Ke Butik Mama

Maafkan Author baru sempat up gaes.

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Tok - tok..

Fema mengetuk pintu kamar suaminya itu dengan perasaan gugup.

Ceklek.

Juan membuka pintu.

🤨"susu untukku?" Juan bertanya.

Fema mengangguk.

"Tumben?" batin Juan.

"Boleh... aku masuk?" Fema.

"Oh.. silahkan..."

Fema meletakkan gelas tersebut ke atas nakas.

"Emmm.. jangan lupa habiskan susunya sebelum tidur. Itu bisa membuatmu tidur nyenyak." kata Fema.

Juan mengangguk. "Terima kasih!" ucapnya.

"Emmm.. hari ini, aku sangat senang. Karena anak-anak memberiku sesuatu sebagai hadiah. Aku.. merasa sangat senang menerimanya" entah kenapa, Fema menjelaskan hal itu kepada Juan. Namun, detik berikutnya ia segera menghilang di balik pintu membawa jantungnya yang berdebar tak karuan.

Juan merasa senang karena Fema mau berbagi cerita dengannya. Walaupun itu hanya hal kecil. Tapi, dia menyayangkan istrinya itu pergi begitu saja meninggalkannya sendirian dikamar ini.

"Ini semua salahku karena dari awal memintanya tinggal di kamar terpisah. Fema.. maafkan atas sikapku yang menyebalkan diawal pernikahan kita." Juan hanya bisa menyesalinya.

🍁🍁

Keesokan Harinya.

Juan keluar dari kamarnya menuju dapur yang sudah pasti ada istrinya disana.

Saat melihat kemunculan Juan, Fema tersenyum menyambutnya.

"Ya ampun.. sampai kapan aku harus tersiksa melihat senyumnya tanpa bisa menyentuhnya?" batin Juan.

"Selamat pagi,, papaaa!" ucap Fema, berjalan kearah suaminya yang berdiri di dekat meja makan dan sedang menatap dirinya.

Sepertinya, sikap percaya diri Fema telah kembali.

Ia semakin mendekati suaminya. Semakin dekat, dan... memeluknya.

"Gimana tidurnya semalam? Nyenyak kan?" tanya Fema, setelah melepas pelukannya. Sedangkan Juan, hanya mematung dengan jantung yang seperti ingin melompat keluar dari tempatnya.

"Wahhh.. bisa-bisa aku terkena serangan jantung kalau terus seperti ini." lagi - lagi Juan hanya membatin. Dia sangat ingin menyeret istrinya itu ke kamar saat ini juga dan meminta pertanggungjawaban atas perlakuan yang semena-mena ini.

"Duduklah.. jangan hanya berdiri." Fema kembali menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya itu.

tap.. tap.. tap...

Ketiga anak itu menuruni tangga bersamaan. Seperti biasa, Jerry dan Marsha sudah terlihat rapi dengan baju sekolah sementara Ferdo masih dengan wajah bantalnya.

"Pagi pa... ma.. tante.." ucap mereka bersamaan. Jangan tanya siapa yang menyebut tante.. sudah pasti dua remaja tampan itu.

"Pagi anak-anak mama.." ucap Fema tersenyum hangat, dengan ketulusan yang alami, tidak dibuat-buat.

Ketiga anak itu pun duduk di tempatnya masing-masing.

Kelima anggota keluarga itu pun, menikmati sarapannya.

"Ehmmm pa.. tante.. ada yang mau aku bicarakan. Aku tunggu papa sama tante dikamar ya!" Ferdo berdiri dari duduknya dan berlari ke kamarnya. Tentu saja anak itu harus buru-buru karena dia belum bersiap sementara yang lain sudah rapi siap berangkat ke sekolah.

Dikamar Ferdo.

Remaja ini sudah memakai seragam sekolahnya dalam keadaan sudah segar sehabis mandi.

Tok tok tok.

"Masuk!"

Papa dan mama Fema membuka pintu dan masuk.

"Apa yang mau kamu bicarakan boy?"

