"Murid muridku semuanya,
Hari ini guru akan meneruskan ajaran guru yang sudah kalian pelajari..
Mulai sekarang latihan kalian akan ku pisah agar masing-masing dari kalian berkonsentrasi tanpa gangguan apapun" titah Mpu Sakri pada murid-muridnya
"Tapi guru, berapa lama kita harus berpisah selama mendalami ilmu itu guru?" tanya Ratna Pitaloka dengan wajah memelas.. Dia tau sangat sulit dirinya berpisah dengan Panji Watugunung walau cuma sehari.
Sekar Mayang pun demikian, sehari tidak melihat kakak seperguruannya itu pasti uring uringan tidak jelas..
" Itu tergantung bagaimana kalian melatih jurus jurus baru itu, semakin cepat kalian menyelesaikan, semakin cepat pula kalian berlatih bersama lagi" kata Mpu Sakri
Semuanya terdiam, karna jalan satu-satunya untuk cepat bersama lagi adalah berlatih keras dengan sebaik-baiknya..
"Siapkan pakaian kalian, aku akan membawa kalian ke tempat yang berbeda,, selama jurus itu belum kalian kuasai, jangan harap bisa berkumpul lagi" ujar Sang Mpu Sakri
"Baik guru" ujar mereka berempat..
.
.
Usai menyiapkan pakaian, mereka berkumpul lagi di halaman Padepokan Padas Putih..
"Warigalit, kau kuantar duluan" secepat kilat, Mpu Sakri melesat menyambar Warigalit melayang ke tempat latihan nya di lereng barat Gunung Anjasmara, di dekat goa kecil sebelah bukit batu..
" Warigalit, ini Kitab Tombak Suci,, pelajari semua isinya, satu bulan lagi akan ku kunjungi kau" ,
"Baik gu....!!" .Belum sempat Warigalit menjawab perintah gurunya, Sang Mpu Sakri sudah melesat menghilang dari pandangan nya
'Hadehh dasar guru' gumam Warigalit
.
.
"Watugunung, kau berikutnya", kata sang Mpu Sakri melayang menyambar Panji Watugunung menuju tempat latihan untuk nya..
Di lereng Selatan gunung Arjuna, mereka mendarat, di sebuah air terjun dekat hutan lebat..
"Kau terima ini Watugunung, ini Kitab Pedang Tanpa Bentuk, pelajari dan kau akan jadi tak tertandingi dalam memakai pedang", ujar Mpu Sakri kepada muridnya
"Murid laksanakan guru" sahut Panji Watugunung
"Bagus, kau memang murid ku yang terbaik"
Sebulan lagi aku akan melihat kemampuan mu"
Sehabis berkata, Mpu Sakri melesat meninggalkan Panji Watugunung..
'Saatnya mulai latihan' batin Panji Watugunung sambil meletakkan buntalan kain di atas batu hitam yang berbentuk seperti telur..
Sementara itu Mpu Sakri sudah sampai di halaman Padepokan Padas Putih lagi,,
"Pitaloka, kau sudah siap?" ,
"Murid siap guru", jawab Ratna Pitaloka
"Bagus" , segera Mpu Sakri melesat meninggalkan Padepokan Padas Putih menuju tempat latihan untuk Ratna Pitaloka, sambil menyambar tubuh gadis cantik itu..
Di lereng barat Gunung Arjuna, di dekat sumber air besar, ada sebuah gubug kayu, disana Ratna Pitaloka di turunkan..
"Pitaloka, kuberikan untukmu Kitab Pedang Bulan Kembar ini, untuk menyempurnakan Jurus Pedang Dewi Bulan mu, pelajari sungguh sungguh, aku yakin kau bisa Pitaloka" kata sang Mpu Sakri
"Titah guru akan murid laksanakan" sahut Ratna Pitaloka
Selepas itu, Mpu Sakri melesat meninggalkan Ratna Pitaloka menuju Padepokan Padas Putih,, ilmu meringankan tubuh, Ajian Sepi Angin kakek tua itu memang hebat, hanya dalam sekejap mata sudah sampai di halaman Padepokan Padas Putih..
Tinggal Sekar Mayang yang belum berangkat
"Guru, murid mohon , tempat latihan untuk Mayang jangan terlalu jauh dari Padepokan ya guru?", pinta Sekar Mayang dengan memasang wajah memelas, " Mayang, nanti kalau kangen sama padepokan kan repot kalau terlalu jauh guru"...
Mpu Sakri tersenyum, dia tau diantara ke empat murid nya, hanya Sekar Mayang lah yang paling manja terhadap nya.. Masih teringat jelas dalam ingatan nya, ketika lelaki tua itu menemukan gadis cilik itu menangis diantara mayat orang tua nya yang di bantai perampok sadis..
"Baiklah, sesuai permintaan mu Mayang" ujar Mpu Sakri sambil melesat cepat kearah barat dari padepokan itu..
