Sebuah Harapan

"Fer, itu cewek pergi loh." ujar Jordan seraya melihat-lihat ke arah depan.

"Ke depan doang kali." timpal Sean.

"Tapi kalau dia beneran pergi, gawat juga." ujar Jordan lagi.

"Elu sih, pake acara nyuruh gue mau dirawat segala. Kalau tuh cewek bokis dan gue disuruh bayar gimana?" tanya Ferdi.

"Ya nggak gimana-gimana, lu bayar. Lu kan anak sultan." ujar Sean.

"Bener." timpal Jordan.

"Lo berdua pada nggak respect banget ya. Udah tau bapak gue lagi colaps gitu perusahaannya."

"Oh iya, sorry bro. Beneran gue lupa." ujar Sean.

"Lagian lo dari kecil udah kaya raya, jadi gue ya nggak nyangka aja keluarga lo bisa jatuh." lanjut teman Ferdi itu kemudian.

"Udah mending gini aja deh." Jordan menimpali.

"Ntar gue tanya aja, ini tempat dan biaya perawatannya emang udah beneran dibayar apa belum sama tuh cewek." lanjutnya kemudian.

"Lo mau nanyain?" tanya Ferdi.

"Iya ntar gue tanya." jawab Jordan lagi.

"Gue temenin." ujar Sean.

Maka dengan tidak tau malu kedua sahabat itu pergi menemui petugas administrasi dan menanyakan perihal kebenaran tersebut. Tak lama mereka kembali pada Ferdi.

"Udah di bayar, Fer. Rincian biaya perawatan elo itu udah di prediksi dan di bayar sama tuh cewek." Jordan membuat laporan pada Ferdi.

"Cuma kalau ada apa-apa, semisal elo kritis atau apa nih. Pihak rumah sakit disuruh menghubungi pengacara itu cewek, biar nanti dia yang urus biaya tambahan." lanjutnya lagi.

"Hhhhh." Ferdi pun bernafas lega.

"Syukur deh kalau gitu." ujarnya kemudian.

"Gue berdua juga lega." tukas Sean.

"Ternyata doi nggak bokis." lanjutnya lagi.

"Dert."

"Dert."

Tiba-tiba handphone Jordan berbunyi.

"Nath nih." ujarnya lalu mengangkat telpon tersebut.

"Hallo pak Nath."

"Dirumah sakit mana, gue mau kesana sama Nova." ujar Nathan.

"Nath mau kesini."

Jordan berkata tanpa suara, hanya mulutnya saja yang komat-kamit. Ferdi mengangguk, Jordan kemudian memberitahu di rumah sakit mana Ferdi dirawat. Ketika Nath datang, Sean yang berada di depan buru-buru masuk ke dalam.

"Nath datang, Nath datang." ujarnya heboh.

"Buru Fer, lo harus tiduran dan terlihat lemah. Jangan sampe Nath tau kalau lo baik-baik aja." tukas Jordan.

Maka Ferdi pun berbaring dan pura-pura tidur, lalu di selimuti oleh Sean. Tak lama Nath dan Nova pun tiba lalu mengetuk pintu.

"Tok, tok, tok."

Sean membuka pintu dengan memasang wajah, yang seolah habis mengalami ketakutan serta kecemasan. Ceritanya ia habis mengkhawatirkan Ferdi, dan kini terdapat sisa-sisa dari kekhawatiran tersebut di wajahnya.

"Pak Nath, masuk!" ujarnya kemudian.

Nathan pun masuk diikuti oleh Nova. Pria dan wanita itu kemudian menghampiri Ferdi yang tengah berakting tidur.

"Masalahnya apa sih?" tanya Nath pada Jordan dan juga Sean, seraya memperhatikan Ferdi sesekali.

"Ferdi nolongin mbak-mbak yang di pukul mantan suaminya di jalan, pak. Terus mereka berantem, si cowok itu neriakin si cewek selingkuh sama Ferdi." Jordan mengarang cerita.

