"Berhenti!"
Teriak seorang penjaga gapura masuk kota kecil itu.
"Maaf Kisanak, ada keperluan apa kisanak sekalian kesini?".. tanya penjaga gapura itu sambil memperhatikan semua anggota rombongan yang ada.
"Maaf penjaga, aku Mpu Tandi, bekel prajurit yang mengawal rombongan Mapatih Narotama. Beritahu akuwu mu bahwa kami ingin bermalam disini" jawab Mpu Tandi
Seketika penjaga itu pucat mendengar kata Mapatih dalam rombongan itu
"Am.. ampuni hamba Gusti bekel, kami tidak tau kalau ada tamu agung melewati Pakuwon Bandar ini" ucap penjaga gapura itu sambil menunduk ketakutan..
" Iya tidak apa, antarkan kami ke kediaman Akuwu mu, cepat ! " sahut Mpu Tandi
"Mari Gusti saya hantarkan" jawab penjaga sambil bergegas berjalan di muka sekaligus menjadi penunjuk jalan..
Rombongan Mapatih Narotama pun bergerak menuju kediaman Akuwu Bandar...
Sesampainya di rumah Akuwu, penjaga itu segera mengabari pengawal Akuwu yang berjaga di depan gapura rumah.
"Kang, sampaikan ke dalam rumah Akuwu, tamu agung dari Kedaton Kahuripan datang berkunjung, cepat kang" bisik penjaga gapura itu kepada pengawal Akuwu..
Mendengar itu, sang pengawal dengan tergesa-gesa masuk ke kediaman Akuwu Bandar yang bernama Panji Dawuk..
Sekejap kemudian, seorang lelaki paruh baya berbadan tegap dengan kumis tebal tergopoh-gopoh menuju gerbang kediaman nya.
"Ampun beribu ampun Gusti, mohon maaf hamba tidak mengetahui kehadiran Gusti Mapatih beserta rombongan" ucap Akuwu Bandar sambil menghaturkan sembah nya
"Tidak apa-apa, aku dan rombongan ku ingin bermalam di rumah mu, Apa kau keberatan?" tanya Sang Mapatih Narotama
" Sama sekali tidak keberatan Gusti Mapatih, mari saya saya antar ke Bale,, kamar nya biar di siapkan dulu Gusti" jawab Panji Dawuk
"Beberapa anggota rombongan kami ada yang terluka, siapkan tabib dan obat untuk mengobati luka luka mereka", titah sang Mapatih, " juga siapkan penguburan untuk anggota ku yang terbunuh"..
" Akan hamba laksanakan Gusti" jawab Akuwu Bandar dengan membungkuk hormat, " Mari Gusti Mapatih saya antar ke dalam"
Lalu rombongan itu bergegas masuk ke dalam Bale kediaman Akuwu
"Kalau hamba boleh tau, siapa yang berani menyerang rombongan Gusti Mapatih? ", tanya Panji Dawuk
Lalu Mpu Tandi menceritakan kejadian hadangan yang baru mereka hadapi
Betapa terkejutnya Panji Dawuk mendengar nama Sepasang Setan Hitam sudah tewas menghadapi rombongan Mapatih Narotama..
"Hamba bersyukur Gusti Mapatih dan rombongan sudah menghabisi mereka..
Mereka perampok kejam Gusti, sepekan yang lalu mereka menghabisi rombongan saudagar dari Kujang yang akan berdagang kemari Gusti", ujar Akuwu Bandar, " mereka dengan sadis menghabisi nyawa manusia seolah olah tidak berharga sama sekali"..
"Pengawal Pakuwon dan pendekar sewaan yang suruh menghadapi mereka, juga berakhir dengan kematian, Gusti" , lanjut sang Akuwu , "Mereka terlalu kuat untuk ukuran perampok biasa"..
"Yang penting mereka sudah tewas, Ki Kuwu tidak usah khawatir lagi" , tukas Dyah Bayunata yang dari tadi diam saja..
"Untuk mengobati luka luka akibat pertarungan tadi, setidaknya kita perlu beristirahat 3 hari disini Gusti Mapatih, bagaimana menurut Gusti?" , tanya Jayakerti menyahut..
"Hemmmm, tampak nya memang seperti itu Jayakerti,, Dhimas Bayunata bagaimana menurut mu? " jawab Mapatih Narotama
" Itu usulan bagus, Kangmas Mapatih.. kita juga akan kerepotan jika menghadapi situasi seperti tadi kalau banyak anggota rombongan kita yang terluka Kangmas, Apalagi Ki Bekel Mpu Tandi juga terluka sepertinya" ujar Dyah Bayunata sambil melirik Bekel Mpu Tandi yang penuh dengan tempelan obat di tubuhnya..
"Baiklah aku putuskan kita beristirahat 3 hari disini, lepas tiga hari kita lanjutkan perjalanan ke Siwatantra" titah sang Mapatih Narotama
Semua nya mengangguk dan membubarkan diri..
Malam semakin larut, rembulan yang tinggal separuh tampak malu malu mengintip dari balik mendung. Suara jangkrik dan belalang bersahutan semakin menambah dingin nya malam di Pakuwon Bandar.
**
Sementara itu di Padepokan Padas Putih, nampak Mpu Sakri dan Mpu Wanabaya sedang asyik berbincang di serambi padepokan..