Di tepi hutan kecil, ada sebuah tebing batu terjal dan sebuah telaga disana, Mpu Sakri berhenti..
"Mayang, berlatih kau disini, jarak ke padepokan juga tidak terlalu jauh.. Kitab Selendang Es ini pelajarilah, dengan tambahan beberapa tingkat tenaga dalam mu, kau akan menjadi pendekar wanita pilih tanding"
"Mayang menerima perintah guru" ujar Sekar Mayang sambil menghaturkan sembah nya
"Ingat, satu bulan lagi guru akan mengunjungi mu" setelah berkata, Mpu Sakri mengerahkan ilmu meringankan tubuh nya, melesat meninggalkan Sekar Mayang menuju Padepokan Padas Putih..
Mulai saat itu, keempat murid Mpu Sakri belajar giat dan melatih ilmu silat dan ilmu Kanuragan yang telah mereka terima..
**
Sementara itu, sang Mapatih Narotama beserta rombongan nya bersiap meninggalkan Wanua Kitri.
"Ampun beribu ampun Gusti Mapatih, seandainya pelayanan kami untuk para pembesar kurang berkenan, kami mohon maaf Gusti Mapatih" Mpu Sali berkata sambil membungkukkan badannya kearah Mapatih Narotama
"Jangan berkecil hati Mpu, kami semua berterima kasih atas pelayanan yang kau berikan untuk kami, Aku, Adhimas Bayunata, Dan Rakryan Jayakerti sangat berterimakasih mewakili Pemerintah kerajaan Kahuripan" ujar Mapatih Narotama
"Tandi.."
"Daulat Gusti Mapatih" jawab Mpu Tandi
"Ayo kita berangkat" Setelah menganggukkan kepalanya pada Mpu Sali, Mapatih Narotama menggebrak kuda nya menuju kearah selatan di ikuti Dyah Bayunata, Rakryan Jayakerti, Mpu Tandi dan semua pengawal kerajaan yang mengikuti nya..
'Benar benar pejabat yang luar biasa, meskipun dia wakil raja, tetap rendah hati dengan rakyat kecil' batin Mpu Sali
"Sampar, Bango, segera bantu merapikan kediaman ku"
" Siap Rama" serentak Bango dan Sampar bergegas tanpa dua kali perintah..
....
**
Di Bukit Jerangkong
Aula Markas besar
"Ampun guru, telik sandi kita sudah menyebar ke arah perguruan silat yang ada di Kahuripan ini guru" lapor si Tangan Setan, murid pertama Padepokan Bukit Jerangkong..
Pedang Iblis, murid kedua Iblis Bukit Jerangkong menambahkan " Pergerakan Mapatih Narotama menuju ke selatan kearah Siwatantra Penanggungan guru, Dia di kawal Senopati Bayunata dan Jayakerti kesana"
Hmmmm..'
Ada tujuan apa Narotama kesana? ' pasti ini sesuatu yang penting' batin Iblis Bukit Jerangkong
"Terus awasi mereka, jangan membuat keributan kecuali terpaksa,
Ingat pengawal Narotama itu orang orang berilmu tinggi semua..."
Pedang Iblis, siapa yang mengawasi Narotama?"
"Ampun guru, Genggong dan Donggol yang mengikuti mereka" jawab Pedang Iblis
"Celaka, mereka itu ceroboh, cepat kau utus murid mu kesana,,
Kalau sampai ketahuan kita memata-matai pergerakan Narotama, bisa jadi gagal rencana Mapanji Garasakan menjadi raja..
Cepat suruh muridmu berangkat" ujar Iblis Bukit Jerangkong
"Perintah guru siap murid laksanakan"
Pedang Iblis menghormat, lalu melangkah keluar menuju kediaman nya
' Aku harus segera mengabari Mapanji Garasakan untuk masalah ini'
"Tangan Setan.."
Kirimkan orang mu ke istana Kahuripan, beritahukan ini kepada Gusti Mapanji Garasakan agar beliau bersiap siap" ujar Iblis Bukit Jerangkong
"Siap murid laksanakan perintah guru"
sahut Tangan Setan
"Oh iya, bagaimana rencana mu untuk berkoalisi dengan Lembah Hantu?"
Sudah ada kabar dari utusan mu??"
tanya Iblis Bukit Jerangkong
"Ampun guru, sudah sebulan tapi mereka belum kembali guru" tukas Tangan Setan
'Hmmm,
ada sesuatu yang aneh '
Seperti nya ada yang menghalangi mereka untuk menyampaikan informasi ke Bukit Jerangkong' batin Iblis Bukit Jerangkong
"Ada yang aneh, Tangan Setan...."
*bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 325 Episodes
Comments
MATADEWA
Lanjutkan....
2025-03-23
0
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagiiieee 👌👌👌/Good//Good//Good/
2023-10-27
1
Pakdepo
🙏🙏🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍👍👍👍
2022-11-22
2