"Ferdi."
Jessica tiba-tiba muncul di hadapan Ferdi yang baru saja tiba di kantor.
"Jess?"
"Kenapa, kaget?"
Jessica berkata dengan nada ketus. Ia terlihat begitu marah pada Ferdi, sebab sudah sejak seminggu terakhir Ferdi tak menghubunginya secara sengaja.
Bahkan ketika Jessica mencoba mengirim chat via WhatsApp, Ferdi mengatakan jika dirinya sedang berada di luar kota dan sangat sibuk.
"Kamu mau apa?" tanya Ferdi pada perempuan itu.
"Mau apa kamu tanya?" Jessica menjadi benar-benar marah.
"Udah seminggu nggak menghubungi, sekarang kamu tanya mau apa?. Waras nggak sih kamu?"
Suara Jessica makin meninggi. Menyebabkan karyawan start up lain yang baru datang, kini memperhatikan Ferdi.
"Ya aku nanya baik-baik, kamu mau apa?. Ini jam kerja dan aku harus kerja."
Suara Ferdi ikut-ikutan meninggi. Selama berpacaran bahkan ia belum pernah bersikap seperti itu pada Jessica.
"Koq kamu jadi bentak aku sih?"
Jessica menatap Ferdi dalam-dalam.
"Lah kamu sendiri apa kabar, kamu yang bentak aku duluan."
"Kamu seminggu di luar kota jadi ngegas ya sama cewek sendiri."
"Apa kabar kamu yang ngegas terus selama kita berhubungan."
Jessica menatap Ferdi dalam-dalam.
"Fer?" ujarnya kemudian.
"What?"
Jessica benar-benar kaget dan bingung dengan sikap Ferdi kali ini.
"Koq kamu kasar sih sama aku?. Aneh tau nggak kamu, tiba-tiba berubah gini."
"Nggak ada yang aneh koq, harusnya emang dari dulu aku udah bersikap kayak gini ke kamu."
Ferdi berkata sambil menatap Jessica dengan penuh kemarahan. Bahkan kemarahan itu mengalahkan kemarahan yang kini bersarang di hati Jessica.
"Kamu tuh kenapa sih?. Salah aku apa coba?"
Jessica mulai resah atas sikap Ferdi.
"Ferdi."
Tiba-tiba Clara muncul. Bertepatan dengan datangnya Sean, Jordan, Nova, serta Nathan. Sejatinya Clara mendatangi Ferdi pagi itu, karena ada hal yang hendak ia bicarakan. Namun ternyata kedatangannya tersebut bertepatan dengan pertengkaran yang terjadi.
Jessica memperhatikan Clara dari atas hingga kebawah. Ia tak suka dengan kecantikan yang di miliki perempuan itu.
"Jadi ini cewek yang bikin kamu jadi berubah?"
Jessica menuduh secara serta merta, membuat Ferdi dan Clara sendiri menjadi terkejut. Sementara Jordan, Sean, Nova, dan juga Nathan terlihat bingung. Bingung harus menentukan sikap yang bagaimana.
"Nggak usah bawa-bawa orang. Ini nggak ada hubungannya sama siapapun." ujar Ferdi.
"Halah bilang aja kamu selingkuh sama cewek murahan ini, iya kan?"
"Kamu yang murahan, kamu yang selingkuh."
Ferdi membentak Jessica hingga membuat wanita itu kaget dan merasa terintimidasi.
"Nggak usah memutarbalikkan fakta, Fer. Siapa yang berubah itulah yang selingkuh."
Jessica menatap tajam ke arah Ferdi dan Clara, yang sampai saat ini belum mengerti apa-apa.
"Kamu ngomong kayak gini, nggak malu sama Jordan dan Sean?"
Ferdi mengungkapkan pernyataan yang membuat Jessica tersentak. Ia kini menoleh dan mendapati kedua teman akrab Ferdi itu ada di belakangnya.
"Inget, sama om-om pemilik pacuan kuda yang kita datangi?"
Ferdi mencecar Jessica, sementara wajah gadis itu berubah merah dan tubuhnya gemetaran.
"Fer, aku sama om Ricardo itu nggak ada apa-apa. Kami ke hotel waktu itu karena ada ngomongin kerjaan."
"Kerjaan?. Kerjaan apa di kerjain?. Hmm?"
Ferdi menatap penuh kemarahan, ia kini mendekat dan makin memojokkan Jessica.
"Fer, itu nggak bener."
"Kerjaan apa yang mesti banget di bicarakan di kamar hotel?. Nggak bisa di tempat lain, hah?"
"Fer."
"Orang bodoh juga bisa menilai, Jess. Nggak usah munafik jadi cewek."
