Kembali dengan penderitaan

Malam ini Allin akan kembali ke hutan ia termenung didalam kamarnya ia masih tidak puas di istana karena Geovindra tidak menghabiskan waktu untuknya, hanya Elsano, Felix dan Allan saja yang selalu bersamanya... Meskipun begitu Allin tetap bersyukur masih ada seseorang yang menyayanginya

1 jam berada di kamar sangatlah membosankan Allin berniat jalan-jalan didekat danau disana sangat sejuk cocok untuk merilex kan pikiran,

Allin berjalan ditepi danau ia tersenyum melihat bulan yang terpantul di air, saat tubuh Allin berbalik ia mendapati seseorang berada di depannya

"Hai sialan" Sapa Jeni dengan senyum menyebalkannya

"Sebaiknya kau memanggilku dengan baik dan benar ingat lah kau hanya seorang dayang" Balas Allin ketus lalu berjalan melewati Jeni

"Walaupun aku seorang dayang setidaknya kemampuan ku lebih hebat darimu! Kau hanya gadis bodoh dan lemah, lihat ayahmu saja lebih menyayangiku"

Allin berbalik saat mendengar perkataan Jeni

Allin "Aku rasa aku tidak memiliki kesalahan apapun padamu, tapi mengapa kau menindasku dengan sangat keterlaluan"

Jeni "Awalnya aku tidak berniat menindasmu tapi aku sudah nyaman dengan kasih sayang raja jadi apapun akan aku lakukan demi merebut hati raja lagipula kau ini lemah mudah untukku menjatuhkanmu"

Allin "Terserahmu saja dayang rendahan tidak tau malu"

Jeni terbawa emosi dengan perkataan Allin, ia bersiap-siap menendang perut yang ada didepannya itu namun Allin berhasil menangkisnya kemudian didorongnya Jeni jatuh ke tepian danau sehingga tubuhnya menjadi basah kuyup

"Jadi siapa yang jatuh duluan?" Kata allin dengan smirk nya

"Brengsek kau gadis sialan!" Teriak Jeni

Tidak lama kemudian....

Geovindra dan ketiga putranya datang melihat Jeni yang basah kuyup Geovindra dengan cepat menolongnya

Allan "Apa yang terjadi?"

Allin "Dia menghampiriku dan berkata kotor dihadapanku lalu dia ingin menendangku dan menjatuhkanku"

Kata Allin apa adanya, memang seperti itu kenyataannya

"Tidak itu tidak benar... Aku hanya ingin mengucapkan salam perpisahan karena sebentar lagi Allin akan kembali ke hutan ayah" Jeni membela dirinya dengan drama yang biasa ia lakukan

"Tidak ayah dia berbohong dia slalu berbohong agar ayah membenciku tolong percayalah ayah" Selesai Allin berbicara, Geovindra datang langsung menampar pipi kiri dan diteruskan ke pipi kanan Allin

Ketiga saudara Allin sangat terkejut Geovindra berani kasar kepada putrinya sendiri

"Yang kau lakukan itu sangat keterlaluan Allin!" Ucap Geovindra, Allin hanya menatap ayahnya sambil menahan air matanya

Entah angin darimana Elsano memeluk Jeni dan menenangkan Jeni

Tentu saja Allin terkejut hatinya retak melihat Elsano lebih memilih Jeni daripada dirinya

"Sebaiknya kau bersiap-siap Allin, aku akan mengantarmu kembali ke hutan" Kata Elsano tanpa menatap mata Allin.

Sungguh hati Allin remuk seketika dunia terasa telah berhenti, hidup Allin benar benar hancur

'Aku pikir kak elsano adalah orang yang pintar, tapi dia tidak lah berbeda dengan ayah dan Jeni, dia percaya dengan Jeni tanpa mencari kebenarannya' Gumam Allin, berlari menuju kamar

Chena memegang tangan Allin dan menenangkannya, Allin langsung memeluk dayang setianya itu "Chena.. sepertinya aku salah, sudah tidak ada lagi yang menyayangiku, harusnya aku mati saja"

"Tidak putri! Masih ada yang menyayangimu, aku akan selalu menjadi dayang setiamu walaupun kita akan berpisah, dan satu lagi,, Ratu Celine juga sangat menyayangimu putri" Chena mengeratkan pelukannya

"Tidak... Semua orang akan berubah ketika Jeni datang,, semua orang tidak akan mencari kebenarannya terlebih dahulu, itu sudah membuktikan bahwa tidak ada yang menyayangiku lagi" Allin semakin menangis dipelukan Chena

"Yakin lah putri, masih ada seseorang yang menyayangimu, aku pernah mendengar BERSUSAH DAHULU BERSENANG SENANG KEMUDIAN sedari kecil putri sudah merasakan pahitnya kehidupan aku yakin dimasa depan nanti putri akan merasakan manis nya hidup"

Walaupun tidak yakin seperti itu tapi setidaknya Chena telah membuat hati Allin lega ia bisa mencurahkan segala isi masalahnya kepada chena

