"Kakang, kau lihat mereka? Sepertinya dari Padepokan Padas Putih itu,," tukas lelaki bertubuh kurus itu kepada lelaki bertubuh besar yang di sebelahnya.
"Iya adik, sepertinya begitu, apa kita bunuh saja mereka sekarang?" bisik Wugu pada Tambir, lelaki kurus itu..
"Jangan Kakang, tugas kita hanya mengumpulkan informasi untuk kita laporkan, jangan sampai ada bentrok dengan mereka" jawab Tambir
"Apa kau takutkan?", Aku Wugu , murid ke 18 Padepokan Bukit Jerangkong tidak takut pada murid padepokan itu ! " Wugu menyombongkan dirinya sambil tersenyum sinis dengan mata berkilat memandang tajam kearah Ratna Pitaloka, Panji Watugunung dan Sekar Mayang yang sedang asyik menikmati makanan di bawah pohon kosambi rindang itu..
"Iya Kakang, aq percaya pada kemampuan silat Kakang tapi bukankah kita sudah di perintahkan oleh guru untuk tidak memancing keributan dengan mereka?" balas Tambir
"Huhh, kalau tidak ingat perintah guru, sudah ku habisi mereka ! " Wugu berbisik sambil mengepalkan tangannya , " Ayo kita pergi dari sini, sebelum kita ketahuan memata matai perguruan mereka" ..
"Ayo kakang" balas Tambir..
Kedua bayangan itu beringsut mundur, lantas melesat cepat meninggalkan tempat itu..
Sementara itu, Panji Watugunung yang menyadari bahwa ada orang yang mengawasi mereka menarik nafas lega melihat dua bayangan yang meninggalkan tempat itu
'Mau apa mereka, apa yang mereka cari di tempat ini' batin Panji Watugunung dengan meneruskan makan nya seolah tidak terjadi apa-apa..
Beberapa saat kemudian, datang seorang seorang pemuda menghampiri mereka
"Watugunung, kau di panggil guru mu, di suruh menghadap di kediaman nya"
"Terimakasih saudara ku, sebentar lagi aku kesana " ujar Panji Watugunung kepada nya, pemuda itu lalu melangkah kembali ke arah gerbang Padepokan Padas Putih.. Diantara 200 murid Padepokan Padas Putih, hanya Mpu Sakri yang paling sedikit memiliki murid.. Selebihnya adalah murid dari kakak seperguruannya Mpu Wanabaya dan Mpu Rungkat dan adik seperguruannya yang bernama Mpu Sasi.. Namun, walau hanya 4 orang murid nya, namun kepandaian beladiri mereka termasuk 20 besar dalam peringkat pertama di Padepokan Padas Putih, terutama Panji Watugunung yang berada di peringkat kedua.. Sedangkan Warigalit berada di peringkat ke 4, Ratna Pitaloka di peringkat ke 5 dan Sekar Mayang pada peringkat ke 7.. Tak heran bila murid yang lain segan dengan mereka...
**
Sementara itu....
Rombongan Mapatih Narotama sudah 2 hari meninggalkan Kotaraja Kahuripan. Mereka terlihat letih dan lelah. Saat menggebrak kuda mereka, dari jauh terlihat sebuah Wanua di kejauhan. "Tandi, di depan sepertinya ada Wanua, kau tau apa Wanua apa itu??" ujar Mapatih Narotama kepada Mpu Tandi yang berkuda di sebelahnya. "Ampun Gusti Patih, kalau tidak salah itu Wanua Kitri Gusti, kalau benar berarti kita sudah masuk Pakuwon Watugaluh" sahut Mpu Tandi sang bekel kepada junjungan nya.
"Baik, kita semua beristirahat disana,, cari Rama dari Wanua Kitri itu, suruh menghadap padaku" titah sang Mapatih Narotama.
"Sendiko dawuh Gusti Patih" Mpu Tandi berkata, lalu menggebrak kuda nya lebih cepat mendahului rombongan itu melesat ke arah Wanua Kitri...
Tak berapa lama, kuda hitam Mpu Tandi sudah ada di gerbang Wanua Kitri itu,, melihat ada tamu yang mendekat, mereka segera menghampiri nya,,
"Maaf Kisanak, ada perlu apa kau ke Wanua Kitri ini?" melihat dari pakaian mu kau seorang prajurit dari Kedaton Kahuripan" tanya penjaga yang bertubuh gempal itu
"Aq, Mpu Tandi bekel prajurit Kedaton Kahuripan, ingin bertemu dengan Rama Wanua ini, cepat panggilkan dia suruh kemari! " sahut Mpu Tandi
"Baik tunggu sebentar Kisanak, akan kami panggilkan" jawab penjaga itu, " Sampar, panggilkan Rama kesini cepat! "
Yang di suruh segera berlari ke kediaman Rama Wanua dengan tergesa-gesa
'Uh, dia yang di suruh kenapa aku yang ngos-ngosan berlari, dasar kebo, seenaknya saja perintah orang' umpat si Sampar dalam hati
"Rama.. Rama Mpu, ada orang dari Kedaton Kahuripan di gerbang Wanua Kitri! " Rama, Rama Mpu kau dimana?" teriak Sampar begitu sampai di muka rumah Rama Wanua itu
Dari dalam rumah, seorang lelaki tua berjenggot putih muncul dengan kaget
"Apa kau bilang, utusan dari Kedaton Kahuripan?" tanya Mpu Sali , Rama Wanua Kitri
"I-iya Mpu, katanya dia bekel prajurit Kedaton Kahuripan" jawab Sampar.
