Sementara semua murid masih terpana dengan indentitas asli Panji Watugunung,
Resi Mpu Sakri mengheningkan cipta nya
Mengosongkan nafsu dan rasa
Menembus dimensi dunia berbeda
Tangan Kakek tua berjenggot putih itu seperti hilang ditelan udara.. lalu masuk ke celah dinding dimensi dunia, lalu mengambil sesuatu dari sana dan menarik benda
Para murid terbengong melihat itu semua
Saat benda itu keluar, celah dinding dimensi tertutup lagi lalu menghilang seolah tidak terjadi apa-apa
Di tangan Mpu Sakri ada sebuah pedang bersarung merah berukir dengan gagang berbentuk kepala naga berwarna hitam.
Semua murid menahan nafas
"Dengarkan semua, mulai hari ini aku akan memberikan benda pusaka sebagai pegangan kalian.. Mungkin terlalu cepat tapi sepertinya waktu pralaya tidak akan lama lagi..
Jadi sebisa mungkin berusaha keras lah, agar ilmu kitab yang sudah kalian terima bisa selaras dengan pusaka yang aku berikan" ujar Mpu Sakri kepada keempat murid nya
"Murid siap melakukan perintah guru"
Warigalit, Panji Watugunung, Ratna Pitaloka dan Sekar Mayang kompak menjawab
"Bagus, untuk yang pertama aku berikan satu dari 7 pusaka tertinggi dunia persilatan.
Namanya Pedang Naga Api
Sepertinya namanya, pedang ini memiliki sifat seperti naga api ganas. Siapa yang mendapat harus belajar mengendalikan nya.
Sebab kalau kau tidak bisa, maka pedang ini akan membakar tubuhmu sendiri"
Masing-masing dari kalian boleh mencoba untuk menarik pedang dari sarungnya namun hanya yang berjodoh jiwa raga yang akan mampu menguasai nya" ucap Mpu Sakri dengan pandangan tajam..
Warigalit maju,
"Ijinkan saya mencobanya guru"
Tanpa berkata, tangan Mpu Sakri terayun ke depan tanda beliau mengijinkan
Warigalit memegang pedang itu, terasa panas seperti terbakar. Dengan mengerahkan seluruh tenaga dalam nya, dia mencoba mencabut Pedang Naga Api dari sarungnya. Keringat bercucuran dari kening dan pelipis Warigalit
'Gila, pedang ini...'
Namun bukannya tercabut, pedang itu seperti lengket dengan sarung nya yang berwarna merah
Warigalit lalu meletakkan pedang itu lalu mundur, nafasnya tersengal sengal tak teratur
"Ampun guru, murid tidak mampu" ucap Warigalit
Ratna Pitaloka maju,
"Biar saya mencoba guru"
"Silahkan Pitaloka" ucap Mpu Sakri
Ratna Pitaloka menyembah pada pedang itu lalu memusatkan tenaga dalam nya
Saat tangan Ratna Pitaloka menyentuh Pedang Naga Api, hawa panas tak biasa segera menyergap tangan perempuan cantik itu
Namun, Ratna Pitaloka masih tak mau mundur
Lama kelamaan rasa terbakar membuat Ratna Pitaloka melepaskan pegangannya.
"Ahhh panass..."
Trakkk...
Pedang Naga Api terjatuh ke lantai serambi kediaman Mpu Sakri
Ratna Pitaloka menghaturkan sembah dan mundur.
Mpu Sakri tersenyum
"Sekar Mayang, kau tidak ingin mencobanya?"
ujar Mpu Sakri sambil menoleh ke arah murid bungsu nya
"Ampun Guru, Kangmbok Pitaloka dan Kakang Warigalit saja tidak bisa apalagi saya" tukas Sekar Mayang yang sadar diri dengan kemampuan tenaga dalam nya..
"Sekarang tinggal kau Watugunung"
"Baik guru"
Watugunung maju, menyembah kepada Pedang itu. Lalu perlahan menyentuh ujung gagang berbentuk kepala naga terus turun sampai ujung sarung pedang dengan memejamkan matanya..
Saat pedang itu di pegang oleh Watugunung, hanya terasa hangat
Lalu sekuat tenaga, dia mencabut pedang itu dari sarungnya..
Seketika waktu terasa berhenti
Semuanya berhenti bergerak
Watugunung sedikit bingung dengan apa yang terjadi. Tiba tiba muncul kabut merah yang kemudian berubah menjadi naga api
"Si-siapa kau? Mengapa kau ada disini?" tanya Watugunung sedikit gagap melihat naga api itu muncul
Hemmmmm
Terdengar dengusan pelan dari sang naga api
"Aku adalah Naga Api, roh pusaka yang kau cabut itu..
Sudah lama pak tua itu tidak menggunakan ku.
Ternyata kau pemilik baru ku.."
"Aku hanya menjalankan tugas dari guru ku" jawab Watugunung
"Aku tau, tapi hanya orang yang memiliki darah dari Lokapala saja yang bisa menggunakan ku. Kau bisa , berarti kau masih keturunan Lokapala" jawab Naga Api
Aku akan membantu mu"
Seketika itu juga, Naga Api berubah kembali menjadi asap merah dan kembali ke Pedang Naga Api..