"Padahal Ferdi nggak kenal sama itu cewek." timpal Sean.

"Itu bisa di laporin polisi tuh." ujar Nath marah.

"Makanya ini lagi diurus, pak Nath." seloroh Jordan.

"Terus si cewek itu bantu nggak?" tanya Nath.

"Dia bantu koq. Tapi kan kita nggak mungkin mengandalkan orang sepenuhnya." ujar Jordan memancing.

"Ya udah, ntar gue suruh Alika transfer ke rekening Ferdi. Biar nambahin biaya perawatan."

Tujuan Jordan tepat sasaran, Ferdi yang pura-pura tidur itu pun mendengar. Sebab Alika adalah bagian keuangan di kantor mereka.

"Tapi dia udah sadar belum sih dari tadi?" tanya Nath khawatir, sebab baginya Ferdi sudah seperti teman dan adik sendiri.

"Udah, ini lagi tidur aja." jawab Sean.

"Dia tadi dipukulin banyak orang?" Nova kali ini bersuara.

"Lumayan, Va. Untung ada gue sama Jordan." ujar Sean.

Ferdi dongkol dalam hati, dan berharap bisa menimpa kepala kedua temanya itu dengan palu Thor.

"Kasian Ferdi, mana bokapnya sakit, colaps, dia nya mau di jodohin." Nova melihat ke arah Ferdi.

"Sakit?. Colaps?. Mau di jodohin?"

Nath benar-benar baru mengetahui semua itu.

"Ferdi nggak cerita sama pak Nath?" tanya Nova.

Nathan menggelengkan kepala. Ia menatap Jordan, Sean, dan Nova dengan tatapan yang penuh keingintahuan. Jordan dan Sean sendiri tak mengetahui, Ferdi ingin bercerita atau tidak pada Nath. Tapi Nova sudah terlanjur keceplosan.

Akhirnya Sean pun membawa Nath dan Nova keluar. Lalu mereka bercerita di kursi tunggu koridor bangsal.

"Nova ember banget, anjir. Gue malu tau sama Nath." ujar Ferdi ketika Nath dan Sean serta Nova sudah keluar.

"Ya, lu kayak nggak tau Nova aja." ujar Jordan.

"Udahlah Nath ini, temen kita juga." lanjut pemuda itu.

Ferdi pun tak bisa berbuat apa-apa kecuali menerima. Sementara di luar, Nath akhirnya mengetahui kejadian yang sesungguhnya. Pendiri start up tempat dimana Ferdi bekerja tersebut pun terdiam, mendadak ia menjadi prihatin pada Ferdi.

"Jadi, Ferdi bakal di jodohin sama orang tuanya?" tanya Nath memastikan.

"Iya pak Nath, sama janda lagi. Anaknya tiga." jawab Sean.

"Udahlah Ferdi nggak kenal, boro-boro cinta, janda pula, anaknya tiga. Bayangin dah tuh, cuma buat nolongin bapaknya aja." lanjut pemuda itu lagi.

"Terus Ferdi sendiri gimana?" Nath kembali bertanya.

"Ya mau nggak mau, masa mau membiarkan orang tuanya ancur-ancuran. Kan pak Nath tau, Ferdi sedekat apa sama bokapnya."

"Iya sih." jawab Nath.

"Tapi gue kasihan sama Ferdi." lanjut pria itu.

"Ya kita juga sama." timpal Sean.

"Tapi mau gimana, itu udah keputusan Ferdi nya sendiri." ujarnya lagi.

Nathan menghela nafas, ia tak habis pikir mengapa ini semua bisa menimpa Ferdi.

***

Di rumah sakit.

"Jadi, Ferdi mau ketemu sama Clara?"

Adrian yang mendengar kabar baik itu dari Jeffri, kini tampak begitu gembira. Karena setidaknya ada harapan bagi perusahaan mereka ke depannya.

"Iya, tapi gue masih bingung. Gimana caranya menjodohkan mereka." ujar Jeffri.

