Senja mulai turun di lereng Gunung Penanggungan, suara suara burung malam bersahutan menambah suasana semakin dingin dan mencekam.
Di aula besar besar Siwatantra Penanggungan, nampak beberapa orang duduk bersila di aula besar. Rombongan Mapatih Narotama beserta beberapa Resi sepuh sedang berbicara dengan hati hati.
"Bagaimana Kakang Mpu??
Sudah ada jawaban yang aku minta? ", tanya sang Mapatih Narotama membuka percakapan..
Hehhhhhh
Terdengar suara helaan nafas panjang dari Mpu Barada...
"Begini Gusti Mapatih, aku minta waktu 2 pekan lagi, selama itu aku akan bersemedi di Goa Kahyangan untuk meminta petunjuk Dewata yang Agung..."
Aku berjanji, sudah ada jalan keluar untuk masalah ini...
Ini masalah besar Gusti, aku takut jika hanya ku putuskan sendiri berdasarkan adat dan waton yang ada, maka akan menjadi bencana untuk seluruh keturunan Wangsa Isyana ini Gusti Mapatih"
Semua orang di aula itu terdiam
Tidak ada yang berani bersuara
"Baiklah Kakang Mpu, aku akan menunggu jawaban kakang disini selama waktu yang dibutuhkan, itu sudah perintah dari Gusti Prabu Airlangga kepada ku untuk mencari jawaban bagi masa depan Kahuripan ini Kakang Mpu..
Dhimas Bayunata,
Kembalilah ke Kedaton Kahuripan segera, sampaikan berita ini kepada Gusti Prabu Airlangga..
Dan kau Tandi,
Bawa beberapa orang mu untuk mengawal Dhimas Bayunata..
Besok pagi kalian berangkat, semakin cepat kalian berangkat, semakin cepat kabar ini tersampaikan" ucap Mapatih Narotama kepada Dyah Bayunata dan Mpu Tandi
"Perintah Mapatih Narotama akan kami laksanakan "
Dyah Bayunata serta Mpu Tandi menjawab bersamaan..
"Jayakerti, kau menemani aku selama aku ada disini" sambung Sang Mapatih
"Sendiko dawuh Gusti Mapatih"
jawab Sang Rakryan Jayakerti hormat..
Malam semakin larut, dingin angin gunung Penanggungan menambah kekalutan dalam fikiran sang Mapatih Narotama..
**
Sementara itu, di kediaman Akuwu Dahanapura, Sang Panji Gunungsari sedang bercakap-cakap dengan istrinya..
"Yayi Pancawati, bagaimana keadaan putra ku di Padas Putih?? Sudah ada kabar dari dia? " tanya Panji Gunungsari
"Mohon maaf Kangmas, surat tempo hari sudah aku kirim kesana Kangmas, tapi hingga saat ini belum ada kabar soal Panji Watugunung putraku Kangmas"
jawab Dewi Pancawati, istri kedua dari Panji Gunungsari.
Istri pertama Panji Gunungsari yang bernama Dewi Sekar Pembayun memang sudah tiada, saat melahirkan Panji Watugunung. Lalu Panji Gunungsari menikahi adik iparnya yang bernama Dewi Pancawati. Dari pernikahan ini, Panji Gunungsari memiliki seorang putri yang cantik bernama Dewi Anggraini.
"Hemmmm, sebenarnya aku punya sebuah janji yayi, dengan Kakang Adipati Tejo Sumirat untuk menjodohkan Watugunung dengan putri nya, saat mereka dewasa yayi, memang belum waktunya tapi entah kenapa aku ingin sekali mempertemukan mereka berdua".. ujar Panji Gunungsari dengan mimik wajah yang kalut
Sambil mendekat, Dewi Pancawati mengelus tangan suaminya sambil tersenyum dan berkata " Kangmas tidak perlu cemas, kalau mereka berjodoh, pasti akan menemukan jalan nya sendiri Kangmas"..
