"Kitab ini benar-benar hebat,
Untung saja tenaga dalam ku sudah cukup lumayan" ucap Panji Watugunung dengan tersenyum senang
'Aku harus bisa segera menguasainya'
Segera Panji Watugunung melompat memusatkan tenaga dalam nya, dengan tenang nya dia mengingat setiap gerakan dari Ilmu Pedang Tanpa Bentuk nya,, dengan sebuah ranting pohon kering dia terus bergerak mengikuti semua petunjuk kitab itu..
Huphhhh...
Gerakan nya yang lincah di padu dengan tenaga dalam tingkat tinggi nya, membuat seoalah dia menguasai ilmu itu dengan cepat..
"Jurus Pertama Pedang Tanpa Bentuk - Tebasan Pedang Langit"......
Sebuah bentuk tenaga dalam seperti pedang, melayang di udara menghantam pohon di hutan itu, ledakan dahsyat pun terjadi...
*Dhuarrrr....
Hantaman tenaga dalam tingkat tinggi berbentuk pedang menciptakan bekas seperti di hantam pedang besar, menganga lebar dan menyebabkan pohon itu roboh seketika..
Melihat itu Panji Watugunung melompat mundur dua langkah, sambil menata napasnya..
'Sungguh luar biasa ilmu ini' batin Panji Watugunung.
Memang Kitab Pedang Tanpa Bentuk adalah salah satu Kitab Pusaka dunia persilatan yang dikenal dengan Kitab Ilmu Tanpa Tanding.
Ada 5 Kitab Pusaka yang menjadi incaran banyak pendekar entah itu pendekar golongan hitam atau putih..
Panji Watugunung memang beruntung bisa mempelajari ilmu kitab itu,, karna guru nya Mpu Sakri sendiri dulu mendapatkan julukan Pendekar Tangan Api setelah mempelajari jurus keempat yang bernama Tangan Pedang Api...
.
.
Sore mulai turun di Lereng gunung Arjuna tempat latihan nya, Panji Watugunung segera bergegas membakar ayam hutan yang dia dapat saat beristirahat siang tadi.
Asap mengepul dari api unggun membumbung tinggi ke langit..
'Ahh waktunya aku mengisi perut ku'
batin Panji Watugunung
Dengan lahap, dia menyantap ayam hutan bakar itu..
*
...Sementara itu, di tempat lain nampak Ratna Pitaloka masih bergerak lincah melompat dan menggerakkan tangannya mengikuti jurus Pedang Bulan Kembar nya....
Chiattttt...
"Jurus pertama Ilmu Pedang Bulan Kembar----- Pedang Bulan Angin ....."
Hawa dingin yang muncul dari sepasang pedang pendek nya, meluncur cepat menebas batu yang ada di sebelah kanan tubuh nya..
*Dhuarrrr blammm..
Saat tenaga dalam dari jurus Pedang Bulan Angin menghantam, tercipta ledakan besar pada batu itu yang membuatnya hancur berkeping keping..
'Kenapa masih kaku gerakan ku' Seharusnya ini tinggal sedikit lagi' batin Ratna Pitaloka
'Ahh sudah sore rupanya, saatnya aku beristirahat'
Selesai merapikan pedang kayu di pondok kayu tempat tinggal nya, Ratna Pitaloka bergegas menuju sendang kecil untuk mandi...
"Ahh segar sekali rasanya,, kira kira Kakang Watugunung sedang apa ya sekarang?" gumam Ratna Pitaloka , " Pasti semedi lagi untuk meningkatkan ilmu tenaga dalam nya"...
"Aku juga harus giat berlatih, agar aku pantas mendampingi Kakang Watugunung menjadi pendekar dunia persilatan"..
Usai berkata, Ratna Pitaloka segera melesat meninggalkan sendang kecil itu menuju pondok kayu tempat tinggal nya..
**
Sekar Mayang masih asyik menikmati ikan bakar nya sambil terus membaca setiap kata di Kitab Selendang Es milik nya..
'Hufft, butuh waktu lama aku menguasainya, ilmu Kanuragan ini hebat sedangkan tenaga dalam ku sekarang walau sudah naik ke tingkat 4 tetap saja masih sulit menata nya' batin Sekar Mayang..
'Aku akan mencoba nya'
Sekar Mayang segera melompat ke atas batu di samping sungai kecil itu, duduk bersila dan menangkupkan tangan di dadanya, memusatkan tenaga dalam nya pada telapak tangan nya.. seketika muncul kabut tipis berhawa dingin di sekitar tangannya..
Hupphhhh
Chiattttt.....
"Jurus Pertama Selendang Es -- Gelombang Es......."
Sekar Mayang menghantam kan tenaga dalam nya yang berbentuk gelombang angin dingin seperti es menghantam air di sungai kecil itu..
Blarrr..
