Bunga Untuk Ferdi

"Frans, Ferdi mana?. Koq dia nggak kesini-kesini. Udah dua hari loh."

Jeffri bertanya pada Frans, anak pertamanya.

"Dia juga nggak pulang ke rumah, pa. Ditelpon dan di chat nggak diangkat, nggak di read juga." jawab Frans.

"Oh ya?"

"Iya, nggak tau kemana." lanjutnya kemudian.

"Coba tanya Jordan atau Sean." ujar Jeffri lagi.

Frans pun lalu menelpon Jordan.

"Jo."

"Eh, Frans. Kenapa Frans?" tanya Jordan pada kakak dari temannya itu.

"Si Ferdi kemana ya, koq nggak pulang udah dua hari. Papa nanyain dia soalnya."

"Fe, Ferdi?" Jordan berujar tatkala Nath berjalan di sampingnya.

"Iya." jawab Frans.

"Emangnya dia nggak cerita kalau lagi di tugaskan pak Nath keluar kota." ucap Jordan.

Nath menatap Jordan dan Jordan menempelkan jari telunjuk di bibir.

"Oh gitu, Ferdi nggak ada ngabarin soalnya."

"Mungkin belum, karena dia emang sibuk banget dua hari ini sama kerjaan." dusta Jordan lagi.

"Oh ya udah, berarti aman ya. Soalnya kita kira dia kemana, takut ada apa-apa." ujar Frans.

"Aman-aman koq" jawab Jordan lagi.

"Ya udah ya Jo, kalau gitu. Ntar coba gue hubungin lagi deh si Ferdi nya." tukas Frans.

"Oke, Frans."

Telpon tersebut pun disudahi.

"Kenapa lo bohong ke Frans?" tanya Nathan pada Jordan. Ia kebetulan masih ada di tempat itu karena ingin tahu.

"Iya, masa kita jujur pak Nath. Orang tuanya Ferdi kan sakit. Mereka juga lagi kalut, masa ditambahi berita soal Ferdi digebukin orang."

"Iya juga sih." ujar Nathan.

"Ya udah, nanti siang lo pada mau jenguk Ferdi kan?" Nathan kembali berujar.

"Iya pak." jawab Jordan.

"Nanti gue nitip sesuatu untuk dia."

"Oke pak."

Nathan kemudian berlalu, dan Jordan melanjutkan pekerjaan.

***

Siang itu Jordan dan Sean kembali menjenguk Ferdi. Sedang pekerjaan kini dilimpahkan pada Nova dan beberapa karyawan lain.

Tadinya Nova ingin ikut, tapi kata Nath ia banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan. Sejatinya Nova sangat kesal pada Jordan dan juga Sean, yang bisa dengan mudah bebas tugas karena Ferdi.

"Awas lo berdua ya." ancam Nova saat itu.

Jordan dan Sean hanya tertawa, kemudian pergi meninggalkan kantor.

"Gimana keadaan lo, Fer?" tanya Jordan.

Gimana keadaan gue, emang lo pikir gue kenapa?" Ferdi balik bertanya.

"Oh iya."

Jordan dan Sean tertawa.

"Abis lo vibesnya kayak orang sakit beneran." ujar Jordan.

"Kita kayak berasa jenguk korban kekerasan beneran, Fer." timpal Sean.

"Bangsat." seloroh Ferdi sambil tersenyum.

"Oh iya, ada titipan makanan nih dari pak Nath." ujar Sean lagi seraya meletakkan dua buah paper bag ke atas meja, di samping tempat tidur Ferdi.

"Ya udah, buka gih. Makan bareng-bareng." tukas Ferdi.

"Kan buat orang sakit." ujar Jordan.

"Halah."

Lagi-lagi Ferdi berujar, ketiganya kini terkekeh-kekeh.

"Sakit, pala lu sakit." lanjut pemuda itu.

Jordan mulai membuka bungkusan tersebut.

"Widih, ada note nya nih." ucap Jordan.

