Lio duduk termenung di balkon kamarnya, pikirannya melayang entah kemana.
Tok... Tok..... Tok
Lio terkejut dari lamunannya saat pintu kamarnya di ketuk dari luar, dengan langkah pelan Lio beranjak dari duduknya menuju pintu kamar.
Ceklek
Lio menatap sosok di depannya yang tidak lain adalah Leo sedangkan Leo yang dipandangi mendadak membuang mukanya agar tidak melihat wajah pucat Lio karna dia tidak mau memperlihatkan wajah cemasnya ada Lio.
'Ada apa?" Lio bertanya dengan wajah polosnya
'Ehemm..lo di panggil mama sama papa di ruang santai" terang Leo lalu beranjak pergi
Dengan kening mengerut Lio mulai berpikiran buruk, apa dia baru saja berbuat salah hingga di panggil? entah kenapa Lio tiba-tiba kalut dengan pikirannya sendiri.
Buru-buru Lio pergi menuju ruang santai yang berada di lantai bawah agar kedua orang tuanya tidak menunggu terlalu lama.
Dan benar saja kedua orang tuanya duduk dengan tatapan tajam yang tertuju padanya membuatnya seketika takut, tatapannya juga tertuju pada Leo yang duduk santai sembari memainkan ponselnya.
'Duduk!" titah Tuan Alfa
Mendengar nada suara tuan Alfa nya yang sedikit meninggi membuat Lio duduk di dekat Leo.
'A..ada apa pah?" cicit Lio takut
'Kamu butuh berapa?" nyonya Erika ikut menimpali
Lio yang mendengar ucapan mamanya mendadak bingung karna tidak mengerti dengan apa yang mama nya bilang.
'Mama bertanya lo butuh berapa buat Study Tour nya" ucap Leo tanpa mengalihkan matanya dari ponselnya
Lio mengangguk paham, tapi seketika dia diam membisu karna ucapan Leo yang menyadarkannya akan sesuatu yang sangat mustahil terjadi pada hidupnya.
'Apa mama sama papa memberikan aku pinjaman? aku senang saat papa dan mama bertanya padaku" batin Lio senang
'Kenapa hanya diam, cepat katakan!" kesal tuan Alfa melihat Lio yang terdiam
Lio sadar dari lamunannya, mata sayunya menatap tuan Alfa dengan senyum manisnya.
'Lio b..bu..butuh 2 juta pah" cicit Lio tidak berani lagi menatap tuan Alfa karna di tatapan tajam
Tuan Alfa hanya diam menatap Lio yang menunduk, entah kenapa melihat wajah pucat Lio membuat hatinya sedikit tercubit.
'Apa dia sakit?" batin tuan Alfa
Tapi tuan Alfa buru-buru menggelengkan kepalanya dengan apa yang baru saja terucap dalam hatinya.
'Pakailah kartu ini" tuan Alfa memberikan sebuah kartu berwarna Gold padanya
'Aku tidak bisa menggunakannya pah" jujur Lio menunduk
Tuan Alfa dan Nyonya Erika terkejut akan ucapan Lio, mereka berpikir Lio hanya berbohong.
'Jangan berbohong! katakan saja kalau masih kurang!" sinis Nyonya Erika menatap Lio tajam
Mendapat tatapan tajam dari mama nya sendiri membuat hati Lio sakit, dia sudah berkata jujur tidak bisa menggunkan kartu karna sejak kecil dia tidak pernah mendapat kemewahan dari kedua orang tuanya.
Saat bekerja pun dia mendapat gaji melalui amplop karna tidak punya kartu ATM mau pun buku tabungan.
Bahkan lebih parahnya namanya terdaftar di negara sebagai anak dari salah satu pelayan di rumahnya yang tidak lain bibi Asti sebagai kepala bagian dapur dan pak Dipo suami bibi Asti yang bekerja sebagai supir pribadi tuan Alfa. Sungguh miris bukan? Tapi itulah kenyataan yang terjadi.