"Chena aku akan pergi, jaga dirimu baik-baik disini ya" Pamit Allin

"Tentu, aku akan menunggu Tuan Putri ke istana lagi" Chena ingin menangis tapi ia menahan karena dayang dilarang memperlihatkan wajah sedih nya didepan keluarga kerajaan

✨✨✨✨✨✨✨✨

"Allin aku akan mengantarmu masuklah kedalam" Ucap Elsano menyuruh Allin untuk masuk kedalam kereta kuda

"Aku bisa pergi sendiri" Jawab Allin ketus dan melewati Elsano

"Jangan bodoh Allin ini sudah malam" Bentak Elsano

"Memangnya kenapa kalau sudah malam?. Jiwa ku telah menyatu dengan hutan, bahkan singa pun menunduk jika melihatku, setiap hari aku berada di hutan tidak ada yang mengkhawatirkanku kenapa kau tiba-tiba khawatir padaku?" Allin berbicara membelakangi Elsano

Elsano "Allin.... Kakak yang membawamu kemari jadi kakak harus mengantarmu kembali"

"Aku sudah bilang kalau tidak ya tidak! Aku bisa sendiri!" Bentak Allin lalu pergi meninggalkan Elsano

"Prajurit kejar Allin!" Perintah Elsano

Allin lari terbirit-birit dengan berbekal lentera ia berlari melewati pedesaan ia bersembunyi dibalik sumur tua yang berada di suatu desa

Prajurit yang tadi mengejarnya pun berlari menuju sumur, ketika prajurit maju Allin berjalan mundur agar tidak ketauan, tapi Allin tidak sadar jika dibelakangnya juga ada seorang prajurit langsung saja prajurit menangkap Allin dan membawanya pada Elsano

"Lepaskan aku!" Bentak Allin namun tak dihiraukan prajurit itu lalu menaikkan Allin ke kereta kuda bersama Elsano

Diperjalan hanya hening tanpa suara

"Mengapa kau bersikeras mengantarku kembali ke hutan? Tanya Allin tanpa memandang Elsano

"Kakak minta maaf, kakak hanya ingin pertemuan terakhir ini kau memaafkan kakak" Pinta Elsano

Allin "Semua yang telah terjadi tidak bisa diperbaiki lagi sebaiknya lupakan saja kejadian itu"

"Jika aku melupakannya apa kau juga akan melupakannya?" Elsano memandang Allin dengan serius

"Kakak pikir dengan tuduhan dan tamparan bahkan tidak ada belaan aku bisa melupakannya dengan mudah?" Allin menatap mata Elsano dengan rasa kesal

"Kakak melihatmu mendorong Jeni ke danau, maka dari itu kakak membela Jeni" jawab Elsano lesu pandangannya tertuju kebawah

"Kau tau selama ini aku tidak pernah berani kepada seseorang, apa kau tidak berpikir dulu kalau aku sampai kasar kepada orang lain berarti orang itu sudah keterlaluan? Tidak... Kau sama saja... Raja George sama saja, dari masa kakek berkuasa hingga sekarang bahkan calon penerusnya pun sama saja!"

Elsano menatap Allin ia merasa yang dikatakan Allin benar, ia menyesali perbuatannya tadi

'Aku melihat adikku sendiri ditampar oleh ayah dan aku malah melindungi orang lain? Jika aku meminta maaf pun percuma, bahkan jika aku berada di posisi Allin aku juga tidak akan bisa melupakan kejadian itu' Gumam Elsano dengan penyesalannya

"Allin kakak minta maaf, tak apa jika kau belum memaafkan sekarang, kakak hanya tidak ingin kau membenci kakak"

Tak dihiraukan oleh Allin, tapi yang diajak bicara malah mengambil pedang milik Elsano lalu menggoreskan ke tangannya darah keluar sangat banyak Elsano kaget dengan apa yang dilakukan adiknya itu

"Allin apa yang kau lakukan!"

Elsano memegang tangan Allin tapi ditangkisnya

Lalu Allin melompat turun dadi kereta kuda dan mendorong tubuhnya sendiri ke jurang