"Dari Nova." tukasnya lagi, kemudian ia membacakan catatan tersebut.

"Ferdi cepet sembuh ya bangsat. Gara-gara lo sakit, si Jordan sama Sean jadi aji mumpung ninggalin kerjaan mereka ke gue."

"Hahaha." ketiganya tertawa terbahak-bahak.

"Emang Nova nggak tau?" tanya Ferdi.

"Nggak, nggak kita kasih tau." jawab Sean.

"Ember ntar." timpal Jordan.

"Tau sendiri kalau Nova udah fokus sama novel onlinenya itu. Pas ditanya apa, jawabannya pasti jujur. Mau lo tanya soal rahasia yang paling dia simpan pun, bakalan dia jawab kalau lagi terhipnotis sama bacaan." lanjut pemuda itu kemudian.

"Iya sih, ya udahlah. Biar aman cukup kita bertiga aja yang tau." ujar Ferdi.

"Dia beliin apaan itu?" tanya Ferdi lagi.

"Buah sama brownies." jawab Jordan.

"Ya udah makan gih!" perintah Ferdi.

"Ntar dulu, buka yang punya pak Nath dulu." ujar Sean.

Jordan membuka apa yang dititip oleh Nath."

"Wah makanan Jepang, Fer. Ada tiga lagi." ujar Jordan.

"Pak Nath tau aja kalau kita juga bakal ikut makan." tukas Sean.

"Ya udah pada makan." ujar Ferdi.

"Oke siap."

Jordan membagikan makanan tersebut dan ketiganya lalu makan.

"Oh ya Fer, tadi Frans telpon." tukas Jordan di sela-sela makan.

"Oh iya lupa gue minta bawain handphone. Handphone gue kan di kantor." jawab Ferdi.

"Ntar malem deh, kita kesini bawa handphone lo." ujar Sean.

"Frans nanya apa aja?" tanya Ferdi.

"Nanyain lo dimana, gue bilang aja lagi di luar kota. Di tugasin sama pak Nath." tukas Jordan.

"Terus dia bilang apa lagi?"

"Ya bokap lo nanyain elo. Tapi nggak ada masalah yang serius banget, biasa aja."

"Nggak ngabarin kalau bokap gue kenapa-kenapa kan?"

"Nggak."

"Syukur deh." tukas Ferdi seraya menarik nafas lega.

"Gue pikir tadi bokap gue kenapa-kenapa." lanjutnya kemudian.

"Nggak, aman koq." jawab Jordan.

Mereka pun lanjut makan. Tak lama seorang petugas kebersihan ruangan datang ke kamar Ferdi.

"Selamat siang pak Ferdi."

"Siang pak." jawab Ferdi seraya buru-buru meletakkan makanan dan berpura-pura berbaring. Ia tak ingin kelihatan tidak sakit.

"Ini ada titipan dari ibu Ciara."

"Ciara Ferragni?" tanya Ferdi dengan ekspresi bengong." Ia menyebut nama seorang designer sepatu.

Jordan dan Sean lalu tertawa.

"Disini tulisannya Ciara Shinta." ujar petugas kebersihan itu.

Yang ia bawa berupa bunga mawar dalam pot dan juga sebuah kotak cukup besar, entah berisi apa.

"Ya udah, tarok di meja aja pak." ujar Ferdi.

Jordan dan Sean membantu petugas tersebut, tak lama petugas itu berpamitan. Kini Jordan dan Sean kompak menatap bunga tersebut.

"Kenapa lo berdua?" tanya Ferdi heran.

"Kali aja ini bunga ajaib, bisa dimakan kek." tukas Sean.

Ferdi terkekeh.

"Jadi si cewek itu namanya Ciara." ujar Jordan.

"Iya kali." jawab Ferdi.

"Itu dalam kotak apaan?" tanya Ferdi.

Sean lalu membuka kotak tersebut.

"Surga Fer." tukasnya kemudian.

"Ternyata pizza dan teman-temannya."

Ia dan Jordan sumringah.

"Lo sakit aja terus ya, Fer. Seneng gue." ujar Sean lagi.

"Bangsat." seloroh Ferdi seraya tertawa.

"Buka ya Fer?"

"Buka aja, pada makan gih. Kalau ngantuk, tidur. Sofa nya nyaman ini, ya kan?"

"Yoi."

"Hahaha." ketiganya tertawa.

"Kita bertiga kayak orang susah ya, padahal kan kita anak orang kaya." ujar Jordan sambil mencomot satu potong pizza diikuti Sean.

"Kan yang kaya bapak kita, kayak kata Ferdi. Kita mah remahan rengginangnya." tukas Sean.

"Hahaha." Lagi-lagi mereka tertawa.

"Sebenarnya gue heran loh, cewek tuh suka banget sama bunga. Padahal kan yang sakit cowok, malah dikasih bunga." seloroh Jordan lagi.

"Biarin aja, mungkin dia berpikir ini bisa bikin Ferdi cepat healing."

"Halang hiling, halang hiling. Kayak anak Jaksel lu." Sean sewot, ketiganya kembali tertawa-tawa.

Terpopuler

Comments

Anggur Kolesom

Anggur Kolesom

hahahaha.... banke lu tor hahahaha ... lajuuuuuttt.........

2022-08-07

2

kavena ayunda

kavena ayunda

ceritanya seru😂😂😂

2022-07-29

0

Nana

Nana

trio somplak

2022-07-28

0

lihat semua
Episodes
1 Ferdi dan Sumpah dari Nova
2 Jeffri dan Permasalahannya
3 Curhat
4 Clara
5 Ninja Ferdi
6 Frans
7 Antara Kehidupan Ferdi dan Clara
8 Sebuah Pengakuan Jujur
9 Tak Sengaja
10 Rawat
11 Sebuah Harapan
12 Bunga Untuk Ferdi
13 Mendekati Clara
14 Berbicara Berdua
15 Di Antara
16 Sebuah Percakapan
17 Pertengkaran Ferdi
18 Deep Talk
19 Datang Lagi
20 Labrak
21 Terpikir Akan
22 Wasiat Aneh Ayah Clara
23 Axel
24 Emosi
25 Marah
26 Mencoba Bertanya
27 Pinggir Danau
28 Kelas Belajar
29 Kembali Bertemu
30 Telur Gulung
31 Kabur
32 Permintaan Clara
33 Pinjam
34 Sindir
35 Deep
36 Kasmaran
37 Mulai Aneh
38 Rencana Perjodohan Di Percepat
39 Mari Bergerak
40 Memberitahu
41 Di Ambang Keputusan
42 Mengabari
43 Bertemu
44 Dalam Pelukan
45 Tak Terpisahkan
46 Memberi Pengertian
47 Bagaimana
48 Dilema Anak Remaja
49 Dari Hati ke Hati
50 Lamaran
51 Kaget
52 Nova
53 Dekat
54 Ciuman
55 Mantan-Mantan Teraneh
56 Ingin Bertemu
57 Follower Sosmed
58 Trik Yang Gagal
59 Pamali
60 Fitting VS Fighting
61 Pilihan dan Resiko
62 Kejadian Random
63 Fitting Final
64 Hari Dimana
65 Acara Selesai
66 Sebuah Kehangatan
