09

"Lepaskan.." Teriak Eryna saat kedua orang berbadan kekar menariknya dan memaksa nya masuk ke dalam mobil..

"Kubilang lepaskan. Kalau tidak aku akan teriak sekencang mungkin." Ucap Eryna lalu mencoba melepaskan tubuhnya namun tenaga nya dikalah kuat dari dua orang pria tersebut..

"Tolong......!!!!!, Tolong......!!!!" Teriak Eryna..

"Percuma anda meminta tolong nona, tidak akan ada yang akan mendengar mu."

Eryna melirik kesana kemari.. Dan benar saja, siapa yang akan menolong nya di tempat ini. Karna ini adalah sebuah hutan,, rumah Will yang selama ini ia tempati berada di sebuah hutan dan Eryna baru sadar akan hal itu..

"Lebih baik nona diam dan menurut pada kami." Ucap salah satu pria tersebut..

"Tolong, kumohon lepaskan saya tuan.." Pinta Eryna, saat sudah berada di dalam mobil.

"Tidak bisa nona. Jika anda bebas, maka nyawa kami yang akan menjadi taruhan nya."

"Hiksssss,hikssssss." Kini Eryna hanya bisa pasrah sambil menangis.. Dia tahu betul akan terjadi hal apa nanti setelah ia sampai di rumah Will..

Ia sudah membayangkan betapa kejam nya Will nanti saat menyiksa dirinya. "Tuhan, kumohon sadarkan manusia jelmaan itu satu kali saja." Gumam Eryna..

Eryna merasa semakin takut saat mobil yang membawa nya telah tiba di pekarangan rumah Will.. Dan kedua pria itu menarik paksa Eryna agar segerah turun dan bertemu dengan Will yang sedari tadi menunggunya..

Ternyata, tadi Will sudah berada di rumah mendahuli Dave, ia sengaja menyuruh Dave pulang lebih awal, dan langsung pulang ketika Dave sudah berangkat..

Prokkkk,prokkk,proookkkk." Will bertepuk tangan kala Eryna sudah berada di hadapan nya..

"Lepaskan.." Ucap Eryn kepada kedua pria yang memengangnya..

Will memberi syarat kepada kedua pria itu untuk melepaskan Eryna dan pergi dari situ..

"Permisi tuan." Ucap kedua pria itu, lalu pergi dari sana..

"Kau sudah berani kabur dari ku gadis bodoh." Ucap Will sambil mencengkram kedua pipi Ernya..

"Auuuh, sakit lepaskan.." Rigis Eryna.

"Kau tahu, apa yang akan terjadi jika kau mencoba melarikan diri dariku haaaaa...?"

"Tolong maafkan aku.. Tolong.."

"Hahahah, jangan harap itu.." Ucap Will kemudian menarik lengan Eryna dengan sangat keras..

"Auuuuh, tuan sakit, tolong lepaskan aku.."

Bruuuukkkkkk.. Tubuh Ernya terjatuh kala Will menghempaskan nya..

"Tuan apa yang akan kau lakukan.." Ucap Eryna mencoba mundur karna Will terus saja maju ke hadapan nya..

"Kenapa kau sangat berani melawan ku, haaaa...??? Apa kau tidak takut pada diriku..?"

"Aku tidak takut padamu, aku hanya takut pada Tuhan ku saja." Jawab Eryna dengan lantangnya, namun dalam hatinya yang paling dalam, sejujurnya ia sangat takut sekali..

"Hahahahhahah, kau jelas sangat berbohong gadis bodoh.. Terlihat jelas di wajah mu jika kau sangat takut.."

Eryna hanya tersenyum menantang.. Jujur ia sudah lelah, hari ini ia pasrah ingin melawan Will dengan sengenap tenanganya,.

Cuuuiiiiihhhhh.. Eryna meludahi wajah Will yang tepat berada di hadapan nya, dan membuat Will bertambah murkah..

"Gadis bodoh.." Plakkkkkkkkk,

Plakkkkkkkkkk

Dua kali Eryan mendapat tamparan dipipinya sehingga mengakibatkan darah segar mengalir di sudut bibi manisnya..

"Van,." Panggil Will..

"Ia tuan."

"Ambil kan besi panas itu.. Sepertinya gadis ini harus di lukai lebih dalam supaya ia bisa sadar akan posisinya.."

