Sehabis menemani gadis nya, Will mengantar Vi pulang menunju ke kediaman Vi. Di perjalanan, di dalam mobil Vi terus saja bergulat manja, di lengan Will. Dan membuat Will hanya bisa tersenyum..
"Vi, apa kau sangat begitu merindukan ku..? Sampai kau sepertinya tidak ingin pisah dariku..?"
"Hhhmm Will aku sangat merindukan mu.." Jawab Vi.. "Tapi aku lebih merindukan hartamu." Batin nya.
"Sama, aku juga merinduka mu.."
"Will, besok temani aku untuk menghadiri pesta ultah temanku yah..?"
"Iya.."
"Tapi sebelum pergi, kau harus menemaniku membeli gaun dulu, yah yah yah..?"
"Iya.. Apa pun yang kau minta aku akan menuruti nya. "
"Makasih Will." Ucap Vi tersenyum dan mencium pipi Will,.
••••••••••
"Bagaimana sayang..??" Tanya Pram kepada putrinya..
"Aman.. Will percaya kalau aku itu gadis yang ia cari.."
"Bagus.. Pokoknya kau harus berakting sebagus mungkin, agar kita bisa menguasai seluruh kekayaan Will."
"Baik ayah,. Percayakan saja padaku..." Ucapnya sambil tersenyum jahat.
"Ayah percaya padamu, dan bangga mempunyai putri seperti mu.."
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Will telah sampai di kediaman nya setelah mengantar Vi pulang dengan selamat.. Saat pintu rumah terbuka, hanya satu yang Will cari saat ini. Keberadaan Eryna.. Entah kenapa, saat kejadian malam di mana Eryna pingsan, ada sedikit perasaan iba di hati Will saat melihat Eryna, apalagi jika Will menatap ke dalam mata Eryna, Will seperti melihat sesuatu di dalam sana..
"Bi dimana gadis itu..?" Tanya Will.
"Non Eryna ada di kamar tuan.."
"Apa yang gadis itu lakukan sehari ini bi...???"
"Non Eryna hanya membantu saya tuan di dapur, selebihnya non ke taman.."
"Baik bi." Ucap Will, kemudian menuju ruang kerjanya..
Will membuka ponselnya melihat cctv yang terhubung dengan ponselnya.. Melihat Eryna yang begitu ceria memasak bersama bibi, membuat Will terseyum sendiri.. Namun senyum itu sirna, kala melihat Eryna duduk di bangku taman, duduk merenung seorang diri.. "Apa yang gadis itu lakukan..? Apa dia tidak capek duduk berjam jam di situ..?"Gumam Will dan masih setia menatap layarnya..
Dan lagi, Will sangat marah ketika melihat Dave berbicara dengan Eryna, dan detik di mana Eryna bersandar di bahu Dave, membuat Will semakin bertambah marah.. "Dasar gadis pala'cur." Geram Will sambil mengepal tangan nya..
"Kau mencoba merayu Dave kan agar bisa lolos begitu saja dari diriku.. Hahahahha, lihat saja kau tidak akan bisa lolos semuda itu." Ucapnya.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Pagi hari menyapa, Eryna sudah berada di dapur membatu bibi mengerjakan sarapan pagi untuj manusia jelmaan.. "Non, seperti nya begitu ceria pagi ini..?" Tanya bibi.
"Ya bi.." Ucap Eryna sambil tersenyum..
"Semoga tuan Will tidak pernah menyiksa non lagi ."
"Apaan sih bi,. Manusia jelmaan itu tidak akan berubah menjadi baik, selagi aku masih berada di rumah ini, pasti dia akan menyiksaku." Ucap nya sambik menyusun menu di atas nampan..
"Maka berdoalah non, supaya tuan Will bisa berubah menjadi baik." Ucap bibi, dan membuat Eryna hanya tersenyum... "Ouh yah non, itu makanan nya mau di bawa kemana..?"
"Ini untuk manusia jelmaan bi. Aku akan mengantar nya ke dalam kamarnya." Ucap Eryna, sambil berlalu..
Jantung Eryna berdenyut begitu cepat kala berada di depan pintu kamar Will..
Mmmhhhuuuuuuf Eryna membuang nafas panjangnya.. "Eryna, kamu pasti bisa, semangat." Ucap Eryna menyemangati diri sendiri..
Ceklek.. Eryna membuka pintu kamar Will. "Syukurlah pintunya tidak terkunci." Batin Eryna, dan memang inilah kebiasaan Will, sangat jaranv mengunci pintu kamarnya.
Dengan hati hati Eryna melangkah masuk ke dalam, dan meletakkan nampan nya ke atas meja.. Lalu berjalan menuju jendela kamar yang begitu besar.. Eryna membuka lebar gorden kamar,, sehinga sinar mentari pagi menembus jendela dan menyilaukan mata Will yang sedang tertidur..
Will menggeliat dalam tidurnya, dan membuat Eryna melangkah mendekat ke arah Will.. Eryna berdiri tepat di sisi ranjang menghalang sinar matahari dengan punggung nya..
Eryna menatap wajah Will yang kembali tertidur pulas.. "Kita begitu dekat, tapi kita tidak bisa saling menggapai, karna ada jurang pemisah di antara kita." Batin Eryna.
"Aku berjanji iam akan mengurus mu sebaik mungkin, selagi aku berada disini.." Batin Eryna kembali..
"Apa yang kau lakukan di sini...?" Tanya Will saat membuka mata dan melihat Eryna berdiri di hadapan nya,.
Eryna tersadar dari lamunan nya, kala mendengar suara dari jelmaan.. "Maaf tuan, saya hanya membawa sarapan untuk tuan." Ucapnya sambil tersenyum.
"Kenapa senyumnya begitu manis.." Batin Will.
"Saya permisi tuan." Eryna melangkah, keluar dari kamar,. Dan Will baru tersadae kala Eryna menutup pintu..
"Kenapa gadis itu tiba tiba baik...? Dan terseyum begitu manis pagi ini..?" Gumam Will lalu menatap sarapan nya di atas meja.. Will mengembangkan seyumnya. Namun seketika menggelengkan kepalanya.. "Tidak Will, kau harus sadar. Gadis itu hanya sedang merayumu."
Salam syg untuk kalian semua🥰🥰🥰.. Semoga syuka,
Yang ingin kenal otor khilaf lebih dekat, ketuk pintu GC yah.🤗
Bisa saling bertegur sapa di GC dan seru seruan dengan sesama teman GC.
Ouh yah, jgn lupa follow aku IG ku : rini_anca
Yang ingin tahu tentang aku, bisa langsung DM di IG.🤗🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Rifa Endro
hatimu udah terlanjur busuk will
2024-04-26
0
Ida Lailamajenun
oon nih Will gk nyadar ma perasaan sendiri saat dekat dgn eryna,coba bandingkan Will jika bersama Vivian apakah ada getaran dihatimu
2022-03-23
1
Cicih Sophiana
sadarkan Will thor...
2021-11-24
0