Dan waktu berjalan lagi
Panji Watugunung tegap memegang pedang itu, aura kemerahan bercampur panas menyengat seperti api membuat Warigalit, Ratna Pitaloka, Sekar Mayang, Dewi Anggarawati dan Resi Mpu Sakri menjauhi Panji Watugunung
"Watugunung, sarungkan pedangmu" teriak Resi Mpu Sakri yang segera menyadarkan Panji Watugunung dan seketika itu juga menyarungkan kembali Pedang Naga Api
Hawa serambi kediaman Mpu Sakri yang sempat panas, langsung sejuk saat pedang itu masuk ke dalam sarung merah nya..
"Sudah ku duga pedang itu berjodoh dengan mu Watugunung" Mpu Sakri tersenyum lega sambil mendekat ke arah Panji Watugunung
"Murid berterima kasih pada guru" Watugunung memberi hormat
Semua orang di kediaman Mpu Sakri tersenyum lega
"Jangan khawatir, aku masih punya senjata pusaka lain.. Walau tak seampuh pedang naga api, tapi pusaka yang akan kuberikan, masih tergolong pusaka ampuh"
ujar Mpu Sakri sambil melesat ke halaman kediamannya..
Mpu Sakri memejamkan matanya, lalu menghentakkan kakinya ke tanah..
Dari dalam tanah muncul sebuah tombak pendek berwarna perak berleher ukiran emas yang melenting ke udara
Dengan sigap Mpu Sakri menangkap nya kemudian memutar tombak pendek dengan cepat.. Angin menderu mengikuti gerakan tombak, lalu Mpu Sakri melipat tangan kanan yang memegang tombak ke punggung.
Huphhhh
Udara menjadi tenang kembali..
Mpu Sakri berjalan mendekati murid murid nya
"Warigalit..., kemari kau"
"Saya guru," Warigalit mendekati sang Resi Mpu Sakri..
"Ini Tombak Angin ku berikan untuk mu..
Aku tau kau pintar bermain tombak.. Pergunakan dia sebagai pegangan untuk menegakkan kebenaran di persilatan"
Warigalit membungkuk hormat pada guru nya seraya berkata " murid berjanji melaksanakan semua perintah dan ajaran guru"..
Mpu Sakri tersenyum puas, dua murid nya sudah mempunyai pegangan untuk bersiap menghadapi pralaya yang segera terjadi..
"Pitaloka dan kamu Sekar Mayang,
kalian akan ku beri pusaka tapi setelah masing masing dari kalian menerima ilmu Tapak Dewa Api.
Paham kalian?"
"Kami mengerti guru"
Ratna Pitaloka dan Sekar Mayang kompak menjawab perintah gurunya
Dan begitulah
Selanjutnya, Panji Watugunung dan Warigalit berlatih menggunakan pusaka pemberian dari guru mereka..
Dua hari setelah Panji Watugunung dan Warigalit, kini giliran Ratna Pitaloka mendapat pusaka Pedang Bulan Kembar. Pedang tipis melengkung seperti bulan sabit berwarna putih itu memang cocok di tangan Ratna Pitaloka..
Sedangkan Sekar Mayang memperoleh pusaka Selendang Kayangan. Selendang berwarna biru tua itu sangat cocok dengan ilmu selendang es yang dia pelajari..
Setengah purnama kemudian..
Mpu Sakri memanggil semua muridnya untuk menghadap termasuk Dewi Anggarawati
"Anggarawati,
aku menerima surat dari ayah mu..
Dia meminta kau pulang ke istana Seloageng"
"Tapi Resi..." Anggarawati seperti tak sanggup melanjutkan kata-katanya, dari pelupuk mata nya air mata bening perlahan menetes
Anggarawati bukan bersedih hati karna harus pergi dari Padepokan Padas Putih, tapi dia tak sanggup jauh dari Panji Watugunung
Memang selama di Padas Putih, Anggarawati selalu dekat dengan Panji Watugunung. Panji Watugunung yang biasanya dingin, juga memberikan perhatian lebih kepada nya.
Benih benih cinta tumbuh di dada Anggarawati sejak mereka pertama kali berjumpa
"Bukan aku tak mau kau disini Anggarawati, tapi aku juga tidak bisa memaksa si gemblung Tejo Sumirat itu untuk merelakan putri bungsu nya tinggal disini" jelas Mpu Sakri sambil mengelus jenggotnya
Watugunung, ku tugaskan engkau mengawal Dewi Anggarawati sampai di Seloageng dengan selamat.. setelah itu, kau boleh mengunjungi orang tua mu di Gelang-gelang"
"Murid mengerti guru" jawab Panji Watugunung
Mendengar lelaki yang menjadi pujaan hatinya akan mengawalnya, air mata Dewi Anggarawati segera berhenti.. Senyum tipis mengembang di bibirnya
Cihhhhh
"Dasar air mata buaya"
ketus Ratna Pitaloka setengah berbisik
*bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 325 Episodes
Comments
Wan Trado
suatu penggambaran yg baru dalam cerita, sehingga pembaca dapat berimajinasi dlm keadaannya 👍👍
2024-12-10
0
Drra Andini
Lebih tepatnya air mata lubang buaya. 😄
2024-04-03
1
Mahayabank
Mantaaap...Lanjuuuut lagiiee 👌👌
2023-12-19
0