Mansion
Fanny begitu kesal dengan sikap Siska yang terlalu posesif dan menganggap nya masih seperti anak kecil, ia terus berlari dan mencari keberadaan Frans yang sedang berbicara dengan Tommy di depan teras mansion.
"Frans,,,"
Frans dan Tommy menoleh kearah fanny berjalan.
"Ayo kita pulang!"
"Kenapa terburu buru Non fanny,,,? Tommy bertanya pada fanny yang terlihat kesal dan emosi.
"Tapi Nona, tidak mungkin aku meninggalkan Asisten Tommy, disini masih repot dan belum selesai semua, banyak yang harus di bereskan"
"Tidak masalah frans, kau antar Nona fanny pulang, disini banyak orang yang membantu, aku hanya melihat pekerjaan mereka"
"Baiklah,,. kalau begitu, aku antar Non fanny pulang dulu" hmmm,, tapi tidak apa-apa aku tinggal duluan"
"Sudah sana pergi,, sebelum aku berubah pikiran" kata Tommy mengejek, frans tergelak, lalu tomy berbisik ditelinga frans "Cepat lah pergi, sebelum singanya ngamuk dan kau ajaklah Nona fanny jalan jalan, biar usaha mu semakin lancar"
"Hah,,,?! jadi kau sudah tahu, kalau aku dan Nona fanny___? ucapan frans menggantung
"Pasti lah tau, aku seorang pengamat, dari tingkah laku kalian berdua aku sudah paham, dan laki laki sejati tidak bisa di bohongi,,," ha-ha-ha,,, Tommy terbahak.
"Hah,,,! kau bisa saja" meninju bahu Tommy "Kau pun kapan mengakui kalau sedang jatuh cinta pada Tante Siska,," sindir frans terkekeh
"HAh,,?? kau tau darimana? Apa aku terlihat sedang jatuh cinta?! Tommy menggaruk alis nya yang tidak gatal
Hahahaha,,, kali ini Frans yang terbahak, begitu Dua Pria yang sedang kasmaran, bedanya Frans berani mengungkapkan karena fanny yang agresif, beda dengan Siska dan Tomy dua orang dewasa itu sangat jaim dan saling menjaga perasaan nya.
Tiiinnnn,, tiiiinnn,, tiiiinnn,,,
Suara klakson mobil terdengar nyaring, membuat Tommy dan frans kaget.
"Lihat wanita mu sudah menunggu, cepat lah Pergi,,"
"Oke,,, baik lah Bro,,,"
"Frans,,,!!
Tiba-tiba Siska memanggil frans, frans pun menoleh.
"Non siska, frans ingin mengantar Nona fanny pulang" kata Tomy mendahului
"Ada apa Nona Siska,,,?! tanya frans
"Baik lah, antar kan fanny pulang dengan selamat, kau jangan membawa nya pergi kemana mana, aku yang selalu menjaga fanny sejak kecil, jadi aku ikut bertanggung jawab"
"Baik Nona,, Aku akan antar Nona sampai Mansion dengan selamat" ucap frans menunduk kan kepalanya, lalu berjalan pergi meninggalkan siska dan Tomy.
"Nona Siska,, apa Nona ingin pulang sekarang? aku akan mengantarkan nya"
"Tidak usah Tom, aku akan pulang sendiri, sebelumnya aku ada acara di rumah temanku, sebelum pulang ke mansion aku mampir kesana dulu, jadi aku pulang sendiri saja,,"
"Baiklah Nona, berhati-hatilah dijalan, kemungkinan aku tidak pulang, Tuan Reno menyuruh aku menjaga mansion ini, Kalau ada perlu apa apa Nona bisa hubungi aku secepatnya"
"Baiklah terima kasih banyak Tom,,,," Siska tersenym tipis, ia memakai kacamata hitamnya, lalu berjalan pergi meninggalkan Tommy yang masih berdiri di depan Mansion.
@@@
Waktu terus berjalan, empat hari sudah Delena masih berbaring lemah diatas ranjang, Reno sudah tidak pernah lagi datang ke kantor, semua tugas dan pekerjaan kantor ia serahkan pada frans dan direktur di perusahaan nya.
Seorang Pria Paruh baya membawa tongkat di tangan kanan nya, ia masuk kedalam ruangan rawat inap Delena. dan ia terus berjalan mendekati ranjang Delena.
"Cucu ku,, apa yang sudah terjadi pada mu Nak? suara parau itu mengagetkan Reno yang terus terjaga disamping Delena.
