Datang Lagi

"Pa, papa yakin dengan perjodohan Ferdi?"

Frans yang masih mengingat percakapannya dengan Ferdi subuh tadi itu pun, bertanya pada Jeffri. Saat ini dirinya dan Jeffri tengah berada di kantor.

"Ferdi ada bilang menyesal, soal keputusannya menerima tawaran papa?"

Jeffri balik bertanya pada Frans. Pemuda itu lalu menggeleng.

"Lantas?" tanya Jeffri kemudian.

"Frans kasian sama Ferdi, pa. Dia nanya ke Frans, apa setelah menikah nanti kita semua akan tinggal terpisah atau nggak."

"Terus kamu jawab apa?"

"Ya Frans jawab, kalau sebagian besar orang yang menikah pasti memisahkan diri dari keluarga. Tapi Ferdi jadi sedih gitu, dia kayaknya belum siap deh pa."

Jeffri menarik nafas panjang, terlihat pria itu membuang tatapannya ke suatu sudut.

"Cobalah papa pikirkan lagi. Mungkin kita masih punya jalan lain untuk menyelamatkan perusahaan. Dari pada harus mengorbankan perasaan dan kebahagiaan Ferdi." ucap Frans lagi.

Jeffri masih diam, sementara Frans kini harus melanjutkan pekerjaan.

"Frans permisi, pa." ucapnya kemudian.

Jeffri mengangguk, lalu Frans pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.

***

Di kantor start up milik Nathan.

"Huuuuh."

Ferdi mencoba menarik nafas panjang di sela rasa pusing dan tak enak badan yang masih melandanya. Jordan dan Sean sudah menyuruhnya untuk istirahat saja di rumah, namun Ferdi tak enak pada Nathan.

Pasalnya hampir seminggu kemarin, ia menikmati berpura-pura menjadi korban pengeroyokan dan bersantai di rumah sakit.

Ia tak mungkin mengungkapkan alasan yang sama demi untuk tidak masuk ke kantor. Bisa-bisa Nathan akan kehilangan kepercayaan padanya.

"Fer, lo kenapa. Koq muka lo pucat gitu?"

Nathan bertanya pada Ferdi, karena ia sejak tadi ada beberapa kali memperhatikan.

"Nggak apa-apa koq. Kurang tidur kayaknya."

Ferdi berusaha menyembunyikan kondisinya.

"Lagian lo udah maksa masuk, padahal baru keluar dari rumah sakit. Orang kek istirahat dulu gitu." ucap Nathan lagi.

"Gue nggak apa-apa koq, Nath." Ferdi mencoba meyakinkan.

"Ya udah, tapi kalau misalkan lo nggak sanggup nanti. Lo bilang aja, biar ada yang nganter lo pulang juga."

"Oke." jawab Ferdi.

Nathan pun kembali ke ruangannya.

***

Siang itu, saat jam makan siang. Clara kembali menyambangi kantor Ferdi dan kali ini mereka berbicara berdua saja di mobil Clara. Sambil Clara mengemudikan kendaraan tersebut untuk mengitari jalan sekitar.

"Maaf ya mbak soal kemaren." ujar Ferdi pada Clara, ketika mobil telah cukup jauh meninggalkan kantor.

"Nggak apa-apa, lagian salah aku juga koq. Aku datang di waktu yang salah." ucap Clara Kemudian.

"Mbak memangnya ada perlu apa sama saya?" tanya Ferdi lagi.

"Mmm, nggak ada apa-apa sih sebenarnya. Kemarin itu cuma kepikiran aja sama kamu. Takutnya kamu kenapa-kenapa, pasca keluarnya kamu dari rumah sakit."

Ferdi menatap dashboard mobil lalu tersenyum.

"Mbak berlebihan ya, Fer?" tanya Clara dengan nada yang seperti malu serta tak enak pada Ferdi.

"Mbak tuh emang over thinking orangnya." lanjut wanita itu lagi.