Hmmmmmm
Panji Gunungsari hanya menghela nafas panjang dan memandang kearah langit di Pakuwon Dahanapura yang cerah bertaburan bintang.
**
Sudah 2 pekan murid murid Mpu Sakri berlatih meningkatkan kemampuan nya, tampak dari pencapaian yang mereka perolehan.
Warigalit sudah sampai jurus ke 4 Tombak Suci nya, tenaga dalam nya pun sudah mencapai tingkat ke 5 awal..
Sekar Mayang pun sama, Ilmu Selendang Es nya sudah jurus ke 6 dari 10 jurus di Kitab Pusaka itu dan tenaga dalam nya di tingkat ke 4 tengah..
Ratna Pitaloka semakin lincah dan mencapai jurus ke 8 dari 12 jurus Pedang Bulan Kembar nya, tenaga dalam nya meningkat pesat ke tingkat 5 tengah..
Sedangkan Panji Watugunung sudah sampai jurus ke 11 dari 14 jurus Kitab Pedang Tanpa Bentuk, juga tenaga dalam sudah di tinggkat 7 puncak.
Pagi itu Panji Watugunung berburu untuk keperluan makan nya
Dia melompat ke sebuah pohon waringin dan menajamkan indra penglihatan mata nya untuk mencari buruan. Dari kejauhan terlihat seekor kijang tampak sedang asyik menikmati rumput hijau di lembah.
Panji Watugunung pun segera melesat ke arah kijang sambil membidik dengan panahnya.
Panah melesat kencang dan menancap di badan kiri kijang,
Whuttttt crashhh!!
Namun tidak membuat hewan itu mati malah kabur dengan kecepatan tinggi menuju ke barat. Panji Watugunung bergegas melompat ke arah lari nya kijang yang semakin lama semakin jauh meninggalkan tempat latihan nya itu..
'Sialan kijang itu cepat juga kaburnya'
Tiba tiba terdengar suara seperti orang bertarung.
Panji Watugunung menajamkan pendengarannya, lalu melompat ke atas pohon untuk melihat situasi nya
Tak jauh dari pohon, nampak seorang gadis cantik berbaju seperti bangsawan sedang di keroyok 3 orang lelaki bertampang bengis.
Tampak mayat mayat seperti pengawal bergelimpangan di sekitar nya...
"Sudah menyerah saja cantik, aku pasti akan memperlakukan mu dengan baik malam ini hahahaha" ucap si badan besar dengan tompel dan kumis kasarnya sambil tertawa terbahak-bahak..
"Iya Kakang, kalau kakang sudah puas, ijin kan aku untuk menikmati tubuhnya juga hahaha " ujar pria berbadan kurus sambil terkekeh
"Hahahaha,,, Boleh saja, asal dia memuaskan aku duluan dik , aku pasti mengijinkan kau atau si Garu untuk mencicipinya"
Mereka tertawa terbahak-bahak sambil meneteskan air liurnya melihat gadis cantik dengan pakaian sudah sobek di sana sini
Cihhhhh
"Bajingan, tak sudi tubuh ku di sentuh bangsat bangsat keji seperti kalian,
Lebih baik aku mati daripada melayani nafsu bejat kalian bangsat!! " teriak gadis cantik itu , " ayo majulah, aku masih mampu memenggal kepala kalian jahanam.."
"Hahahaha sudah jangan banyak tingkah, ayo ikut kami" , Kalau tidak menurut aku habisi kau cantik ! " teriak si kurus
"Majulah jahanam,akan ku potong leher kalian" teriak gadis itu dengan muka merah seperti terbakar..
"Dikasih enak tidak mau,, cuihhh..
Garu..
Dompal..
Cepat kita tangkap dia" Teriak di badan besar..
Lalu pertarungan tidak seimbang itu terjadi lagi, gadis cantik berbaju bangsawan terus dikeroyok 3 orang lelaki berwajah jelek tanpa banyak perlawanan.
Sebuah tendangan dari Dompal si pria kurus membuat gadis itu melayang sejauh dua tombak, lalu gadis itu roboh pingsan.
"Garu, angkat gadis itu, kita bawa ke markas! "
Saat si Garu akan menyentuh tubuh gadis itu tiba tiba, sebuah ranting kayu melesat kearah tangan nya...
Whussss...plak!!
"Aduhh..!!"
Mendengar suara mengaduh dari belakang, Dompal dan si Badan besar menoleh kearah Garu yang tangan nya gosong seperti kena pukul.
"Ada apa Garu?" teriak Dompal
"Ada yang membokong ku kang, lihat tangan ku" ucap Garu sambil menunjukkan tangan nya
"Woyyy,
siapa berani membokong adik ku??
Cepat keluar kalau kau manusia" teriak Ganden si Badan besar dengan bengis....
Dari arah pepohonan, muncul seorang lelaki dengan menenteng busur panah menuju mereka..
"Siapa kau, berani sekali menyerang adik ku?" teriak Ganden bengis
"Siapa aku tidak penting, aku cuma tidak suka cara kalian mengeroyok gadis ini" ujar Panji Watugunung dengan datar
"Bajingan, kau cari mati ya ikut campur urusan orang?" teriak Dompal gusar
"Adik, ayo serang dia ! Habisi pengacau ini ! "
perintah Ganden
Mereka bertiga segera mengurung Panji Watugunung. Garu dengan beringas menendang ke perut Panji Watugunung, lelaki itu melompat ke atas..
Saat akan turun, Dompal membabat kearah kaki kiri Panji Watugunung menghindar ke kanan, namun Ganden dengan cepat menebas ke leher nya
Whutttt....
Panji Watugunung mundur selangkah lalu mengeluarkan jurus silat Padas Putih. Tangan kanan nya maju secepat kilat memukul ke depan, membuat Dompal tak sempat menghindar dan terpukul telak di dada kiri nya membuat Dompal terlempar satu tombak ke belakang dan muntah darah segar..
Melihat adik seperguruannya jatuh, Ganden dengan beringas dan mata berkilat marah membabat tangan Panji Watugunung, namun hanya angin kosong yang kena karna Panji Watugunung menarik tangan nya, merunduk dan menyapu kaki Garu dengan tendangan melingkar..
Garu melompat keatas, namun belum sempat menyentuh tanah
"Whussss!
Dengan bertumpu pada tanah, dan kekuatan tangan nya, Panji Watugunung melancarkan tendangan ke perut Garu.
Dhiesshh...
Membuat Garu terlempar 2 tombak ke belakang dan menghantam tanah.. Garu muntah darah lalu pingsan seketika
"Bangsat, ku bunuh kau!!!" teriak Ganden marah melihat dua adik seperguruannya tak berdaya di hajar Panji Watugunung..
Ganden bergerak cepat sambil membabatkan pedang besar nya, namun Panji Watugunung dengan mudah menghindari serangan membabi-buta dari Ganden..
Saat Ganden menusuk ke arahnya, dengan gerakan cepat Panji Watugunung tersenyum tipis lalu merunduk sedikit dan memukul rahang si Ganden dengan keras
"Oughhh"
Hanya itu saja yang terdengar sesaat sebelum Ganden roboh mencium tanah dan tak sadarkan diri..
Melihat tiga pria bengis itu tumbang, Panji Watugunung mendekati gadis cantik yang pingsan tadi. lalu menggendong di punggungnya kemudian melesat cepat meninggalkan tempat itu menuju gubug kayu tempat tinggal nya..
*bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 325 Episodes
Comments
MATADEWA
Penggemar bertambah.....
2025-03-24
0
Fendrizal
top
2024-08-26
0
rajes salam lubis
lanjutkan
2023-01-08
1