"Kakek,,,?
Reno terperanjat kaget dengan kedatangan Mahesa yang tiba-tiba, ia lngsung beranjak dari duduknya mencium tangan Mahesa.
"Kapan kakek datang dari jerman?!
"Baru saja, dan kakek lngsung kemari"
"Silahkan duduk kek,,," memberikan kursi untuk kakek nya duduk.
Mahesa duduk dikursi yang diberikan Reno, dan menatap dalam wajah delena, wajahnya yang sudah keriput basah oleh airmata.
"Cucu ku, mengapa kau harus mengalami hal seperti ini? bangunlah Nak semua pada merindukan mu,,,," Mahesa mengelus lembut tangan Delena
Reno mengusap punggung kakeknya Mahesa, untuk mengurangi kesedihannya, Mahesa beralih menatap wajah Reno dari atas sampai bawah, seorang Reno Mahesa yang terlihat gagah, tampan, berwibawa, bahkan auranya terlihat dingin dan membuat orang takut menatapnya, semua itu hilang dalam sekejap, Mahesa menatap iba pada cucunya yang sangat ia sayangi.
"Ayo ikut aku, kita bicara di sofa" ajak Mahesa pada Reno.
Reno mengikuti langkah Mahesa dan mereka duduk bersama di sofa,
"Reno,, kenapa kau jadi begini Nak, Kakek nggak tega melihat dirimu seperti ini?" Reno hanya menunduk sedih sambil mengeratkan jemarinya
"Mana Reno Mahesa yang dulu? ayo lah Reno, berduka tidak akan membuatmu tenang, bangkitlah, apakah kau masih ingin seperti ini? diam dan terpuruk, coba kau pikir,, apakah istrimu Delena senang bila melihat dirimu seperti ini,,,?! kakek sudah mendapatkan penjelasan dari Dokter Iskandar mengenai kondisi Delena.
"Tapi kek,, aku tidak bisa melihat istriku seperti ini, aku merasa duniaku sudah berbeda tanpa Delena disisi ku" butiran bening sudah membasahi pipi Reno.
"Bila kau tetap terus seperti ini, bagaimana dengan semua perusahaan mu Reno! kau tidak boleh lemah, semua musuh-musuh mu akan tertawa melihat seorang Reno Mahesa terpuruk dan hancur! Kakek tahu kau sangat mencintai istrimu Delena, tapi kau tidak boleh lemah, kau harus bangkit dari keterpurukan Reno! ucap Mahesa berapi-api.
"Kek,, maaf kan aku,,,? aku telah mengecewakan Kakek, aku berjanji pada kakek akan merubah diriku lebih baik, tapi untuk saat ini aku masih berduka kek,,"
'Baiklah Reno,," Mahesa menepuk bahunya "Kakek mengerti kondisi mu, tapi jangan sampai merusak kesehatan dan perilaku mu, sebentr lagi Dr lskandar akan datang dan menjelaskan kondisi istrimu"
"Apa maksud kakek? Reno menatap bingung pada perkataan Mahesa.
Tak berapa lama Dokter Iskandar datang bersama Andini dan Ramon, beserta beberapa dokter lainnya, mereka masuk kedalam ruangan rawat inap Delena, Reno agak sedikit syok dan bingung kenapa klurganya hadir semua, Andini mengambil duduk disamping Reno dan semua sudah berkumpul duduk di sofa.
jantung Reno berdebar kencang, perasaan nya sudah tidak enak, ia menatap di sekelilingnya.
"Ada apa ini,,? kenapa kalian menatap ku seperti itu?! Reno lngsung berdiri dan mulai emosi.
"Sabar lah Reno,,? duduk lah, kau harus mendengar kan Dr Iskandar bicara" kata Mahesa memperingati.
Reno terduduk kembali, dengan perasaan kacau dan hatinya bertanya tanya.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
@ Bersambung
@ Yuk ikuti terus kelanjutan nya jangan lupa untuk LIKE setelah membaca dan bantu Author untuk VOTE/HADIAH, sertakan juga KOMENTAR positifnya 😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 277 Episodes
Comments
Yuli Nar
semoga yang dikatakan dokter keadaan delena ada perkembangannya walaupun belum sadar dr koma.
2024-09-28
0
Emy Budi
masih sedih aku bacanya tp tetap semangat dan setia . semoga author sehat selalu dan sukses biar terus buat cerita ini.
2022-08-11
1
Winda Tamburian
semoga delena cepat siuman...kasihan anakygmshdlm 😌😌
2022-08-08
0