Ferdi pun makin tersenyum.

"Nggak apa-apa koq mbak, makasih udah mengkhawatirkan saya. Padahal kita baru kenal." ujar pemuda itu.

"Mbak nggak enak, Fer. Tapi mbak kalau lagi over thinking tuh harus benar-benar turun langsung, biar puas."

Ferdi kini tertawa kecil.

"Sekarang mbak udah liat kan kalau saya nggak apa-apa." ujar pemuda itu lagi.

"Iya sih dan mbak lega." Clara berkata sambil ikut tertawa.

"Oh ya, yang kemaren itu pacar kamu?"

Clara melontarkan pertanyaan yang membuat Ferdi sedikit terdiam.

"Iya mbak." jawabnya kemudian.

"Oh, oke."

Clara berujar sambil mencoba tersenyum. Ia tak ingin mengorek keterangan lebih jauh lagi. Sebab sepertinya Ferdi dan pacarnya itu tengah mengalami masalah yang cukup serius.

Ferdi pun tak menceritakan lebih lanjut mengenai Jessica. Karena baginya mengingat pun sudah sedemikian sakit, untuk apa diceritakan pada orang lain yang bahkan baru ia kenal.

Mereka terus berjalan sambil berbincang, lalu mampir ke sebuah tempat makan. Disana Ferdi makan tak terlalu banyak, karena tubuhnya sendiri masih terasa gamang. Hal tersebut tentu saja mengundang perhatian dan pertanyaan dari Clara.

"Kamu koq makannya sedikit banget, Fer?"

"Nggak apa-apa mbak, lagi kurang baik aja selera makannya." jawab Ferdi.

"Kamu tuh mungkin belum sehat betul, tapi udah minta pulang dari rumah sakit."

Ferdi tersenyum, meski kini perasaan tak enak itu kembali menjalar di sekujur tubuhnya.

"Iya, mungkin." jawab Ferdi lagi.

"Ke dokter lagi aja yuk!" ajak Clara.

"Nggak usah mbak, saya nggak apa-apa koq. Lagian kan saya juga harus balik kerja."

"Oh jadi laki-laki itu pacar kamu."

Sebuah pesan singkat masuk ke handphone Clara dan untungnya pesan tersebut tak di baca oleh Ferdi. Padahal handphone ia letakkan di atas meja dan notifikasi pesannya terpampang nyata.

Itu adalah pesan dari mantan suami Clara, Nando. Refleks Clara pun melihat sekitar, namun tak berhasil menemukan keberadaan laki-laki itu. Tentu saja, sebab laki-laki itu berada di dalam mobilnya di halaman parkir.

Ia telah melihat Clara dan Ferdi sejak mereka keluar dari dalam mobil tadi. Saat itu ia baru selesai makan dari tempat yang sama. Tempat makan tersebut adalah tempat favoritnya dengan Clara semasa masih menjadi suami istri dahulu.

"Nggak usah ngurusin hidup gue, mana tanggung jawab lo ke anak."

Clara membalas sang mantan suami.

"Dasar murahan." balas mantan suaminya itu lagi.

"Dih kenapa lo, cemburu?" Clara kembali mengirimkan jawaban.

"Hahaha, ngapain gue cemburu. Laki-laki kayak gitu doang."

"Kalau nggak cemburu, ngapain lo chat gue?. Rajin amat. Bilang aja lo insecure kan, yang ini jauh lebih ganteng dan muda dari lo."

Clara kembali membalas sang mantan suami, sementara mantan suaminya itu kini naik darah. Ia memang cemburu pada Ferdi dan itu tak dapat dibantah.

Namun ia juga gengsi untuk mengakui, mengingat ia dan Clara telah resmi bercerai dan dirinya kini sudah menikah lagi.

"Sorry ya, ngapain gue cemburu sama laki-laki receh model begitu."

"Hahaha, masih nggak ngaku juga. Tapi terus ngebalas chat gue. Caper dasar."

"Gue cuma nggak mau aja anak-anak gue punya bapak tiri yang modelnya kayak dia."

"Emang anak-anak setuju, saat lo menikah sama si jablay?. Hah?. Pikir pake otak. Lo nggak berhak ngatur-ngatur hidup gue. Gue udah bukan bini lo lagi. Mau gue nikah sama siapa kek, itu urusan gue. Sok peduli sama anak, nafkah aja pelit anjay."

Clara kemudian menonaktifkan handphone dan memasukkannya ke dalam tas, terlihat jelas wajah wanita itu sangat kesal. Ferdi sendiri bisa menangkapnya, namun enggan bertanya. Sebab takut hal tersebut akan mengganggu Clara.

Terpopuler

Comments

Kardi Kardi

Kardi Kardi

langsung di engsor aja kang. GOYANG MANKKKK

2024-05-16

1

Maple🍁

Maple🍁

blum lhat isi prcakapan psan Whatsaap Gw smuax isi kebun binatang🤭😂😁

2023-05-24

1

Nana

Nana

lha mantan suami cembokur. ya salam

2022-07-28

1

lihat semua
Episodes
1 Ferdi dan Sumpah dari Nova
2 Jeffri dan Permasalahannya
3 Curhat
4 Clara
5 Ninja Ferdi
6 Frans
7 Antara Kehidupan Ferdi dan Clara
8 Sebuah Pengakuan Jujur
9 Tak Sengaja
10 Rawat
11 Sebuah Harapan
12 Bunga Untuk Ferdi
13 Mendekati Clara
14 Berbicara Berdua
15 Di Antara
16 Sebuah Percakapan
17 Pertengkaran Ferdi
18 Deep Talk
19 Datang Lagi
20 Labrak
21 Terpikir Akan
22 Wasiat Aneh Ayah Clara
23 Axel
24 Emosi
25 Marah
26 Mencoba Bertanya
27 Pinggir Danau
28 Kelas Belajar
29 Kembali Bertemu
30 Telur Gulung
31 Kabur
32 Permintaan Clara
33 Pinjam
34 Sindir
35 Deep
36 Kasmaran
37 Mulai Aneh
38 Rencana Perjodohan Di Percepat
39 Mari Bergerak
40 Memberitahu
41 Di Ambang Keputusan
42 Mengabari
43 Bertemu
44 Dalam Pelukan
45 Tak Terpisahkan
46 Memberi Pengertian
47 Bagaimana
48 Dilema Anak Remaja
49 Dari Hati ke Hati
50 Lamaran
51 Kaget
52 Nova
53 Dekat
54 Ciuman
55 Mantan-Mantan Teraneh
56 Ingin Bertemu
57 Follower Sosmed
58 Trik Yang Gagal
59 Pamali
60 Fitting VS Fighting
61 Pilihan dan Resiko
62 Kejadian Random
63 Fitting Final
64 Hari Dimana
65 Acara Selesai
66 Sebuah Kehangatan
67 Pemaksaan
68 Pulang
69 Sang Penguntit
70 Sebuah Telpon
71 Kesal
