Tak Sengaja

Di sebuah jalan.

"Mana nafkah buat anak-anak, jangan lari dari tanggungjawab kamu."

Seorang wanita cantik berteriak pada seorang laki-laki yang penampilannya tampak seperti bos perusahaan. Ferdi yang baru keluar dari tempat fotocopy yang tak jauh dari kedua orang itu pun, tanpa sengaja menyaksikan hal tersebut.

Mesin fotocopy di kantornya rusak. Nathan bilang daripada membeli mesin fotocopy baru, lebih baik uangnya di alokasikan untuk hal lain. Toh start up yang saat ini mereka rintis tengah membutuhkan banyak biaya.

Sementara belum banyak investor yang bergabung. Maka dari itu hari ini Ferdi dan yang lain terpaksa memfotokopi di luar.

"Kamu menyalahi perjanjian kita di pengadilan.

Si perempuan terus mengoceh pada si lelaki. Namun Ferdi tak bisa melihat wajah perempuan itu, lantaran posisinya yang membelakangi.

"Kamu kan kaya-raya. Lebih kaya dari aku, punya penghasilan jauh di atas aku. Kenapa minta nafkah lagi buat anak?"

"Heh, Bambang. Mau penghasilan aku segede gunung kek, setinggi Monas kek, yang namanya nafkah anak itu tanggung jawab kamu juga karena kamu itu bapaknya. Lagian kan kamu bukan orang miskin, kecuali kalau kamu pengangguran. Sok-sokan ngajak bini baru keluar negri, sok romantis. Anak sendiri nggak di kasih nafkah, bapak macam apa kamu?"

"Nggak usah mencecar aku dengan kata-kata seperti itu. Pokoknya aku nggak ada urusan sama ketiga anak itu. Mereka tanggung jawab kamu."

"Oh, oke. Emang cuma bisanya bikin doang kan lo?"

Perempuan itu sudah tidak menggunakan kata "Kamu" lagi saking sudah kesalnya.

"Lo yang lebih kaya, lo lah yang biayain." Laki-laki itu masih ngotot pada prinsipnya.

"Jadi lo lebih memilih ngebiayain si jablay nggak tau diri itu ketimbang anak lo sendiri, hah?"

"Apa lo bilang?"

Tiba-tiba si laki-laki mencekik si wanita secara serta-merta.

"Woi." Ferdi berteriak.

Beberapa warga yang menyaksikan kejadian tersebut sudah siap menghajar si pria, karena emosi.

"Apa-apaan lo?"

Ferdi mendekat dan langsung menepis tangan si laki-laki. Saat itu juga Ferdi bisa melihat wajah si perempuan. Jujur ia sempat terpesona oleh kecantikan perempuan itu, sebelum akhirnya sadar jika ia harus kembali memarahi si laki-laki.

"Lo nggak usah kasar gitu bang sama perempuan." Ferdi mengingatkan.

"Lo siapa?. Ngapain lo ngatur-ngatur dan ikut campur urusan gue sama mantan bini gue."

"Gue emang bukan siapa-siapa, tapi ini cewek juga udah bukan siapa-siapa nya elo kan?. Cuma mantan." ujar Ferdi.

"Ngapain lo mesti kasar?" lanjutnya kemudian.

"Nggak ada urusannya sama lo." ujar si pria.

"Oh jelas ada dong. Lo berbuat kasar sama cewek di muka umum, jelas itu jadi urusan semua orang yang ngeliat. Mau lo pukul ini cewek di dalam rumah sekalipun, ada hukum yang melindungi." jelas Ferdi.

"Banyak bacot lo."

"Buuuk."

Pria itu meninju wajah Ferdi. Membuat semua orang terkejut, termasuk si mantan istri.

"Nando apa-apaan lo?"

Si perempuan mencoba menghalangi, namun ia didorong oleh mantan suaminya itu. Ferdi yang tadi hampir terjatuh kini mendekat lalu membalas secara serta merta.

"Buuuk."

