Mendekati Clara

Flashback.

Sebelum bunga itu tiba ke kamar Ferdi.

Wanita yang diselamatkan Ferdi dari perdebatan dengan mantan suaminya itu, menelpon sebuah nomor.

"Halo selamat pagi." ujar si wanita pada orang yang ia hubungi.

"Selamat pagi dengan Amadea Florist disini, bisa dibantu."

"Mbak saya mau pesan bunga mawar import yang masih dalam pot ya. Tapi potnya tolong dibersihkan bagian luarnya, soalnya mau dikirim ke rumah sakit." ujar si perempuan.

"Oh ok, mbak. Mau dikirim ke alamat mana ya?" tanya orang dari toko bunga tersebut.

Si perempuan lalu menyebutkan nama dan alamat rumah sakit, tempat dimana Ferdi di rawat.

"Baik atas nama siapa ya?"

"Clara Shinta, mbak." ujar wanita itu.

Si orang dari toko bunga mencatatnya. Namun tulisan tangan orang itu bak cacing kremi yang tengah berjemur di pantai.

Setelah menerima orderan dari Clara, ia menyuruh anak buahnya untuk mempersiapkan bunga beserta nama pengirim. Setelah itu ia sibuk berkegiatan lain, bahkan pergi meninggalkan toko bunga.

Karyawan yang bekerja padanya salah menulis, dikarenakan sangat sibuk dan tak melihat serta membaca dengan jelas. Ditambah lagi tulisan si pemilik toko bunga yang lebih mirip resep dokter tersebut. Maka bunga itu terkirim atas nama Ciara Shinta.

***

"Say sibuk nggak?"

Glenca sang calon menantu dari Adrian, teman Jeffri yang di daulat untuk menjodohkan Clara dengan Ferdi, kini tengah memulai aksinya. Ia mengirim pesan pada Clara melalui I-message.

"Nggak, kenapa Glen?" tanya Clara.

"Ngopi yuk!" ajak Glenca kemudian.

"Mau ngopi dimana?" Lagi-lagi Clara bertanya.

"Tempat biasa aja." jawab Glenca.

"Oke deh, tunggu kerjaan kelar ya." jawab Clara.

"Sip, gue tunggu ya beb."

"Oke." jawab Clara lagi.

Setelah beberapa saat berlalu, Clara memenuhi janjinya pada Glenca. Mereka bertemu di sebuah kafe tempat dimana mereka biasa datangi.

"Hai."

Glenca mendekat lalu cipika-cipiki dengan Clara. Clara sendiri menyambut Glenca dengan penuh gembira.

"Apa kabar?" tanya Clara kemudian.

"Baik." jawab Glenca.

"Ayo pesen minuman aja langsung, biar enak ngobrolnya." Clara kembali berujar.

Seorang pelayan membawakan sebuah menu, kemudian ia dan Glenca mulai melihat-lihat. Tak lama kemudian pilihan pun ditentukan. Si pelayan kembali datang dan mereka langsung memesan.

"Lo sendirian?" tanya Clara pada Glenca.

"Iyalah, mau sama siapa lagi." jawab Glenca.

"Kirain sama ayang." Lagi-lagi Clara berujar.

"Ayang kerja, cari duit." Glenca berujar sambil tertawa.

"Kalau nggak cari duit nanti susah say." lanjutnya lagi.

"Hahaha."

Mereka berdua tertawa-tawa.

"Ayang lo kemana?" tanya Glenca pada Clara.

"Duh masih abu-abu nih." jawab Clara.

Tak lama minuman pesanan mereka pun sampai, lalu mereka lanjut berbincang.

"Cari dong beb, biar nggak kesepian." ujar Glenca.

Clara menarik nafas cukup panjang.

"Takut, say. Takut salah pilih lagi." jawabnya kemudian.

"Ntar janda lagi eke. Tau sendiri kan di negara kita, nggak peduli siapa yang salah, tetap janda yang di salahkan." lanjutnya lagi.