'Lio t..tidak bohong mah, Lio tidak bisa menggunakannya" cicit Lio meneteskan air matanya
'Ambil lah, nanti Leo yang mengajarimu" tuan Alfa tidak mau mendengar alasan Lio
Leo yang mendengar namanya di sebut mengehela nafas dan menatap Lio dengan tatapan kesalnya.
Lio menunduk takut melihat tatapan kesal Leo yang di tujukan padanya.
'Apa tidak ada uang cash?" Lio bertanya karna tidak mau membuat orang susah
'Heh! Kamu pikir kami siapa memegang uang cash! Sudah untung kami memberikan kamu kartu itu" nyonya Erika berkata dengan kasar tanpa peduli akan hati Lio yang terluka
Lio meneteskan air matanya karena ucapan mamanya yang seolah mengatakan dirinya bukan keluarga Prayuda.
'Maaf, nanti Lio belajar dari bibi Asti mah" putus Lio karna tidak mau membuat tiga orang di depannya semakin membecinya
'Baguslah kalau kamu sadar akan posisi mu!" nyonya Erika berkata tajam dan beranjak pergi setelah melempar kartu Gold di atas meja ke wajah Lio
Lio menangis terisak di sofa setelah ketiga nya meninggalkannya sendirian di ruang santai, hatinya terasa teramat sakit mendapat perlakuan mama nya sendiri terlebih papa nya dan Leo hanya diam tanpa mau membantunya.
'Non kenapa?" bibi Asti datang dan memeluk Lio
'Hiks.. hiks.. bibi Lio tidak kenapa-kenapa, Lio senang aja karna papa dan mama memberi Lio kartu ini bi, Lio sedih saja karena tidak bisa menggunakannya bi hiks.. hiks.. tentu saja mama marah karna Lio bo*doh bi hiks.. hiks.." Lio menangis sesengukan di pelukan bibi Asti
Bibi Asti semakin memeluk erat Lio karna dia sudah tau kejadian yang sebenarnya karna dia tadi tidak sengaja lewat saat Nyonya Erika berkata tajam pada Lio.
'Nona tidak usah sedih, kan ada bibi yang akan mengajari nona dan tidak usah menangis lagi, nanti kecantikan nona berkurang loh" goda bibi Asti
Mendengar godaan bibi Asti Lio melepaskan pelukannya dan menatap bibi Asti dengan bibir moncong kedepan.
'Bibi jahat ihh" Lio pura-pura ngambek
Melihat majikannya sudah berhenti menangis, bibi Asti tersenyum senang. Dia juga berharap agar anak majikan yang sudah dia anggap sebagai anaknya itu selalu senang.
'Oh iya, nona kan belum makan, nona makan dulu ya tadi sore bibi masak makanan kesukaan nona Lio" bibi Asti membawa Lio kedapur
Tanpa mereka berdua sadari ternyata sedari tadi ada yang menatap mereka dengan tatapan yang sulit di mengerti.
Sosok yang tidak lain adalah Tuan Alfa menatap Lio dengan tatapan sendu, dia melihat dan mendengar setiap ucapan Lio yang berkata pada bibi Asta sedari tadi.
Perlahan air mata Tuan Alfa mengalir tanpa sebab, hatinya mulai bergerak melihat apa yang terjadi pada Lio.
'Maafkan papa" Tuan Alfa memegang dadanya yang sesak
Tuan Alfa masih berdiri di tempatnya melihat Lio yang memeluk lengan bibi Asta dengan sayang.
'Mungkin belum terlambat" batin Tuan Alfa dan beranjak pergi menuju kamarnya
Di dapur lebih tepatnya di meja makan Lio makan dengan lahap padahal sebenarnya dia tidak nafsu, tapi melihat kegigihan bibi Asti yang memasak untuk nya membuatnya terpaksa lahap.