"Ayo, kita kesana" tukas Mpu Sali, bergegas ke gerbang Wanua di ikuti Sampar..
Sesampainya di gerbang Wanua, mereka segera mendekati Mpu Tandi yang berdiri di samping kuda hitam nya..
"Ampun beribu ampun Gusti, gerangan hal apa yang membawa Gusti bekel ke Wanua terpencil ini Gusti? " Mpu Sali bertanya seraya menghaturkan sembah nya
"Hai Rama Wanua Kitri, ketahuilah aku mengawal rombongan Gusti Mapatih Narotama yang menuju Siwatantra Penanggungan.. Kami ingin beristirahat barang semalam, sebelum melanjutkan perjalanan.. Apa bisa kau membantuku menyediakan tempat menginap untuk kami?" sahut Mpu Tandi
"Ampun beribu ampun Gusti, di Wanua kecil ini tidak ada penginapan seperti di Kotaraja Kahuripan Gusti, jika berkenan silahkan bermalam di gubug hamba Gusti" balas Mpu Sali dengan membungkuk hormat
"Tidak apa-apa Rama, kami sudah berterimakasih atas kebaikan mu pada kami, akan ku beritahukan ini kepada Gusti Mapatih" selesai berkata, Mpu Tandi meloncat naik ke kuda hitam nya dan melesat cepat menuju rombongan Mapatih Narotama..
"Sampar, Bango cepat kalian bantu aku mempersiapkan penyambutan tamu kita, Kebo Ireng kau tetap berjaga disini" perintah Sang Rama kepada bawahannya
Mereka segera bergegas ke kediaman Rama Wanua, menyiapkan makanan untuk di hidangkan pada rombongan Mapatih Narotama
.
.
.
"Ampuni hamba Gusti Mapatih, jika penyambutan kami kurang berkenan" Rama Wanua Kitri menyambut kedatangan rombongan Mapatih Narotama,,
"Ini sudah lebih dari cukup Rama, aku lihat Wanua ini cukup makmur walau jauh dari Pakuwon Watugaluh" kata Mapatih Narotama,
"Kami hanya petani Gusti, setiap hari hanya berladang menanam palawija.. Kami cukup beruntung karna tanah di Wanua Kitri subur untuk bercocok tanam Gusti" sambut Mpu Sali
Malam itu, rombongan Mapatih Narotama bermalam di kediaman Rama Wanua Kitri
Sampai larut mereka bercakap-cakap membicarakan tentang keadaan wanua dan jalan yang akan di lewati..
Sepasang mata menatap rombongan di rumah Rama Wanua itu,
" Laporkan ini ke Gusti Mapanji, aku akan terus mengikuti gerakan mereka, awas jangan sampai ketahuan orang lain,, Paham kau Donggol?" tanya seorang lelaki berwajah jelek dan berkulit hitam kepada seorang lelaki pendek bertubuh bungkuk di sebelah nya
"Aku mengerti Kakang Genggong tidak perlu cemas, ilmu Kanuragan ku cukup untuk membela diri ku dari prajurit prajurit bodoh itu" sahut si Donggol
"Saat Gusti Mapanji menjadi raja, kita akan di angkat menjadi bawahan nya, hidup kita pasti enak Kakang, hahahaha"
"Tak sia sia kau mengikuti ku, ternyata kau tidak sebodoh tampang mu Donggol, hahahaha" jawab Genggong sambil terkekeh
Mereka adalah orang-orang Padepokan Bukit Jerangkong yang di kenal sebagai Sepasang Setan Hitam dari Bukit Jerangkong, tokoh golongan hitam yang terkenal keji dalam membantai musuh musuh nya
Namun atas perintah guru nya, Iblis Bukit Jerangkong, yang sudah bersedia membantu niat Mapanji Garasakan untuk menjadi raja Kahuripan, mereka memata matai pergerakan orang orang seputar Kedaton Kahuripan yang di curigai berpihak pada Samara Wijaya..
Suasana semakin panas di Kedaton Kahuripan..
bersambung
*Wanua \= desa
*Mpu \= julukan orang yang di hormati
* Siwatantra \= daerah bebas pajak, biasanya tempat peribadatan khusus
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 325 Episodes
Comments
MATADEWA
Lanjut....
2025-03-23
0
Hana Nisa Nisa
oc
2024-03-20
2
kresno sumarsono
Ok.. lanjut
2023-12-13
0