"Buuuk."

Ferdi menghajar pria itu. Warga yang melihat ada yang membantu Ferdi, namun ada juga yang melerai.

"Bangsat lo tau nggak." teriak pria itu.

"Elo yang bangsat, bencong aja nggak ada yang mukul cewek. Nggak malu sama gender lo, hah?" Ferdi berkata dengan lantang.

Pria itu memberontak dan ingin kembali memukul Ferdi, namun dihalangi oleh warga.

"Eh bang, lo jangan sok jago. Lo pikir kita nggak ngeliat lo nyekek leher cewek itu tadi?. Mau lo kita bawa ke kantor polisi?. Disini ada cctv jalan loh."

Salah seroang warga mengingatkan. Pria bernama Nando itu kemudian masuk ke mobil, lalu pergi bak pengecut.

"Mbak nggak apa-apa?" tanya Ferdi pada si perempuan.

"Kamu yang kenapa-kenapa." ujar perempuan itu seraya memperhatikan sudut bibir Ferdi yang biru lebam dan sedikit berdarah, akibat pukulan mantan suaminya.

"Ferdi."

Jordan dan Sean tiba-tiba muncul. Kebetulan mereka ada disuruh Nath membeli beberapa alat tulis kantor yang habis.

"Lo kenapa, Fer?" tanya Jordan cemas. Ia memperhatikan wajah Ferdi.

"Kalian temannya dia?" tanya si perempuan pada Jordan dan juga Sean.

"Iya, kenapa temen saya sampai kayak gini mbak?" tanya Jordan.

"Iya, dia kecelakaan atau apa?." Sean menimpali.

"Nggak usah sok peduli, Karnadi. Bilang aja mau ngomong sama mbak-mbaknya karena cakep." sindir Ferdi.

Jordan dan Sean ingin menggeplak kepala Ferdi, sebab mereka memang khawatir dan tidak dibuat-buat.

"Kita khawatir sama lo, Fer." ujar Jordan dengan nada serius.

"Dia kenapa sih mbak?" tanya nya pada perempuan itu lagi.

"Ini salah saya, saya bawa ke rumah sakit aja ya temannya."

"Eee, nggak usah mbak." ujar Ferdi.

"Ini cuma luka biasa koq." lanjut pria itu.

"Bawa aja mbak nggak apa-apa." ujar Sean.

"Kita temenin dan kita yang minta izin ke kantor." timpal Jordan.

"Nggak usah mbak, saya nggak apa-apa." ujar Ferdi.

"Udah ayo, saya nggak mau hutang Budi."

Perempuan itu menarik Ferdi ke arah mobilnya. Ferdi masih ingin memberontak namun ia di dorong oleh Jordan dan juga Sean.

"Sana!, ntar gue izinin sama Nath."

Jordan berkata dengan nada sangat pelan namun sambil melotot, agar Ferdi menurut. Mereka kemudian masuk ke sebuah mobil Bentley, milik wanita itu. Jordan dan Sean yang duduk di tengah, langsung mengirim pesan singkat pada Nath melalui WhatsApp.

"Pak bos, kita ke rumah sakit. Si Ferdi abis dikeroyok massa."

Begitulah bunyi pesan singkat yang kini di terima Nathan. Nathan benar-benar terkejut sekaligus khawatir, sebab Ferdi adalah sahabatnya.

"Gara-gara apa, parah nggak?" tanya Nathan kemudian.

"Parah banget, sampe pingsan." Jordan melebih-lebihkan.

"Ya udah urus dulu, tolong!"

"Ini gue masih ada klien, ntar gue nyusul."

"Kabari gue perkembangannya. Jangan lama ngabarin gue."

Nathan mengirim balasan sampai tiga kali. Suara notifikasinya membuat Ferdi merasa curiga.

"Lo bilang apa sama Nath?" tanya nya pada Jordan.

"Gue minta izin, udah lo tenang aja." jawab Jordan.

"Gue khawatir lo ngadi-ngadi nih. Kayak waktu itu gue sakit, lo berdua bilang ke Nath kalau gue kena tumor di bawah pantat. Sampe si Nath menggalang dana buat gue di kitabantu.com."

"Emang kamu pernah tumor?" Si perempuan yang menyetir itu bertanya pada Ferdi.

"Nggak mbak, mereka berdua aja nih yang bikin-bikin. Makanya saya bilang, nggak usah bawa saya ke rumah sakit segala. Ntar beritanya pasti di lebih-lebihkan sama mereka."

"Nggak apa-apa koq, saya akan merasa bersalah kalau kamu nggak saya bawa ke rumah sakit. Saya nggak enak banget, kamu harus kena pukul mantan suami saya." lanjut perempuan itu.

"Hah, mantan suami?"

Jordan dan Sean berujar dengan mata saling menatap satu sama lain. Namun dengan suara yang nyaris tak terdengar oleh perempuan itu.

Terpopuler

Comments

LaetuLe

LaetuLe

sahabat kagak ada akhlaq🤣

2024-06-15

0

Maple🍁

Maple🍁

kangen lpak pp kngkung & mm firman sma Rio, Anzel, Nino jga😁😊

2023-05-23

1

Ika Reno

Ika Reno

Hahaha mana ada hidung kebalik lu mah ada ada aja

2023-02-19

0

lihat semua
Episodes
1 Ferdi dan Sumpah dari Nova
2 Jeffri dan Permasalahannya
3 Curhat
4 Clara
5 Ninja Ferdi
6 Frans
7 Antara Kehidupan Ferdi dan Clara
8 Sebuah Pengakuan Jujur
9 Tak Sengaja
10 Rawat
11 Sebuah Harapan
12 Bunga Untuk Ferdi
13 Mendekati Clara
14 Berbicara Berdua
15 Di Antara
16 Sebuah Percakapan
17 Pertengkaran Ferdi
18 Deep Talk
19 Datang Lagi
20 Labrak
21 Terpikir Akan
22 Wasiat Aneh Ayah Clara
23 Axel
24 Emosi
25 Marah
26 Mencoba Bertanya
27 Pinggir Danau
28 Kelas Belajar
29 Kembali Bertemu
30 Telur Gulung
31 Kabur
32 Permintaan Clara
33 Pinjam
34 Sindir
35 Deep
36 Kasmaran
37 Mulai Aneh
38 Rencana Perjodohan Di Percepat
39 Mari Bergerak
40 Memberitahu
41 Di Ambang Keputusan
42 Mengabari
43 Bertemu
44 Dalam Pelukan
45 Tak Terpisahkan
46 Memberi Pengertian
47 Bagaimana
48 Dilema Anak Remaja
49 Dari Hati ke Hati
50 Lamaran
51 Kaget
52 Nova
53 Dekat
54 Ciuman
55 Mantan-Mantan Teraneh
56 Ingin Bertemu
57 Follower Sosmed
58 Trik Yang Gagal
59 Pamali
60 Fitting VS Fighting
61 Pilihan dan Resiko
62 Kejadian Random
63 Fitting Final
64 Hari Dimana
65 Acara Selesai
66 Sebuah Kehangatan
67 Pemaksaan
68 Pulang
69 Sang Penguntit
70 Sebuah Telpon
71 Kesal
72 Berbeda
73 Martabak
74 Trik Axel
75 Para Pencari Janda
76 Menjalani Pernikahan Normal
77 Dari Hati ke Hati
78 Makan
79 Mulai Ragu
80 Tantangan Untuk Axel
81 Clara Syok
82 Hukuman
83 Jeruk Bali
84 Nasi Goreng
85 Hukuman Disiplin
86 Ketahuan
87 Axel Ketahuan Lagi
88 Nando Datang Lagi
89 Dinner Dingin
90 Permintaan
91 Tiba-tiba Datang
92 Mulai Jujur
93 Nafkah Pertama
94 Nonton
95 Alasan
96 Mulai Mencoba
97 Kerja Lembur
98 Jaga
99 Mata Sembab Nath
100 Kelakuan Triple A
101 Pukulan
102 Mengintip
103 Hangat dan Nikmat
104 Mendadak Beku
105 Mengerjai Axel
106 Hadiah Yang Membingungkan
107 Bertanya Pada Clara
108 Menyidang Ferdi
109 Clara Mulai Aneh
110 Kemarahan Nando
111 Kecurigaan
112 Ikut Car Free Day
113 Masih Car Free Day
114 Panas Panas Panas
115 Wanita Misterius
116 Ternyata
117 Baby A
118 Axel Bertanya
119 Mulai Sedikit Protektif
120 Kelakuan Axel Yang Ajaib
121 Keluarga Bahagia
122 Percakapan Tengah Malam
123 Mual
124 Rujak
125 Mangga Oh Mangga
126 Pertanyaan Axel
127 Antara Nath dan Clara
128 Makanan Misterius
129 Es Campur
130 Game Online
131 Sebuah Kisah
132 Mimpi
133 Tiket
134 Lagu
135 Jessica dan cocot Axel
136 Papa Ferdi
137 Energi
138 Gubrak
139 Terendus
140 Nasi Kuning
141 Membahagiakan Keluarga
142 Lelah
143 Hadiah
144 Sebuah Penilaian
145 Es Terus
146 Keinginan Axel
147 Ngidam Aneh Clara
148 Pertengkaran
149 Terkejut
150 Hadiah Yang Mencurigakan
151 Kartu As
152 Judge
153 Bagaimana Caranya
154 Mereka Tau
155 Bayi Jumbo
156 Mimpi Arvel
157 Axel Kecoa Terbang
158 Hilang
159 Curiga
160 Masih Curiga
161 Semakin mencurigakan
162 Siapa
163 Celine
164 Bersamamu
165 Sapo Tahu
166 Telur Ikan.
167 Bodyguard
168 Saat istirahat
169 Protes
170 Check up rutin
171 Terduga
172 Salah Paham
173 Saling membicarakan
174 Di Balkon Rumah
175 Les Tambahan
176 Berkunjung
177 Rencana Gagal
178 Mulai
179 Nafkah batin
180 Jalan-Jalan
181 pulau
182 Netizen
183 Badai
184 Komunikasi Yang Hilang
185 Marah
186 Menipis
187 Terjaga
188 Pulang
189 Mendadak terkenal
190 Di sekolah
191 Mendadak Diam
192 Pertanyaan
193 Sebuah Tanda Tanya
194 Lagi lagi
195 Mengatakan
Episodes

Updated 195 Episodes

1
Ferdi dan Sumpah dari Nova
2
Jeffri dan Permasalahannya
3
Curhat
4
Clara
5
Ninja Ferdi
6
Frans
7
Antara Kehidupan Ferdi dan Clara
8
Sebuah Pengakuan Jujur
9
Tak Sengaja
10
Rawat
11
Sebuah Harapan
12
Bunga Untuk Ferdi
13
Mendekati Clara
14
Berbicara Berdua
15
Di Antara
16
Sebuah Percakapan
17
Pertengkaran Ferdi
18
Deep Talk
19
Datang Lagi
20
Labrak
21
Terpikir Akan
22
Wasiat Aneh Ayah Clara
23
Axel
24
Emosi
25
Marah
26
Mencoba Bertanya
27
Pinggir Danau
28
Kelas Belajar
29
Kembali Bertemu
30
Telur Gulung
31
Kabur
32
Permintaan Clara
33
Pinjam
34
Sindir
35
Deep
36
Kasmaran
37
Mulai Aneh
38
Rencana Perjodohan Di Percepat
39
Mari Bergerak
40
Memberitahu
41
Di Ambang Keputusan
42
Mengabari
43
Bertemu
44
Dalam Pelukan
45
Tak Terpisahkan
46
Memberi Pengertian
47
Bagaimana
48
Dilema Anak Remaja
49
Dari Hati ke Hati
50
Lamaran
51
Kaget
52
Nova
53
Dekat
54
Ciuman
55
Mantan-Mantan Teraneh
56
Ingin Bertemu
57
Follower Sosmed
58
Trik Yang Gagal
59
Pamali
60
Fitting VS Fighting
61
Pilihan dan Resiko
62
Kejadian Random
63
Fitting Final
64
Hari Dimana
65
Acara Selesai
66
Sebuah Kehangatan
67
Pemaksaan
68
Pulang
69
Sang Penguntit
70
Sebuah Telpon
71
Kesal
72
Berbeda
73
Martabak
74
Trik Axel
75
Para Pencari Janda
76
Menjalani Pernikahan Normal
77
Dari Hati ke Hati
78
Makan
79
Mulai Ragu
80
Tantangan Untuk Axel
81
Clara Syok
82
Hukuman
83
Jeruk Bali
84
Nasi Goreng
85
Hukuman Disiplin
86
Ketahuan
87
Axel Ketahuan Lagi
88
Nando Datang Lagi
89
Dinner Dingin
90
Permintaan
91
Tiba-tiba Datang
92
Mulai Jujur
93
Nafkah Pertama
94
Nonton
95
Alasan
96
Mulai Mencoba
97
Kerja Lembur
98
Jaga
99
Mata Sembab Nath
100
Kelakuan Triple A
101
Pukulan
102
Mengintip
103
Hangat dan Nikmat
104
Mendadak Beku
105
Mengerjai Axel
106
Hadiah Yang Membingungkan
107
Bertanya Pada Clara
108
Menyidang Ferdi
109
Clara Mulai Aneh
110
Kemarahan Nando
111
Kecurigaan
112
Ikut Car Free Day
113
Masih Car Free Day
114
Panas Panas Panas
115
Wanita Misterius
116
Ternyata
117
Baby A
118
Axel Bertanya
119
Mulai Sedikit Protektif
120
Kelakuan Axel Yang Ajaib
121
Keluarga Bahagia
122
Percakapan Tengah Malam
123
Mual
124
Rujak
125
Mangga Oh Mangga
126
Pertanyaan Axel
127
Antara Nath dan Clara
128
Makanan Misterius
129
Es Campur
130
Game Online
131
Sebuah Kisah
132
Mimpi
133
Tiket
134
Lagu
135
Jessica dan cocot Axel
136
Papa Ferdi
137
Energi
138
Gubrak
139
Terendus
140
Nasi Kuning
141
Membahagiakan Keluarga
142
Lelah
143
Hadiah
144
Sebuah Penilaian
145
Es Terus
146
Keinginan Axel
147
Ngidam Aneh Clara
148
Pertengkaran
149
Terkejut
150
Hadiah Yang Mencurigakan
151
Kartu As
152
Judge
153
Bagaimana Caranya
154
Mereka Tau
155
Bayi Jumbo
156
Mimpi Arvel
157
Axel Kecoa Terbang
158
Hilang
159
Curiga
160
Masih Curiga
161
Semakin mencurigakan
162
Siapa
163
Celine
164
Bersamamu
165
Sapo Tahu
166
Telur Ikan.
167
Bodyguard
168
Saat istirahat
169
Protes
170
Check up rutin
171
Terduga
172
Salah Paham
173
Saling membicarakan
174
Di Balkon Rumah
175
Les Tambahan
176
Berkunjung
177
Rencana Gagal
178
Mulai
179
Nafkah batin
180
Jalan-Jalan
181
pulau
182
Netizen
183
Badai
184
Komunikasi Yang Hilang
185
Marah
186
Menipis
187
Terjaga
188
Pulang
189
Mendadak terkenal
190
Di sekolah
191
Mendadak Diam
192
Pertanyaan
193
Sebuah Tanda Tanya
194
Lagi lagi
195
Mengatakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!