"Lo tenang aja, calon menantu gue si Glenca. Dia kenal baik sama Clara. Mereka partner dalam berbisnis perhiasan. Jadi urusan menjodohkan Ferdi dan Clara, akan jadi urusan gue juga." Adrian memastikan.

"Jadi gue nggak perlu memikirkan apa-apa nih soal itu?" tanya Jeffri lagi.

"Nggak perlu, lo cukup pikirkan aja langkah-langkah ke depannya nanti. Kalau misalkan kita berhasil mendapatkan simpati dan bantuan dari Clara. Langkah apa dulu yang akan lo ambil untuk menyelamatkan perusahan. Lo pikirin itu aja." jawab Adrian.

"Oke."

Kedua sahabat itu sama-sama mengambil nafas panjang. Mereka berharap Ferdi bisa membuka sebuah jalan penyelesaian untuk semua masalah yang terjadi.

Terpopuler

Comments

Nana

Nana

duh Ferdi nasibmu dikerjain teman2 yg gk ada akhlak

2022-07-28

2

ilyaskhais😍

ilyaskhais😍

thor ..yg cerita putri sm adnan aku masih setia nungguin kelanjutanya looohh...

2022-07-24

1

Zamie Assyakur

Zamie Assyakur

gpp fer janda anak tiga juga... daripada perawan cuma status doang 😅😅😅

2022-07-15

1

lihat semua
Episodes
1 Ferdi dan Sumpah dari Nova
2 Jeffri dan Permasalahannya
3 Curhat
4 Clara
5 Ninja Ferdi
6 Frans
7 Antara Kehidupan Ferdi dan Clara
8 Sebuah Pengakuan Jujur
9 Tak Sengaja
10 Rawat
11 Sebuah Harapan
12 Bunga Untuk Ferdi
13 Mendekati Clara
14 Berbicara Berdua
15 Di Antara
16 Sebuah Percakapan
17 Pertengkaran Ferdi
18 Deep Talk
19 Datang Lagi
20 Labrak
21 Terpikir Akan
22 Wasiat Aneh Ayah Clara
23 Axel
24 Emosi
25 Marah
26 Mencoba Bertanya
27 Pinggir Danau
28 Kelas Belajar
29 Kembali Bertemu
30 Telur Gulung
31 Kabur
32 Permintaan Clara
33 Pinjam
34 Sindir
35 Deep
36 Kasmaran
37 Mulai Aneh
38 Rencana Perjodohan Di Percepat
39 Mari Bergerak
40 Memberitahu
41 Di Ambang Keputusan
42 Mengabari
43 Bertemu
44 Dalam Pelukan
45 Tak Terpisahkan
46 Memberi Pengertian
47 Bagaimana
48 Dilema Anak Remaja
49 Dari Hati ke Hati
50 Lamaran
51 Kaget
52 Nova
53 Dekat
54 Ciuman
55 Mantan-Mantan Teraneh
56 Ingin Bertemu
57 Follower Sosmed
58 Trik Yang Gagal
59 Pamali
60 Fitting VS Fighting
61 Pilihan dan Resiko
62 Kejadian Random
63 Fitting Final
64 Hari Dimana
65 Acara Selesai
66 Sebuah Kehangatan
67 Pemaksaan
