Pagi itu Reno membuka laptopnya yang sedang berada di ruangan rawat inap Delena, karena pagi ini adalah hari peresmian kapal pesiar yang berada di Itali, Reno terpaksa tak bisa hadir karena berduka dengan keadaan istrinya, melalui streaming dilaptop Reno bisa melihat aktivitas yang berada di kapal pesiar Itu, acara pun terus dimulai dan berjalan dengan lancar, ia melihat Frans dan beberapa pejabat penting di perusahaannya berada didalam kapal menyambut para tamu undangan dari berbagai negara, yang diundang hari itu, acara masih berlangsung Reno terus mengamati para pekerja yang berada disana, tiba tiba ponsel Reno berbunyi nyaring yang berada disamping laptop, ia langsung mengangkat dan menerima telpon itu.
"Hallo,,, bagaimna keadaan disana?
"Tuan,,, saya ingin melaporkan" ucap seseorang diujung telpon dengan suara tergesa-gesa, seperti ada berita yang membuat Reno penasaran.
"Melaporkan apa?! Katakan lah!"
"Ada sesuatu yang mencurigakan di dalam kapal pesiar!
"Bukankah persiapan sudah cukup matang, tapi mengapa masih ada juga yang mencurigakan,,? dimana para keamanan yang lain?
"Ada tuan, Anak buah kita tak sengaja menemukan sesuatu dilantai bawah dekat penyimpanan barang, semua itu mencurigakan"
Apa maksud mu,,? mencurigakan bagaimna?! tanya Reno penuh selidik
"Anak buah kita, menemukan bahan peledak di sebuah gudang
"Apa,,,?! apa kau yakin itu bahan peledak?!
"kami sudah memeriksanya tuan, kami yakin kalau itu bahan peledak, yang kami takutkan ada sekelompok orang menaruh bahan peledak disemua tempat, sementara acara peresmian gunting pita satu jam lagi, sekarang masih acara penyambutan Tuan,,"
"Ya Allah,, kenapa semua jadi begini? Siapa yang berani melakukan ini disaat kondisi ku sedang terpuruk" Reno meratap sedih, seakan tulang belulang nya rapuh.
"Cepat kalian periksa semua tempat, dan selusuri satu demi satu ruangan yang mencurigakan, kita harus menjaga keselamatan para tamu dan undangan, aku yang harus bertanggung jawab disini, siapa yang sudah berani menaruh bahan peledak di kapal pesiar ku! akan aku hancurkan sampai kedasarnya! teriak Reno berapi-api.
Baiklah Tuan, tapi waktu kita tidak banyak dan anak buah kita hanya 70 orang, mereka terus berpencar, sementara penjaga keamanan dari itali bertugas menjaga keamanan jalannya peresmian diposisi depan"
"Ahh,,, Reno menarik nafas dalam dan dihembus kannya kasar "Aku akan suruh orang ku melacak bom itu, ada banyak orang mafia ku seorang penjinak bom yang sudah terlatih, dan bisa merusak sistem agar bom itu tidak meledak"
"Lakukan lah Tuan, waktu kita tak banyak, akan aku laporkan kembli setiap ada yang mencurigakan"
Setelah ponsel itu mati Reno menghubungi anak buahnya yang berada di markas mafia untuk datang ke rumah sakit.
"Hallo Tuan,,," panggil seseorang di ujung telpon
Reno pun menceritakan yang baru saja terjadi di lapangan dengan kelompok mafianya, mereka pun terperanjat kaget dan tak percaya
"Cepat kau datang ke Rumah sakit dalam waktu 15 menit, karena waktu kita tak banyak, kau harus lacak setiap tempat untuk menghentikan bom itu agar tidak meledak"
"Baik Tuan aku akan naik motor agar cepat sampai"
Reno terus menghungi Frans yang posisinya berada didepan bersama para tamu, tapi sayang telpon tidak diangkat walau Reno sudah berkali kali menelpon nya.
15 menit telah berlalu, dua orang anak buah Reno yang bekerja sebagai penjinak bom di komplotan mafianya sudah datang kerumah sakit, Reno tidak bisa meninggalkan ruangan rawat inap Delena, jad mereka bertiga mulai bekerja diruangan tamu, terus memonitor keadaan dikapal pesiar itu dan mereka sudah terhubung oleh anak buah Reno yang berada di Itali.