Terpopuler

Comments

Renata Maharani

Renata Maharani

keluarnya goblok semua

2022-11-22

0

lihat semua
Episodes
1 Baruna dan Banura
2 Beradatasi
3 Kemunculan Pangeran
4 Kemunculan Pangeran 2
5 Bertemunya Allin
6 Visual
7 Jeni
8 Cemooh Pelayan dan Pujian Pangeran
9 Pesta yang tidak menyenangkan
10 Pesta Yang Tidak Menyenangkan 2
11 Imajinasi Allin
12 Penyelidikan
13 Terungkapnya Dalang
14 Pembalasan Allin
15 Kerajaan Chandra
16 Kembali dengan penderitaan
17 Jiwa yang Satu
18 Berteman dengan Pangeran
19 Kembalinya Ke hutan
20 Bertukar nasib Kembali
21 Pertengkaran Raja dan Ratu
22 Penjelasan Takdir Allin
23 Ratu Celine dan Putri Allin
24 Hari Pertama Latihan
25 Mulai Mencintai
26 Api dan Air dari tubuh Allin
27 Hari Ulang tahun si Kembar
28 Azazel
29 Rencana Iblis
30 Rencana Bamgyu dan Allin
31 Best Actrees
32 Pertahanan Edward Goyah
33 Minum Teh berakhir Ciuman
34 Edward & Allin
35 Kedatangan Geovindra di Azazel
36 Sifat Asli Jeni
37 Cinta seorang Iblis
38 Peter
39 Terbunuh Iblis
40 Terbongkar Kejahatan Edward
41 Gadis yang siap Membalas Dendam
42 Elderflowers
43 Harimau Diego
44 Mengambil Elderflower
45 Kembali untuk Mengetahui kebenaran
46 Masa Lalu
47 Geovindra Telah berubah
48 Kota San
49 Bertemu Si Penjual Racun
50 Terjebak dalam Perangkapnya Sendiri
51 Barang mewah di Rumah Jeni
52 Hukuman Jeni
53 Sang Pelindung
54 Mendatangi Penjara Jeni
55 Kedatangan Edward di Hari pernikahan
56 Pertarungan Draco dan Edward
57 Pertemanan
58 Pesan Raja Charles
59 Mimpi buruk dan Pembebasan Jeni
60 Perjalanan ke Florian
61 Bertemu suku Florian
62 Kedatangan Diego dan Gerombolan harimau
63 Jeni dan Edward
64 Rahasia bawah Tanah
65 Menyadarkan Edward
66 Gadis yang mati untuk hidup
67 Cinta Edward kepada Jeni
68 Munculnya Arthur
69 Arthur kembali.
70 Portal menuju wilayah Azazel
71 Hukuman
72 Kedatangan Elsano dan Felix
73 Pertanyaan Sudah Terjawab
74 Alice in modern times
75 Menjelajahi Zaman Modern
76 The King of Bamgyu in Modern Times
77 Berita Sayembara
78 The Little Alicia
79 Kepergian Alice
80 Rumah Lama Allin untuk Alice
81 Wanita yang Malang
82 Jawaban Reinkarnasi Bamgyu Allin
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Baruna dan Banura
2
Beradatasi
3
Kemunculan Pangeran
4
Kemunculan Pangeran 2
5
Bertemunya Allin
6
Visual
7
Jeni
8
Cemooh Pelayan dan Pujian Pangeran
9
Pesta yang tidak menyenangkan
10
Pesta Yang Tidak Menyenangkan 2
11
Imajinasi Allin
12
Penyelidikan
13
Terungkapnya Dalang
14
Pembalasan Allin
15
Kerajaan Chandra
16
Kembali dengan penderitaan
17
Jiwa yang Satu
18
Berteman dengan Pangeran
19
Kembalinya Ke hutan
20
Bertukar nasib Kembali
21
Pertengkaran Raja dan Ratu
22
Penjelasan Takdir Allin
23
Ratu Celine dan Putri Allin
24
Hari Pertama Latihan
25
Mulai Mencintai
26
Api dan Air dari tubuh Allin
27
Hari Ulang tahun si Kembar
28
Azazel
29
Rencana Iblis
30
Rencana Bamgyu dan Allin
31
Best Actrees
32
Pertahanan Edward Goyah
33
Minum Teh berakhir Ciuman
34
Edward & Allin
35
Kedatangan Geovindra di Azazel
36
Sifat Asli Jeni
37
Cinta seorang Iblis
38
Peter
39
Terbunuh Iblis
40
Terbongkar Kejahatan Edward
41
Gadis yang siap Membalas Dendam
42
Elderflowers
43
Harimau Diego
44
Mengambil Elderflower
45
Kembali untuk Mengetahui kebenaran
46
Masa Lalu
47
Geovindra Telah berubah
48
Kota San
49
Bertemu Si Penjual Racun
50
Terjebak dalam Perangkapnya Sendiri
51
Barang mewah di Rumah Jeni
52
Hukuman Jeni
53
Sang Pelindung
54
Mendatangi Penjara Jeni
55
Kedatangan Edward di Hari pernikahan
56
Pertarungan Draco dan Edward
57
Pertemanan
58
Pesan Raja Charles
59
Mimpi buruk dan Pembebasan Jeni
60
Perjalanan ke Florian
61
Bertemu suku Florian
62
Kedatangan Diego dan Gerombolan harimau
63
Jeni dan Edward
64
Rahasia bawah Tanah
65
Menyadarkan Edward
66
Gadis yang mati untuk hidup
67
Cinta Edward kepada Jeni
68
Munculnya Arthur
69
Arthur kembali.
70
Portal menuju wilayah Azazel
71
Hukuman
72
Kedatangan Elsano dan Felix
73
Pertanyaan Sudah Terjawab
74
Alice in modern times
75
Menjelajahi Zaman Modern
76
The King of Bamgyu in Modern Times
77
Berita Sayembara
78
The Little Alicia
79
Kepergian Alice
80
Rumah Lama Allin untuk Alice
81
Wanita yang Malang
82
Jawaban Reinkarnasi Bamgyu Allin

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!