Tommy mengangkat tubuh Siska dan menaruhnya di atas sofa, ia begitu bingung dan panik mendapati Siska yang syok dan tiba-tiba jatuh pingsan
"Nona,, non siska,,? Panggil Tommy sambil menepuk nepuk pipinya pelan agar terbangun "Nona bangun lah,,," Tomy keluar dari ruangan Siska dan memanggil sekretarisnya yang bernama Luna
"Apa kau memiliki minyak angin?
"Untuk apa Tuan?
"Nona Siska pingsan,,,?
"Apa,,? Nona pingsan,,? Luna terbelalak kaget mendengar bos nya pingsan, karena ia tau bos nya itu seorang wanita yang kuat dan tegas
"Cepat berikan minyak anginnya, dan jangan lupa tolong buatkan teh manis hangat buat Nona siska"
Luna mengambil Tasnya dan mencari minyak angin dalam tas itu, "ini Tuan minyak anginnya, aku akan buatkan dulu teh manis hangat untuk Nona"
Tommy masuk kembali ke dalam ruangan kerja Siska, dan ia membalur kan minyak angin di bagian kepala hidung dan lehernya, memijit jemari tangan nya, membuka high heels siska dan memencet jempol kakinya agar cepat tersadar, luna datang membawa teh manis hangat.
"Bagaimana kalau dipanggil kan Dokter saja Tuan"
"Tidak perlu, sebentar lagi juga dia sadar, aku sedang memijit sarafnya agar Nona cepat terbangun dari pingsan"
Hanya berselang Satu Jam, akhirnya Siska terbangun dari pingsannya, Tomi dengan cekatan membangun kan tubuh siska dan menyandar kan tubuhnya pada punggung sofa
"Nona sudah tidak apa-apa kan? sudah lebih baik bukan? tanya tommy Penuh perhatian.
"Apa ada diperlukan lagi Tuan" tanya luna
"Tidak ada, keluar lah biar Nona Siska lebih tenang dulu"
"Baik Tuan,,," Luna keluar dari ruangan Siska dan menutup pintu itu kembali
"Tommy,,, hiks,, hiks,, hiks,,, Aku takut bagaimana kalau ayah dan kak Ramon mengetahui semua itu, sudah pasti mereka akan menyalahkan aku, aku harus apa? aku bingung,, tolong bantu aku" siska menyandarkan kepalanya pada dada bidang tommy, dengan penuh kasih sayang tommy mengelus lembut pucuk kepalanya.
"Aku janji akan membantu mu Nona, sabar ya kita cari solusi jalan keluarnya" kata Tomy menenangkan
Siska masih menangis terisak dalam dada Tomy, tangisan nya semakin dalam, Tomy merasa iba melihat siska begitu terguncang, dengan perasaan takut dan tak enak hati ia tepis semuanya, tomy memberanikan diri mendekap tubuh siska dan memberikan kehangatan, tanpa terasa mereka terhanyut dalam buaian itu, siska merasakan ketenangan batin dalam dekapan tubuh Tommy, ia bgitu tertekan dengan semua masalahnya, tapi Tomy sanggup menyentuh kalbu siska, tangisan siska terhenti manakala Tomy yang selalu memberikan ketenangan dan kedamaian dengan kata-kata yang manis, berjanji untuk membantu semua permasalahan nya saja ia sudah bahagia dan senang, kini siska amerasa tak sendiri.
"Ya sudah sekarang minum dulu teh manis nya biar tubuh mu nggak lemas" Tomy mengambil teh manis yang sudah hangat diatas meja, dan meminum kannya ke bibir siska perlahan dengan penuh kasih sayang
"Sudah Tom,,,,"
"Kenapa nggak dihabiskan kan ?" Tomy menaruh kembali gelas itu
"Bagaimana sudah sedikit tentang bukan?"
Siska mengangguk pelan, tubuhnya masih terasa lemas "kepala ku agak sedikit pusing"
"Bagaimana kalau aku antar pulang?
"Aku takut, bagaimna memberi penjelasan pada kak Ramon"
"Sudah kita pikirkan saja nanti, sekarang Nana aku antar pulang ke mansion, agar bisa istrahat"
Siska menggangguk, Tomy memakai kan kembali high heels nya "Apa kau masih lemas? biar aku tuntun ya, Nona diam dulu aku ambilkan tas nona" Tomy mengambil tas siska yang berada diatas meja kerjanya, memberikan nya pada siska, Tomy merangkul pinggang siska untuk membantu nya berjalan, hingga ia melewati ruangan luna sekertaris siska.
