Beberapa anak yang sedang berpakaian sekolah yang mungkin kira kira berusia 11 tahun sedang berkumpul di sebuah gang, merundungi temannya..
Salah seorang anak bahkan memukul kepala anak tersebut yang tak lain adalah Will.. Yah Will kecil dulu sangat sering mendapatkan rundungan dari teman temanya. Ia tidak mampu melawan, karna dia adalah tipe anak yang baik dan pendiam..
"Cepat berikan uang mu.." Ucap salah seorang anak..
"Tapi aku tidak punya uang." Ucap Will.
"Jangan berbohong. Bukan kah kamu anak orang kaya.." Ucap anak yang lain sambil menarik telinga Will..
"Sakit tolong hentikan.."
Tapi anak tersebut terus saja menarik telinga Will, sampai tiba tiba sebuah batu kerikil mendarat di dadanya..
"Auhhhhh."Rigis anak tersebut, lalu berbalik melihat siapa yang melemparnya..
"Heyy, kau gadis kecil apa yang kau lakukan haaaa...?"
"Kalau kaka melukai teman ku, maka akan ku telpon polisi untuk menangkap kalian." Ancam Eryna sambil memengang ponsel di tangan nya . "Cepat pergi, hussss,hussss."
Semua anak anak yang merundung Will pun berlari meninggalkan mereka berdua..
"Kalau jadi laki laki harus pemberani. Jika ada yang melukaimu, maka lukailah kembali." Ucap Eryna sambil menarik tangan Will..
"Dimana rumahmu, aku akan mengantar mu pulang." Ucap Eryna sambil melangkah dan menarik tangan Will..
Will hanya tersenyum, sebab baru kali ini ia mendapat teman gadis dan baru kali ini pula tangan nya di genggam oleh seorang gadis yang begitu imut menurutnya.
"Malaikat".. Gumam Will namum masih dapat Eryna dengar..
"Apa kak...???"
"Tidak ada, aku hanya mau bilang makasih."
"Ooo,." Eryna beroria.. "Auuuuhhh," Rigis Eryna yang tanpa sengaja terjatuh kerna kakinya menginjak lubang kecil.
"Kamu kenapa..?" Tanya Will.
"Sudah lihat aku jatuh, masih bertanya.."
"Sory,. Mana yang sakit...?"
"Ini,." Tunjuk Eryna pada pergelangan kakinya, dan refleks Will memijit kaki Eryna.
"Sepertinya bukan kamu yang mengantarku, tapi aku yang akan mengantarmu." Ucap Will di sela memijit nya.
"Ya sepertinya.."
Saat Will memijit kaki Eryna, mata Will memandang dengan lekat wajah Eryna, senyum mengembang di wajah Will kala menatap gadis yang begitu imut di hadapanya saat ini.. "Ouh itu ada kotoran di bawa telinga mu." Tanya Will, dan membuat Ernya menjawab..
"Ouh ini bukan kotoran, tapi ini tahi lalat.. Entah kenapa lalat itu sampai bo"ker di bawah telinga ku."
"Hahahahah,." Tawa Will pecah mendengar ucapan gadis di hadapan nya.. "Mungkin daerah situ mu, lalat anggap sebagai clo"set."
"Apaan sih." Ucap Eryna dengan wajah cemberut..
"Ouh yah kak tolong bantu aku ke ujung prapatan di sana..?"
"Disana..?"
"Ya, tolong yah karna sepertinya kaki ku sangat sakit.. Belum bisa berjalan."
"Baiklah. Ayo naik di belakang ku.., Aku akan mengolongmu."
Eryna bersandar di pundak Will dengan sangat nyaman nya.. Will tersenyum baru kali ini bisa merasakan seperti ini. Begitupun dengan Eryna,.
"Makasih sudah menolongku tadi." Ucap Will..
"Sama-sama.. Hhhhmmm apa imbalan ku karna telah menolong mu."
"Jadi kau tidak iklhas menolongku."
"Aku iklhas, aku hanya bercanda."
"Jika kita besar aku janji akan menikah dengan mu."
"Hahahha, tapi aku tidak ingin menikah dengan pria yang lemah sepertimu."
"Aku akan belajar bela diri.. Dan setelah kita dewasa maka kita akan menikah.."
"Siapa nama mu..??" Tanya Eryna
"Iam." Jawab William, Will atau biasa juga di sebut iam dari sang ibu.
"Nama yang sangat bagus."
"Kalau kamu, siapa nama mu.."
"Nama ku............
"Sayang kau darimana saja...?" Ucap sang ibu saat melihat Eryna..
"Ibu..."
"Apa yang terjadi sayang, kenapa sampai kau di gendong seperti ini.."
"Ibu tadi aku jatuh dan kaka ini menolong ku."
"Terima kasih nak." Ucap ibu tulus..
"Sama sama tante.."
"Ayo sayang kita pulang." Ajak ibu sambil membawa Eryna masuk ke dalam mobil. "Tante pamit yah nak, makasi sudah menolong anak tante."
"Hey, siapa nama mu...???" Teriak Will
"Aku akan menunggu janji mu ketika kita dewasa nanti.." Teriak Eryna.
"Tapi siapa nama mu..?"
"Jika kita berjodoh maka kita akan bertemu, dan saat itu kau akan tahu nama ku.."
"Tapi apa kau bisa mengenali ku saat kita dewasa nanti.."
"Yaaa, aku bisa mengenali mu. Hanya dengan melihat punggung mu, aku tahu jika itu kamu iam." Ucap nya sambil tersenyum..
"ahhhhhh kalian jahat doain otor khilaf😭, khilaf betul kan jadinya.."
Jangan lupa like, comen dan vote yah🥰
Salam syg untuk kalian semua🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
istripak@min
taix iam
2024-06-27
0
Rifa Endro
author yg jahat . misahin dua orang itu isdi musuh bebuyutan
2024-04-26
0
Novianti Ratnasari
seperti nya tahi lalat nya di hilangkan dech
2022-07-19
1