Allin berjalan melewati tatapan para pangeran, Geovindra yang tadinya malu dan takut akan cemooh orang sekarang dia menatap kagum putri nya, betapa elegan bak putri raja yang sesungguhnya
"Selamat Ulang Tahun Ayah" Ucap Allin dengan senyum manis kepada Geovindra
"Iya terimakasih nak" Jawab Geovindra
sementara saudara laki-laki Allin sedang mengobrol dengan pangeran dari kerajaan lain
seorang raja berwibawa datang mendekati Geovindra
"Selamat ulang tahun teman!"
"Terimakasih Raja dari Chandra"
"Oiya aku belum memperkenalkan putraku kepada putrimu ini" Raja William dari kerajaan chandra
Seorang pria dari belakang raja william datang ke hadapan geovindra dan allin sontak membuat allin terkejut
"KAMU!!!" Allin
"Tidak perlu terkejut bukankah kau sudah tau jika aku seorang pangeran jadi tidak perlu heran aku berada disini sekarang" Jelas Pangeran Bamgyu dengan santai
"Kalian sudah mengenal?" Tanya William
"Ya aku sudah mengenalnya ayah" Jawab Bamgyu
"B-belum raja saya belum mengenal pangeran dari chandra" Jawab Allin gugup didepan william
William hanya tersenyum dan terkikih kecil melihat raut wajah Allin
"Kalau begitu kalian berkenalan dulu" Pinta Geovindra
"Tidak... maksudku aku punya janji dengan kakak kakakku ayah..., pangeran juga pasti memiliki janji dengan temannya" Allin meyakinkan geovindra agar dapat menjauh dari Bamgyu
"Iya tepat sekali, bagaimana kau tau? aku memiliki janji dengan Felix kita akan pergi jalan-jalan" Kata Bamgyu
"Apa?? Tidak! Kak Felix lebih dulu janji denganku"
"Hey hey mengapa kalian seperti anak kecil, kalian sama-sama memiliki janji dengan felix lebih baik kalian pergi bersama sama kan tidak masalah" Seru Geovindra
"Tidak A..." Belum sempat Allin melanjutkan perkataannya Jeni datang dengan sikap manja yang sama sekali tidak cocok dipakai untuk seorang gadis licik
"Ayah" Jeni
"Ayah mari duduk denganku, sedari tadi ayah tidak memperhatikanku" Ajak Jeni menarik tangan Geovindra pelan
"Sebentar nak ayah sedang berbincang dengan raja dari chandra" jawab Geovindra
"Tidak apa-apa aku akan pergi ke tempat hidangan" Balas William dengan senyuman
"Ayah aku ada sesuatu untuk..."
"Ayolah ayah!" Lagi dan lagi perkataan Allin terpotong karna Jeni menarik paksa Geovindra dan yang ditarik pun menurut
Allin terdiam ditempatnya air mata ingin sekali menetes,
'dia bukanlah ayahku tapi mengapa hatiku sangat sakit'
tanpa dirasakannya ia telah menangis, Bamgyu ingin sekali menghilangkan air mata itu dari wajah cantik Allin namun dia terlalu malu karna banyak orang dipesta.
Ratu Celine datang dan memeluk putri kandungnya yang tengah menangis
"Masih ada Ibu yang selalu mengingatmu nak tenanglah semua akan kembali seperti semula" Ucap Ratu Celine menenangkan anaknya
saat tenggelam dipelukan ibunya terasa ada yang mengganjal perasaan Allin
~Flashback off~
"Allin cepatlah kita harus ke pesta pokoknya" Teriak Elsano
"Iya kak aku harus memilih gaun" Jawab Allin
'Gaun yang elegan mungkin aku cocok memakai ini' Allin mengambil gaun berwarna merah menyala karna merah melambangkan bendera kerajaan george
"Maaf yang mulia, gaun ini untuk putri jeni" Kata Chena salah satu dayang khusus untuk Allin
"Apa! aku adalah putri asli dari george"
Allin tersadar dia sudah terbuang layaknya sampah dia kemari hanya atas permintaan saudara saudaranya
"Yasudah cari gaun yang sangat menawan dan terkesan elegan untukku yang pasti lebih cantik dari gaun ini" Perintah Allin
"Baik yang mulia"
~Flashback Off~
Allin melepaskan pelukan ibunya
"Ibu mengapa kau dan Jeni memakai gaun berwarna merah sementara aku memakai gaun berwarna merah muda" Tanya Allin
"Kau lebih cantik menggunakan Gaun ini putri" Sahut Bamgyu membuat wajah Allin merona
"Pangeran Bamgyu benar nak, dengan gaun ini kau banyak dipuji oleh para pangeran" Tambah Celine agar putrinya tidak bersedih
'Tapi ibu... bukan pujian dari orang lain yang ingin kudapatkan' Batin Allin yang terbaca oleh Bamgyu
Bamgyu mendekati Allin tanpa melepaskan pandangannya
"Pangeran Mahkota Bamgyu,, Bolehkah aku menitipkan putri ku padamu? aku yakin hanya kau yang bisa nenghiburnya saat ini" Ucap Celine menatap Bamgyu dengan keyakinan
"Tentu saja ratu, dengan senang hati saya akan menghibur Putri Allin" Kata Bamgyu di balas anggukan kepala Celine,
celine menatap putrinya dan mencium keningnya lalu pergi meninggalkan Allin
"Mari Putri kita berjalan-jalan" Ajak Bamgyu
tapi Allin terus memandangi Ayahnya yang tertawa lepas saat sedang bersama Jeni
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments