Malam itu frans dan Tommy berkumpul di Rumah Sakit di ruangan khusus klurga Ramon, mereka sedang membicarakan perencanaan peresmian Mansion baru Reno dan Delena yang akan dilaksanakan besok pagi di hari weekend, para pejabat dan orang orang penting berikut pengacara yang berada di perusahaan Reno pun turut hadir mengikuti acara meeting kluarga.
"Malam Tuan besar? Nyonya besar,,?, Sapa frans membungkuk memberi hormat, frans duduk diantara mereka semua yang sudah berkumpul.
"Selamat Malam Tuan Besar, Nyonya?" Maaf saya terlambat, ucap Tommy membungkuk memberi hormat.
"Tidak Tommy, baru saja akan dimulai, duduk lah,,,"
Setelah Tommy duduk disamping frans, Ramon mulai berbicara.
Selamat malam semua, kami sebagai orang tua Reno dan Delena, saat ini kami kluarga besar Mahesa sedang berduka, karena musibah yang dialami mantu kami Delena, besok adalah peresmian Mansion baru Reno, acara tetap dilaksanakan karena undangan tidak mungkin di batalkan, saya mohon kerjasama nya untuk peresmian dan acara Anniversary Reno dan Delena, saya dan istri yang akan mewakili acara besok, sambutan para tamu undangan harus tetap di lakukan dengan meriah, saya tidak ingin membuat malu Reno selaku CEO di Perusahaan terbesar di Asia, jadi saya pinta sekali lagi kerjasama pada rekan yang terlihat dalam acara besok.
"Baik Tuan besar, kami akan menjalan kan tugas dengan baik"
"Baik,, Terima kasih, meeting ini saya tutup, sampai bertemu besok"
"Tuan apakah kami bisa menengok Tuan dan Nyonya" kata salah seorang petinggi di perusahaan.
"Mohon maaf, bukan kami melarang kalian untuk menengok anak kami Reno, tapi Dokter melarang siapapun untuk berkunjung demi kebaikan Reno dan istrinya, kecuali klurga sendri"
"Baiklah Tuan, kami hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk kesembuhan Tuan Reno beserta istri, kalau begitu kami pamit pulang"
Setelah selesai Mereka semua pamit undur diri, tinggal asisten Tomy, Frans, dan Ramon yang berada disana bersama Andini, fanny dan siska.
"Tuan Besar,, boleh aku menemui tuan muda sebentar, ada hal penting yang harus aku bicarakan"
"Baiklah, temui Reno dan ajak dia bicara, tenang kan hatinya frans, aku takut Reno kehilangan jati dirinya, ia jadi pemurung dan tidak banyak bicara, aku takut Reno depresi"
Frans beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu.
"Aku ikut,," fanny yang tiba-tiba ikut berdiri.
"Fanny sudah jangan ganggu kak Reno dulu, Frans ada perlu ingin bicara empat mata sama kakak mu," ucap Ramon memperingati
Fanny mendengus kesal dan duduk kembali ditempat nya, sambil mengerutkan bibir.
Frans berjalan kearah ruangan rawat inap Delena, sampai didepan pintu dengan pelan penuh hati hati Frans membuka pintu dan berjalan masuk kedalam, ia melihat Reno sedang duduk disamping Delena.
"Malam Tuan,," ucap Frans pelan hampir setengah berbisik, karena ia tidak ingin mengagetkan Reno yang masih saja diam melamun, frans menatap iba pada Tuannya, wajah Reno sembab dengan Airmata, tubuhnya terlihat lemas, Aura wajahnya sangat berbeda seperti bukan Reno Mahesa yang terlihat gagah, tampan, percaya diri dan memiliki tatapan membunuh pada setiap lawan nya.
"Frans kau sudah datang?! ucap nya dengan suara pelan dan pandangan kosong
"Bisa bicara sebentar tuan?
Reno mngangguk, lalu berjalan kearah sofa dan mendudukkan tubuhnya di ikuti frans.
"Bagaimana frans? Apa kau sudah menemukan pelaku dalam ponsel istriku,,"
"Masih di proses tuan, tadi pagi sudah kebagian IT untuk mencaritahu nomor siapa yang terhubung di ponsel Nona, tadi sore aku tidak sempat kembali lagi ke kantor karena tadi harus bertemu dengan client"
"Baiklah, aku tunggu kabarnya besok"
"Tuan,, maaf, tadi saat rapat para petinggi di perusahaan cabang menanyakan bagaimana dengan peresmian kapal pesiar di Itali? Karena keadaan Tuan sedang tidak memungkinkan untuk datang kesana"
"Seandainya istriku belum bangun dari koma, aku tidak akan datang, kau yang harus mengganti kan posisiku"
"Aku Tuan,,?! Tapi masih ada wakil Direktur yang bisa menggantikan posisi tuan,, rasanya aku tidak akan mampu menggantikan posisi tuan walau hanya sementara"
"Tidak frans, aku menunjuk dirimu, kau lngsung yang aku tugaskan untuk mengurusi peresmian kapal pesiar, aku lebih percaya padamu dari pada Direktur yang hanya mencari keuntungan sendiri,,,"
"Apakah aku mampu Tuan?
"Kau bisa dan mampu, kau pun memiliki empat bahasa Asing, kecerdasan mu diatas rata rata kau sangat bisa diandalkan frans"
"Baiklah Tuan,, kalau itu permintaan anda, aku akan laksanakan tugas ini sebaik mungkin"
"Terima kasih frans"
"Bagaimana keadaan Nona Delena?
"Hah! Reno menghela nafas berat, menghembus kannya kasar "Entah lah frans" menundukan kepalanya sambil mengeratkan kedua jemarinya.
"Yang sabar tuan,, semua akan baik-baik saja, yakin lah bahwa Nona akan kembali pulih lagi" ucap Frans menghibur
"kau tau frans? semnggu sebelum peristiwa ini terjadi, Delena sering mengatakan hal hal yang tidak biasanya, seakan perkataan sebuah firasat kalau dia akan pergi jauh dan meninggl kan aku,," perkataan Reno terbata, cairan bening sudah kluar bebas begitu saja, ia mengusap kasar airmatanya, isakan tangisnya terdengar lirih
"Tuan,," frans menepuk pelan pundak Reno, menyadarkan lamunan nya "Sabar lah Tuan, yakin lah pasti ada hikmah dari semua kejadian musibah ini, mungkin Tuhan telah merencanakan sesuatu yang indah kelak buat kluarga Tuan dan Nona Delena,," tutur Frans bijak, dengan mata berkaca-kaca.
Reno mngangkat wajahnya, menoleh pada frans yang berada di sampingnya "Terima kasih Frans, kata kata mu sangat menyentuh hatiku, kau bukan saja Asisten ku tapi juga penasehat ku, ku berharap kelak kau mendapatkan jodoh yang baik, sebaik istriku"
"Semoga saja Tuan,," frans tersenyum hangat pada Reno yang masih terlihat sedih.
"Baik lah Tuan, aku permisi dulu, besok aku dan para petinggi perusahaan akan menghadiri acara peresmian Mansion da Anniversary Tuan, baru saja tuan Ramon memanggil kami semua untuk hadir disini dan membicarakan pelaksanaan Besok,,,"
"Terima kasih frans, semoga semuanya berjalan dengan lancar"
Setelah Frans pamitan, Reno berjalan mendekati ranjang Delena, menatap kembali wajahnya, mengelus lembut pipinya, Reno teringat kembali saat-saat sedang bersama istrinya, Delena yang manja dan selalu dibikin kesal oleh tingkah laku jahil Reno, selalu Reno yang dibuat bucin oleh istrinya, ia tidak ingin jauh dari Delena bila ada didekatnya, bermanja bersama dan bermesraan setiap hari itu adalah kebiasaan mereka berdua, bila ingat itu semua hati Reno begitu sakit dan hancur, Airmata mengalir deras dari kedua bola matanya, ia terduduk lemas dan berbisik lembut di telinga Delena.
"Sayang ku,, cinta ku,, ku mohon jangan pernah tinggalkan aku,, aku tidak sanggup hidup tanpa mu, bila kau pergi ajak aku bersama mu, jangan buat aku menderita tanpa dirimu di sisiku"
Cinta yang tulus adalah sebuah ikatan janji dua orang insan yang saling menyayangi, maka jangan pernah bermain main dengan cinta, atau permainkan cinta, karena cinta yang tulus tidak akan datang dua kali (by Enny)
♥️🌹♥️🌹♥️🌹♥️
@Bersambung
@Yuk terus ikuti kelanjutan nya di episode berikutnya, jngan lupa setelah membaca langsung LIKE, dan kasih Author VOTE/HADIAH sertakan juga KOMENTAR positifnya
@Happy Reading😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 277 Episodes
Comments
Yuli Nar
semoga delena cepat sadar dr koma
2024-09-27
0
Dr Alfa
Cerita ini bukan nyambung ya cerita nya beda kan
2024-05-21
0
Isti
reno semangat yo....
2024-03-23
0