Semenjak kejadian malam itu.. Eryna terus saja mengurung diri di kamar ia tidak ingin berjalan keluar kamar selangkah pun.. Dan syukurnya, Will juga tidak pernah datang untuk menyiksa nya lagi..
Saat pagi hari, Eryna berdiri di atas balkon melihat ke sisi pagar.. Eryna berencana untuk kabur malam ini.. Jujur Eryna sungguh tidak sanggup lagi menerima penyiksaan ini. Penyiksaan yang tidak hanya menyakiti fisiknya saja, tapi juga sangat menyakiti batin nya..
Batin Eryna sangat tersiksa berada di rumah ini.. Tersiksa, karna tidak tahu kesalahan apa yang ia perbuat sampai Will menyiksa nya seperti ini,. "Aku harus kabur." Batin Eryna.
Tidak lama terdengar suara pintu terbuka.. Bibi datang membawa nampan yang berisi makanan untuk sarapan Eryna.. "Non, sarapan nya di makan dulu. Jangan cuman melamun non." Ucap bibi.
"Makasih bi., Ouh yah bi, apa manusia jelmaan itu tidak ada di rumah ini..?"
"Tuan Will..?
"Ia siapa lagi bi, jika bukan dia.."
"Ouh tuan Will berangkat pagi sekali."
"Kemana bi..?"
"Sepertinya ia ingin mengunjungi adik nya."
"Adik..?,"
"Ia tuan Will punya seorang adik perempuan."
"Oooo." Ucap Eryna.. "Tapi bi, kapan kira kira sih jelmaan itu akan pulang jika mengunjungi adik nya..?"
"Biasanya tuan Will akan menginap, dan besok akan pulang." Jawab bibi.
"Yes, akhirnya aku punya kesempatan malam ini." Batin Eryna..
Bibi yang melihat Eryna melamum, langsung menyadarkan nya dengan sebuah pertanyaan.. "Apa non berniat ingin kabur..?"
"Bibi.."
"Kalau non berniat ingin kabur, bibi akan membantun non.."
"Bi terima kasih.." Ucap Eryna tulus sambil memeluk tubuh bibi..
"Sama sama non.. Jujur bibi ingin non lebih lama di sini untuk bisa merubah sifat tuan Will. Hanya saja bibi juga kasihan dengan non, yang selalu mendapat siksaan seperti ini.."
"Makasih bi.. Eryna janji tidak akan melupakan bibi, jika Eryna berhasil kabur dari sini.."
🍂🍂🍂🍂
Kini Will sudah berada di sebuah desa. Tempat sang adik tinggal menenangkan diri.. Semenjak kejadian pilu yang adik Will alami beberapa tahun silam. Membuat Will terpaksa membawa sang adiknya ke kampung bibi art nya..
"Kak Will." Sapa Ella adik Will..
"Bagimana kabarmu Ella.?"
"Baik kak aku suka di kampung ini.." Ucap nya sambil tersenyum..
"Baguslah.. Jadi kapan kau akan balik dan meneruskan kuliah ku.?" Tanya Will.
"Entahlah kak, Ella masih betah berada di sini., Ouh yah kak aku dengar kak Will sudah menikah.? Apa itu benar.? Dan apa dia perempuan yang kak Will cari selama ini.?"
"Ya kaka sudah menikah. Tapi dia bukan perempuan yang kak Will cari."
"Kenapa kak.. Bukan kah kaka mencintai gadis malaikat kecil itu.? Atau kaka sudah menyerah untuk mencari nya..?"
"Sudah lah jangan bahas itu.. kakak datang kesini hanya ingin melepas rindu. Bukan membahas hal yang lain.."
"Baiklah."
Setelah cukup lama berbincang bincang dengan Ella. Will memutuskan untuk menemui Dave yang sedang berada di halaman depan.. "Dave" Panggil Will.
"Aku ingin kau pulang hari ini juga. Lihat apa yang gadis itu lakukan. Aku tidak ingin gadis itu sampai melarikan diri dariku.."
"Baik tuan."
"Ingat, jaga dia baik baik jangan sampai lolos."
"Baik tuan."
Setelah mendapat perintah dari tuan nya.. Dave menaiki mobilnya dan berkendara menuju rumah tuan Will..
••••••••
Malam harinya.
"Bi, apa bibi yakin lewat jalan itu aman..?" Tanya Eryna kepada bibi, sambil menunjuk ke arah pagar
"Ya bibi yakin.. Tapi apakah non bisa memanjat pagar itu...?"
"Tenang saja bi. Eryna pasti bisa, karna ada pohon di dekat pagar. Jadi Eryna akan naik lewat pohon itu bi."
"Baiklah non. Semoga non berhasil.." Ucap bibi.
"Terima kasih bi.. Kalau begitu Eryna pamit dulu bi.."
"Hati hati non."
Eryna jalan mengendam endap. Melewati pintu belakang agar para penjaga tidak mengetahui keberadaan nya..
Di sisi lain.. Will hanya tersenyum kecut melihat cctv yang berada di rumahnya melalui ponselnya.. Melihat tinggkah Eryna yang ingin meloloskan diri membuat Will naik darah..
"Berhasil." Gumam Eryna saat berhasil memanjat pohon dan berpindah ke atas pagar."
"Tapi bagaimana ini...? Bagaimana cara ku turun dari pagar ini..?" Huuuufffffff, "Astaga apa aku harus melompat dari atas sini.." Gumam Eryna..
Jujur Eryna sangat takut untuk melompat melihat ketinggian pagar ini yang cukup lumayan.. "Jika aku melompat, apakah tulang ini akan patah." Tanya Eryna pada diri nya sendiri..
"Ah biarlah dia patah, dari pada harus bertahan hidup bersama manusia jelmaan itu." Ucapnya..
"Bismillah.."
Bruuuukkkkkkkkkk, "Auuuuuuuuhhhhhhhh". Ucap nya merasakan sakit akibat lompat dari pagar.
"Tunggu, auuuuuuu. Tulang ku tidak patah.. Terima kasih Tuhan.. Ahhh, tapi pinggang ku.."
"Nona anda mau kemana...???" Tanya Dave
"D--dave....??" Ucap Eryan terbata..
"Dave apa yang kau lakukan disini..? Maksud ku, kukira kau pergi bersama manusia jelmaan itu..?"
"Justru saya yang ingin bertanya nona.? Apa yang nona lakukan di sini, dimalam hari.? Apa nona ingin kabur.?"
"Dave kumohon tolong aku.." Ucap Eryna sambil berjalan mundur menjauh dari Dave.
"Maaf nona. Tapi anda harus kembali."
"Dave, kumohon. Biarkan aku pergi, aku tidak bisa hidup di rumah ini Dave.. Tolong.." Ucapnya dengan air mata yang kini mulai menetes.
"Nona harus kembali, jika tidak makan tuan Will akan murkah dan membuat kaka anda mendapatkan amukan nya.. Lebih baik anda masuk kembali nona.." Ucap Dave sambil meraih tangan Eryna.
"Dave kumohon, lepaskan aku. Kali ini saja. aku janji akan kabur sejauh mungkin dengan kak Adzam, agar Will tidak menemukan ku.."
"Tidak bisa nona."
"Dave ku mohon, kumohon Dave." Ucap Eryan sambil bermohon di hadapan Dave..
"Tapi nona. Sejauh apa pun anda lari, tuan Will pasti akan menemukan nona. Jadi percuma nona."
"Tapi setidaknya biarkan aku mencoba Dave. Dave kumohon,."
"Baiklah, aku izinkan nona lari. Tapi ingat jika nona tertangkap jangan membawa nama ku.."
"Terima kasih Dave.." Ucap Eryna sambil memeluk Dave..
"Pergilah sebelum pengawal yang lain menemukan nona." Ucap Dave memalingkan tubuhnya dari Eryna..
Saat Dave melangkah, tiba tiba Eryna memeluk tubuhnya kembali dari arah belakang.. "Terima kasih Dave, bagiku kau adalah penolongku."
Hati Dave tersentuh akan ucapan Eryna, dan lagi lagi entah perasaan apa yang tiba di hatinya.. Mendapatkan pelukan dari Eryna membuat jantungnya seraca terpompa lebih cepat dari biasanya.. "Ada apa ini kenapa jantung ku berdetak kencang seperti ini.?" Batin Dave
Tak lama terdengar suara ponsel Dave berdering.. Dave melihat ternyata tuan Will yang menelpon nya..Sebelum menjawab Dave menyuruh Eryna agar lari sejauh mungkin..
"Pergilah Eryna, aku harap kau bisa bersembunyi sebaik mungkin." Ucap Dave.
"Terima kasih Dave." Ucap Eryna kemudian berlari..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Rifa Endro
jatuh cinta dg orang yg sudah bersuami
2024-04-26
0
Sri indrawati
sebentar lg kamu akan menyesali kebodohan mu wil..
2023-10-25
2
novi 99
wanita yang kamu cari saat ini kamu siksa habis--habisan Wiill...
2022-11-08
0