'Apakah aku harus pergi?... Tidak Allin jika kau pergi kau tetap menjadi Allin yang lemah' Batin Allin
"Sudah cukup! kau keterlaluan dengan Allin suamiku. setidaknya berikan dia waktu bersama kita walau hanya satu hari" Pinta Celine
Geovindra hanya terdiam jika istrinya sudah angkat bicara, karena Celine seorang ibu, ia tidak akan pernah tega jika putrinya diperlakukan seperti itu
"Sudah lah nak kau duduk saja kita akan makan bersama" Perintah celine kepada Allin dan saudaranya
Allin menuju kursi paling belakang disusul oleh Allan sebagai saudara kembarnya ia tak tega melihat Allin sendiri dan merasa kesepian, di sisi lain
Elsano menangis dalam hatinya, ia harus cepat menjadi raja agar penindasan yang diterima oleh adiknya tidak lagi ada.
Jeni melirik sang paman yang berada di belakang Allin 'Aku sangat puas sekali paman, bukan kah aku sangat pintar. hanya dengan tangisan saja raja membelaku', walaupun tidak tau apa yang dipikirkan Jeni tapi Jonh tau bahwa Jeni sedang merasa puas
'Bagaimana aku harus membalaskan ini semua' Batin allin lalu merasa pundaknya ada yang menyentuh Allin melihat belakangnya
'Bams'
"Kenapa kau ada disini?" Tanya Allin
"Saya adalah perdana menteri Putri, sepatutnya saya disini juga bukan?" Bukanlah jawaban dari Bamgyu melainkan Jonh yang menjawab
"Aku tidak berbicara denganmu" Kata Allin kepada Jonh
"Bams sudah tidak ada kursi disini, eumm mungkin kau bisa duduk bersebelahan denganku maaf jika kurang nyaman"
"Putri, anda berbicara dengan siapa?" Tanya Jonh heran dengan Allin
"Dengan teman ku" Jawab Allin
Allin menawarkan tempat duduk yang sama dengannya kepada Bamgyu, lalu mereka duduk bersebelahan
'Ck sepertinya gadis ini sudah gila karena terlantarkan' Batin Jonh melihat Allin duduk setengah kursi
Elsano melihat Allin duduk dengan aneh itu angkat bicara "Allin....kenapa kau duduk seperti itu?"
'Apa kakak juga buta? disebelahku jelas jelas ada pangeran mahkota chandra'
"Kakak... pangeran dari chandra ada..."
"Uhhukkk uhukkk" Perkataan Allin terpotong karena Felix
"Kakak kau baik-baik saja?" Tanya Allin
Felix terkejut apakah Bamgyu disini? dia menggunakan sihirnya? dan hanya Allin yang bisa melihatnya?
mengapa felix tau? Karena Bamgyu mengajarkan sihir itu kepada Felix juga
"Allin aku baik-baik saja sebaiknya kau duduk dengan benar" perintah Felix
"Tapi kak..."
"Tidak ada siapa-siapa disampingmu"
Jelas Felix
Allin melihat kesampingnya memang benar tidak ada siapa-siapa
'Loh... tadi Bamgyu ada disini'
'Astaga! apa karna aku memikirkannya? apa karna aku sudah baik dengannya? Ahh tidak tidak Allin berhenti memikirkan dia!' Allin menutup matanya frustasi
'Bams....jika ini bukanlah imajinasiku tolong keluarlah' Allin memanggil Bamgyu dari dalam hatinya
benar saja yang dipanggil muncul, Allin melihat disekelilingnya, mereka tidak ada yang sadar akan kehadiran pangeran mahkota kerajaan chandra
'Apa mereka tidak melihat bams? apa hanya aku? kalau begitu memang benar ini imajinasiku!'
"Tidak!! Pergi lah! pergi dari pandanganku!" Allin berteriak membuat semua orang tertuju padanya
"Allin kenapa?" Tanya Allan khawatir
Allin terdiam dan menatap makanannya.... sedari tadi ia belum makan dan terus memikirkan Bamgyu
"Tidak... aku tidak enak badan....mungkin ada sesuatu di makananku" Entah darimana pikiran itu datang yang membuat Allin berkata seperti itu
kemudian Allin pergi meninggalkan makan malam menuju ke kamarnya
"Tidak! Tidak mungkin aku memikirkanya"
"Dengan bodohnya aku menawarkan kursi ku kepadanya"
"Aduuhh Allin kau ini bodoh sekali!"
Allin mondar-mandir merutuki dirinya sendiri yang terlihat gila dan bodoh dihadapan orang banyak
di lain sisi
'Sial gagal lagi'
'Apa gadis itu tau jika ada racun?'
"Benarkah dimakanan Putri Allin ada sesuatu?" Tanya Geovindra
"Kenapa kalian diam saja! cepat periksa makanan Putri Allin!" Geovindra menatap tajam para pelayan istana yang tidak becus
"Mohon maaf yang mulia.... Makanan Putri Allin ada racun...warna nasi nya bahkan tidak seputih nasi yang lain" Jawab salah satu pelayan yang memeriksa makanan Allin
Geovindra berdiri dari tempat duduknya "Bagaimana bisa ada racun dimakanan Allin! kumpulkan pelayan dan juru masak untuk berkumpul di halaman depan!" perintah Geovindra
Para pelayan hanya bisa menelan saliva nya dengan kasar dan memanggil juru masak di dapur istana
Btw aku kebutin bikin ini cerita karna bentar lagi Ujian ga tau bakal ada waktu buat berimajinasi atau engga ehhe
ada perbaikan sedikit
Kalau suka boleh minta like nya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Yemina BR Ginting
oh trnyata itu mksd bams , untng sj
2021-06-01
2