68 Pulang
69 Sang Penguntit
70 Sebuah Telpon
71 Kesal
72 Berbeda
73 Martabak
74 Trik Axel
75 Para Pencari Janda
76 Menjalani Pernikahan Normal
77 Dari Hati ke Hati
78 Makan
79 Mulai Ragu
80 Tantangan Untuk Axel
81 Clara Syok
82 Hukuman
83 Jeruk Bali
84 Nasi Goreng
85 Hukuman Disiplin
86 Ketahuan
87 Axel Ketahuan Lagi
88 Nando Datang Lagi
89 Dinner Dingin
90 Permintaan
91 Tiba-tiba Datang
92 Mulai Jujur
93 Nafkah Pertama
94 Nonton
95 Alasan
96 Mulai Mencoba
97 Kerja Lembur
98 Jaga
99 Mata Sembab Nath
100 Kelakuan Triple A
101 Pukulan
102 Mengintip
103 Hangat dan Nikmat
104 Mendadak Beku
105 Mengerjai Axel
106 Hadiah Yang Membingungkan
107 Bertanya Pada Clara
108 Menyidang Ferdi
109 Clara Mulai Aneh
110 Kemarahan Nando
111 Kecurigaan
112 Ikut Car Free Day
113 Masih Car Free Day
114 Panas Panas Panas
115 Wanita Misterius
116 Ternyata
117 Baby A
118 Axel Bertanya
119 Mulai Sedikit Protektif
120 Kelakuan Axel Yang Ajaib
121 Keluarga Bahagia
122 Percakapan Tengah Malam
123 Mual
124 Rujak
125 Mangga Oh Mangga
126 Pertanyaan Axel
127 Antara Nath dan Clara
128 Makanan Misterius
129 Es Campur
130 Game Online
131 Sebuah Kisah
132 Mimpi
133 Tiket
134 Lagu
135 Jessica dan cocot Axel
136 Papa Ferdi
137 Energi
138 Gubrak
139 Terendus
140 Nasi Kuning
141 Membahagiakan Keluarga
142 Lelah
143 Hadiah
144 Sebuah Penilaian
145 Es Terus
146 Keinginan Axel
147 Ngidam Aneh Clara
148 Pertengkaran
149 Terkejut
150 Hadiah Yang Mencurigakan
151 Kartu As
152 Judge
153 Bagaimana Caranya
154 Mereka Tau
155 Bayi Jumbo
156 Mimpi Arvel
157 Axel Kecoa Terbang
158 Hilang
159 Curiga
160 Masih Curiga
161 Semakin mencurigakan
162 Siapa
163 Celine
164 Bersamamu
165 Sapo Tahu
166 Telur Ikan.
167 Bodyguard
168 Saat istirahat
169 Protes
170 Check up rutin
171 Terduga
172 Salah Paham
173 Saling membicarakan
174 Di Balkon Rumah
175 Les Tambahan
176 Berkunjung
177 Rencana Gagal
178 Mulai
179 Nafkah batin
180 Jalan-Jalan
181 pulau
182 Netizen
183 Badai
184 Komunikasi Yang Hilang
185 Marah
186 Menipis
187 Terjaga
188 Pulang
189 Mendadak terkenal
190 Di sekolah
191 Mendadak Diam
192 Pertanyaan
193 Sebuah Tanda Tanya
194 Lagi lagi
195 Mengatakan
Episodes