'Apakah seenak itu non?" kekeh bibi Asti menatap anak majikan nya senang
'Tentu saja, maskan bibi yang paling enak" Lio memasukkan suapan terakhir ke dalam mulutnya
Setelah kenyang Lio ikut membantu bibi Asti membersihkan piring kotor.
'Nona, biar bibi saja yang membersihkan, non istirahat saja bukankah besok non Lio masih sekolah" bibi Asti merebut piring yang berada di tangan Lio
'Tidak apa-apa bi, ini cuma cuci piring" tolak Lio
'Tapi non istirahat saja biar bibi yang bersihkan" ucap bibi Asti
'Baiklah, ya sudah Lio naik ke atas ya bibi cantik" Lio mencium pipi lalu beranjak pergi
Saat mau masuk ke dalam kamarnya, tangan Lio di tarik agak kasar membuat Lio mundur kebelakang.
Sedangkan orang yang menarik tangannya yang tidak lain adalah Leo hanya diam menatap Lio tanpa merasa bersalah.
'Ada apa?" Lio menatap Leo bingung
'Gue bisa kok ajarin lo buat pake kartu itu" Leo menatap Lio sendu
'Benarkah?" Lio senang mendengar nya
'Tapi aku udah minta tolong di ajarin sama bibi Asti" lanjut Lio sedih
'Ya sudah lo sama bi Asti saja! padahal gue udah luangin waktu gue malam ini buat ajarin lo pakai kartu itu, tapi niat baik gue lo sia-sia in begitu saja" Leo berkata dengan nada kesal membuat Lio merasa kurang enak setelah mendengar ucapan Leo
'Umm.. baiklah, kamu yang ajarin aku tapi aku bilang sama bibi Asti dulu" putus Lio
'Baiklah, cepat katakan gue tunggu di depan" Leo pergi meninggalkan Lio yang masih diam menatapnya bingung setelahnya dia mengikuti Leo yang turun duluan
Setelah memberitahukan kepada bibi Asti Lio segera keluar menuju Leo yang kini duduk di atas motor baru nya.
'Buruan naik" titah Leo
'Kita naik motor?" Lio bertanya dengan wajah polosnya
'Menurut lo? Buruan naik keburu malam banget" ucap Leo
Lio naik ke atas motor Leo susah payah, setelah di bantu Leo barulah Lio bisa duduk dengan benar.
'Nora banget lo" kekeh Leo menghidupkan motornya dan melaju dengan kecepatan sedang
Mereka berhenti di depan sebuah Mall besar.
'Kok kita kesini?" Lio terbengong
'Lo belanja baju dulu buat keperluan lo nanti saat Study Tour" terang Leo
'Tapi baju aku banyak di rumah" ucap Lio menolak
'Lo bawel banget sih malam ini, gue tambal juga mulut lo, biar tau rasa lo" kesal Leo
Lio menutup mulutnya dan menggeleng membuat Leo tanpa sadar tersenyum melihat tingkah lucu saudara kembarnya itu.
'Ayo masuk" ajak Leo menarik tangan Lio
Mereka memasuki Mall itu dan menuju bagian baju yang menjual baju dan perlengkapan perempuan.
'Buruan pilih, gue tunggu disini" Leo duduk di sofa yang di siapkan untuk pelanggan sembari menunggu
Lio mengangguk dan mencari-cari baju yang cocok untuknya, sambil melihat harga yang menurut Lio mahal dia mengurungkan dirinya untuk membeli baju dan kembali pada Leo yang kini menatapnya bingung karna tidak membawa sepotong baju pun.
'Mana bajunya?" tanya Leo
'Umm.. baju nya mahal-mahal, kita ke pasar loak aja ya" ucap Lio polos membuat Leo kesal
'Lo bo*doh atau bagaimana sih? Buruan ambil atau lo gue tinggal disini" ancam Leo membuat Lio takut
Lio kembali mencari baju yang cocok untuknya setelah mendapat baju yang cocok untuknya Lio kembali pada Leo yang kini memainkan ponselnya.
'Udah" ucap Leo kini menatap Lio yang memegang baju
'Cuma dua aja? lo cewek apa gimana sih? Biasanya cewek langsung histeris saat diberi perintah buat beli baju, lo aneh banget" Leo menggeleng kan kepalanya
'Ini sudah cukup kok" ucap Lio
'Lo nggak beli sepatu? nanti saat jalan main-main lo kesusahan" Leo menatap Lio dengan tatapan lembut
'Umm, aku kurang enak sama papa nanti kalau uangnya berkurang,bagaimana?" ucap Lio menatap Leo takut
'Ckk, ayo buruan. Karna malam ini gue baik sama lo, gue pilihin deh yang cocok buat lo" Leo menarik Lio menuju penjualan sepatu setelah membayar baju tadi
Pilihan Leo tertuju pada Snekers berwana putih di padukan warna biru dan memberikannya pada Lio.
'Coba lo pake, cocok apa tidak" Leo menyodorkan sepatu itu pada Lio
Lio menurut dan memakainya, setelah ukurannya cocok dengan Lio mereka berdua beranjak menuju penjualan koper untuk Lio karna Lio tidak punya koper sama sekali.
Leo juga mengajarkan Lio bagaimana cara penggunaan kartu yang di berikan oleh Tuan Alfa padanya tadi.
Setelah merasa sudah cukup Leo membantu membawa belanjaan Lio dan beranjak pergi menuju tempat parkiran.
Mereka berdua terdiam di sampir motor Leo, terlebih Leo yang kini meruntuki ke bo*dohannya karna mereka membawa motor sedangkan belanjaan Lio lumayan banyak.
'Bagaimana cara membawanya" Leo mengacak rambutnya frustasi
Lio terkekeh melihat keputuasaan Leo yang terlihat lucu dimata nya, mendengar kekehan Lio mendadak membuat Leo menatap Lio tajam.
'Lo ngetawain gue?" tanya Leo tajam
'Habis kamu lucu sih, barang nya bisa dimasukin ke dalam koper biar gak banyak" ucap Lio tersenyum
Leo terdiam seketika, entah kenapa malam ini dia terlihat bo*doh di hadapan Lio.
'Buruan masukin, biar gue hidupin motornya" Leo mengalihkan pembicaraan agar Lio tidak berpikiran buruk tentangnya
'Iya"
Setelah semuanya masuk ke dalam koper, Lio menaiki motor Leo bersusah payah.
'Udah" tanya Leo memastikan Lio sudah cocok dengan posisi nya
'Iya, ayo pulang" ucap Lio
'Lo ngatur gue?" sinis Leo
'Enggak kok" cicit Lio
'Pegangan, gue mau balap" terang Leo
'Baiklah" patuh Lio
Leo melajukan Motornya keluar dari kawasan Mall dan berlalu menuju rumah.
Lio tersenyum senang di belakang Leo, entah kenapa dia begitu bahagia melihat Leo yang perhatian padanya meski kata-kata Leo terdengar sedikit agak kasar tapi tetap saja perhatian Leo terlihat kentara.
Leo melirik Lio dari kaca spion motor yang tengah tersenyum, senyuman manis terbit di bibir Leo melihat saudara kembarnya senang.
Motor keluaran terbaru itu melenggang membelah jalanan yang tidak terlalu ramai akan pengendara lain sehingga motor itu dengan leluasa melintas.
🌻🌻🌻
Haiiiii.... maaf ya guys kalau karya saya tidak begitu menarik di hati kalian, harap maklum karna saya masih penulis pemula.
Dan jangan lupa buat komen and like nya, saya begitu mengharapkan komentar kalian.
semoga kalian suka yaa...
riri-can
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Tia
lio terlalu lmah ,,
2024-07-03
0
Alejandra
Ya Allah, kenapa nggak dibuang aja dulu atau ditaroh di panti asuhan. Dari pada kayak gini, sakit banget...
2023-08-29
0
Nur Syuhada
novel ini suksess bikin gwe nangis di dalem selimut😌
2022-03-27
2