"Bener, padahal kadang laki-lakinya yang kayak babi." timpal Glenca.

"Makanya, gue nggak mau asal pilih suami lagi. Kalau pun ada, maunya itu yang terakhir. Dan yang terpenting dia bisa menerima anak-anak." ujar Clara lagi.

"Iya sih, itu penting juga. Penting banget malah." tukas Glenca.

Maka obrolan itu pun berlanjut, sampai kemudian Glenca berhasil memasukkan sebuah omongan.

"Lo mau nggak gue kenalkan sama anak dari teman calon mertua gue."

Clara mengerutkan kening sambil tertawa.

"Gimana, gimana?" tanya nya kemudian.

"Koq kayak judul sinetron azab, panjang banget."

Glenca terbahak.

"Calon mertua gue yang laki-laki itu punya teman baik." ujar Glenca.

"Iya, terus?" tanya Clara.

"Nah, dia itu punya anak cowok ganteng. Udah kerja juga, tapi belum punya pasangan katanya."

Glenca menutupi jika Ferdi sudah memiliki kekasih. Itu semua karena menurut Adrian, Jeffri tidak menyukai pacar Ferdi.

"Single apa duda nih?" tanya Clara.

"Single dari lahir, maksudnya belum pernah menikah. Kalau pacaran mungkin udah." jawab Glenca.

"Emang dia mau sama jendes kayak gue. Anak gue tiga lagi." ujar Clara.

Glenca menatap perempuan itu.

"Cla, ada pepatah yang mengatakan. Tak kenal maka kenalan dong." ucap Glenca.

"Tunggu-tunggu, kayak pepatahnya cak lontong." ujar Clara.

"Emang." jawab Glenca.

"Dan pepatah itu bener. Gimana lo bisa tau ada cowok yang menyukai janda atau nggak, kalau lo nggak kenalan dulu sama cowoknya."

Clara diam.

"Iya sih." ucapnya kemudian.

"Tapi gue insecure, Glen." lanjutnya lagi.

"Insecure kenapa?. Masa cewek sukses dan cakep nggak ketulungan kayak lo insecure. Apa kabar cewek-cewek di luar sana yang nggak punya apa-apa, bahkan mungkin nggak cakep pula. Lo menghina mereka?" Glenca berujar sambil tertawa.

"Bukan gitu, Markonah. Gue insecure ya, karena gue ini janda. Kalau gue single mah, udah gue sikat tawaran lo."

"Emang kenapa kalau janda?"

Glenca melontarkan pertanyaan sambil menatap wajah Clara.

"Ya, emang dia bisa menerima?. Bisa klop sama anak-anak gue?. Terus kalau udah gitu, orang tuanya gimana?. Nggak banyak loh di negri ini yang bisa menerima menantu janda. Kebanyakan pada nyuruh anak laki-lakinya menikahi gadis."

"Ya kan belum di coba, mana tau orang tuanya setuju. Lagian nggak semua orang tua cowok itu close minded koq, banyak juga yang terbuka pikirannya."

Clara kembali diam dan berpikir.

"Ya, mau ya. Kapan-kapan kita atur pertemuan sama itu cowok. Cakep tau orangnya, baik lagi. Nggak insecure, menghargai cewek berkarir. Pokoknya pasti cocok deh sama lo."

Clara tertawa untuk yang kesekian kalinya.

"Ya terserah elo, atur aja deh. Tapi gue bener-bener mau mendalami orangnya dulu ya. Kan lo tau gue pernah gagal, gue nggak mau terulang lagi. Kasian mental anak-anak."

"Iya tenang aja, nggak buru-buru koq. Cocok-cocokin dulu aja." ujar Glenca.

Clara tersenyum, lalu menyeruput lagi minumannya.

***

Di rumah sakit, pada keesokan harinya.

Seperti biasa Jordan dan Sean kembali menemani Ferdi, kali ini saat jam pulang kantor. Sebab tadi siang ketika mereka hendak beranjak, Nova mencak-mencak dan tidak ingin mengerjakan pekerjaan keduanya.