Updated 195 Episodes

1
Ferdi dan Sumpah dari Nova
2
Jeffri dan Permasalahannya
3
Curhat
4
Clara
5
Ninja Ferdi
6
Frans
7
Antara Kehidupan Ferdi dan Clara
8
Sebuah Pengakuan Jujur
9
Tak Sengaja
10
Rawat
11
Sebuah Harapan
12
Bunga Untuk Ferdi
13
Mendekati Clara
14
Berbicara Berdua
15
Di Antara
16
Sebuah Percakapan
17
Pertengkaran Ferdi
18
Deep Talk
19
Datang Lagi
20
Labrak
21
Terpikir Akan
22
Wasiat Aneh Ayah Clara
23
Axel
24
Emosi
25
Marah
26
Mencoba Bertanya
27
Pinggir Danau
28
Kelas Belajar
29
Kembali Bertemu
30
Telur Gulung
31
Kabur
32
Permintaan Clara
33
Pinjam
34
Sindir
35
Deep
36
Kasmaran
37
Mulai Aneh
38
Rencana Perjodohan Di Percepat
39
Mari Bergerak
40
Memberitahu
41
Di Ambang Keputusan
42
Mengabari
43
Bertemu
44
Dalam Pelukan
45
Tak Terpisahkan
46
Memberi Pengertian
47
Bagaimana
48
Dilema Anak Remaja
49
Dari Hati ke Hati
50
Lamaran
51
Kaget
52
Nova
53
Dekat
54
Ciuman
55
Mantan-Mantan Teraneh
56
Ingin Bertemu
57
Follower Sosmed
58
Trik Yang Gagal
59
Pamali
60
Fitting VS Fighting
61
Pilihan dan Resiko
62
Kejadian Random
63
Fitting Final
64
Hari Dimana
65
Acara Selesai
66
Sebuah Kehangatan
67
Pemaksaan
68
Pulang
69
Sang Penguntit
70
Sebuah Telpon
71
Kesal
72
Berbeda
73
Martabak
74
Trik Axel
75
Para Pencari Janda
76
Menjalani Pernikahan Normal
77
Dari Hati ke Hati
78
Makan
79
Mulai Ragu
80
Tantangan Untuk Axel
81
Clara Syok
82
Hukuman
83
Jeruk Bali
84
Nasi Goreng
85
Hukuman Disiplin
86
Ketahuan
87
Axel Ketahuan Lagi
88
Nando Datang Lagi
89
Dinner Dingin
90
Permintaan
91
Tiba-tiba Datang
92
Mulai Jujur
93
Nafkah Pertama
94
Nonton
95
Alasan
96
Mulai Mencoba
97
Kerja Lembur
98
Jaga
99
Mata Sembab Nath
100
Kelakuan Triple A
101
Pukulan
102
Mengintip
103
Hangat dan Nikmat
104
Mendadak Beku
105
Mengerjai Axel
106
Hadiah Yang Membingungkan
107
Bertanya Pada Clara
108
Menyidang Ferdi
109
Clara Mulai Aneh
110
Kemarahan Nando
111
Kecurigaan
112
Ikut Car Free Day
113
Masih Car Free Day
114
Panas Panas Panas
115
Wanita Misterius
116
Ternyata
117
Baby A
118
Axel Bertanya
119
Mulai Sedikit Protektif
120
Kelakuan Axel Yang Ajaib
121
Keluarga Bahagia
122
Percakapan Tengah Malam
123
Mual
124
Rujak
125
Mangga Oh Mangga
126
Pertanyaan Axel
127
Antara Nath dan Clara
128
Makanan Misterius
129
Es Campur
130
Game Online
131
Sebuah Kisah
132
Mimpi
133
Tiket
134
Lagu
135
Jessica dan cocot Axel
136
Papa Ferdi
137
Energi
138
Gubrak
139
Terendus
140
Nasi Kuning
141
Membahagiakan Keluarga
142
Lelah
143
Hadiah
144
Sebuah Penilaian
145
Es Terus
146
Keinginan Axel
147
Ngidam Aneh Clara
148
Pertengkaran
149
Terkejut
150
Hadiah Yang Mencurigakan
151
Kartu As
152
Judge
153
Bagaimana Caranya
154
Mereka Tau
155
Bayi Jumbo
156
Mimpi Arvel
157
Axel Kecoa Terbang
158
Hilang
159
Curiga
160
Masih Curiga
161
Semakin mencurigakan
162
Siapa
163
Celine
164
Bersamamu
165
Sapo Tahu
166
Telur Ikan.
167
Bodyguard
168
Saat istirahat
169
Protes
170
Check up rutin
171
Terduga
172
Salah Paham
173
Saling membicarakan
174
Di Balkon Rumah
175
Les Tambahan
176
Berkunjung
177
Rencana Gagal
178
Mulai
179
Nafkah batin
180
Jalan-Jalan
181
pulau
182
Netizen
183
Badai
184
Komunikasi Yang Hilang
185
Marah
186
Menipis
187
Terjaga
188
Pulang
189
Mendadak terkenal
190
Di sekolah
191
Mendadak Diam
192
Pertanyaan
193
Sebuah Tanda Tanya
194
Lagi lagi
195
Mengatakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!