"Luna,, tolong kau selesai kan semua tugas , aku akan membawa Nona siska pulang"
"Baik Tuan,,, tapi Nona sudah tidak apa-apa, kan,?
"Sudah kau urus saja semua pekerjaan mu, kalau ada client yang ingin bertemu dengan ku, bilng aku sedang keluar kota, untuk berapa hari ini aku tidak akan datang ke kantor"
"Baik lah Nona" luna membngkuk memberi hormat.
Tomy terus berjalan pelan mengikut langkah siska tanpa melepas rangkulan nya kearah lift, "Tom,, kepala ku tambah pusing" kata Siska memegangi kepalanya yang pening "Mata ku berkunang kunang" ucap siska lemas, tanpa bnyak bicara Tomy lngsung mengangkat tubuh Siska, satpam penjaga pintu lift membantu membawa kan tas siska, lalu masuk kedalam lift.
Ting!
Pintu lift terbuka lebar, Tomy keluar dari lift sambil terus membopong Siska ala bridal, Tomy terus berjalan kearah lobby, siska masih sandar kan kepalanya di dada bidang Tomy sambil memejamkan mata, kedua tangan nya melingkar di leher Tomy, tubuh yang tinggi besar itu terus berjalan melewati karyawan yang menatap takjub pada seorang Bos dan Asisten Klurga Mahesa, Tomy tidak menghirau kan padangan mata yang tertuju padanya, di depan lobby seorang bodyguard membukakan pintu untuk Tomy dan Siska yang terlihat lemah, Tomy mendudukkan Siska di jok belakang bersama dirinya yang masih terus merangkul tubuh siska, Tomy meminta supir pribadi siska untuk membawa nya pulang ke Mansion.
Mobil terus melaju meninggalkan perkantoran milik keluarga Mahesa, di dalam mobil Tommy memberikan satu botol Air mineral untuk di minum Siska
"Minumlah dulu, kau lemah karena kurang banyak minum,," Tomy membuka tutup botol mineral itu dan meminum kannya kebibir siska, siska merasa tersanjung dengan kebaikan dan ketulusan hati Tomy, dadanya berdebar debar saat ia mendapat dekapan yang hangat dari seorang Tomy,
"Sudah Tom,,, mksih ya,," tersenyum manis
Siska mengakat kepala karena tidak enak berlama-lama berada di dadanya, karena ia takut tidak bisa menetralkan perasaannya dan jantungnya terus berdetak kencang, tapi dengan cepat Tomy menarik kembali kepala siska agar terus bersandar pada dadanya, aroma parfum maskulin menambah pesona seorang Tomy.
"katanya kepala mu sedang pusing, sudah tidur saja didada ku, nanti kalau sudah sampai Mansion aku bangun kan, Siska menarik nafas dalam dan dihembus kannya perlahan, tanpa diminta tangan Tomy mengelus lembut kepala siska, jantung Siska semakin berdebar, perasaan nya semakin gak karuan.
"Ya Tuhan Tom,,Kenapa kau lakukan ini padaku? kau terlalu baik untukku, Aku tidak bisa mengontrol perasaanku padamu, aku takut mencintaimu, aku takut saat aku sudah jatuh ke dalam pelukanmu kau akan menjauh dariku, karena aku tidak ingin terluka untuk yang kedua kali" bathin siska sambil menatap lembut wajah Tomy yang sedang menatap kedepan dengan serius.
"Ada apa menatapku seperti itu Nona? kata Tomy tiba-tiba, Siska terkejut karena mencuri pandang wajah tampan Tomy, ia tersipu malu-malu sambil menunduk kan wajahnya dalam, tersungging senyuman Tomy yang menggoda.
🌿🌿🌿🌿🌿
@Bersambung
@janhgan lupa terus dukung Author dengan cara LIKE setelah membaca, beri Author hadiah, sertakan juga KOMENTAR positifnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 277 Episodes
Comments
Emy Budi
hehe tommy akhirnya bs juga sm siska makasih ya thor makin bagus dan seru ceritanya tetap semangat
2022-08-12
0
Nailott
iyadeh .apa ksbar delrns baby kembarnya. dn gimsnw frans.,jsck. juga reno.
2022-07-26
0
Tatiastarie
mudah"an mereka berjodoh ya... ayo thor.... semoga semua masalah dpat terselesaikan.. ya...
2022-07-17
0