"Allin! allin!" Bamgyu berteriak memanggil allin didalam kamar nya tapi seseorang yang dipanggil tidak ada Bamgyu mencari sampai ke kolong meja dan kolong kasur pun tidak ada, dikamar mandi juga tidak ada, akhirnya Bamgyu memutuskan keluar istana dan bertanya pada penjaga satu demi satu penjaga memberi tahu keberadaan Allin
Ternyata Allin berada di atas batu dekat danau yang sering digunakan Bamgyu untuk melatih kemampuannya...
"ALLIN!" teriak bamgyu
"Oii disini disini" dengan santainya Allin menjawab seperti memanggil teman akrabnya
"Aku ada informasi penting. Turunlah dulu" Bamgyu mengangkat tubuh allin untuk turun.
"Sepenting apa?"
"Aku dapat informasi dari felix bahwa kerajaan george sedang mencarimu, bukankah lebih baik jika kita memberitahu mereka kalau kau ada disini" Bamgyu menatap Allin dengan lembut
"Tidak Bams tidak perlu...aku tidak mau ke istana itu aku mau kembali ke hutan, agar lebih cepat kau mengantarku kesana bagaimana?" Allin berbalik membelakangi bamgyu dan tersenyum jahil
Lalu Bamgyu "jika kau kembali kerumah mu... Kau juga akan dibawa ke istana, sia-sia aku mengantarmu"
"Tidak tidak.... Aku akan pindah, disana ada hutan pohonnya besar besaaarrr sekali" Kata Allin berbalik menatap Bamgyu dan mengisyaratkan pohon besar
"Aku akan tinggal disana karena tidak mungkin manusia memasuki area itu kan...."
"Baiklah aku akan menyuruh pelayan dan prajuritku membuat rumah disana untukmu, mari kita pergi sekarang" Bamgyu menarik tangan Allin tapi Allin menarik tanganya kembali
"Aku harus berpamitan kepada Ayah dan Ibu mu dulu"
Selesai Allin berpamitan dengan kedua orang tua Bamgyu, Allin berjalan menuju halaman depan ia melihat banyak sekali pelayan dan prajurit mereka sudah siap dengan kuda masing-masing dan terlihat tidak ada kuda lagi untuk Allin.
"Lalu aku naik apa bams!" Gerutu Allin
"Ini naiklah..." Bamgyu membawa kuda putih nya, lalu allin menaiki kuda tersebut
"Dimana kuda mu?" Tanya Allin kepada Bamgyu
Tapi Bamgyu malah menaiki kuda yang sama dengan Allin
"Ini kuda ku, kau pikir ini kuda nya siapa"
Mereka menaiki kuda yang sama,. Allin menjadi salah tingkah disepanjang perjalanan. Tidak ada yang memulai pembicaraan sampai mereka tiba di hutan yang allin maksud
"Bams.... Aku teringat sesuatu....dirumahku ada 1 barang berharga, bolehkah aku meminjam kuda mu sebentar untuk mengambilnya?"
Bamgyu "Tidak...jika kau bertemu dengan orang dari kerajaanmu bagaimana?"
"Aku akan cepat" Allin terburu-buru menaiki kuda kembali
"Allin berhenti!" Teriak Bamgyu lalu menaiki kudanya
"Aku akan ikut bersamamu" Bamgyu melajukan kuda putihnya itu menuju rumah allin
Sesampainya mereka, Allin dan Bamgyu masuk ke dalam rumah "Sebenarnya apa yang kau cari? Tidak ada barang yang terlihat berharga di rumahmu"
Bamgyu melihat-lihat rumah allin sampai pandangannya berhenti saat Allin membawa cermin
"Kau hanya mengambil cermin itu?, Katamu barang berharga" Kesal Bamgyu
"Ini sangat berharga bams aku akan menjelaskannya nanti ayo kita harus kembali dengan cepat"
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Bagaimana? Apa Allin sudah ditemukan?" Celine cemas ia terus menanyakan hal yang sama kepada dayangnya tapi sang dayang selalu berkata hal yang membuat perasaan celine semakin cemas
Celine mendatangi Geovindra dihalaman depan "Aku rasa kau sudah keterlaluan, kau menampar putrimu sendiri, sampai mati pun dia akan ingat apa yang telah kau lakukan padanya" kesabaran Celine sudah habis ia dituntut untuk menuruti suami nya tapi Geovindra sudah keterlaluan, ada perasaan bersalah dilubuk hati Geovindra
"Aku akan menemukannya, dimanapun dia berada dan membawanya kemari, aku berjanji" Kata Geovindra meyakinkan istrinya
{Penjara bawah tanah}
"Heyy biarkan aku keluar! Perutku sudah sangat sakit!"
"Maaf perdana menteri, putri allin memerintahkan anda untuk tetap disini apapun keadaanya"
Sudah berjam-jam Jonh menahan sakit perutnya itu akhirnya ia sudah tidak kuat lagi, ia mengeluarkan isi perutnya karna makanan yang dibawa Allin, prajurit dan penjaga yang berada disana tidak tahan dengan bau kotoran jonh mereka meninggalkan jonh sendirian dan menutup semua celah agar tidak ada kesempatan bagi jonh untuk keluar
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Tadi kau bilang ingin menjelaskannya padaku tentang cermin itu" Kata Bamgyu duduk di batu bawah pohon
"Jadi begini...." Allin menghampiri dan duduk disebelah Bamgyu
"Apa kau percaya dengan pertukaran nasib?"
Bamgyu mengerutkan keningnya "maksudnya?"
'Jika aku mengatakan semuanya apa Bamgyu akan membenciku? Seperti yang ada dimimpiku waktu itu'
Gumam Allin ia takut bamgyu akan membencinya mengingat sekarang hanya Bamgyu yang selalu ada untuk Allin
"Eumm tidak lupakan saja itu.... Jadi cermin ini untuk melihat apakah aku masih terlihat cantik atau sudah buruk rupa karna tak terurus"
Bamgyu memutar bola matanya malas "Aku kecewa dengan diriku sendiri yang menunggumu untuk menjelaskan seberapa pentingnya cermin itu"
"Kau pikir tadi aku tidak menjelaskannya?" Tanya Allin
"Tidak... Itu bukanlah hal penting, jika kau ingin melihat apa kau masih cantik atau sudah berubah menjadi kera, tanya padaku saja"
"Kenapa kau selalu menyamakanku dengan kera" Allin geram memukul pelan lengan Bamgyu
"Jika kau sedang kesal denganku, wajahmu terlihat seperti kera tau" Bamgyu menggoda Allin
"Maka jangan menggoda ku kau hanya akan merubahku menjadi kera dimatamu" Ketus Allin
Bamgyu tertawa pelan "Tapi aku suka jika kau menjadi kera bukankah itu sangat imut"
"Iya kera memang imut seperti kau" Allin berdiri membuang wajahnya dari Bamgyu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments