Reno masih terus meratapi kesedihannya, iya terduduk lemas disebuah kursi samping ranjang. Membenamkan wajahnya diatas kasur dan terus berkata "Pulanglah istriku, sadarlah engkau. Jangan biarkan aku sendiri kesepian dan menderita tanpa adanya dirimu disisi ku! aku tidak sanggup jauh darimu apalagi harus kehilangan dirimu, sayang.." hiks,,, isakan tangisan Reno terdengar pilu dan menyedihkan. Rasa takut kehilangan istrinya telah membuatnya frustasi dan hampir kehilangan akal sehatnya.
"Apabila kau pergi, aku juga harus ikutmu pergi..?! ucapnya pelan.
"Mas Reno,,," Tiba-tiba terdengar suara lembut Delena memanggil namanya, Reno menoleh sumber suara itu, seketika ia terbangun dari duduknya. Ia melihat Delena sedang berdiri di depannya sambil tersenyum manis,
"Sayang benarkah itu engkau? Reno menatap tak percaya melihat Delena sudah bangun dari koma, "Delena kau sudah bangun? kau sudah tersadar dari koma? tanya Reno bertubi-tubi, sambil menatap wajah cantik istrinya tanpa berkedip. "Lihat anak kita sudah terlahir bukan? lihat perutmu sudah datar, pasti kau sudah melahirkan,," Reno meraih kedua tangan Delena, dan menciumi jemari tangannya, tersungging senyuman sumringah dibibir Reno, ia terlihat sangat bahagia.
"Sayang ku jangan bersedih lagi, jaga anak anak kita dengan baik" tutur Delena lembut, tersenyum lebar.
"Delena kau jangan berkata seperti itu, aku sangat merindukanmu, kita akan menjaga dan mengasuh anak-anak kita bersama. Aku sangat mencintaimu dan juga anak kita."
"Tentu saja sayang, akupun ingin bersama denganmu dan anak-anak kita"
"Kalau begitu ayo kita pulang sayang,, kita kembali ke istana kita yang baru, istana yang kubuat untuk mu dan anak-anak kita."
"Mas! Boleh aku minta sesuatu padamu?" menatap lekat manik coklat Reno.
"Tentu saja, katakanlah! aku akan mengabulkan semua keinginanmu, asal kau akan terus hidup bersamaku selamanya"
Delena masih tersenyum "Terima kasih Mas, aku hanya ingin kau cari ibuku untuk tinggal bersama di istana kita nanti"
"Tentu saja sayang,, aku pasti akan membawa ibumu kembali dan hidup bersama kita, kita akan bersama-sama mengurus anak kita"
"Satu lagi permohonan ku Mas, jangan pernah kau bersedih atau meratapi nasibku lagi, aku akan selalu ada bersamamu, dan menemani hari-harimu bersama anak-anak kita"
"Iya sayang..." Reno sangat bahagia dan mencium lembut kening istrinya.
"Berjanjilah padaku mas, kalau kau tidak akan menangisi diriku lagi dan terus meratap sedih, aku sangat menderita bila kau terus bersedih, kau harus kuat dan kembali bekerja lagi, urusi semua usaha bisnis mu mas, Mama,, Papa,, juga kakek sangat membutuhkan dirimu, bila kau terus terpuruk seperti ini kasihan mereka semua, kau tulang punggung keluarga Mahesa, dan kau harapan mereka satu-satunya, bangkitlah Mas,, aku sangat menyayangi dan mencintaimu selamanya"
"Iya sayang, Mas berjanji akan kembali bekerja dan mengurusi semua bisnis-bisnis Mas, tapi kau pun harus berjanji tetap ada disisiku dan jangan pergi lagi, aku sangat mencintai dan merindukanmu,," Reno memeluk erat tubuh Delena yang harum bunga melati, sangat erat seakan tidak ingin terpisahkan lagi dari sang istri.
Suara derit roda masuk kedalam ruangan rawat inap Delena, dua orang perawat yang sedang bertugas sore itu berjalan mendekat kearah ranjang Delena, dua orang perawat itu saling bersitatap saat melihat Reno tertidur pulas di atas pembaringan sambil memeluk tubuh Delena.
"Tuan,,," panggil Suster itu pelan dan sangat hati-hati.
Reno yang mendengar panggilan namanya langsung terbangun dari tidurnya, ia melihat dirinya tertidur diatas ranjang istrinya. Mata Reno menatap tubuh istrinya yang masih berbaring lemah diatas ranjang, Reno menoleh pada kedua perawat yang berdiri disisi ranjang.
"Maaf Tuan Reno, mengganggu sebentar. kami ingin membersihkan tubuh Nyonya Delena, ia harus dilap tiap pagi dan sore hari" ucap seorang suster tersenyum ramah.
Reno yang baru terbagun dari tidur lelapnya terlihat linglung. Mata Reno kembali menatap pada istrinya "Delena! Delena,, bangun sayang, kau sudah tersadar bukan? suster, tadi kulihat istriku sudah berdiri dan berbicara padaku. Istriku sudah sembuh sus,, sudah pulih dan kembali normal." wajah Reno berbinar cerah, kedua Suster itu saling bertatap dan merasa bingung mendengar ucapan Reno.
"Maaf tuan Reno, tadi kulihat istri anda masih berada diatas ranjang dan Belum sadar sama sekali dari komanya" suster Itu menjelaskan.
"Apa,,,?! tidak mungkin suster! Reno menatap tajam dua suster didepan nya "Tadi aku berbicara langsung dengan istriku, bahkan bisa menyentuh dan memeluk tubuhnya, kami berbicara disini! ucap Reno meyakinkan kedua Suster itu.
"Tapi Tuan,, tadi pas kami masuk tidak melihat Nyonya Delena bangun dan berbicara dengan Tuan, malah kami melihat tuan sedang tertidur diatas ranjang sambil memeluk Nyonya Delena. Sekarang tuan lihat sendiri bukan? Nyonya tidak bergerak sama sekali" Suster itu terus meyakinkan Reno.
Reno seakan baru tersadar, kalau yang dikatakan Suster itu benar, ternyata Delena belum juga bangun dari komanya, Ia terhenyak kaget tak percaya apa yang sudah ia alami tadi, Reno terus menatap wajah istrinya dan menyentuh perutnya yang masih membuncit
"Ya Tuhan berarti tadi aku bermimpi bertemu dengan Delena? ia datang dibawah alam sadar ku, dan dia datang kepadaku untuk membuat suatu perjanjian,," gumamnya lirih
Reno turun dari ranjang, tulang-tulang Reno seakan rapuh, tubuhnya sempoyongan, kakinya tidak sanggup lagi berpijak untuk menopang tubuhnya yang lemah, untung kedua Suster itu memegangi tangannya agar Reno tidak terjatuh ke lantai.
Reno melepaskan kedua tangan Suster itu dan kembali memandangi tubuh Delena.
"Bangun Delena,,,! teriak Reno lantang "Apa yang sudah kau lakukan padaku!" masih berteriak dengan lantang, emosinya sudah tidak terkendali "Delena cepat bangun! apa kau tega melihat aku seperti ini,,?!
Kedua Suster itu terkejut dan panik melihat tingkah anak pemilik rumah sakit itu.
"Tuan,, tuan,, sudah tuan jangan seperti ini? kasihan Nona Delena!" ucap Dokter Iskandar yang sudah berada di tempat itu dan berdiri di samping Reno "Tenangkan hati Tuan, kalau tuan tidak bisa mengendalikan emosi, akan berakibat buruk pada kondisi Nona Delena, pikirkan lah,,!" ujar Dokter Iskandar menenang kan Pria yang sudah hilang kendali. Dokter Iskandar merangkul tubuh Reno dan berjalan kearah sofa. Mereka duduk bersama, Reno menangis sesenggukan dan tangisan nya semakin dalam.
"Aku bersumpah tadi aku berbicara langsung dengan istriku Delena, bahkan ia menitipkan pesan untuk mencari ibunya dan menyuruh ku berjanji untuk tidak bersedih lagi,,"
"Itu adalah amanah, turutilah perintah istrimu karena bisa jadi ia mengetahui keberadaan kita disini, walau ia dalam kondisi tidak bisa bangun dan melihat, setidaknya Nona bisa merasakan kesedihan dan duka kita, terutama kau suaminya."
"Dokter! lakukanlah secepatnya operasi sesar untuk istriku, aku tidak ingin anakku Kenapa-napa. Mungkin dengan kehadiran anak ku, Delena bisa kembali bangun dari komanya, dan mendengar tangisan bayinya ia akan tersadar dan bangun dari koma."
Dokter Iskandar bernafas lega, dia tersenyum pada Reno "Baiklah kalau begitu tuan Reno, aku akan laksanakan secepatnya operasi sesar Nona Delena." imbuh Dr Iskandar sambil menepuk pundak Reno.
🔥🔥🔥🔥
@Bersambung
@Yuk terus ikuti kelanjutan nya dan jangan lupa untuk LIKE setelah membaca, bantu Author untuk VOTE/HADIAH sertakan juga KOMENTAR positifnya 😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 277 Episodes
Comments
Yuli Nar
lanjut
2024-09-28
0
Emy Budi
alhamdulillah akhirnya Reno menyetujui operasi caesar untuk kelahiran anak pertamanya. terima kasih author. semoga dgn operasi tsb Delena akan sadar dari koma dan anaknya akan selamat pula .
2022-08-11
0
😘😍 fans girl RAP LINE 😍😘
duh thor napa s2 nya ni, isinya irisan bawang sih thor sumpah bikin nyesek tau gk sih thorrr 😩😩😭😭
2022-08-09
0