72 Berbeda
73 Martabak
74 Trik Axel
75 Para Pencari Janda
76 Menjalani Pernikahan Normal
77 Dari Hati ke Hati
78 Makan
79 Mulai Ragu
80 Tantangan Untuk Axel
81 Clara Syok
82 Hukuman
83 Jeruk Bali
84 Nasi Goreng
85 Hukuman Disiplin
86 Ketahuan
87 Axel Ketahuan Lagi
88 Nando Datang Lagi
89 Dinner Dingin
90 Permintaan
91 Tiba-tiba Datang
92 Mulai Jujur
93 Nafkah Pertama
94 Nonton
95 Alasan
96 Mulai Mencoba
97 Kerja Lembur
98 Jaga
99 Mata Sembab Nath
100 Kelakuan Triple A
101 Pukulan
102 Mengintip
103 Hangat dan Nikmat
104 Mendadak Beku
105 Mengerjai Axel
106 Hadiah Yang Membingungkan
107 Bertanya Pada Clara
108 Menyidang Ferdi
109 Clara Mulai Aneh
110 Kemarahan Nando
111 Kecurigaan
112 Ikut Car Free Day
113 Masih Car Free Day
114 Panas Panas Panas
115 Wanita Misterius
116 Ternyata
117 Baby A
118 Axel Bertanya
119 Mulai Sedikit Protektif
120 Kelakuan Axel Yang Ajaib
121 Keluarga Bahagia
122 Percakapan Tengah Malam
123 Mual
124 Rujak
125 Mangga Oh Mangga
126 Pertanyaan Axel
127 Antara Nath dan Clara
128 Makanan Misterius
129 Es Campur
130 Game Online
131 Sebuah Kisah
132 Mimpi
133 Tiket
134 Lagu
135 Jessica dan cocot Axel
136 Papa Ferdi
137 Energi
138 Gubrak
139 Terendus
140 Nasi Kuning
141 Membahagiakan Keluarga
142 Lelah
143 Hadiah
144 Sebuah Penilaian
145 Es Terus
146 Keinginan Axel
147 Ngidam Aneh Clara
148 Pertengkaran
149 Terkejut
150 Hadiah Yang Mencurigakan
151 Kartu As
152 Judge
153 Bagaimana Caranya
154 Mereka Tau
155 Bayi Jumbo
156 Mimpi Arvel
157 Axel Kecoa Terbang
158 Hilang
159 Curiga
160 Masih Curiga
161 Semakin mencurigakan
162 Siapa
163 Celine
164 Bersamamu
165 Sapo Tahu
166 Telur Ikan.
167 Bodyguard
168 Saat istirahat
169 Protes
170 Check up rutin
171 Terduga
172 Salah Paham
173 Saling membicarakan
174 Di Balkon Rumah
175 Les Tambahan
176 Berkunjung
177 Rencana Gagal
178 Mulai
179 Nafkah batin
180 Jalan-Jalan
181 pulau
182 Netizen
183 Badai
184 Komunikasi Yang Hilang
185 Marah
186 Menipis
187 Terjaga
188 Pulang
189 Mendadak terkenal
190 Di sekolah
191 Mendadak Diam
192 Pertanyaan
193 Sebuah Tanda Tanya
194 Lagi lagi
195 Mengatakan
Episodes