Jessica seperti terkunci mulutnya, sebab ia sudah tak bisa mengelak lagi. Ferdi kemudian pergi meninggalkan tempat itu dan masuk ke dalam lobi kantor. Jordan dan Nathan menyusul Ferdi, sedang kini Sean dan Nova mendekati Clara.
"Mbak, masuk aja!. Temui Ferdi di dalam." ujar Sean pada wanita itu.
"Mmm, kayaknya lain kali aja deh. Soalnya ini waktu yang nggak tepat." ujar Clara.
"Saya permisi ya." lanjutnya lagi.
Clara pun berlalu meninggalkan tempat itu. Sementara Sean dan Nova kini masuk ke kantor tanpa menghiraukan Jessica yang masih terpaku.
Jessica sendiri dapat melihat jika Clara masuk ke sebuah mobil mewah, yang harganya di tafsir mencapai milyaran rupiah. Clara dan supirnya berlalu, tinggal lah Jessica yang kini tak bisa berbuat apa-apa.
***
"Fer, minum dulu!"
Nathan bos Ferdi memberikan sebotol air mineral dingin pada Ferdi. Ferdi Kemudian meminumnya hingga setengah.
"Sabar." ujar Nathan pada sahabatnya itu.
Ferdi tak bisa berbuat apa-apa kecuali diam, dan menjatuhkan pandangannya ke suatu sudut. Ia benar-benar marah dan tak bisa memaafkan Jessica.
Selama ini ia begitu mencintai gadis itu, hingga rela melakukan apa saja demi hubungan mereka. Namun balasan yang ia dapatkan hanyalah sebuah kesakitan yang parah.
Dari sejak Jordan, Sean, dan Nova membuat pengakuan atas Jessica. Sejatinya Ferdi sudah enggan bertemu dengan kekasihnya itu.
Ia hanya berharap Jessica perlahan menghilang dengan sendirinya. Namun ternyata mereka memang harus bertemu, dan pertengkaran ini mesti terjadi.
***
"Maaf soal tadi, kalau boleh tau mbak ada perlu apa sama saya?"
Ferdi mengirimkan pesan singkat pada Clara. Ketika hatinya mulai sedikit mereda.
"Nggak apa-apa, Ferdi. Justru mbak yang minta maaf. Mbak datang di waktu yang nggak tepat."
"Tapi saya beneran nggak enak, mbak." ujar Ferdi lagi.
"Nggak apa-apa, udah nggak usah di pikirkan ya." balas Clara lagi.
"Tadi mbak ada perlu apa sama saya?" Lagi-lagi Ferdi bertanya.
"Ah nggak perlu banyak koq, cuma ada yang mesti mbak tanyakan ke kamu."
"Soal apa mbak?"
"Nanti aja, kita ketemu aja kalau kamu udah ada waktu." ujar Clara.
"Oh, oke deh kalau gitu." tukas Ferdi.
"Mbak lanjut jalan ya, Fer."
"Iya mbak, maaf sekali lagi."
"Iya nggak apa-apa."
Ferdi menyudahi chat tersebut dan kini ia kembali pada pekerjaan, sementara Clara melanjutkan perjalanan. Ia terus menyusuri jalan demi jalan, hingga sampailah ia ke halaman kantor perusahaannya yang begitu megah.
"Pagi bu."
Sapa seorang resepsionis padanya.
"Pagi." Clara menjawab.
Begitupula untuk sapaan-sapaan selanjutnya yang di lontarkan para karyawan. Clara selalu menjawabnya dengan ramah.
"Pagi bu, anda sudah di tunggu para klien di ruang rapat. Perwakilan dari perusahaan mereka sudah datang semua."
Seorang sekretaris berbicara pada Clara.
"Baik, terima kasih." jawab wanita itu.
Ia meletakkan tasnya ke dalam ruang kerja. Tak lama ia pun menuju ke sebuah ruang rapat, ke tempat dimana para klien sudah menunggu.
"Kreeek."
Ia membuka pintu ruangan tersebut dan langsung menatap para perwakilan dari perusahaan kliennya. Mata Clara langsung tertuju pada sesosok laki-laki yang tiada lain adalah Frans.
Frans sendiri begitu terkejut, sebab ia tak menyangka akan bertemu Clara di tempat itu. Ia hanya di suruh datang oleh Adrian untuk menyelesaikan urusan pekerjaan.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Nana
jgn sampe Cinta segitiga antara Clara Ferdi n Frans
2022-07-28
1
Zamie Assyakur
hadeeeuh pasti jadi rumit ini cerita ny...ade sama Abang nanti bakal menyukai perempuan yg sama
2022-07-16
0
Lia Yulia
ini kakak sama adek sama² jatuh cinta pd pandangan pertama dan pada wanita yg sama pula...
2022-04-24
3