🔥🔥🔥
"Kamu! Siapa nama kamu?" Tanya nyonya Zeline pada padaku.
"Nama saya Lona, nyonya," jawabku.
"Lona, saya mau pergi keluar. Dan kamu, kamu harus bereskan hotel ini. Saya mau, saat saya pulang semuanya sudah beres. Apa kamu mengerti?" Tanya nyonya Zeline di akhir kalimatnya.
"Baik, nyonya," jawabku.
"Awas saja kalau sampai saya pulang, kamu belum selesai. Kamu akan tau apa hukuman dariku," ancamnya padaku.
"Saya mengerti nyonya, saya berjanji akan menyelesaikan tugas saya. Sebelum nyonya pilang." Jawabku lagi.
"Bagus," jawabnya singkat, lalu pergi. Aku menghembuskan nafas kasar. Melihat ruang tamu yang behitu berentakan, sepertinya nyonya Zeline sengaja melakukan ini.
Dengan semangat yang berkobar, aku langsung membersihkan setiap sudut dihotel, sesekali aku meringis kesakitan ketika luka-luka ku tak sengaja terbentur.
Tak butuh waktu lama, aku telah berhasil menyelesaikan ruang tamu, dapur dan sudut lainnya. Hanya sisa satu lagi, yaitu kamar tuan Devan. Dengan membawa penyedot debu juga alat untuk mengepel, aku masuk kedalam kamar tuan Deven.
Aku syok melihat betapa berantakannya disana, sepertinya nyonya Zeline sangat membenciku. Entah kesalahan apa yang telah aku lakukan padanya.
Walau sangat lelah dan juga pusing mulai menghampiriku, aku tetap melakukan tugasku untuk membersihkan kamar itu. Cukup lama waktu yang aku habiskan untuk membersihkan kamar, namun akhirnya aku lega karena semua tugasku telah selesai.
Sekarang sudah waktunya makan siang.Menuju kamarku, aku mengambil sebungkus mie instan yang sempat kubeli di mini market. Menuju dapur aku akan memasak mie instan milikku.
Hanya sekitar 5 menit mie instan sederhana telah tersaji, duduk dilantai aku mulai melahapnya. Tidak kenyang memang, karena aku hanya memasak setengah bungkus mie, setengahnya lagi, untuk makan malam nanti.
Beruntung aku telah selesai makan, batulah nyonya Zeline. Jika tidak, bisa-bisa aku dituduh makan mie instan miliknya yang ada dilemari dapur.
"Bagus juga kerja kamu," pujinya mengelilingi setiap sudut dengan matanya yang jeli.
" Ini, kamu cuci dan juga setrika gaun ini. Jangan sampai lecet, karena gaun ini akan aku hadiahkan pada menantuku yang sehentar lagi akan pulang. Awas ya kalau sampai kamu merusaknya," ancamnya lalu melempatkan sebuah tas berisi gaun berwarna merah yang sangat seksi dan modis.
"Apa bedanya gaun ini dengan lingerie," batinku heran, kala melihat gaun itu terlalu seksi.
"Apa kamu lihat-lihat gaunnya, kamu berharap juga gitu. Ada yang memberikanmu gaun semahal itu. Jangan mimpi ya!" Ketusnya padaku.
"Sudah sana! Apalagi yang kamu tunggu," tambahnya lagi.
Aku segera mencuci gaun itu, setelah selesai aku menheringkannya dengan alat pemgering pakaian. Begitu kering, aku langsung membawanya untuk aku setrika. Dan akupun menyetrika gaun itu dengan sangat berhati-hati.
Begitu selesai, aku menuju kamar tuan Devan, dan aku langsung memberikan gaun itu pada nyonya Zeline. Tak kusangka dia malah kembali memberikanku pekerjaan yang sangat banyak.
"Ini, kamu lihat semua gaun menantu saya ini. Saya mau kamu cuci dan setrika semuanya. Dan harus siap hari ini juga. Karena besok pagi menantu saya akan tinggal disini bersama putra saya. Dan kamu harus bersihkan semua gaunnya," titah nyonya Zeline membuat dadaku terasa sesak. Bagaimana tidak, dia memberi perintah padaku, untuk mencuci dan menyetrika gaun satu lemari.
Walau lelah dan letih, tapi aku tetap bekerja. Aku tidak mungkin menolak bukan. Kurang lebih 2 jam, barulah aku selesai mencuci dan juga mengeringkan semua gaun seksi itu. Terakhir adalah menyetrika, ini agak berat menurutku. Walaupun begitu, aku tetap menyelesaikannya. Sore harinya, aku hanya tinggal menyusun gaun-gaun itu kedalam lemari. Membawa gaun sekeranjang besar, aku mulai memyusun gaun itu kedalam lemari dikamar tuan Devan. Nyonya Zeline sudah dari tadi tak terlihat, sepertinya dia keluar lagi.
Saat selesai menyusun gaun kedalam lemari. Aku akan berdiri, namun urung kala aku merasakan kepalaku behitu pusing, dadaku terasa sangat nyeri, pandanganku mulai kabur, tak lama aku kembali tak sadarkan diri. Sebelum benar-benar pingsan, samar-samar aku wajah tampan seseorang, yamg menangkapku sebelum aku benar-benar terjatuh dilantai.
Pov Author
"Shiiit, menyusahkan saja. Kenapa kau ini sering sekali pingsan," gerutu tuan Devan.
"Apa kau benar-benar punya penyakit yang mematikan," ucapnya lagi sambil menggendong tubuh lemah Lona, membawanya kedalam kamar Lona.
"Bibirnya, kenapa bibirnya sangat manis. Berkali-kali lipat lebih manis dari pada bibir Myla. Aku tidak pernah merasakan kenikmatan yang seperti itu bahkan saat bercinta dengan Myla," batin tuan Devan sambil memandangi bibir Lona yang seakan meniadi Candu baginya.
"Astaga apa yang aku pikirkan, aku tidak boleh berpikiran seperyi itu pada perempuan ini. Ingatlah Devan, perempuan ini adalah putri dari tuan Hit*ru (biasa, biar misteri)😂. Ketua mafia yang telah membunuh Daddyku. Dan aku berjanji akan membalaskan dendam ayahku padanya," ucap tuan Devan berapi-api.
Benih-benih asmara yang muncul, kala memandang wajah sendu Lona, hangus dibakar oleh api-api dendam yang memenuhi hatinya.
Keluar dari kamar Ilona, tuan Devan menuju kamarnya. Tubuhnya terasa begiyu letih, setelah bekerja seharian. Sebelum menuju ranjang, tuan Devan lebih memilih ke kemar mandi terlebih dahulu. Segera membersihkan tubuhnya setelah itu barulah mengistirahatkan tubuhnya menuju ranjang.
Tengah malam Ilona terbangun, dibangunkan oleh cacing-cacingnya yang berdemo.
Mencuci muia terpebih dahulu,setelahnya barulah Ilona memgambil sisa mie instannya lalu membawanya kedapur untuk dimasak.
"Apa yang kau lakukan?"
Cengkleng....(angap saja suara spatula yang jatuh kelantai)😂
Ilona tak sengaja menjatuhkan spatula, karena terkejut karena kehadiran tuan Devan yang tiba-tiba.
"Sa-saya sedang masak mie instan, tuan." Jawab Lona sedikit ketakutan.
"Mie instan, makanan sampah begitu kau masak. Buatkan aku roti isi sayur," titah tuan Devan.
"Baik tuan," jawab Lona, lalu segera membuatkan dua porsi roti isi. Setepah jadi ia langsung memberikannya pada tuan Devan.
" Kau mau kemana?" Tanya tuan Devan.
"Masak mie instan saya, tuan. Saya membelinya menggunakan uang saya sendiri," jelas Lona.
"Duduk," titah tuan Devan membuat Lona bingung.
"Apa aku perlu mengulangnya," bentak tuan Deban membuat Lona ketakutan. Segera Lona duduk dikursi, yamg berada disamping tuan Devan.
"Ambillah dan makanlah," ucap tuan Devan membuat Lona terkejut dan tak percaya.
"Apa lagi yang kau tunggu, apa kau ingin aku menyuapimu," bentaknya lagi membuat Lona langsung menyambar roti itu, dan langsung memakannya dengan lahap.
"Ada apa dengan tuan Devan? Apa tuan Devan sedang mengigau?" Peryaan sederhana muncul dipikiran Lona. Tapi hanya di dalam pikiran. Tak berani ia sampiakan langsung.
"Mulai saat ini, kau boleh memakan makanan yang kau masak dihotelku. Apa kau paham?" Bukannya menjawab, tapi Lona malah ternengong. Kala mendengar ucapan tuan Devan malam ini.
"Apakah ia akan berubah menjadi baik, kalau di tengah malam," kembali Lona membatin.
"Apa kau paham," tegas tuan Devan menyadarkan Lona dari lamunanya.
"Sa-saya pa-paham tu-tuan," jawab Lona terbata-bata.
Begitu menyelesaikan makan malam, tuan Devan akan kembali kekamarnya. Namun tiba-tiba saja ia berbalik kebelakang dan.....
🍂🍂🍂
Like, komen, hadiah, dan vote🙏🙏🙏
Rate bintang 5 juga🙏🙏🙏
Maafkan typonya🙏
Selamat membaca dan semoga suka💖
🔥🍂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Nami chan
kukira hatori ninja 😂
2023-10-23
0
Aiko Amallya
jangan terlalu drama dong Thor....kayanya tertindas bgt gtu ...
2023-03-28
0
SOO🍒
sadis amat ank sama emak kayak iblis
2022-05-31
0