Updated 195 Episodes

1
Ferdi dan Sumpah dari Nova
2
Jeffri dan Permasalahannya
3
Curhat
4
Clara
5
Ninja Ferdi
6
Frans
7
Antara Kehidupan Ferdi dan Clara
8
Sebuah Pengakuan Jujur
9
Tak Sengaja
10
Rawat
11
Sebuah Harapan
12
Bunga Untuk Ferdi
13
Mendekati Clara
14
Berbicara Berdua
15
Di Antara
16
Sebuah Percakapan
17
Pertengkaran Ferdi
18
Deep Talk
19
Datang Lagi
20
Labrak
21
Terpikir Akan
22
Wasiat Aneh Ayah Clara
23
Axel
24
Emosi
25
Marah
26
Mencoba Bertanya
27
Pinggir Danau
28
Kelas Belajar
29
Kembali Bertemu
30
Telur Gulung
31
Kabur
32
Permintaan Clara
33
Pinjam
34
Sindir
35
Deep
36
Kasmaran
37
Mulai Aneh
38
Rencana Perjodohan Di Percepat
39
Mari Bergerak
40
Memberitahu
41
Di Ambang Keputusan
42
Mengabari
43
Bertemu
44
Dalam Pelukan
45
Tak Terpisahkan
46
Memberi Pengertian
47
Bagaimana
48
Dilema Anak Remaja
49
Dari Hati ke Hati
50
Lamaran
51
Kaget
52
Nova
53
Dekat
54
Ciuman
55
Mantan-Mantan Teraneh
56
Ingin Bertemu
57
Follower Sosmed
58
Trik Yang Gagal
59
Pamali
60
Fitting VS Fighting
61
Pilihan dan Resiko
62
Kejadian Random
63
Fitting Final
64
Hari Dimana
65
Acara Selesai
66
Sebuah Kehangatan
67
Pemaksaan
68
Pulang
69
Sang Penguntit
70
Sebuah Telpon
71
Kesal
72
Berbeda
73
Martabak
74
Trik Axel
75
Para Pencari Janda
76
Menjalani Pernikahan Normal
77
Dari Hati ke Hati
78
Makan
79
Mulai Ragu
80
Tantangan Untuk Axel
81
Clara Syok
82
Hukuman
83
Jeruk Bali
84
Nasi Goreng
85
Hukuman Disiplin
86
Ketahuan
87
Axel Ketahuan Lagi
88
Nando Datang Lagi
89
Dinner Dingin
90
Permintaan
91
Tiba-tiba Datang
92
Mulai Jujur
93
Nafkah Pertama
94
Nonton
95
Alasan
96
Mulai Mencoba
97
Kerja Lembur
98
Jaga
99
Mata Sembab Nath
100
Kelakuan Triple A
101
Pukulan
102
Mengintip
103
Hangat dan Nikmat
104
Mendadak Beku
105
Mengerjai Axel
106
Hadiah Yang Membingungkan
107
Bertanya Pada Clara
108
Menyidang Ferdi
109
Clara Mulai Aneh
110
Kemarahan Nando
111
Kecurigaan
112
Ikut Car Free Day
113
Masih Car Free Day
114
Panas Panas Panas
115
Wanita Misterius
116
Ternyata
117
Baby A
118
Axel Bertanya
119
Mulai Sedikit Protektif
120
Kelakuan Axel Yang Ajaib
121
Keluarga Bahagia
122
Percakapan Tengah Malam
123
Mual
124
Rujak
125
Mangga Oh Mangga
126
Pertanyaan Axel
127
Antara Nath dan Clara
128
Makanan Misterius
129
Es Campur
130
Game Online
131
Sebuah Kisah
132
Mimpi
133
Tiket
134
Lagu
135
Jessica dan cocot Axel
136
Papa Ferdi
137
Energi
138
Gubrak
139
Terendus
140
Nasi Kuning
141
Membahagiakan Keluarga
142
Lelah
143
Hadiah
144
Sebuah Penilaian
145
Es Terus
146
Keinginan Axel
147
Ngidam Aneh Clara
148
Pertengkaran
149
Terkejut
150
Hadiah Yang Mencurigakan
151
Kartu As
152
Judge
153
Bagaimana Caranya
154
Mereka Tau
155
Bayi Jumbo
156
Mimpi Arvel
157
Axel Kecoa Terbang
158
Hilang
159
Curiga
160
Masih Curiga
161
Semakin mencurigakan
162
Siapa
163
Celine
164
Bersamamu
165
Sapo Tahu
166
Telur Ikan.
167
Bodyguard
168
Saat istirahat
169
Protes
170
Check up rutin
171
Terduga
172
Salah Paham
173
Saling membicarakan
174
Di Balkon Rumah
175
Les Tambahan
176
Berkunjung
177
Rencana Gagal
178
Mulai
179
Nafkah batin
180
Jalan-Jalan
181
pulau
182
Netizen
183
Badai
184
Komunikasi Yang Hilang
185
Marah
186
Menipis
187
Terjaga
188
Pulang
189
Mendadak terkenal
190
Di sekolah
191
Mendadak Diam
192
Pertanyaan
193
Sebuah Tanda Tanya
194
Lagi lagi
195
Mengatakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!