Di kantor polisi si Reno bersama Robert menemui Kepala pendidik, dan Reno membuat laporan bersama tiem pengacara nya tentang ledakan kapal pesiar itu, bersama kuasa hukumnya Reno berjanji akan membayar semua ganti rugi atas musibah yang terjadi dua hari yang lalu, kluarga yang terkena ledakan itu akan mendapat kan santunan dari Klurga besar Mahesa, ada sebagian yang masih hidup dan di rawat di rumah sakit
"Bisa aku lihat daftar nama yang masih hidup? Aku kehilngan dua orang asisten ku"
"Baik tuan akan aku ambilkan"
Penyidik itu beranjak dari duduknya mengambil daftar nama korban dan memberikan daftar itu kepada Reno, Reno mulai mencari nama Jack dan Frans satu persatu, ia mencari nama itu di daftar korban tapi tidak ada satupun nama yang Reno cari.
Bagaimana Ren, sudah ketemu nama Frans dan Jack? tanya Robert prihatin
Reno menghela nafas berat ia menggeleng pelan dan menyodorkan daftar nama itu kepada Robert, Robert menerima daftar itu yang berikan Reno dan ia mulai mencari satu persatu nama Jack dan frans, ia membalik satu lembaran kertas lagi tapi tidak menemukan nama yang dicari, Robert melihat wajah Reno yang mulai suram, ada kesedihan di wajah sahabatnya
"Baiklah pak pol aku pamit dulu, biar semua di urus pengecara ku, aku akan mencari lngsung ke Rumah sakit"
"Baik Tuan Reno,, Terima kasih atas kedatangan nya"
Reno dan rombongan beranjak dari duduknya, sebelum pergi mereka berjabat tangan dengan para polisi dan penyidik, lalu mereka semua berjalan pergi meninggalkan kantor polisi.
"Kita harus cari kemana lagi Rin? tanya Robert perhatian.
Aku ingin ke rumah sakit dan melihatnya sendiri, apakah benar di sana ada Jack dan frans, aku tidak pernah percaya kalau belum melihat nya dengan mata kepalaku sendiri,," ucap Reno sambil berjalan melangkah dengan pasti, ia mengambil kacamata hitam dari saku celananya dan sudah bertengger dihidung mancung nya, Reno dan Robert masuk kedalam mobil dan mobil berjalan melintasi jalanan raya ibukota Italia.
Sejam kemudian mobil Reno sampai di depan rumah sakit 'Balimed' yang berada ditengah kota Italia, ia bersama beberapa anak buah nya mencari tahu tentang keberadaan para korban, Reno dan Robert sudah berdiri didepan resepsionis.
"Maaf suster dimana para korban kapal pesiar yang meledak 2 hari yang lalu ditempat kan"
"Boleh aku tau Anda siapa nya dan siapa yang ingin anda temui,,?"
"Aku Reno Mahesa, mencari dua Asisten ku yang bernama Jack dan frans apakah dia berada di rumah sakit ini,,?
"Dirumah sakit ini bnyak yang bernama jack dan frans, bisa jelaskan identitas nya?
Reno mengeluarkan ponsel dan memperlihat kan sebuah foto Frans dan jack, "Coba perhatikan foto ini apa ada dua orang Asisten ku di rumah sakit ini? tolong suster cek kembali jangan sampai ada kesalahan"
"Sebentar biar aku cek dulu" Suster itu mencari daftar nama yang Reno pinta
"Tidak ada daftar nama yang tuan cari tapi ada beberapa korban yang tidak diketahui identitasnya karena dia dalam keadaan luka parah"
"Bisa aku melihatnya sekarang,,? tanya Reno antusias
"Mari kami antar,,,"
Suster itu berjalan melewati lorong rumah sakit diikuti oleh Reno, Robert dan anak buah Reno menuju tempat ruangan rawat inap para korban, Suster itu berhenti disalah satu ruangan dan membuka pintu, Reno dan Robert masuk kedalam ruangan dan mengedarkan pandangan nya keseluruhan ruangan, banyak pasien yang terluka, Reno mendekati satu persatu pasien itu dengan tatapan haru, hingga mata Reno menatap sebuah ranjang yang berada diujung jendela, ia berjalan sambil terus mengamati Pria yang terbaring lemah tak berdaya dengan balutan perban disekujur tubuhnya, Reno terus menatap wajah yang hampir terlupakan, mulut Reno menganga tak percaya ia semakin mendekat dan sudah berdiri di pinggir ranjang.
"Jack,,,? ucap nya pelan
Pria penuh dengan luka disekujur tubuhnya adalah jack, Airmata Reno jatuh sudah mendapati tubuh yang hancur separuh bekas ledakan.