Maka dari itu mereka memilih menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu, sebelum Nova mengeluarkan abu vulkanik dari mulutnya.

"Fer, itu cewek ngirimin makanan dan buah sebanyak ini?"

Jordan dan Sean tercengang menatap kiriman yang begitu banyak mendarat di kamar Ferdi.

"Iya, waktu lo masuk kesini tadi ngeliat sesuatu nggak didepan sana?. Siapa tau supermarketnya juga dipindahin sama itu cewek." ucap Ferdi.

Jordan dan Sean masih menatap bingung.

"Kaya banget kali ya dia, ini gue tau nih beli dimana. Dan disana nggak ada yang murah." timpal Sean.

"Ya udah deh, nanti sebagian lo berdua bawa pulang. Yang sebagian ini titip kirim ke bokap gue." lanjut Ferdi.

"Oke." jawab kedua temannya itu kemudian.

Terpopuler

Comments

Nana

Nana

gak kenal maka kenalan
gak kenal maka gak sayang

2022-07-28

2

Dede Mila

Dede Mila

🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gatel donk...

2022-07-18

2

Zamie Assyakur

Zamie Assyakur

bener bgt mom.. dulu aku tuh punya cowok single sedangkan aku janda beranak 1...
trus keluarga ny ga pda setuju.malah menghina aku...
memang tidak semua org tua seperti itu tergantung pemikiran ny masing"...
aku setuju deh klo clara sm ferdi