"Cepat kalian cek ada dibagian mana saja bom itu berada, sebelum bom itu mengenai orang-orang tidak berdosa!' kata Reno cemas, matanya tak lepas dari layar monitor, wajahnya terlihat pucat pasi, Reno beberapa kali mengusap wajahnya kasar dan kepanikan terus terpancar dari wajah Reno yang memiliki garis tegas diwajahnya, anak buah Reno yang menjinakkan bom sudah terlatih terus memberi petunjuk pada anak buah Reno yang berada di Itali untuk menon aktifkan bom itu.
"Dapat,,! pekik karyawan Reno yang bernama hendra.
"Bagaimana? ada berapa banyak pecundang itu menaruh bom dikapal ku? gertak Reno
"Yang terlihat ada 6 tempat, dan ini warna tanda warna merah dilayar monitor tempat keberadaan bom"
"Cepet kalian hubungi pada mereka yang berada di itali, agar cepat dilaksanakan pemutusan kabelnya, dan kalian kasih mereka petunjuk, aku tidak ingin banyak korban yang mati sia sia"
"Laksanakan Tuan,,,"
Dua orang mafia itu terus bekerja keras, dan mereka terus terhubung melalui telpon pada anak buah Reno untuk menjinak kan bom.
Tring,, tring,, tring,,
terdengar suara ponsel Reno yang berdering, dengan cepat Reno mengangkatnya terlihat nama Frans di layar ponsel
"Hallo Frans,,,"
"Maaf tuan tadi aku sedang bersama tamu dan pejabat dari perusahaan Itali, tidak mendengar ponsel berdering, ada apa Tuan? Disini berisik Tidak kedengaran" terdengar suara hiruk pikuk dari ujung telepon Frans
"frans,, di kapal pesiar ada bom! teriak Reno memperingati
"Apa Tuan? tidak kedengaran disini berisik"
"Ada bom kau berhati-hatilah"
"lebih baik Tuan lewat pesan saja memberitahunya, pasti dia bisa membacanya karena di sana sangat ramai tidak mungkin mendengar suara tuan"
Reno memutuskan hubungan telepon dengan Frans dan mulai mengabarinya lewat pesan whatsapp.
"Waktu terus berjalan hampir mendekati 1 jam untuk peresmiannya, dua orang penjinak bom terus melacak dan memberi petunjuk pada orang orang yang bekerja pada Reno di itali, keringat jagung keluar dari dahi mereka, dan ketegangan mulai terlihat dari wajah penjinak bom
"Yes,,, berhasil,,! seru hendra "Kita sudah memutuskan kabel bom itu dan anak buah tuan disana bisa mengerti untuk menjinakkan bom"
"Alhamdulillah,,," Reno berucap syukur dan bernafas sedikit lega
"Tunggu Tuan! ucap penjinak bom satunya "masih ada satu yang belum terlacak"
"Apa,,,? Reno tercengang, seketika ketegangan terpacar diwajah Reno "Dimana posisi satunya" tanya Reno penuh selidik
penjinak bom itu menggeleng kepala seakan ia sudah menyerah karena waktu sudah tidak memungkinkan "Bom itu berada bawah panggung podium tempat berkumpulnya orang-orang"
"Apa,,,?! Reno hampir tak kuat menahan tubuhnya yang semakin lemas karena syok.
"Frans ada disana,,,! pekik Reno, menahan getir dihatinya, dadanya bergemuruh, bibirnya bergetar, butiran bening sudah menetes membasahi pipi Reno.
"Frans.......??????
@Bersambung
@YUK IKUTI TERUS KELANJUTAN NYA, JANGAN LUPA UNTUK
@LIKE
@HADIAH
@KOMENTAR POSITIFNYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 277 Episodes
Comments
evi epriatni
bener kan frans lah yg akan menggantikan posisi reno sbg korban dr bom itu
2022-08-13
0
Emy Budi
aduh jgn meledak tuh bom author jinakan bom yg 1 itu ya . plisss
2022-08-11
0
Iren
aduuuh seius...jadi ikut dek dekan,berhasil untuh author..👍👍
2022-08-04
0