"Kakang Wanabaya, aku dengar suasana istana sedang keruh karna Dyah Sanggramawijaya menolak menjadi raja" kata Mpu Sakri
"Benar adhi Sakri, karna sebab itu dua putra Gusti Prabu Airlangga berebut pengaruh di kalangan bangsawan untuk maju menggantikan posisi Putra Mahkota" jawab Mpu Wanabaya sambil menghela nafas panjang ," Aku takut terjadi perang saudara jika Gusti Prabu Airlangga tidak menemukan solusi yang tepat untuk masalah ini"
"Kalau sampai itu terjadi, aku yakin akan ada kekacauan besar besaran di seluruh kerajaan Kahuripan ini Kakang", sahut Mpu Sakri dengan pandangan menerawang jauh.
"Iya Adhi, aku sudah menyiapkan murid-murid ku jika situasi ini memburuk.. Beberapa murid q sudah ku latih khusus adhi, terutama Marakeh dan Tunjung Biru yang sudah menguasai tenaga dalam tingkat 6 " jawab Mpu Wanabaya, "Bagaimana murid-murid mu Adhi?"
"Aku sudah sepekan melatih khusus mereka kakang", jawab Mpu Sakri, " mereka benar-benar berbakat terutama Watugunung kakang, walau masih muda tetapi kecerdasan dan kemampuan tenaga dalam nya meningkat pesat dalam beberapa bulan ini"
"Aku akui Adhi, diantara murid murid Padepokan Padas Putih, dia yang paling berbakat menjadi pendekar jagoan di dunia persilatan,, murid adhi Rungkat si Garungwangi dan murid adhi Sasi si Gandra juga tak kan mampu menyaingi pencapaian nya, Apalagi Marakeh dan Tunjung Biru" sahut Mpu Wanabaya sambil tersenyum
"Ahh Kakang terlalu memuji, tapi aku berharap dia benar-benar bisa mengharumkan nama Padepokan Padas Putih ini kakang" ,tukas Mpu Sakri, lalu dia mengambil sepotong singkong rebus yang ada dalam pinggan kayu jati,
"Kakang mau?"
"Habiskan saja adhi, aku masih kenyang " jawab Mpu Wanabaya sambil terus memandangi langit malam yang cerah berawan...
***
Sementara itu, di balik tembok keputran Kahuripan, tampak dua bayangan hitam mengendap endap tanpa bersuara..
Langkah kaki yang ringan seakan terbang, membuat gerakan mereka lincah menyusup sambil mengamati sekeliling keputran Kahuripan..
Tak berapa lama, salah satu bayangan hitam itu komat kamit membaca mantra seketika muncul asap tipis berhembus kearah para penjaga yang sedang berjaga pada bangunan besar di tengah keputran Kahuripan itu..
"Oaaahhhhh aku ngantuk sekali yak" ujar salah seorang penjaga
"Hemmmm mataku seperti di pulut kang , oahhhmmm ..." jawab penjaga yang satunya menguap lebar setelah itu ambruk tertidur pulas..
Rupanya, bayangan hitam tadi merapal sebuah ilmu sirep yang ampuh untuk melumpuhkan penjaga penjaga itu..
Bangunan besar di tengah keputran Kahuripan itu adalah kediaman Samara Wijaya, anak kedua Sang Prabu Airlangga dengan Permaisuri Dewi Candrawati..
Di dalamnya saat ini, berkumpul Sang Mahamantri i Sirikan Mpu Layang, Senapati Ranggawangsa, dan Tumenggung Adiguna membicarakan tentang situasi terkini Kedaton Kahuripan..
Dua bayangan hitam seketika melompat ke udara, mendarat di atap bangunan keputran Kahuripan itu dengan sangat pelan, namun mereka sepertinya tidak tau bahwa di dalam bangunan besar itu ada salah satu senapati yang memiliki kemampuan tinggi dalam beladiri. Sehalus apapun gerakan mereka tetap terdengar oleh Senapati Ranggawangsa, salah satu lulusan Padepokan Padas Putih murid Mpu Sasi.
"Jadi bagaimana menurut Gusti Pangeran?? " ujar Mpu Layang sang Mahamantri i Sirikan
"Kita tidak boleh gegabah Paman, jangan sampai ada keributan untuk masalah ini, kita harus hati-hati dengan semua orang yang mendukung Kakang Mapanji Garasakan" jawab Pangeran Samara Wijaya
"Gusti Pangeran, sepertinya ada yang sedang memata matai kita" ucap Ranggawangsa dengan bisik bisik lantas meletakkan jari tengah nya untuk diam..
Ranggawangsa lalu mengambil cangkir air minumnya, lalu dengan tenaga dalam melempar cangkir itu kearah atap keputran Kahuripan sambil berteriak " Berani sekali kau mengintip pembicaraan kami! "
Cangkir air melesat arah atap bangunan, kearah bayangan hitam yang terkejut kedatangan nya sudah di ketahui..
*Dhuarrrr....
*bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 325 Episodes
Comments
MATADEWA
Saling mengintai.....
2025-03-24
0
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagiiieee 👌👌👌
2023-12-17
0
rajes salam lubis
lanjutkan
2023-05-24
0