Dengan segerah Van mengambil besi panas itu dan memberika kepada tuan nya.. Will yang sudah memengang besi itu, langsung menghadapkan tepat ke wajah Eryna..

"Tuan tolong jangan.." Ucap Eryna sambil menangis.. Tapi besi itu tak juga sampai di wajah Eryna.. Justru Eryna merasa heran karna seseorang memeluk tubuh nya, dan membenamkan wajah Eryna kedalam pelukan nya..

🍂🍂🍂🍂

"Tuhan terima kasih karna telah mengirimkan malaikan padaku." Batin Eryna..

"Auuuuuu,." Rigis Dave menahan perih di punggungnya..

Yaaa, Dave yang melihat Will yang mencoba melukai Eryna langsung segerah berlari, dan memeluk tubuh Eryna.. Sehingga besi panas itu mengenai tubuhnya..

"Dave." Lirih Eryna..

"Dave.. Apa yang kau lakukan...??"

"Maaf tuan."

Bukkkkkkkkkk..." Kenapa kau menolong gadis itu haaa....????"

"Maafkan saya tuan. Ini salah saya yang telah membiarkan nona Ernya kabur." Ucap Dave dengan jujur..

"Hahahah Dave, apa kau punya rasa pada wanita ini..?" Tanya Will namun Dave hanya diam mematung..

"Jawab Dave..? Atau aku akan melakukan hal yang lebih kejam lagi."

"Tidak tuan. Bukan kah milik mu tidak boleh di miliki oleh orang lain.."

"Ternyata kau sangat mengerti Dave.."

Will memberikan perintah kepada Van agar memengang Dave..

"Tuan tolong, jangan lakukan itu.." Ucap Dave kala melihat Will kembali mengambil besi panas itu..

Eryna kembali merasa takut.. Dengan segerah ia berdiri dan mencoba berlarih, namun pengawal Wiil yang lainnya langsung menangkapnya..

"Jangan lari gadis bodoh.. Aku tidak akan merusak wajah mu.. Tapi aku akan memberikan besi panas ini pada nya." Tunjuk Will pada Adzam kaka Eryna yang sudah Will tahan sejak tadi..

"Kak Adzam."

"Eryna."

"Apa yang kaka lakukan di sini...??"

"Eryna kaka janji akan menolongmu.."

Saat Will mencoba memberikan besi itu kepada Adzam.. Eryna langsung memengang kedua kaki Will dan bersujud di hadapan nya..

"Tolong jangan lakukan itu pada kakaku. Tolong, apa pun yang kau minta akan ku berikan tapi jangan lukai kakaku.." Mohon Ernya sambil menangis..

"Apa pun itu...??"

"Ya, apa pun itu tuan asal jangan lukai kaka ku.."

"Hahahahahha, bagaimana jika aku memintamu membuka baju bertelan"jang di sini sekarang juga.."

"Eryna jangan.. Jangan dengarkan ucapan nya."

Eryna menangis sambil berpikir.. "Akan ku lakukan." Lirihnya, dan mencoba membuka kancing kemejanya.."

"Eryna jangan,, kumohon jangan lakukan itu.. Biar kaka yang merasakan sakit ini Eryna.."

Namun Eryna tak memedulikan lagi ucapan sang kaka.. Ia terus saja menangis sambil membuka satu persatu kancing bajunya.. Sebenarnya ada perasaan bersalah di hati Will,. tadi ia hanya bermain main berucap itu.. Tapi Ernya menyanggupinya.. Will memalingkan wajahnya dan semua pengawalnya mengikuti Will yang memalingkan wajah..

Tubuh atas Ernya hanya tertutup oleh bra nya saja.. Dengan cepat Dave membuka kemeja nya dan menutup badan Eryna, lalu menggendong Eryna menuju kamarnya..

"Hikkkkssssssss, Dave..."

"Jangan menangis. Aku janji akan menolongmu, dan menolong Adzam."

Will hanya terdiam menatap kepergian Dave yang menggendong Eryna.. "Apa mereka berpacaran di belakang ku." Batin Will.

Terpopuler

Comments

Rifa Endro

Rifa Endro

OMG. manusia berhati iblis

2024-04-26

0

Sri indrawati

Sri indrawati

nyesek bgt thor😭

2023-10-25

1

Desi Susilawati

Desi Susilawati

lanjutkan cerita nya seru

2023-02-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!