" Kurang ajar,
benar benar cari mati! " Mpu Tandi gusar
Seketika Mpu Tandi mencabut pedang besar dari pinggang nya..
Melihat bekel prajurit Kedaton Kahuripan , seluruh pengawal rombongan Mapatih Narotama segera mempersiapkan senjata nya..
"Hahahaha tunggu apalagi, bantai mereka semua ! " teriak Setan Hitam berjubah merah kepada anak buahnya..
Dengan seringai bengis, seluruh anak buah Sepasang Setan Hitam maju kearah rombongan Mapatih Narotama..
Semua pengawal pun langsung menghadang anak buah perampok terkenal kejam itu. Memang Sepasang Setan Hitam terkenal sebagai perampok kejam dan sadis, mereka tidak segan segan untuk membantai lawan lawan mereka tanpa ampun. Dulu mereka adalah orang-orang dari Raja Wengker yang di kalahkan Prabu Airlangga ketika mereka menentang permintaan Prabu Airlangga untuk menyatukan wilayah Wengker dengan Kahuripan. Wengker memang wilayah Medang di bawah Sri Maharaja Darmawangsa namun setelah Mahapralaya Medang yang menghancurkan Kedaton Medang, mereka memerdekakan diri sebagai kerajaan kecil. Setelah Prabu Airlangga bertakhta, beliau memang menginginkan kejayaan masa lalu Kerajaan Medang dengan menyatukan wilayah yang tercerai berai itu ke dalam kerajaan Kahuripan termasuk kerajaan kecil Wengker yang dulu merupakan salah satu wilayah dari kerajaan Medang.
Setelah Raja Wengker di kalahkan, dan wilayah nya di masukkan ke dalam kerajaan Kahuripan, sebagian prajurit yang tidak terbunuh dalam perang, memilih menjadi penyamun dan perampok di wilayah Kahuripan. Salah satu kepala prajurit itu adalah kakak beradik Genta dan Gandha yang sekarang menjadi perampok dengan gelar Sepasang Setan Hitam..
"Kakang, aku hadapi Si bekel itu" teriak Gandha alias Setan Hitam berjubah hijau kepada Setan Hitam berjubah merah sambil melesat membabatkan sepasang sabit bergagang panjang senjatanya ke arah Mpu Tandi..
"Baik, sisanya serahkan kepadaku! "
sahut Genta alias Setan Hitam berjubah merah sambil melesat ke arah Mapatih Narotama dan Dyah Bayunata serta Jayakerti yang masih mengamati jalannya pertarungan..
Melihat ada musuh yang mendekat, Jayakerti segera menyongsong nya sambil menghunus pedang nya.. Senopati muda itu memang berilmu tinggi.
"Mau kemana kau?"
Jangan coba-coba berani mendekati Gusti Mapatih" teriak Jayakerti kearah Setan Hitam berjubah merah..
"Hahahaha kebetulan sekali, aku punya dendam kesumat dengan antek antek Airlangga,, sungguh keberuntungan hari ini untukku" jawab Genta si Setan Hitam berjubah merah dengan lantang..
" Bedebah, ku pancung lehermu! " teriak Jayakerti marah sambil mengayunkan pedang nya..
Genta pun segera menangkisnya dengan golok besarnya..
Traaangg...
Suara dentingan pedang beradu golok terdengar nyaring..
Setelah beradu lebih dari 20 jurus, perbedaan kekuatan mereka pun terlihat jelas. Jayakerti, Senopati muda kerajaan Kahuripan lebih unggul dalam tenaga dalam dan jurus pedang nya sementara Genta si Setan Hitam berjubah merah mulai ngos-ngosan mengatur nafas.
Beberapa luka sabetan pedang sudah menghiasi jubah merahnya..
"Kurang ajar, kuhabisi kau" teriak Genta yang geram dengan luka lukanya sambil mundur dua langkah..
Tangan nya menangkup di depan dada, kemudian seketika berubah berwarna merah menyala.. Lalu dia menghantamkan tangan nya ke arah Jayakerti yang juga sudah bersiap..
"Cadasgeni hiaaaaatttttt..."""" teriak Genta
Seketika seberkas cahaya merah menerabas ke arah Jayakerti, melihat itu Jayakerti langsung melompat ke udara dengan gaya salto ke samping menghindari pukulan cadasgeni..
Sinar merah menerabas ke arah pepohonan hutan lalu meledak menghantam pohon
*Dhuar....
Jayakerti setelah berhasil menghindar, segera memasang kuda-kuda bersiap mengeluarkan ilmu andalan nya.
Tangannya segera menyilang di depan dada, mulut mendesis sambil mengumpulkan tenaga dalam nya. Lalu muncul asap mengepul dari balik tangan nya yang menyilang menciptakan hawa dingin menusuk tulang.
Melihat Jayakerti mengeluarkan ilmu andalan nya, Genta segera menyiapkan ilmu cadasgeni tingkat 4 nya..
Lalu..
*Cadasgeni hiaaaaatttttt....."
bersamaan dengan cahaya merah Cadasgeni menuju ke arah nya, Jayakerti menghantamkan tangan nya kedepan. Sebuah sinar putih menyambut sinar merah itu,
"Tapak Malaikat chiaaatttttt...."
Dua tenaga dalam tingkat tinggi berbenturan di udara, menghasilkan ledakan dahsyat yang membuat semua orang mundur tak terkecuali Genta si Setan Hitam berjubah merah itu terlempar sebanyak dua tombak ke belakang akibat hempasan ledakan dahsyat.
Darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Dadanya sesak seperti ditindih oleh batu besar..
Phuihhh...
'Bajingan ini berilmu tinggi rupanya' batin Genta si Setan Hitam berjubah merah
Sedangkan Jayakerti yang juga terkena imbas ledakan itu terlihat baik baik saja.
Lalu Setan Hitam berjubah merah itu duduk bersila sambil menangkupkan tangan nya dada
mengerahkan seluruh tenaga dalam nya ke tangan nya..
Kali ini tangannya terlihat membara seperti api, rupanya dia menggunakan ajian Cadasgeni tingkat 5.
Melihat itu, Jayakerti segera menyongsong dengan tangan kiri nya menghantam ke arah Genta bersamaan tangan kanan mencabut keris pusaka di pinggangnya..
Ledakan dahsyat kembali terjadi
Namun kali ini Jayakerti tidak menyia nyiakan kesempatan.. Saat ledakan dahsyat terjadi, Jayakerti melompat ke udara menghindari efek ledakan dahsyat itu lalu meluncur ke bawah dengan keris pusaka kearah Setan Hitam berjubah merah yang terlempar ke belakang..
Crashhhh..
Aaaarrggghhhh...
Keris pusaka Jayakerti menusuk batang tenggorokan Setan Hitam berjubah merah tembus ke tengkuknya. Mata Setan Hitam berjubah merah melotot sesaat kemudian sayu.
Setan Hitam berjubah merah tewas seketika..
**
Sementara itu, Mpu Tandi yang beradu ilmu dengan Setan Hitam berjubah hijau itu sudah ngos-ngosan mengatur nafas panjang.
Sabetan arit dari Setan Hitam berjubah hijau itu sudah melukai beberapa bagian tubuh nya meski tidak parah.
"Akan kuhabisi kau bekel keparat! "
teriak Gandha alias Setan Hitam berjubah hijau.
Tiba tiba dari arah pertarungan Setan Hitam berjubah merah terdengar suara jeritan, seketika Gandha menolehkan kepalanya kesana dan melihat Kakangnya tewas di tangan Jayakerti...
"Bajingan, akan ku bunuh kau!! " teriak Gandha sambil melesat ke arah Jayakerti meninggalkan Mpu Tandi yang masih mengatur nafas nya..
Jayakerti merasakan angin dingin dari arah belakang, segera melompat ke udara menghindari sabetan arit gagang panjang milik Gandha si Setan Hitam berjubah hijau, lalu melayang mundur dua tombak ke belakang..
Disisi lain, para pengawal kerajaan juga sedang mendesak anak buah Sepasang Setan Hitam. Meski kalah jumlah, namun mereka adalah orang-orang pilihan yang teruji kemampuannya.
Satu persatu anak buah perampok itu tewas, hingga menyisakan 10 orang saja..
Setan Hitam berjubah hijau yang kalap melihat kakaknya tewas, menyerang membabi buta ke arah Jayakerti. Adu senjata pun tak terelakan.
Trangg... Trangggh..
Usai beradu senjata sebanyak 10 jurus, Gandha alias Setan Hitam berjubah hijau mundur dua langkah. Tangannya menangkup, bersatu di depan dada. Tak berapa lama kemudian sepasang tangannya berwarna merah menyala seperti api lalu melompat ke atas sambil menghantamkan tangan nya ke arah Jayakerti.
"Kakang, ku balaskan dendam mu"
"Cadasgeni Hyaaaaaattttttt..."
Jayakerti yang sudah bersiap, mengayunkan tangan kiri nya menghantam kan Tapak Malaikat nya menyongsong sinar merah dari tangan Gandha si Setan Hitam berjubah hijau..
Blammm dhuarrrr
Ledakan besar terjadi
Tubuh Gandha alias Setan Hitam berjubah hijau terlempar 10 tombak akibat ledakan dahsyat itu menghantam pohon besar di belakang nya.
Gandha muntah darah segar, sesaat kemudian roboh dan tewas seketika dengan mata melotot..
Melihat pimpinan nya tewas, anggota kelompok perampok yang tersisa 7 orang ciut nyalinya.
Mereka segera kabur dengan melompat ke gelapnya rimbun pohon hutan.
"Jangan di kejar, biarkan saja mereka, aku yakin mereka tidak akan berani beraksi lagi " teriak Mpu Tandi kepada para bawahan nya. Di pertarungan itu, mereka kehilangan 3 prajurit, 4 luka luka..
" Bawa mayat teman kalian, naikkan ke atas kuda, kita melanjutkan perjalanan ke kota Bandar lalu beristirahat" kata Mpu Tandi
Setelah memberikan perintah, Mpu Tandi mendekati Sang Mapatih Narotama
"Ampun Gusti, kita sudah bisa melanjutkan perjalanan" ujar Mpu Tandi sambil membungkukkan badannya..
"Berapa lama kita sampai kesana?" tanya Mapatih Narotama, " kalau masih jauh kita berkemah di sini saja"..
"Ampun Gusti, sudah dekat.. Itu, lampu pelita sudah terlihat dari sini"
Memang benar, terlihat dari kejauhan lampu pelita dari banyak bangunan mulai menyala tanda kalau kota yang mereka tuju sudah dekat.
Mereka bergerak menuju tempat itu...
*bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 325 Episodes
Comments
MATADEWA
Sepasang Setan Hitam terhapus jadi gentayangan......
2025-03-23
0
kresno sumarsono
istirahat dulu
2023-12-13
0
Mahayabank
Mantaaap...Lanjuuuut lagiiee 👌👌👌/Cleaver/
2023-10-27
2