2022-07-15

0

lihat semua
Episodes
1 Ferdi dan Sumpah dari Nova
2 Jeffri dan Permasalahannya
3 Curhat
4 Clara
5 Ninja Ferdi
6 Frans
7 Antara Kehidupan Ferdi dan Clara
8 Sebuah Pengakuan Jujur
9 Tak Sengaja
10 Rawat
11 Sebuah Harapan
12 Bunga Untuk Ferdi
13 Mendekati Clara
14 Berbicara Berdua
15 Di Antara
16 Sebuah Percakapan
17 Pertengkaran Ferdi
18 Deep Talk
19 Datang Lagi
20 Labrak
21 Terpikir Akan
22 Wasiat Aneh Ayah Clara
23 Axel
24 Emosi
25 Marah
26 Mencoba Bertanya
27 Pinggir Danau
28 Kelas Belajar
29 Kembali Bertemu
30 Telur Gulung
31 Kabur
32 Permintaan Clara
33 Pinjam
34 Sindir
35 Deep
36 Kasmaran
37 Mulai Aneh
38 Rencana Perjodohan Di Percepat
39 Mari Bergerak
40 Memberitahu
41 Di Ambang Keputusan
42 Mengabari
43 Bertemu
44 Dalam Pelukan
45 Tak Terpisahkan
46 Memberi Pengertian
47 Bagaimana
48 Dilema Anak Remaja
49 Dari Hati ke Hati
50 Lamaran
51 Kaget
52 Nova
53 Dekat
54 Ciuman
55 Mantan-Mantan Teraneh
56 Ingin Bertemu
57 Follower Sosmed
58 Trik Yang Gagal
59 Pamali
60 Fitting VS Fighting
61 Pilihan dan Resiko
62 Kejadian Random
63 Fitting Final
64 Hari Dimana
65 Acara Selesai
66 Sebuah Kehangatan
67 Pemaksaan
68 Pulang
69 Sang Penguntit
70 Sebuah Telpon
71 Kesal
72 Berbeda
73 Martabak
74 Trik Axel
75 Para Pencari Janda
76 Menjalani Pernikahan Normal
77 Dari Hati ke Hati
78 Makan
79 Mulai Ragu
80 Tantangan Untuk Axel
81 Clara Syok
82 Hukuman
83 Jeruk Bali
84 Nasi Goreng
85 Hukuman Disiplin
86 Ketahuan
87 Axel Ketahuan Lagi
88 Nando Datang Lagi
89 Dinner Dingin
90 Permintaan
91 Tiba-tiba Datang
92 Mulai Jujur
93 Nafkah Pertama
94 Nonton
95 Alasan
96 Mulai Mencoba
97 Kerja Lembur
98 Jaga
99 Mata Sembab Nath
100 Kelakuan Triple A
101 Pukulan
102 Mengintip
103 Hangat dan Nikmat
104 Mendadak Beku
105 Mengerjai Axel
106 Hadiah Yang Membingungkan
107 Bertanya Pada Clara
108 Menyidang Ferdi
109 Clara Mulai Aneh
110 Kemarahan Nando
111 Kecurigaan
112 Ikut Car Free Day
113 Masih Car Free Day
114 Panas Panas Panas
115 Wanita Misterius
116 Ternyata
117 Baby A
118 Axel Bertanya
119 Mulai Sedikit Protektif
120 Kelakuan Axel Yang Ajaib
121 Keluarga Bahagia
122 Percakapan Tengah Malam
123 Mual
124 Rujak
125 Mangga Oh Mangga
126 Pertanyaan Axel
127 Antara Nath dan Clara
128 Makanan Misterius
129 Es Campur
130 Game Online
131 Sebuah Kisah
132 Mimpi
133 Tiket
134 Lagu
135 Jessica dan cocot Axel
136 Papa Ferdi
137 Energi
138 Gubrak
139 Terendus
140 Nasi Kuning
141 Membahagiakan Keluarga
142 Lelah
143 Hadiah
144 Sebuah Penilaian
145 Es Terus
146 Keinginan Axel
147 Ngidam Aneh Clara
148 Pertengkaran
149 Terkejut
150 Hadiah Yang Mencurigakan
151 Kartu As
152 Judge
153 Bagaimana Caranya
154 Mereka Tau
155 Bayi Jumbo
156 Mimpi Arvel
157 Axel Kecoa Terbang
158 Hilang
159 Curiga
160 Masih Curiga
161 Semakin mencurigakan
162 Siapa
163 Celine
164 Bersamamu
165 Sapo Tahu
166 Telur Ikan.
167 Bodyguard
168 Saat istirahat
169 Protes
170 Check up rutin
171 Terduga
172 Salah Paham
173 Saling membicarakan
174 Di Balkon Rumah
175 Les Tambahan
176 Berkunjung
177 Rencana Gagal
178 Mulai
179 Nafkah batin
180 Jalan-Jalan
181 pulau
182 Netizen
183 Badai
184 Komunikasi Yang Hilang
185 Marah
186 Menipis
187 Terjaga
188 Pulang
189 Mendadak terkenal
190 Di sekolah
191 Mendadak Diam
192 Pertanyaan
193 Sebuah Tanda Tanya
194 Lagi lagi
195 Mengatakan
Episodes

Updated 195 Episodes

1
Ferdi dan Sumpah dari Nova
2
Jeffri dan Permasalahannya
3
Curhat
4
Clara
5
Ninja Ferdi
6
Frans
7
Antara Kehidupan Ferdi dan Clara
8
Sebuah Pengakuan Jujur
9
Tak Sengaja
10
Rawat
11
Sebuah Harapan
12
Bunga Untuk Ferdi
13
Mendekati Clara
14
Berbicara Berdua
15
Di Antara
16
Sebuah Percakapan
17
Pertengkaran Ferdi
18
Deep Talk
19
Datang Lagi
20
Labrak
21
Terpikir Akan
22
Wasiat Aneh Ayah Clara
23
Axel
24
Emosi
25
Marah
26
Mencoba Bertanya
27
Pinggir Danau
28
Kelas Belajar
29
Kembali Bertemu
30
Telur Gulung
31
Kabur
32
Permintaan Clara
33
Pinjam
34
Sindir
35
Deep
36
Kasmaran
37
Mulai Aneh
38
Rencana Perjodohan Di Percepat
39
Mari Bergerak
40
Memberitahu
41
Di Ambang Keputusan
42
Mengabari
43
Bertemu
44
Dalam Pelukan
45
Tak Terpisahkan
46
Memberi Pengertian
47
Bagaimana
48
Dilema Anak Remaja
49
Dari Hati ke Hati
50
Lamaran
51
Kaget
52
Nova
53
Dekat
54
Ciuman
55
Mantan-Mantan Teraneh
56
Ingin Bertemu
57
Follower Sosmed
58
Trik Yang Gagal
59
Pamali
60
Fitting VS Fighting
61
Pilihan dan Resiko
62
Kejadian Random
63
Fitting Final
64
Hari Dimana
65
Acara Selesai
66
Sebuah Kehangatan
67
Pemaksaan
68
Pulang
69
Sang Penguntit
70
Sebuah Telpon
71
Kesal
72
Berbeda
73
Martabak
74
Trik Axel
75
Para Pencari Janda
76
Menjalani Pernikahan Normal
77
Dari Hati ke Hati
78
Makan
79
Mulai Ragu
80
Tantangan Untuk Axel
81
Clara Syok
82
Hukuman
83
Jeruk Bali
84
Nasi Goreng
85
Hukuman Disiplin
86
Ketahuan
87
Axel Ketahuan Lagi
88
Nando Datang Lagi
89
Dinner Dingin
90
Permintaan
91
Tiba-tiba Datang
92
Mulai Jujur
93
Nafkah Pertama
94
Nonton
95
Alasan
96
Mulai Mencoba
97
Kerja Lembur
98
Jaga
99
Mata Sembab Nath
100
Kelakuan Triple A
101
Pukulan
102
Mengintip
103
Hangat dan Nikmat
104
Mendadak Beku
105
Mengerjai Axel
106
Hadiah Yang Membingungkan
107
Bertanya Pada Clara
108
Menyidang Ferdi
109
Clara Mulai Aneh
110
Kemarahan Nando
111
Kecurigaan
112
Ikut Car Free Day
113
Masih Car Free Day
114
Panas Panas Panas
115
Wanita Misterius
116
Ternyata
117
Baby A
118
Axel Bertanya
119
Mulai Sedikit Protektif
120
Kelakuan Axel Yang Ajaib
121
Keluarga Bahagia
122
Percakapan Tengah Malam
123
Mual
124
Rujak
125
Mangga Oh Mangga
126
Pertanyaan Axel
127
Antara Nath dan Clara
128
Makanan Misterius
129
Es Campur
130
Game Online
131
Sebuah Kisah
132
Mimpi
133
Tiket
134
Lagu
135
Jessica dan cocot Axel
136
Papa Ferdi
137
Energi
138
Gubrak
139
Terendus
140
Nasi Kuning
141
Membahagiakan Keluarga
142
Lelah
143
Hadiah
144
Sebuah Penilaian
145
Es Terus
146
Keinginan Axel
147
Ngidam Aneh Clara
148
Pertengkaran
149
Terkejut
150
Hadiah Yang Mencurigakan
151
Kartu As
152
Judge
153
Bagaimana Caranya
154
Mereka Tau
155
Bayi Jumbo
156
Mimpi Arvel
157
Axel Kecoa Terbang
158
Hilang
159
Curiga
160
Masih Curiga
161
Semakin mencurigakan
162
Siapa
163
Celine
164
Bersamamu
165
Sapo Tahu
166
Telur Ikan.
167
Bodyguard
168
Saat istirahat
169
Protes
170
Check up rutin
171
Terduga
172
Salah Paham
173
Saling membicarakan
174
Di Balkon Rumah
175
Les Tambahan
176
Berkunjung
177
Rencana Gagal
178
Mulai
179
Nafkah batin
180
Jalan-Jalan
181
pulau
182
Netizen
183
Badai
184
Komunikasi Yang Hilang
185
Marah
186
Menipis
187
Terjaga
188
Pulang
189
Mendadak terkenal
190
Di sekolah
191
Mendadak Diam
192
Pertanyaan
193
Sebuah Tanda Tanya
194
Lagi lagi
195
Mengatakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!