Karna merasa lelah, dan merasa sakit di sekujur tubuhnya membuat Eryna berbaring di tempat tidur, tak menunggu waktu lama akhinya Eryna terlelap ke dalam mimpi..
Brukkkk. Bunyi suara pintu kamar yang terbuka dengan sangat keras nya. Membuat Eryna yang tertidur akhirnya bangun akibat kaget mendengar suara pintu terbuka.. Eryna melihat ke arah pintu, sosok Will berjalan menghampirinya.. Seketika ruangan kamar yang Eryna tempati menjadi sangat dingin.. "Apalagi ini, sekarang apa lagi yang akan dia lakukan padaku." Batin Eryna,.
"Siapa yang menyuruhmu untuk tidur haa.....???" Teriak Will sambil mencengkram ke dua bahu Eryna.
Auhhhhh. Rigis Eryna menahan sakit.."To-olong tuan lepaskan saya."
"Hahahahah, lepas kau bilang? jangan harap. Justru aku akan menyiksa mu."
"Tolong tuan lepas, tolong." Ucap Eryna sambil menangis kala Will menyeret tubuhnya.
Tak menggubris sedikit pun ucapa Eryna, Wiil tetap saja menyeret nya hingga membawa Eryna masuk ke dalam kamar mandi,
"Aaahhhhhh, tuan tolong, hentikan" Ucap Eryna sambil menangis merasakan kedinginan menjalar di sekujur tubuhnya saat Will mengguyur tubuh Eryna dengan air..
Will yang mendengar keluhan Eryna hanya bisa tersenyum devil. Melihat wanita yang ia siksa menderita membuat nya sangat bahagia.
"Diam." Bentak Will, karna Eryna terus saja mencoba melawan sambil menangis.
"Tuan tolong, hikssss hikssss hiksssss".
Tapi Will sama sekali tidak memedulikannya.. Saat Will sudah melihat sekuruh tubuh Eryna yang kini mulai menggigil menahan dinginya air.. Lalu Will berjalan meninggalkan Eryna sendiri..
"Hiksssss, hikssss, hikksssss, apa salahku.? Sampai kau berbuat jahat dan kejam kepada ku." Tangis Eryna pecah,
Lalu Will berhenti kala mendengar ucapan Eryna. "Salahmu karna kau telah lahir di dunia ini." Ucap Will tegas, membuat Eryna menoleh ke arahnya.
Di pandang nya Eryna punggung Will yang sedang berjalan.. "Punggung itu.? Aku mengenal punggung itu!". Batin Eryna.
Saat Will sudah keluar dari kamar, bibi Asma pun langsung masuk ke kamar dan mencari keberadaan Eryna, bini membuka pintu kamar mandi dan melihat kini Eryna sedang di bawah guyuran shower..
"Apa yang non lakukan.? Ini bisa membuat non sakit.?" Ucap bibi merasah khawatir.
"Biarkan seperti ini bi. Eryna sudah tidak tahan bi, Eryna ingin mati saja."
"Non, jangan bicara seperti itu." Lalu bibi Asma mengambil handuk dan mematikan shower, di tuntun nya tubuh Eryna ke luar dari kamar mandi..
"Astaga, pasti non Eryna merasakan sangat dingin.?" Ucap bibi yang melihat Eryna menggigil..
Bibi mengambil handuk, dan membantu Eryna agar segerah mengganti pakaiannya.. "Terima kasih bi." Sahut Eryna.
"Sama sama non. Dan jika non butuh sesuatu jangan sungkan panggil bibi di bawa., Ouh ya non nanti makan malam nya mau di antar ke kamar atau non mau makan di bawah.?"
"Bi, kenapa dia jahat kepadaku.? Apa salah ku bi.?" Tanya Eryna yang masih tetap saja menatap kosong ke arah depan.
"Non yang sabar yah'! Sebenarnya tuan orang yang sangat baik, hanya saja di tiba tiba saja berubah seperti itu kala orang tuanya meninggal."
"Tapi kenapa bi.? Kenapa dia menyiksaku? Bahkan aku saja tidak mengenalnya, dan kenapa dia memaksa ku untuk menikah dengan nya.?"
"Maaf non untuk yang itu saya tidak tahu. Kalau begitu saya permisi dulu non."
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
"Apa kau sudah membantunya mengganti pakaian?" Tanya Will saat melihat bi asma keluar dari kamar Eryna.
"Iya tuan."
"Bagus bi. Itu artinya aku bisa kembali menyiksanya.." Ucap Will sambil tersenyum devil.
"Tuan, kasihan nona. Apa sebaiknya kita bawa di ke rumah sakit.?"
"Jangan berucap kasihan pada wanita itu., Kau tahu bi, dulu orang tuanya yang menyebabkan aku menjadi yatim piatu,dan sekarang dia yang harus menanggung semuanya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Besse Darma
keterlaluan ini
2025-02-08
0
istripak@min
hemm msik dipantau
2024-06-26
0
Rifa Endro
apa alasan mu menyiksa wanita itu
2024-04-25
0