67 Pemaksaan
68 Pulang
69 Sang Penguntit
70 Sebuah Telpon
71 Kesal
72 Berbeda
73 Martabak
74 Trik Axel
75 Para Pencari Janda
76 Menjalani Pernikahan Normal
77 Dari Hati ke Hati
78 Makan
79 Mulai Ragu
80 Tantangan Untuk Axel
81 Clara Syok
82 Hukuman
83 Jeruk Bali
84 Nasi Goreng
85 Hukuman Disiplin
86 Ketahuan
87 Axel Ketahuan Lagi
88 Nando Datang Lagi
89 Dinner Dingin
90 Permintaan
91 Tiba-tiba Datang
92 Mulai Jujur
93 Nafkah Pertama
94 Nonton
95 Alasan
96 Mulai Mencoba
97 Kerja Lembur
98 Jaga
99 Mata Sembab Nath
100 Kelakuan Triple A
101 Pukulan
102 Mengintip
103 Hangat dan Nikmat
104 Mendadak Beku
105 Mengerjai Axel
106 Hadiah Yang Membingungkan
107 Bertanya Pada Clara
108 Menyidang Ferdi
109 Clara Mulai Aneh
110 Kemarahan Nando
111 Kecurigaan
112 Ikut Car Free Day
113 Masih Car Free Day
114 Panas Panas Panas
115 Wanita Misterius
116 Ternyata
117 Baby A
118 Axel Bertanya
119 Mulai Sedikit Protektif
120 Kelakuan Axel Yang Ajaib
121 Keluarga Bahagia
122 Percakapan Tengah Malam
123 Mual
124 Rujak
125 Mangga Oh Mangga
126 Pertanyaan Axel
127 Antara Nath dan Clara
128 Makanan Misterius
129 Es Campur
130 Game Online
131 Sebuah Kisah
132 Mimpi
133 Tiket
134 Lagu
135 Jessica dan cocot Axel
136 Papa Ferdi
137 Energi
138 Gubrak
139 Terendus
140 Nasi Kuning
141 Membahagiakan Keluarga
142 Lelah
143 Hadiah
144 Sebuah Penilaian
145 Es Terus
146 Keinginan Axel
147 Ngidam Aneh Clara
148 Pertengkaran
149 Terkejut
150 Hadiah Yang Mencurigakan
151 Kartu As
152 Judge
153 Bagaimana Caranya
154 Mereka Tau
155 Bayi Jumbo
156 Mimpi Arvel
157 Axel Kecoa Terbang
158 Hilang
159 Curiga
160 Masih Curiga
161 Semakin mencurigakan
162 Siapa
163 Celine
164 Bersamamu
165 Sapo Tahu
166 Telur Ikan.
167 Bodyguard
168 Saat istirahat
169 Protes
170 Check up rutin
171 Terduga
172 Salah Paham
173 Saling membicarakan
174 Di Balkon Rumah
175 Les Tambahan
176 Berkunjung
177 Rencana Gagal
178 Mulai
179 Nafkah batin
180 Jalan-Jalan
181 pulau
182 Netizen
183 Badai
184 Komunikasi Yang Hilang
185 Marah
186 Menipis
187 Terjaga
188 Pulang
189 Mendadak terkenal
190 Di sekolah
191 Mendadak Diam
192 Pertanyaan
193 Sebuah Tanda Tanya
194 Lagi lagi
195 Mengatakan
Episodes

