Derit roda ranjang dorong masuk kedalam ruangan rawat inap Delena, semua menoleh pada arah suara yang baru saja datang, para petugas medis mengangkat tubuh Delena dengan sangat hati-hati keatas ranjang dorong, tubuh Delena dibawa oleh para petugas dan suster ke ruangan operasi, Reno, Andini, Ramon dan Siska mengikuti langkah para perawat itu membawa Delena ke ruangan operasi, sambil berjalan tak hentinya Reno menatap wajah Delena dengan menggenggam tangan nya.
Saat sudah didepan pintu ruangan operasi, Reno masih terus menggenggam erat tangan Delena, seakan ia tidak ingin jauh dari istrinya.
Reno lepaskan tangan istrimu sudah saatnya Delena harus dioperasi" kata ramon memperingati ia merangkul pundak
"Ku mohon pah biarkan aku memandang wajah istriku sejenak, Reno terus menatap lekat wajah Delena dan mengusap lembut perutnya "Sayang semoga lancar operasi sesar nya, dan aku berharap kau terbangun dari tidur panjang mu setelh mendengar suara tangisan Anak kita, aku mohon sayang bangunlah untuk aku dan anak kita"
Tuan Reno, sudah saatnya Nona Delena masuk ke dalam ruangan operasi, kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi" ujar Dr Iskandar, menepuk pundak Reno "Tuan tolonglah,,," dengan perasaan sedih dan pilu Reno melepas genggaman tangan Delena, hingga para suster membawa ranjang sorong masuk kedalam Ruangan operasi, pintu tertutup rapat, Reno masih berdiri mematung di depan pintu.
Reno ayo lah kita duduk, tenang kan hatimu dulu, banyaklah berdoa agar istri dan anak mu lahir dengan selamat" kata Ramon memberi nasehat.
Waktu terus berjalan, detik ke detik, menit ke menit hingga hampir satu jam lebih belum ada tanda-tanda Delena selesai dioperasi, Reno terus saja gelisah dan tidak tenang, ia mundar mandir di depan pintu ruangan Operasi, tombol lampu operasi masih berwarna merah, itu tandanya operasi belum juga usai.
Reno minumlah ini,,,? Ramon memberikan satu botol minuman air mineral ketangan Reno yang sedang berdiri didepan pintu, agar Reno bisa tenang setelah meminumnya, Reno membuka tutup botol itu dan langsung menggelak kedalam mulutnya, seketika dahaga di tenggorokannya mulai sejuk.
Jantung Reno masih saja berdebar-debar, keringat jagung keluar dari pori-pori kulitnya, beberapa kali Andini memberikan nya tissue kepada Reno.
"Oweekk,, oweekk,, owekk,,
Terdengar suara tangis bayi dari dalam ruangan operasi, Reno tersentak kaget dan ia langsung kearah pintu, menaruh kupingnya di dinding pintu, ia sungguh penasaran untuk meyakinkan pendengaran nya, Ramon Andini dan siska beranjak dari duduknya menghampri Reno, Ramon merangkul pundak Reno dari belakang
"Reno anakmu sudah lahirnya,,,?!
"Apakah aku tidak salah dengar Mah,,! pah,,? benarkah itu suara tangisan anak ku? tanya Reno tak percaya, tanpa terasa pipinya sudah basah dengan Airmata.
"Benar Nak, itu suara tangisan bayi mu, kini kau sudah menjadi seorang Daddy,," ucap Andini dengan mata berbinar cerah dan tersungging senyuman dibibirnya, Andini langsung memeluk tubuh anaknya Reno, "Selamat Reno, anak mu sudah terlahir kedunia" tangisan haru dari ibu dan anak itu terdengar lirih, saat mendengarkan tangisan sang bayi dari dalam ruangan operasi.
Ramon pun memeluk Reno "Selamat Reno, semua berjalan lancar"
"Iya pah,, Terima kasih"
"Keponakan ku sayang, Akhirnya bayi mungil itu terlahir juga kedunia,, selamat ya,," kini gantian Siska yang memeluk Reno.
"IYa Tante,, Terima kasih banyak"
Reno yang begitu bahagia, langsung sujud syukur atas kelahiran anaknya.
lampu tombol ruangan operasi sudah berubah warna menjadi hijau, itu tandanya aktivitas di dalam ruangan operasi sudah selesai, tak berapa lama pintu operasi terbuka, dan keluarlah Dokter Ahli bedah sesar sambil menggendong seorang bayi mungil ditangan nya, Reno lngsung menyambut nya dengan senang sambil menatap bayi mungil itu.
"Selamat Tuan,, Anak tuan kembar"
"Apa,,,??! apa yang Dokter bilang? Anak ku kembar,,?! wajah Reno berbinar cerah, ia tertawa kecil seakan sudah hilang duka nya
"IYa,, dan satunya masih didalam ruangan"
Lalu datang dokter satunya dengan membawa bayi Reno dalam pelukannya, "Tuan,, Anak anda sepasang,,"
"Alhamdulillah ya Allah,,," ucapan syukur Reno saat melihat bayi kembar nya yang sepasang, ia sudah tidak bisa menahan tangisannya lagi Airmata itu jatuh mengucur bebas begitu saja dari sudut matanya.
"Ya Tuhan,, cucu ku kembar,," seru Andini tak kalah kaget dan terharunya,
"Cucu kecil tante yang imut,," Siska begitu senang melihat bayi mungil yang pipinya merona merah.
"Kenapa bayi nya terlihat kecil?! tanya Andini
"Maaf Tuan,," salah satu Dokter itu berbicara "Bayi kembar Tuan Reno dan Nyonya Delena, berat badannya hanya 2,3 kg, karena bayi kembar Tuan ini kurang umur, tidak genap 9 bulan jadi bayinya prematur, ia harus dimasuk kan kedalam inkubator dan kami minta untuk keluarga semua ikut bantu doa, agar perawatan bayi Nyonya Delena dan Tuan Reno Berjalan lancar"
"Tentu saja Dok,, kami sebagai kakek nya sangat menyambut kedatangan pewaris tahta klurga besar Mahesa, lakukan yang terbaik untuk cucu dan mantu ku,,'
"Pasti Tuan,, kami sebagai team Dokter sudah sepatutnya menyelematkan sesuai dengan kemampuan kami.
"Boleh aku menggendong nya,," pinta Reno, dengan suara bergetar menahan haru, Dokter itu memberikan salah satu bayinya ke tangan Reno.
"Kau azani dulu anak kembar mu Nak, setelh itu ia harus ditaruh ke inkubator" kata Ramon, Reno mengangguk dan mulai mengazani nya dengan suara bergetar menahan tangisannya. setelah Reno mengadzani putra dan putri nya, Suster membawa kedua bayi kembar Reno kedalam ruangan khusus yang tentu saja terpisah dari ruangan bayi pada umumnya.
"Bagaimana keadaan istriku,,? tanya Reno menatap nanar wajah Dr Amanda dan Dr Iskandar, kedua dokter itu saling bersitatap dan mengangguk pelan.
Dokter Iskandar membetulkan kacamata minus nya "Maaf Tuan,, belum ada perubahan sama sekali pada Nyonya Delena, tidak ada respon atau gerakan jemari tangan dan kakinya yang bisa merespon saat anaknya menangis.
Reno hanya terduduk lemas disebuah sofa, membekap kan wajahnya dengan kedua tangan, sudah berapa banyak airmata yang keluar dari pelupuk matanya, mungkin saat ini ia hanya bisa diam dan pasrah menerima ujian dan takdirnya.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
@BERSAMBUN
@YUK IKUTI TERUS KELANJUTAN NYA DAN JANGAN LUPA UNTUK
@LIKE SETELH MEMBACA
@KASIH HADIAH
@KOMENTAR POSITIFNYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 277 Episodes
Comments
Nurhayati Nur
thour jgn lama2 delena komanya ga kuat nangismyani,,,
2023-12-06
2
Fauziah Putri
anak kembar ☺☺
2022-08-12
0
Emy Budi
alhamdulillah reno punya anak kembar sepasang. semoga anaknya sehat dan felena cepat sdar.
2022-08-11
0