetapi Pria lebih CERDIK
69
Pernikahan Emillya dan sekretaris Ben
70
Pesta (Insiden)
71
Melahirkan
72
Geoff Johns Addrisson Xavier
73
Super Daddy
74
Ben dan Emillya
75
Xavier dan sekretaris Ben
76
Dendam
77
Cemburuan
78
Wanita masa Lalu
79
Berdamai dengan Masa Lalu
80
Like Father Like Son
81
Anak Perempuan
82
Penculikan 1
83
Penculikan 2
84
Penculikan 3
85
Penculikan 4
86
Flashback
87
Kembali Normal
88
Akhir yang Bahagia??

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!