🔥🔥🔥
"Kenapa diam! Ayo dimakan. Kau bilang tadi lapar," bentak Myla.
Aku terdiam, aku manatap sedih makanan yang teronggok dilantai. Sepertinya aku akan kelaparan hari ini, pikir Lona.
"Kenapa! Apa aku mengagetkanmu?" Ucap Myla dengan suara yang sangat berbeda dari yang sebelumnya.
Aura iblisnya keluar saat ini, hal itu sukses membuatku bergidik ngeri. Sejahat apakah iblis yang satu ini? Apakah ia akan jauh lebih jahat dari si pangeran iblis, atau mungkin akan lebih jahat dari si ratu iblis. Batinku mengatakan jika iblis yang satu ini, akan lebih jahat dari iblis lainnya. Lihat saja, ia bahkan bisa menipu iblis lainnya, dengan aktingnya yang begitu mempuni.
Sebelum menjawabnya, aku memejamkan mataku kasar. Tak lupa menyertainya dengan doa. Sejahat apapun ia, aku mohon berikan aku waktu untuk tetap hidup didunia ini. Setidaknya hingga aku merasakan sedikit kebahagian, agar aku tak menyesal nantinya. Itulah isi dari doaku.
Walaupun hidup tak adil padaku, tetap saja aku bukanlah manusia yang lemah. Yang akan menyerah terhadap ujian hidup yang dijalani. Seberat apapun hidupku nanti, aku siap menaklukan ujian itu.
Aku tidak akan berbuat hal bodoh, seperti manusia-manusia lemah diluaran sana. Yang nekat bunuh diri. Aku tidaklah selemah itu untuk menyerah.
"Aku akan membersihkannya," ujarku lebih memilih untuk membereskan meja makan.
"Kau berani padaku," teriak Myla menakutkan.
"Kau berani padaku, kau kira aku tidak berani mencelakaimu," teriak Myla langsung menarik rambut ikalku yang panjang.
"Kenapa aku tidak berani padamu," jawabku dengan tersenyum penuh arti. Aku menyadari iblis satu ini bukanlah iblis biasa. Untuk itulah, aku akan menunjukkan sedikit sisi berani pada diri ku, setidaknya hal itu akan membuatnya tidak terlalu jahat padaku.
"Kau!" Teriaknya penuh amarah, cengkeramnya pada rambutku semakin ia kencangkan.
"Tahan Lona, kuatlah Lona. Kau pasti bisa melewati semua ujian hidupmu," batinku, aku berusaha menahan sakit dikulit kepalaku. Jangan lupakan perutku yang pedih karena belum diisi apa-apa sedari pagi.
Kemudian Myla menyeret rambutku entah akan ia bawa kemana, merasai kulit kepalaku semakin sakit, aku terpaksa melangkahkan kaki untuk ikut dengannya.
Tak ku duga ia mendorong tubuhku masuk kedalam kamar mandi yang ada di dapur, lalu menguncinya dari luar.
"Myla, buka pintunya. Aku mohon buka pintunya," teriakku percuma, mau berteriak sekencang apapun, iblis itu tidaklah mungkin membukakan ku pintu. Dan pada akhirnya aku memilih untuk diam, dari pada suara habis karena terus berteriak.
Pov Author:
Setelah mengunci Lona didalam kamar mandi, Myla pun bergegas menuju kamarnya untuk tidur siang.
Sore harinya, karena pekerjaan hari itu tidaklah banyak, hal itu membuat tuan Devan pulang lebih cepat dari biasanya.
Membuka pintu hotel, tuan Devan melangkahkan kakinya menuju dapur untuk melegakan tenggorokannya yang terasa kering.
membuka kulkas lalu mengambil air mineral didalamnya, dan langsung meneguknya.
Tok..tok...tok...
Tuan Devan berdiam sebentar, mencerna dari mana suara yang mengetuk barusan. Setelah yakin suara itu dari dalam kamar mandi, tuan Devan langsung membukanya.
Dan ia begitu terkejut ketika melihat ada Lona didalam kamar mandi dalam keadaan yang begitu lemas.
"Apa yang terjadi padamu?" tanya tuan Devan sedikit kuatir.
"Tidak apa-apa, tuan. Hanya tidak sengaja terkunci," jawab Lona lemas. lalu mencoba untuk berdiri.
"Bagaiamana bisa," tanya tuan Devan heran.
Tak menghiraukan pertanyaan tuannya, Lona mencoba untuk melangkah keluar dari kamar mandi. walau terpincang-pincang.
Karena tidak ada tenaga, dan akhirnya Lona pun kehilangan kesadaran. Dengan sigap tuan Devan menangkap tubuh lemas Lona. Dan membawanya kegudang kamar Lona, untuk diistirahatkan.
Tuan Devan tak menaruh curiga apapun tentang Lona, karena memang ia sudah sering melihat Lona pingsan. Sampai dikamar tuan Devan langsung membaringkan tubuh lemas Lona diatas kardusnya.
Ada sedikit rasa iba dihari tuan Devan melihat keadaan Lona. Tapi ia langsung membuang jauh perasaan itu. Beberapa detik kemudian, ia merasa sangat menginginkan bibir manis Lona yang merona. Mengambil kesempatan dalam kesempitan, tuan Devan segera Mel*mat bibir yang kini sudah menjadi candu baginya.
Tanpa ia sadari, ada sepasang mata yang manatapnya tajam dan tak percaya. menggertak gigi, mengepalkan jemarinya membentuk sebuah tinju, merasa kesal sakaligus murka, kala melihat calon suaminya tengah menciumi perempuan lain.
"Awas kau Lona," ucap Myla, lalu segera kembali ke kamarnya.
🍂🍂🍂
Like, komen, hadiah, dan vote🙏
Rate bintang 5 juga🙏
Maafkan typonya🙏
Selamat membaca dan semoga suka💖
Lope readersss 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Eva Nietha✌🏻
Wow sana sini jahat
2024-04-27
0
玫瑰
Semakin bertambah penderitaan Lona..
2022-09-29
0
ayu
ayo dong thor koq lonanya di siksa trs, buat dia bahagia sm orang lain
2021-09-23
0