Bamgyu memegang tangan Allin dan menariknya pelan
"Allin... mari.."
"Pangeran bisakah kau menolongku? Tolong antar aku ke Ayahku, Dari awal aku datang tidak ada sambutan dari mereka hiks" Allin menangis dipelukan Bamgyu tentu saja para pangeran iri melihatnya
"Akan ada saatnya kau menghabiskan waktu bersama ayahmu Allin"
"Jika kau tidak mau pergilah biar aku saja" Kata Allin
"Bukan seperti itu, allin tunggu!" Bamgyu mengejar Allin untuk meredakan emosinya namun gagal Allin tetap teguh pendirian untuk menghampiri ayahnya
"Ayah... tidak ada kah waktu untukku? tidak adakah waktumu untuk menanyakan apa aku sudah makan, apa aku bahagia, bagaimana kabarku, dan apakah aku baik baik saja. hal sekecil itu mungkin membuatku sangat lega karna ayahku telah mengkhawatirkan aku, tapi tidak ayahku lebih perhatian kepada Dayang ini" Allin menunjuk Jeni yang berada disamping Geovindra
"Allin jaga ucapanmu!" Bentak Geovindra
"Kenapa? kenapa ayah lebih menyayangi putri orang lain? apakah karna aku terlalu memalukan untuk kerajaan ini?"
"Ya! yang kau katakan sangat benar, kau memalukan, sebaiknya kau pergi sebelum banyak orang mengetahui hal ini Allin" Ucap Geovindra membuat Allin hancur, seperti dunia telah berhenti.
"Suami ku kendalikan emosi mu!" Ratu Celine
Allin pergi meninggalkan mereka dengan menahan tangisnya diikuti oleh Bamgyu
tangis Allin pecah saat setibanya di Taman belakang
"Tenanglah Allin ayahmu dalam keadaan emosi tadi, kalian sama-sama dilanda emosi, memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" Bamgyu menyentuh pundak allin dan menenangkannya
"Tapi aku tidak pilih kasih pangeran"
"Bams....panggil aku Bams atau Bamgyu"
"Baiklah.... Bams, Terimakasih karna kau mau berteman denganku" Ucap Allin mengalihkan pandangannya
"Kata siapa aku mau berteman denganmu?" Ketus Bamgyu
"Lalu mengapa kau mau menemaniku keluar" Tanya Allin
"Aku hanya ingin menuruti kata hatiku" Jelas Bamgyu membuat Allin merasa bingung tapi tidak dipikirkannya
"Pergilah Bams" kata allin
Bangyu mendekat "Kau mengusirku?" Tanya Bamgyu sedikit berteriak
"Aku ingin sendiri"
"Cih dihutan kau sudah sendirian terus, diistana mu kau juga ingin sendiri?, Tidak aku akan tetap bersamamu" Kekeh Bamgyu,
mereka menghabiskan waktu untuk berbincang di taman membuat mereka lebih sekarang
...****************...
"Paman bagaimana agar gadis itu tidak pernah datang kesini lagi"
"Paman sudah merencanakan agar dia tidak datang ke pesta tapi gagal, cobalah gunakan sedikit otakmu itu Jeni" Kata Jonh sedikit kesal dengan keponakannya
...----------------...
malam ini waktunya untuk berkumpul keluarga ini kesempatan Allin untuk meminta naaf dan memberikan hadiah kepada sang ayahnya
mereka duduk dikursi yang telah disediakan, Kursi Allin berada disebelah Geovindra dan Celin, allin sangat bahagia bisa berdekatan dengan orang tuanya
Jeni datang mendorong tubuh Allin kuat
"Sopan kah begitu?" Bentak Allin
semua yang berada disana terkejut dengan perlakuan Jeni tapi Geovindra selalu memaklumi nya karena Jeni adalah yang terkecil
"Ayah tahun lalu Allin sudah berada disamping ayah, aku juga ingin merasakan duduk disamping ayah" Kata Jeni merengek
"Setiap hari kau dekat dengan ayahku apa itu masih kurang? Jeni! Tinggal satu hari aku disini setelahnya aku akan pergi lagi, tolong beri aku kesempatan untuk dekat dengan orang tuaku" Pinta Allin
'Tidak brengsek aku tidak akan memberi kesempatan itu padamu' Batin Jeni
Jeni memainkan perannya dengan sangat baik ia menangis didepan semua orang
"Allin duduklah dibelakang masih ada kursi" Kata Geovindra
"Apa? Bukankah sudah disetiap orang memiliki kursi, ayah ini adalah kursi ku" Bentak Allin
"Allin! sejak kapan kau berani membantah?" Geovindra tak mau kalah seakan-akan telah dibutakan oleh Jeni
"Sejak aku selalu ditindas, apakah ayah tau aku selalu ditindas oleh dayang ini? aku adalah putri asli dari darah daging raja george tapi ditindas oleh seorang dayang sialan apakah ayah tau? Tidak! Karena ayah sudah buta untuk melihatku"
Jeni mendekat dan memperlihatkan dirinya yang asli, ia menampar Allin sampai Allin tersungkur
semua saudara Allin membantunya berdiri termasuk Allan yang tak terima saudara kembarnya diperlakukan seperti itu
Allan mendorong Jeni hingga tersungkur juga ke lantai "Kau mengacaukan acara ini! sebelum kau datang acara ini baik-baik saja!" Bentak Allan kepada Jeni
Jeni menangis dan masih terdiam ditempat
"Allan! tega sekali kau dengan adikmu" Kata Geovindra
"Tega sekali ayah dengan putri allin" Allan tak mau kalah dia keluarkan senyum smirknya didepan geovindra
"Allin kaulah yang mengacaukan semuanya, jika kau mau mengalah semua akan baik-baik saja" Geovindra menyalahkan Allin atas kekacauan yang dibuat Jeni
Bagai panah yang menembus dada rasanya seperti Allin ingin pergi dari sana
'Apakah aku harus pergi?... Tidak Allin jika kau pergi kau tetap menjadi Allin yang lemah' Batin Allin
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Umar
crtanya terlalu halue,masak anak kndung di benci anak angkat di sayang, othor 2 kloe nghlue jngan klwtan bnget dong,hlue boleh tapi skdarnya aj
2022-05-13
0
Little Peony
Semangat selalu Thor 🌻
2021-04-22
2