"Perintahkan prajurit untuk menangkap dan merantai perdana menteri ke penjara bawah tanah!" Perintah Geovindra kepada kasim setianya
"Baik yang mulia" Kasim itu menjawab dan bergegas pergi
Geovindra berjalan menuju kamar Jeni untuk memberitahukan bahwa sang paman akan nenerima hukumannya karena telah memasukkan racun kedalam makanan Allin
Pintu besar dan dilapisi permata itu dibuka pelan Geovindra melihat Jeni sedang berada di depan cerminnya
"Jeni" panggil Geovindra
"Ayah" Jeni berlari memeluk Geovindra dan dibalas oleh nya, kemudian Geovindra melepaskan pelukan itu
"Ayah ingin memberitahumu bahwa, paman mu yang memasukkan racun ke dalam makanan Allin dan segera mendapatkan hukuman" Kata Geovindra
Jeni kaget 'Bukankah pelayan itu sudah dibayar agar tutup mulut. oh jadi kau ingin bermain main denganku pelayan rendahan' Gumam Jeni
"Tapi ayah.... bukankah Allin baik-baik saja? Jika tidak apa-apa mengapa paman harus di hukum?" Tanya Jeni
"Karena itu juga kejahatan, walaupun Allin tidak apa-apa" Geovindra
"Boleh kah aku meminta keringanan hukuman untuk paman ayah?" Kata Jeni lalu berekspresi sok sedih
"Ayah tidak bisa... karena yang memberi hukuman adalah Allin" Jelas Geovindra
Jeni kaget 'apa! berani sekali gadis sialan itu'
"Baiklah ayah aku akan menemui Allin nanti" Kata Jeni
......................
Didalam penjara, Jonh diikat dengan rantai besar sehingga ia nampak kesakitan, Allin datang dengan rombongan penjaga dan tentunya dengan Chena
"Semuanya sudah terungkap, Apa kau ingin bermain licik dengan ku Jonh?"
"Lancang sekali kau memanggil hanya dengan namaku!" Jonh menatap tajam Allin dan Allin hanya tersenyum
"Jangan mengalihkan pembicaraan, aku sedang bertanya padamu"
Allin mengambil makanan yang dibawa oleh Chena lalu menghampiri Jonh tapi tiba-tiba
"Allin!"
Yang dipanggil pun menengok ke belakang.
"Punya hak apa kau menghukum perdana menteri?" Tanya Jeni
"Aku?? Kau masih bertanya? ku kira kau pintar Jen.." Allin menjawab dengan santai seakan ia tidak mengerti Jeni sedang kesal
"Seharusnya Raja lah yang punya hak untuk menghukum seseorang!" Jeni berbicara dengan nada tinggi
"Apa kau pikir aku tuli jen? turun kan nada bicaramu itu!" Allin mendorong jeni hinggal tubuhnya terdorong ke belakang
Jeni terkejut dengan perlakuan kasar Allin
"Ya...memang raja yang berhak menghukum tapi aku juga punya hak karna manusia bodoh yang bukan lain paman mu ini telah meracuniku" Ucap Allin
"Berani sekali kau sialan!" Jeni berjalan dan tangan kanan bersiap-siap ingin menampar pipi Allin, Tapi tidak berhasil.
Allin menangkas tangan Jeni dan memutarnya hingga tubuh Jeni juga ikut memutar membelakangi Allin
"Aku tau kau juga ikut terlibat tapi aku masih berbaik hati padamu, jika kau ingin bermain denganku, baiklah aku menerimanya dan akan menjadi pemenangnya" Bisik Allin disebelah telinga Jeni, Lalu Allin mendorong tubuh Jeni hingga tersungkur, Para prajurit yang ikut dengan Allin menyeret Jeni untuk pergi atas perintah Allin
Jeni Meronta-ronta seperti orang kesetanan
"Hey berani nya kau menyentuhku!"
"Lepaskan Aku!"
"Awas kau sialan aku tidak akan pernah melupakan ini!"
Allin kembali menghampiri Jonh
"Jonh sedari tadi kau belum makan, Aku membawakan makanan untukmu sebaiknya kau makan, tenanglah aku anak baik seperti yang kau ketahui aku lemah aku tidak mungkin berani memberikan racun dimakananmu" Kata Allin
"Prajurit tolong suapi Jonh" Perintah Allin dan satu prajurit menyuapi Jonh
awalnya jonh sedikit ragu namun setelah Allin mengambil satu makanan Jonh dan memakannya Jonh langsung percaya bahwa tidak ada racun didalamnya
"Penjaga... jangan biarkan perdana menteri keluar dari penjara apapun alasannya!" Perintah Allin "Baik Tuan Putri" Jawab si penjaga penjara bawah tanah
kemudian Allin dan para gerombolannya pergi meninggalkan penjara
...****************...
~Flashback~
"Chena tolong ambilkan makanan dari dapur" perintah allin dan diangguki oleh chena
5 Menit kemudian
"Ini makanannya Tuan Putri" Chena meletakkan makanan didepan tempat duduk Allin
lalu Allin memberikan sebuah serbuk putih kedalam makanan itu
"Untuk apa tuan putri? apa anda ingin bunuh diri?" Tanya Chena khawatir
"Tidak chena... masih ada orang yang menyayangiku, aku tidak ingin membuat dia sedih, ini untuk orang lain" jelas Allin
"apakah itu racun tuan putri?
"Iya memang ini racun tapi tidak terlalu berbahaya, hanya saja penderita mengalami gangguan pencernaan"
"Putri ada satu lagi yang belum di berikan serbuk itu" Chena
"Ini untukku... tenanglah chena kau akan tau nanti, dan tolong jaga rahasia ini ya hanya kau dan aku yang tau, Ok!" Tutur Allin
Chena mengangguk dan tersenyum 'O...Ok?? apa itu' Gumam chena sambil berjalan dibelakang Allin
Haii....makasih ya yang udah Like 💙💙👐👐
maaf jika ada kesalahan dalam mengetik dan apapun itu semoga kalian suka hehe😁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments