04

Eryna hanya terus berbaring di tempat tidur dengan mata yang masih terbuka. Menatap kosong ke arah depan. Pikiranya terus saja berputar putar dan mengingat kesalahan apa yang telah ia perbuat di masa lalu sampai ada seorang pria yang menikahinya hanya untuk menyiksa nya saja.. Eryna tersadar dari lamunan nya kala bibi datang menghapirinya sambil membawa segelah susu..

"Non, di minum dulu.." Ucap bibi yang duduk tepat di samping Eryna berbaring..

"Makasih bi.." Ucap nya mengambil alih gelas tersebut, namun di letakkan nya di atas nakas.. "Bi, apa tuan Will masih di sini.?" Tanya nya kembali..

"Ia non. Tuan Will sedang berada di ruangan kerja nya., Ada apa non bertanya tentang tuan Will.?"

"Bi, apa bibi tahu kesalahan apa yang ku perbuat sampai tuan Will begitu kejam kepadaku.?" Lirih Eryna.

"Maaf non bibi tidak tahu." Ucap bibi sambil menundukkan kepalanya..

"Aku tahu, jika bibi pasti tahu alasan nya. Aku siap mendengar cerita bibi, jika suatu saat bibi ingin bercerita kepadaku."

"Maafkan saya non. Saya janji akan membawa nona kabur dari istana ini."

"Makasih bi.. Ouh yah bi, apa bibi punya foto tuan Will yang masih berusia belasan tahun.?"

"Untuk apa non.?"

"Aku hanya ingin memastikan saja bi."

"Maaf non. Tapi bibi tidak punya."

"Baiklah bi.."

Eryna berjalan ke arah balkon kamar tempatnya di kurung. Ia menatap ke arah bawa rumah. Dimana ada Will yang berjalan bersama sekretarisnya.. Eryna terus saja memandang punggu Will dengan seksama.. "Punggu itu mengingatkan ku akan dirinya, apa betul dia yang selama ini kucari?" Gumam Eryna..

Tanpa sengaja mata Eryna dan mata Will saling bertatap satu sama lainnya kala Will tanpa sengaja menoleh ke atas, ke arah kamar Eryna.. "Dave apa gadis bodoh itu akan lompat dari atas untuk bunuh diri.?" Tanya Will pada sekretarisnya..

"Sepertinya tuan."

"Dave cepat kau cegah dia melakukan nya. Karna aku belum puas untuk menyiksanya.." Teriak Will..

Namum belum juga Dave melangkah. Ternyata Eryna sudah lebih dulu membalikkan badan nya dan berjalan menuju kamar.. Dan menutup pintu balkonya..

"Tuan, seperti nya dia tidak berniat bunuh diri." Ucap Dave..

"Hahahahhaha bagus lah.. Itu artinya aku akan bisa lebih leluasa lagi menyiksanya.."

"Ouh yah Dave, apa kau sudah tahu di mana keberadaan gadis yang selama ini ku cari.?"

"Maaf tuan, saya belum bisa menemukan nya.? Apa tidak ada lagi tanda tuan, selain tahi lalat di balik telinga nya.?"

"Sayang nya tidak ada lagi Dave.. Kau harus berusaha lebih untuk mencarinya Dave, karna aku sudah berjanji akan menikahinya jika kami sudah dewasa."

"Baik tuan."

Keesokan harinya. Seperti biasa Eryna sudah bangun dari tidurnya. Namun tidak bisa keluar sama sekali dari dalam kamarnya.. Semenjak kejadian kemarin dimana Eryna mencoba bunuh diri, Will memberi perintah agar Eryna di kurung di kamar. Dan semua barang barang yang berbahaya harus di jauhkan dari Eryna, agar kejadian kemarin tidak terulang kembali.. Sungguh Will ingin menyiksa Eryna secara perlahan hingga gadis itu memohon ampun kepada dirinya..

Bibi membuka pintu kamar Eryna dan membawa nampan yang sudah berisi makanan di atasnya.. "Non sarapan dulu." Ucap bibi.

"Makasih bi." Ucap Eryna sambil mengambil alih nampan tersebut dan mendudukan tubuh nya di atas sofa, dan langsung memakan sarapannya. Karna ia tahu, pasti sehabis ini ia akan di siksa lagi oleh Will gila itu..

Dan benar saja, sarapan yang Eryna makan belum habis, pintu kamar pun sudah di buka dengan sangat kerasnya sehingga membuat Eryna yang sedang makan langsung terkejut..

"Tuan Will." Ucap Eryna.

"Waaaoooo seperti nya tahanan kita suka berada di rumah ini.. Karna bisa makan dengan puasnya." Ucap Will yang terdengar seperti sedang mengintimidasi Eryna..

Tubuh Eryna mendadak gemetar kala Will datang menghampirinya.. "Apa kau sudah kenyang.?" Tanya Will sambil mencekram kedua pipi Eryna.

"Auuuuuuhhhh." Rigis Eryna yang merasa sakit akibat cengkraman Will..

"Bagaimana rasanya enakkan.?" Tanya Will yang menabah tekanan di pipi Eryna..

Eryna mencoba menggenggam tangan Will dengan kedua tangan nya dan mencoba untuk melepaskan tangan Will dari pipinya, namun sayang tenaga Eryna kalah jauh dari tenaga Will..

"Kau mau mencoba melawanku.?" Tanya Will dan Eryna mengangguk. Yang membuat Will menjadi murkah..

"Kau........." Geram Will dan melepas cengkraman nya, lalu menarik tangan Eryna dengan sangat kerasnya.. Menuruni anak tangga tanpa memeperhatikan Eryna yang sangat susah melangkah mengikuti langkah kaki nya..

"Tuan tolong lepaskan.." Ucap Eryna yang air matanya sudah mengalir sedari tadi..

"Tuan kumohon lepaskan tangan ku." Ucap Eryna kembali, saat tak ada sahutan sama sekali dari Will..

Bukkkkkkkkkk... Tubuh Eryna terjatuh di lantai kala Will mengghempaskan nya dengan sangat kasar di pinggiran kolam..

"Kau sudah berani melawan ku, gadis bodoh haaaaaaaa...?" Teriak Will..

"Ya, aku berani melawan mu.. Kenapa..? Apa kau takut dengan diriku.?" Lawan Eryna yang tak kalah keras nya dari suara Will. Namum terdengar bergetar karna sambil menangis..

Byuuuurrrrrrhhhhhhhh... Tubuh Eryna terhempas di dalam kolam renang kala Will mendorongnya dengan sangat kuat.. "Jangan ada yang berani menolong nya." Teriak Will pada seluruh penjaga rumahnya. Dan berjalan meninggal kan Eryna dan duduk tepat di kursi di dekat pinggiran kolam.. Will hanya tersenyum jahat melihat Eryna yang tidak tahu berenang dan terus saja meminta tolong.

"Tolong...

"Tolong...

"Kumohon siapan pun tolong...

Terpopuler

Comments

Rifa Endro

Rifa Endro

pria iblis

2024-04-26

0

Novianti Ratnasari

Novianti Ratnasari

pasti km menyesal Wiil

2022-07-29

2

Novianti Ratnasari

Novianti Ratnasari

kaya nya gadis yg dicari2 am Willi. Eryana dech.

2022-07-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!