"Jika makanan dicicipi oleh koki sebelum dibawa ke ruang makan tidak mungkin para koki menaburkan racun, karena pengawasan sangat ketat. kemungkinan besar racun itu ditaburkan saat dalam perjalanan atau saat dibawa pelayan sebelum dihidangkan"
Allin nampak berpikir ditempatnya berdiri, lalu ia menghampiri Chena dan membisikkan sesuatu "Tolong bawa makananku tadi di ruang makan" Bisik Allin pelan
"Baik Tuan Putri" Chena lantas berlari kecil menuju ruang makan
"Ada kah salah satu dari para pelayan yang menaburkan racun kedalam makananku?" Tanya Allin kepada para pelayan dan menghampiri tempat pelayan berdiri
"Tidak Tuan Putri kami tidak tau apa-apa" Jawab salah satu pelayan
"Tidak mungkin!"
Allin berjalan mondar-mandir didepan baris para pelayan dengan rotan ditangannya
"Seharusnya.... yang mencicipi makanan sebelum dihidangkan adalah para pelayan bukan seorang koki" Jelas Allin
"Ayah... mengapa koki yang mencicipi makanan?" Tanya Allin kepada Geovindra
"Karena hanya koki yang tau rasa makanan itu sudah pas atau belum dan tentu nya menghindari dari kejahatan seperti ini" Jawab Geovindra
"Tapi nyatanya masih ada seseorang yang menaburkan racun ke dalam makananku ayah.... seharusnya yang mencicipi makanan adalah pelayan, karena pelayan lah yang membawa makanan dari dapur menuju ruang makan, pelayan pula yang menghidangkan makanannya"
Melihat keberanian Allin mengeluarkan pendapatnya dengan menatap mata Geovindra, semua orang yang ada disana termasuk Geovindra merasa heran Sejak kapan Allin berani mengeluarkan suara lantang kepada Raja
Chena datang membawa nampan makanan Allin "Ini tuan putri" diserahkannya nampan itu kepada Allin dan diterimanya
"Aku bertanya Sekali lagi, adakah diantara pelayan memasukkan racun kedalam makananku?" Tanya Allin untuk yang kedua kalinya tapi tidak mendapatkan respon dari para pelayan
"Jika kalian diam berarti kalian menunggu kematian diri sendiri" Masih tidak ada yang merespon Allin mereka semua ketakutan, tapi perhatian Allin tertuju pada salah satu pelayan wanita ia tampak cemas dan banyak keringat di dahi
"Baiklah jika tidak ada yang menjawab. Aku akan memaksa kalian untuk makan makananku" Allin menyodorkan makanan dihadapan mereka
"AMPUNI KAMI TUAN PUTRI" teriak pelayan serentak sambil bersujud
Salah satu pelayan pria berdiri dan memberanikan diri untuk berkata kepada pelayan lain "Semuanya! tolong siapa saja yang tau tentang racun ini katakan lah aku masih punya banyak tanggung jawab untuk keluarga ku, banyak manusia tak bersalah akan mati jika kalian tidak jujur"
"Kau" Tunjuk allin kepada pelayan yang berani bersuara tadi, dan pelayan itu menunduk
"Tanyakan kepada pelayan paling ujung itu, bukankah gelagatnya sangat aneh?"
Pelayan tersebut juga merasakan hal sama, kemudian ia menghampiri pelayan yang berada di paling ujung
"Apa kau tau tentang racun yang ada di makanan Putri Allin?" Tanya Pelayan Pria itu
tapi hanya mendapat gelengan kepala sebagai jawabannya, merasa belum puas pelayan Pria tersebut bertanya dan bertanya terus sampai akhirnya kesabaran Allin telah habis, Allin menghampirinya dan menggantikan rotannya dengan cambuk.
dihempaskannya cambuk itu didepan pelayan tersebut, barulah pelayan itu mau membuka suara
"Ampun Tuan Putri saya tau tapi bukan saya pelakunya...ampuni saya tuan putri" Ucap pelayan wanita itu
"Kenapa kau tidak menjawab dari tadi?! kau hanya membuang-buang waktu ku disini! apa kau pikir pekerjaanku hanya mengawasi para pelayan?!" Bentak Geovindra
"Sekarang ceritakan apa yang terjadi tanpa meninggalkan 1 kejadian pun! Atau aku akan memaksamu memakan makanan yang kau hidangkan tadi" Ancaman Allin membuat pelayan itu menelan salivanya berat.
Kemudian pelayan itu menceritakan segalanya dengan sangat runtut, pelayan itu menunjukkan perhiasan dan beberapa koin emas yang diberikan perdana menteri jonh
Geovindra mendengar itu tak percaya untuk apa perdana menteri melakukan hal itu
'bagus...ini adalah kesempatanku untuk menyingkirkan manusia licik itu, aku yakin Jeni juga terlibat dalam masalah ini tapi dengan pandainya ia merencanakan taktik yang membuat dirinya aman sementara orang lain yang tersiksa'
"Ayah.... boleh kah aku yang memberikan hukuman untuk perdana menteri?" Tanya Allin
"Tentu saja" Jawab Geovindra lalu meninggalkan tempatnya
...****************...
"Perintahkan prajurit untuk menangkap dan merantai perdana menteri ke penjara bawah tanah!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments