Allin dan Bamgyu menikmati makanannya. keheninganpun terjadi, hanya ada suara jangkrik dan hewan hewan yang berada di hutan itu, Cahaya Bulan dan Api unggun cukup untuk menerangi kegelapan malam dihutan
Bamgyu terus menatap Allin ingin rasanya mengatakan sesuatu namun ragu, sama seperti Allin, ia diam diam mencuri pandang untuk mengatakan sesuatu tapi diurungkannya
"Allin" Bamgyu akhirnya berani memecah kan keheningkan tersebut
"Ada apa?" Sahut Allin
"Emm aku harus pulang karna sudah malam orang tua ku pasti khawatir, tapi apa tidak masalah jika kau sendiri disini?" Bamgyu Merasa Iba
"Kau pikir aku penakut? aku berada disini sejak usiaku masih 7 tahun, bahkan ular yang ada di sini pun mengenali ku" Kata Allin menegaskan bahwa dia tak apa-apa jika sendiri
"Ya sudah jika kau membutuhkan ku panggil saja namaku" kata Bamgyu yang hanya dijawab dengan anggukan kepala Allin..
Bamgyu meninggalkan kediaman Allin tapi rasanya sangat aneh
'Ya sudah jika kau membutuhkan ku panggil saja namaku'
"Memangnya dia siapa sampai aku harus memanggil namanya. aku bisa melakukan sendiri lagipula aku belum tau namanya"
Allin pun tersadar sedari tadi ia tidak menanyakan namanya
"Bodoh sekali kau Allin! apa yang sedari tadi kau lakukan sehingga lupa tidak menanyakan nama pria itu" Ucap Allin kepada dirinya sendiri.
'Sudah lah daripada memikirkan yang tidak penting lebih baik aku tidur' gumam Allin dalam hati dan bergegas masuk ke dalam rumah
Allin menyalakan lenteranya ia tidak tau mengapa Allin Baruna yang asli ingin perpindah nasib dengannya
'dia berada di sini sudah 7 tahun dan baru bertukar nasib denganku 3 hari lalu, bukankah seharusnya dia sudah terbiasa dengan kehidupan di hutan? Aiiishh dia sangat merepotkan ku. Aku hidup dijaman modern kesepian dan bertukar nasib dengan orang jaman dulu juga masih saja kesepian!' Gumam Allin frustasi meratapi betapa menyedihkan hidupnya
Allin beranjak duduk di tepi ranjang dan berkutat dengan pikirannya kembali
'tapi tunggu! mengapa kita bisa bertukar tempat? apakah ada portal? seharusnya ada. baiklah aku akan mencari portal itu pasti masih berada di dalam rumah ini'
Allin keluar dari kamarnya ia mencari sesuatu yang terlihat berharga namun tidak ada sesuatu yang berharga melainkan hanya ada kayu bakar, baju bajunya dan beberapa makanannya
"Aduuhhh tidak ada barang berharga sama sekali disini. setega itu kah Raja George? ayah macam apa itu"
karena lelah Allin masuk ke dalam kamar ia tersadar bahwa kamarnya belum ia telurusuri
dan benar saja di laci meja ia menemukan cermin yang sama persis dengan cermin miliknya saat terjatuh waktu itu
"Ini seperti...... aaaa aku yakin saat aku ingin mengambil cerminku yang jatuh, wajahku terpantul kedalam cermin dan saat itu juga wajah Allin Baruna juga terpantul dia menginginkan kita bertukar nasib"
Yaa Allin sangat pintar jadi untuk hal seperti itu ia hanya menggunakan logika nya saja walaupun tidak yakin itu benar atau tidak.
"Semoga allin baruna sedang berada di depan cermin ada banyak hal yang ingin ku tanyakan"
Allin menatap cerminnya dan seketika ia berada di alam lain tidak ada sudut, tidak ada pintu tidak ada apapun. hanya gelap gulita dan cahaya yang menyinari mereka berdua.
"Putri Allin ada sesuatu yang harus aku tanyakan padamu"
"Tanyakan saja"
"darimana kau mendapat cermin ini, darimana kau tau bahwa cermin ini adalah portal dari masa depan?"
"Bukankah sebelum kita bertukar nasib aku telah bercerita dengan mu?, aku mendapatkannya saat aku membeli panah seorang kakek memberikan cermin itu kepada ku secara cuma cuma, oh maaf jika aku lupa menjelaskannya kakek itu berkata padaku bahwa jika aku tidak sanggup aku boleh bertukar nasib dengan orang dimasa depan lewat cermin itu. Allin darimana kau mendapat cermin ini?"
"Aku mendapatkannya dari gudang rumahku, terlihat masih bagus jadi aku mengambilnya saja"
"Oh baiklah...Adakah yang kau tanyakan lagi Allin?"
"Ya putri...kau sudah bertahun tahun dihutan seharusnya sudah menjadi kebiasaanmu bukan?"
"Ya memang benar aku sudah terbiasa hidup di hutan, aku memintamu bertukar nasib karena sebentar lagi adalah hari ulang tahun ayahku, saat itu aku slalu diundang ke istana, tapi...aku sangat lemah aku slalu dianggap remeh oleh masyarakat dan anak angkat ayahku dia bernama jeni"
"Jika semuanya sudah selesai... apa kau ingin kembali seperti semula lagi?"
"Ya jika memang itu takdir kita, Terimakasih karena kau telah mau membantuku"
keduanya meneteskan air mata dan saling berpelukan, cahaya yang menyinari mereka berdua telah redup Allin berbaring di tempat tidurnya
hai! Boleh minta like dan support nya? ini karya pertamaku semoga kalian suka 💙💙
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Little Peony
Like like like 🌻
2021-04-22
0