"Jack kau kah ini,,? Ya Tuhan,,, kenapa kau harus mengalami nasib seperti ini? Maafkan aku jack,," tangisan Reno semakin dalam, ia menangis bukan karena Pria lemah dan cengeng, tapi ia bersedih karena seorang jack mau berkorban nyawa untuknya padahal ia memiliki klurga, Reno merasakan betapa sakit hati istrinya bila harus melihat suaminya menderita luka yang sangat parah, tak ubahnya Reno mngalami yang sama Delena masih koma dan belum sadarkan diri, Robert menepuk pundak Reno menyadarkan kesedihan nya, seorang Dokter dan suster datang menghampiri Reno.
"Selamat Sore Tuan? Apa anda Tuan Reno Mahesa,,? tanya seorang Dokter
"Betul Dok,, "
"Kami di beritahu dari pihak penyidik akan kedatangan tuan,,"
"Bagaimana kondisi Anak buah ku?!
Dokter itu membetulkan kacamata nya, menatap jack yang sedang berbaring lemah dengan bnyak infusan dan perban disekujur tubuhnya
"Pria ini mengalami kelumpuhan, dan separuh badan nya hampir hancur, wajah nya pun rusak, kami harus mengoperasi wajah dan tubuhnya yang terluka dengan cara bertahap"
"Lakukan Dokter untuk kesembuhan anak buah ku, berapapun biayanya akan bayar asal ia bisa kembali dengan normal"
"Untuk kembali normal mungkin agak sulit tuan, karena ada sebagian yang sudah rusak, tapi kami akan berusaha sebaik mungkin untuk kesembuhan nya walau butuh prosesnya agak panjang" ujar Dokter Teo wakil kepala rumah rumsu
"Kalau begitu tempat dia di ruangan rawat inap khusus vip, dan masalah biaya biar pengacara ku yang urus, dan mereka semua yang terkena ledakan bom, perusahaan aku yang akan membiayai semuanya dan akan memberikan santunan kepada kluarga juga.
"Baiklah tuan akan kami urus semua para korban dan khusus untuk tuan jack akan kami prioritaskan"
"Ada satu lagi Dok,, Asisten ku bernama frans ada didalam kapal itu, apa mungkin dokter melihat nya? ini fotonya" Dokter Teo mngambil ponsel dari tangan Reno dan melihat foto frans dengan jelas. "Apa Dokter melihat foto ini dan dia berada disini juga,?!
Dokter Teo menggeleng "Seperti nya tidak ada dirumah sakit ini Tuan?!
Reno menarik nafas dalam, sepertinya ada kegetiran dalam hatinya, urat urat syaraf nya menegang menahan emosi, ia sedikit lega sudah bisa menemukan jack walau dalam keadaan luka parah, tapi frans bener benar tidak diketahui keberadaan nya, bagai hilang ditelan bumi.
Reno berjalan dengan langkah gontai menuju parkiran, ia masuk kedalam Mobil bersama Robert yang dengan setia mendampingi sahabat nya itu.
"Drett,, drett,, drett,,"
Suara ponsel Reno bergetar, ia mngambil dari saku celananya, dan telpon pun terhubung
"Hallo...
"Hallo Bos,,, kita sudah mendapatkan keberdaan komplotan yang ngebom kapal pesiar, orang orang kita sedang mengintai di lokasi"
"Bagus! kita habisi mereka semua malam ini juga! mereka harus hancur sampai berdasar nya,,!! hardik Reno dengan sorot mata tajam.
"komplotan mereka banyak dan pusat utama nya berada di Jakarta, orang orang kita juga sudah mengepung disana"
"Baik,,! malam ini aku habisi mereka dengan tangan ku sendiri! setelah semua beres, besok kita kembali ke Jakarta!
"Siap Bos,, laksanakan!
"Reno,, berhati hati lah, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik baik untuk mu, aku tidak ingin mendengarkan kau tinggal nama"
"Sialan kau! aku pasti kembali,, anak dan istri sudah menunggu! sekali lagi ku dengar kau berkata aku akan tinggal nama, ku Hajar kau!
Robert terbahak,, ia tau sifat sahabat nya yang tidak pernah main main dengan ucapan nya.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
@Bersambung
@Yuk Terus ikuti kelanjutan nya dengan cara like setelh membaca, kasih Author hadiah biar tambhin semngat, beri karya Author bintang 5,,, karena bintang nya menurun🙏 plis! jngn lupa komentar positif nya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 277 Episodes
Comments
Emy Budi
semoga frans selamat walau terkena ledakan tp masih selamat.
semangat thor lanjutkan
2022-08-12
0
Sudarsih Ariyanti
ap Mr x itu Arya ya
2022-08-01
0
Nailott
wow .macsn asia beraksi .semoga sukses. reno. untuk membasmi kejahatan.
2022-07-26
0