🔥🔥🔥
5 menit perjalanan, tuan Devan menghentikan mobilnya disebuah lestotan ternama. Ia segera keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk kekasihnya.
Dengan inisiatifku, aku pun juga ikut keluar dari mobil.
"Kamu kenapa keluar? Kamu tunggu di dalam mobil saja. Jagain mobil," titahnya padaku. Padahal aku sangat berharap bisa mencicipi makanan enak dilestoran mewah itu, lagi-lagi aku berpikiran bodoh. Dengan mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin.
"Baik, tuan. Saya akan menunggu dimobil," jawabku kecewa.
"Kamu tidak boleh begitu, sayang. Kita ajak juga, kan kasian kalau nunggu sendirian di mobi," saut Myla, aku terharu mendengar ucapannya. Apakah benar perempuan cantik dengan tubuh seksi lengkap dengan pakaian seksi, dengan rambut sebahu ini. Adalah perempuan berhati baik.
Tapi sejauh ini, ia selalu membelaku. Dan aku yakin dia benar-benar orang baik. Kenapa aku merasa menjadi pelakor dalam hubungan mereka. Apalagi tuan Devan pernah mencum paksa aku, bahkan sampai dua kali.
Cantik, seksi, baik, penampilan keren. Sempurna, itulah kata yang akan aku sematkan untuk Myla. Kekasih tuan Devan. Menurutku Myla sangat tidak cocok dengan iblis tuan Devan. Myla terlihat seperti bidadari dengan hati yang bersih, berbeda dengan tuan Devan. Tuan Devan adalah iblis berwajah malaikat. Sangat tidak serasi bersanding dengan Myla sang bidadari.
"Perkenalkan, kak. Namaku Myla Yoseline. Panggil saja aku Myla, usiaku 19 tahun. Profesiku sebagai modelling, dan aku masih muda. Hehehe....Kalau nama kakak siapa? Usia kakak berapa tahun?" Tanya Myla ramah.
"Namaku Ilona Willa, panggil saja Lona. Usiaku juga 19 tahun," jawab Lona tak kalah ramah.
"Wah ternyata kita seumuran, kalau gitu aku panggilnya Lona saja ya," jawabnya tersenyum ramah.
"Sudahlah sayang, basa basinya. Tadi kamu bilang lapar," sanggah tuan Devan, yang sepertinya tak suka kalau kekasihnya baik padaku.
"Iya-iya, sayang. Tapi ajak Lona juga ya? Kan kasian kalau ditinggal sendiri," kata Myla lagi.
"Baiklah, terserah kamu," jawab tuan Devan tampak kesal.
"Terima kasih, sayang," ucap Myla langsung mencium pipi tuan Devan. Dan hal itu sukses membuat tuan Devan mengeluarkan senyumnya yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Sepertinya tuan Devan sangat mencintai Myla kekasihnya.
Kini, kami telah sampai dihotel, setelah adegan aku yang jadi obat nyamuk di lestotan tadi. Kedua pasangan romantis itu, tak hentinya bermesraan disetiap tempat. Seperti pasangan pengantin baru yang masih anget-angetnya.
Sedangkan aku menjadi obat nyamuk juga tukang angkut barang. Lihatlah betapa kesusahannya aku saat ini. Dengan terpincang-pincang Menyeret satu koper yang sangatlah berat.
Sampai di Lift, aku begitu bersyukur. Tapi rasa syukurku hilang seketika, ketika melihat dua sejoli itu kembali berciuman didalam lift. Bahkan mereka tak berhenti saat aku masuk kedalam lift. Benar-benar pasangan gila, apa tidak bisa tunggu sampai dikamar kalau ingin melakukannya. Heh... Mereka ber benar-benar berhasil membuat mataku sudah tak perawan lagi, bukan cuma mataku yang sudah tak perawan lagi. Tapi juga bibirku, ciuman perata dan keduaku sudah diculik oleh pria yang kini, tanpa malu juga mencium perempuan lain dihadapan ku. Benar-benar manusia murahan. Penilaian baikku pada Myla berkurang 5 poin ketika melihat dirinya yang begitu murahan.
Sekarang penilaianku terhadap perilaku baik Myla, luntur sudah. Ketika melihat keduannya langsung masuk kedalam kamar tanpa melepaskan pangutan tadi. Aku tidaklah sepolos itu, untuk tidak mengetahui apa yang keduannya lakukan didalam sana. Apalagi samar-samar suara erotis Myla terdengar olehku, saat aku meletakkan kopernya didepan pintu kamar mereka.
"Yatuhan, kenapa hatiku bisa sesakit ini. Kenapa aku bisa jatuh hati pada pria iblis itu. Aku mohon tuhan, hilangkanlah perasaan ini. Ini sangatlah menyiksaku, tuhan. Aku mohon," batinku sambil menepuk-nepuk dadaku yang terasa sesak.
Karena sudah sore, aku langsung memasak untuk makan malam. Tak lama aku telah selesai memasak olahan daging dengan berbagai olahan sayuran yang pastinya sehat.
Setelah menyajikan masakan itu, aku langsung menuju kamarku. Aku sangat lelah, nanti saja mandi, sekarang aku ingin istirahat saja dulu. Tak butuh waktu lama, aku telah masuk kedalam mimpiku yang indah.
🔥🔥🔥
Keesokkan paginya, seperti biasa aku bangun pagi-pagi sekali. Membuat sarapan lalu menyajikannya dimeja makan.
Begitu selesai, aku langsung berjalan menuju perusahaan. Kalau harus menunggu dua makhluk yang mungkin saja masih olahraga itu, selesai. Bisa-bisa aku terlambat.
Namun saat akan keluar dari hotel, aku berpapasan dengan nyonya Zeline, di lobby.
"Hey Lona, kau mau kemana?" Tanyanya ketus.
"Berangkat kerja, nyonya," jawabku singkat, namun sopan.
"Enak saja, kamu harus tetap dihotel. Jagain sekaligus temenin menatu saya. Ayo kembali ke hotel," ucap nyonya Zeline lalu menyeret ku untuk kembali ke hotel.
🍂🍂🍂
Othor belum bisa kasih POV-nya Ansel, karena kejadian itu ada hubungannya dengan misteri kecil. Misteri kecil loh ya, bukan yang gede😂 Tapi bentar lagi pasti akan ada penjelasannya kok. Ditunggu ya.
Jangan lupa komen ya, karena Othor suka bacain komen. Jadi semangat gitu loh. Setiap komen pasti Othor baca, meski nggak sempat balas.
Maaf kan Othor yang sok sibuk ini ya🙏😅
Like, komen, hadiah, dan vote🙏
Rate bintang 5 juga🙏
Maafkan typonya🙏
Selamat membaca dan semoga suka💖
Lope readerssss😍😘😘😘
🔥🍂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Eva Nietha✌🏻
Jreengggg jreeeeng
2024-04-27
0
Nami chan
sandiworo
2023-10-23
0
Bunda silvia
Apakah ada hubungan dengan Ilona dan Ansel jangan2 saudara
2023-08-31
0