"Aku mencari mu selama ini." Gumam Eryna.
"Aku merindukan mu." Gumam nya lagi.
Will terus saja melangkah kan kaki nya menuju rumah, saat berada di dalam rumah, Will teriak memanggil bibi.. "Bibi." Panggilnya..
"Ada apa tuan.?"
"Bi, ikut saja ke kamar Eryna,."
Bibi mengikuti langkah tuan Will tepat di belakang Will..
Saat sudah berada di kamar Eryna, dengan pelan Will meletakkan Eryna di atas tempat tidur.. "Bi, tolong ganti semua pakaian nya. Aku menunggu di luar bi." Pinta Will lalu keluar dari kamar Eryna..
•••••
Di kamar, bibi dengan sangat lincah nya mengganti semua pakaian Eryna yang sudah sangat basah.. Sesekali bibi juga mendengar gurauan yang keluar dari bibir Eryna, dengan mata yang masih tertutup..
"Iam. Iam." Gumam Eryna
"Non. Non.. "Panggil bibi agar Eryna sadar.. "Astaga, badan nona Eryna sangat panas.." Ucap bibi panik..
"Iam, maafkan aku..Aku belum bisa menemukan mu." Lirih Eryna kembali..
"Iam aku menunggumu, menunggu janjimu."
Bibi yang sudah selesai mengganti pakaian Eryna, langsung segerah beranjak keluar dari kamar dan menemui tuan Will..
"Tuan,." Panggilnya,
"Bagaiman bi, apa bibi sudah mengganti pakaian nya..?" Tanya Will yang sedikit merasakan khawatir..
"Sudah tuan.."
"Baguslah." Ucap Will kembali cuek.. Lalu hendak melangkah namum bibi kembali berucap.
"Maaf tuan, tubuh non Eryna sangat panas, apa sebaiknya saya menghubungi dokter saja..?" Tanya bibi dengan sangat hati hati..
"Ya, telpon saja dokter Anton.. Dia akan segerah datang, jika bibi menyebut nama ku." Ucap Will lalu meninggalkan Bibi..
Dr. Anton adalah dokter keluarga Will sekaligus sahabat Will dan Dave.. Mereka bertiga sudah sahabat sejak mereka masih duduk di bangku SD.. Persahabatan mereka terjalin karena, orang tua mereka juga bersahabat.. Tapi berbeda dengan Dave dan Will..Mereka sepupu, sahabat sekaligus sekretaris dan bos.
Bibi yang sudah menelpon dokter anton. Sudah merasa lega, karna dokter antor bilang 10 menit lagi akan sampai di rumah tuannya..
Selang beberapa saat. Dokter anton pun telah tiba, dan tanpa menunggu waktu lama, bibi mengantar dokter Anton menuju kamar Eryna..
Dokter Anton memeriksa Eryna, lalu menatap ke arah bibi.. "Bi siapa gadis ini.?" Tanya nya..
"Hhhmmm dia...."
"Dia wanita sandraan ku." Ucap Will memotong ucapan bibi.. "Bi kau boleh keluar." Ucap Will kembali..
"Will." tegur Anton.
"Hhhmmmm."
"Jangan bilang jika kau menyiksa gadis ini..?" Tanya Anton namun Will hanya diam duduk di sofa menyilangkan kedua kaki nya sambil melihat ke arah Eryna.. "Will ayolah, apa kau tidak kasihan dengan gadis ini.? Sepertinya di sedang tertekan dan banyak beban yang ia pikirkan.."
"Baguslah jika seperti itu."
"Will. Sejak kapan kau seperti ini.. kenapa kau berubah menjadi pria yang begitu dingin dan kejam.. Kasihani dia Will."
"Jangan menasehatiku Anton.." Bentak Will.. "Asal kau tahu dia adalah anak dari seorang pembunuh, orang tuanya lah yang membunuh orang tua ku dan aku akan membalaskan dendam ku padanya.."
"Will kau benar benar gila.. Jika orang tuan nya adalah seorang pembunuh, apa hubungan nya dengan gadis ini.? Apa gadis ini minta di lahirkan dari seorang pembunuh.? Tidak bukan.? Jadi lepaskan dia Will, jangan menyiksanya."
"Jangan menasehati ku Anton.. Kalau kau seperti ini, maka semua fasilitasmu akan ku cabut." Ancam Will..
Dan memamg Will memfasilitasi sahabat nya itu, membangunkan rumah sakit mewah dan terbedar di kota itu..
"Baiklah.. Aku hanya berdoa semoga kau tidak jatuh cinta padanya.."
"Hahahahhaha, cinta...? Kau bilang cinta Anton..? Kurasa itu tidak mungkin. Karna melihatnya sama dengan mengingatkan ku akan kematian orang tua ku.. Dan lagi yang harus kau tahu Anton. Aku hanya mencintai satu gadis, yang ku sebut malaikat, hanya dia gadis yang kucintai."
"Ahh. Aku capek berbicara dengan mu. Aku pulang,."Ucap Anton lalu berjalan. Namum Anton menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah Will.. "Aku mengganti doaku Will. Aku berdoa semoga kau jatuh cinta kepada gadis ini dan aku berdoa semoga gadis ini bisa memaafkan mu jika kau sudah jatuh cinta padanya."
"Sialan. " Teriak Will sambil melemparkan remote ke arah Anton..
Anton tertawa puas melihat wajah Will..
••••
"Bibi, tolong tebuskan obat ini di apotik dan berikan pada gadis itu.." Anton menyerahkan resep ke bibi
"Baik tuan.."
"Ouh ya bi, tolong bibi jaga dia.. Bibi harus sebisa mungkin menjauhkan nya dari Will. Dan jika terjadi sesuatu pada wanita itu, tolong hubungi aku bi."
"Baik tuan."
"Baiklah bi. Aku permisi."
Ahhhhh, tuh kan Otor Up lagi, karna otor baca komen kalian minta Up..
Jangan lupa like, comen dan Vote yah,🤗 syg syg nya otor khilaf..
Salam syg untuk kalian semua🥰🥰😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
istripak@min
aamiin
2024-06-28
0
Yurike Sandra
knp crta ny suka diulang² ya?
2022-06-13
2
Ida Lailamajenun
semoga doamu dijabah othor dokter Anton 😂😂
2022-03-23
0