Ledakan kecil tercipta dari hantaman tenaga jurus Gelombang Es milik Sekar Mayang, membuat air sungai itu muncrat ke segala arah..
"Ilmu hebat ini, aku pasti bisa menguasainya dan membanggakan guru dan Kakang Watugunung.. Dia pasti senang kalau aku menjadi pendekar hebat" ujar Sekar Mayang bermonolog ria sambil tersenyum senang..
**
Di tempat lain
Warigalit tampak memutar mutar tombak pendeknya..
Kuda kudanya yang kokoh, serta gerakan lincah jurus pertama dari Kitab Tombak Suci -- Tombak Menusuk Naga benar benar indah di tambah aliran tenaga dalam membuat angin di sekitar tempat itu bergerak tak beraturan..
*Wush whuuusshhh...
Warigalit terus meningkatkan kecepatan putaran tombak pendeknya, setelah melompat tinggi dia menusukkan tombak nya ke arah pohon johar di sebelah tebing batu..
Daaaashhhh...darrrrr!!!
Ledakan besar tercipta dari benturan keras tombak pendek Warigalit dan pohon johar itu
Pohon johar terbelah menjadi dua meski tidak sampai roboh
'Hemmm, aku harus meningkatkan ilmu tenaga dalam ku, sepertinya ilmu ini perlu tenaga dalam tinggi untuk menyempurnakan nya' batin Warigalit sambil membaca Kitab Tombak Suci nya dengan seksama...
Demikianlah, murid murid Mpu Sakri berlatih mengasah kemampuan ilmu Kanuragan mereka...
***
Rombongan Mapatih Narotama sudah melewati Pakuwon Watugaluh, terus menggenjot kuda kuda mereka menuju ke arah Siwatantra Penanggungan...
Sudah sepekan mereka melakukan perjalanan itu,,
" Gusti Mapatih, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan perjalanan karna hari sudah mulai gelap" kata Mpu Tandi sambil menatap langit..
" Kalau begitu, kita beristirahat dimana Tandi?"
tanya Mapatih Narotama pada bawahan nya itu
" Menurut pengalaman pribadi hamba setelah melewati hutan kecil ini, kita akan sampai kota kecil Gusti, kita harus cepat sebelum benar-benar gelap" jawab Mpu Tandi
"Kalau begitu, ayo kita bergegas" tukas Mapatih Narotama kepada semua bawahan nya..
Tiba tiba....
Suitttttt.....
suitttttt...
Terdengar suara peluit bambu melengking bersahutan..
Mpu Tandi yang terkejut segera menghentikan kuda hitam nya..
"Ada apa Tandi ?" teriak Mapatih Narotama
Mpu Tandi segera mendekati Sang Mapatih, kemudian berkata dengan pelan " Sepertinya kita kedatangan tamu Gusti" ...
Benar saja,
Dari balik pohon pohon muncul bayangan bayangan hitam yang semakin lama semakin banyak. Tak kurang 30 orang berpakaian hitam dan memakai topeng mengepung rombongan Mapatih Narotama..
"Maaf Kisanak, apa tujuan mu menghadang perjalanan kami? "kata Mpu Tandi sambil langsung turun dari kudanya
Mapatih Narotama, Dyah Bayunata, Rakryan Jayakerti, dan semua pengawal pun segera melompat dari kuda mereka masing-masing..
"Hahahaha hahahaha...."
Suara tawa terdengar menggelar di aliri tenaga dalam kegelapan pohon pohon hutan
lalu sepasang bayangan melesat ke hadapan rombongan Mapatih Narotama..
"Kalian sudah memasuki wilayah kekuasaan kami tanpa ijin, serahkan harta kalian atau nyawa kalian akan kami cabut ! " teriak salah satu bayangan yang ternyata memakai pakaian hitam dan merah pada jubahnya..
Cihhhhh
"Berani beraninya kalian menghadang perjalanan kami, Apa kalian sudah bosan hidup hah? " jawab Mpu Tandi
"Kalian tau kalian berhadapan dengan siapa hah?! "
"Kami tidak peduli dengan siapa kalian, siapapun yang masuk hutan ini harus menyerahkan harta atau nyawa kalian akan melayang" jawab bayangan yg berjubah hitam dan hijau sengit..
"Dasar keparat, berani sekali kau mengancam kami, benar benar ingin mati di penggal rupanya" teriak Mpu Tandi gusar
" Kami, Sepasang Setan Hitam tidak takut dengan kalian"......
*bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 325 Episodes
Comments
MATADEWA
Hapus perampok....
2025-03-23
0
Izhar Assakar
sdaaaahh jngan terlalu berharap sperti itu neng,,,yg ada ujung ujungnya lo hanya di anggep adek sma si batugunung,,,sperti cerita yg udah udah
2023-12-22
0
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagiiieee 👌👌👌
2023-10-27
1