Updated 195 Episodes

1
Ferdi dan Sumpah dari Nova
2
Jeffri dan Permasalahannya
3
Curhat
4
Clara
5
Ninja Ferdi
6
Frans
7
Antara Kehidupan Ferdi dan Clara
8
Sebuah Pengakuan Jujur
9
Tak Sengaja
10
Rawat
11
Sebuah Harapan
12
Bunga Untuk Ferdi
13
Mendekati Clara
14
Berbicara Berdua
15
Di Antara
16
Sebuah Percakapan
17
Pertengkaran Ferdi
18
Deep Talk
19
Datang Lagi
20
Labrak
21
Terpikir Akan
22
Wasiat Aneh Ayah Clara
23
Axel
24
Emosi
25
Marah
26
Mencoba Bertanya
27
Pinggir Danau
28
Kelas Belajar
29
Kembali Bertemu
30
Telur Gulung
31
Kabur
32
Permintaan Clara
33
Pinjam
34
Sindir
35
Deep
36
Kasmaran
37
Mulai Aneh
38
Rencana Perjodohan Di Percepat
39
Mari Bergerak
40
Memberitahu
41
Di Ambang Keputusan
42
Mengabari
43
Bertemu
44
Dalam Pelukan
45
Tak Terpisahkan
46
Memberi Pengertian
47
Bagaimana
48
Dilema Anak Remaja
49
Dari Hati ke Hati
50
Lamaran
51
Kaget
52
Nova
53
Dekat
54
Ciuman
55
Mantan-Mantan Teraneh
56
Ingin Bertemu
57
Follower Sosmed
58
Trik Yang Gagal
59
Pamali
60
Fitting VS Fighting
61
Pilihan dan Resiko
62
Kejadian Random
63
Fitting Final
64
Hari Dimana
65
Acara Selesai
66
Sebuah Kehangatan
67
Pemaksaan
68
Pulang
69
Sang Penguntit
70
Sebuah Telpon
71
Kesal
72
Berbeda
73
Martabak
74
Trik Axel
75
Para Pencari Janda
76
Menjalani Pernikahan Normal
77
Dari Hati ke Hati
78
Makan
79
Mulai Ragu
80
Tantangan Untuk Axel
81
Clara Syok
82
Hukuman
83
Jeruk Bali
84
Nasi Goreng
85
Hukuman Disiplin
86
Ketahuan
87
Axel Ketahuan Lagi
88
Nando Datang Lagi
89
Dinner Dingin
90
Permintaan
91
Tiba-tiba Datang
92
Mulai Jujur
93
Nafkah Pertama
94
Nonton
95
Alasan
96
Mulai Mencoba
97
Kerja Lembur
98
Jaga
99
Mata Sembab Nath
100
Kelakuan Triple A
101
Pukulan
102
Mengintip
103
Hangat dan Nikmat
104
Mendadak Beku
105
Mengerjai Axel
106
Hadiah Yang Membingungkan
107
Bertanya Pada Clara
108
Menyidang Ferdi
109
Clara Mulai Aneh
110
Kemarahan Nando
111
Kecurigaan
112
Ikut Car Free Day
113
Masih Car Free Day
114
Panas Panas Panas
115
Wanita Misterius
116
Ternyata
117
Baby A
118
Axel Bertanya
119
Mulai Sedikit Protektif
120
Kelakuan Axel Yang Ajaib
121
Keluarga Bahagia
122
Percakapan Tengah Malam
123
Mual
124
Rujak
125
Mangga Oh Mangga
126
Pertanyaan Axel
127
Antara Nath dan Clara
128
Makanan Misterius
129
Es Campur
130
Game Online
131
Sebuah Kisah
132
Mimpi
133
Tiket
134
Lagu
135
Jessica dan cocot Axel
136
Papa Ferdi
137
Energi
138
Gubrak
139
Terendus
140
Nasi Kuning
141
Membahagiakan Keluarga
142
Lelah
143
Hadiah
144
Sebuah Penilaian
145
Es Terus
146
Keinginan Axel
147
Ngidam Aneh Clara
148
Pertengkaran
149
Terkejut
150
Hadiah Yang Mencurigakan
151
Kartu As
152
Judge
153
Bagaimana Caranya
154
Mereka Tau
155
Bayi Jumbo
156
Mimpi Arvel
157
Axel Kecoa Terbang
158
Hilang
159
Curiga
160
Masih Curiga
161
Semakin mencurigakan
162
Siapa
163
Celine
164
Bersamamu
165
Sapo Tahu
166
Telur Ikan.
167
Bodyguard
168
Saat istirahat
169
Protes
170
Check up rutin
171
Terduga
172
Salah Paham
173
Saling membicarakan
174
Di Balkon Rumah
175
Les Tambahan
176
Berkunjung
177
Rencana Gagal
178
Mulai
179
Nafkah batin
180
Jalan-Jalan
181
pulau
182
Netizen
183
Badai
184
Komunikasi Yang Hilang
185
Marah
186
Menipis
187
Terjaga
188
Pulang
189
Mendadak terkenal
190
Di sekolah
191
Mendadak Diam
192
Pertanyaan
193
Sebuah Tanda Tanya
194
Lagi lagi
195
Mengatakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!