Juan dan Fema sama-sama melipat tangan diatas perut, serius ingin mendengarkan apa yang hendak dikatakan oleh Ferdo.

"Em... begini.. grup musik kami akan mengikuti lomba itu dan papa mama dari teman-teman aku sangat antusias. Mereka sepakat untuk mensponsori kami. Aku merasa tidak enak kalau papa dan tante Fema tidak terlibat." Ferdo menjelaskan.

"Baiklah boy.. lalu, apa yang kamu ingin papa dan mama lakukan?" tanya Juan.

"Costum.. kami ingin seragam yang akan dipakai saat tampil nanti."

"Oke, sayang, mama akan mengatur costum untuk kalian." ucap Fema bersemangat. Otaknya sudah memikirkan penampilan keren yang akan memukau penonton nantinya.

"Beneran tante?" Ferdo meyakinkan.

"Iya.. mama akan merancangnya untuk kalian. bagaimana kalau sepulang sekolah hari ini, kalian mampir ke tempat kerja mama?"

Ferdo mengangguk bersemangat.

"Tapi.. sepakat dulu, tidak boleh panggil tante di depan teman-teman kamu." ujar Fema, dan di iyakan oleh Ferdo setelah sedikit menggaruk kepalanya.

Jadi, papa harus melakukan apa, kalau mama kamu sudah ambil alih seragam yang kamu maksud?" tanya Juan.

"Papa.. kamu hanya perlu menyiapkan biayanya saja.. biar mama yang menyiapkan rancangannya. Gimana? Sepakat?" ujar Fema, sengaja terlihat mesra didepan Ferdo.

"Sejak kapan panggilan mereka jadi papa mama?" tanya Ferdo dalam hati.

"Baiklah, itu ide bagus" jawab Juan.

Ferdo bersorak dalam hati. Ternyata, membicarakan hal ini tidak semenakutkan yang dia kira.

🍁🍁🍁🍁🍁

Hari sudah menjelang sore. Fema duduk di kursi putarnya dengan bergerak putar kanan dan putar kiri.

Ia merasa gugup menunggu kedatangan Ferdo dan teman-temannya. Ya.. Fema merasa senang bisa berbuat sesuatu untuk putra sambungnya itu.

Berhadapan dengan anaknya saja gugup, apalagi dengan bapaknya coba?🙊

🍁🍁

Dalam perjalanan.

Pak Edi mengantarkan Ferdo ke butik milik Fema. Tak lupa Jerry juga ikut serta. Teman-teman lainnya mengikuti mobil mereka dari belakang, yang mana teman-teman juga diantar oleh supirnya masing-masing.

"Paman.. emangnya benar, tante Fema kerja di butik ini?" Tanya Ferdo kepada sang supir.

"Lebih tepatnya, nyonya adalah pemilik butik ini nak Ferdo." jawab Edi.

"Ooooo.." mulut Ferdo membulat sembari menengadah, menyoroti butik tiga lantai yang sedang ramai dikunjungi oleh banyak kaum hawa itu.

Tak lama, menyusul pula kelima teman 1 Grup musik itu, dan Ferdo mengajak mereka masuk. Sementara Jerry, dan pak Edi hanya menunggu di mobil.

Kedatangan Ferdo dan teman-temannya disambut baik oleh penjaga butik yang sebelumnya sudah di beritahu oleh Fema.

"Silahkan ikut saya adik-adik, saya akan mengantar kalian ke ruangan ibu di lantai atas." ajak karyawati tersebut.

🍁

Tok tok..

Ceklek.

Pintu dibuka.

"Permisi bu, anak-anak sudah tiba"

"Oh.. minta mereka masuk" Fema berdiri dari duduknya untuk menyambut Ferdo dan teman-temannya.

"Selamat sore tante.." sapa anak-anak itu, hormat.

Awalnya Ferdo hanya diam. namun, akhirnya dia pun menyapa mama sambungnya itu "Selamat sore, maaa" ucapnya. Ferdo mendahului teman-temannya untuk menyalami tangan Fema.

Wah.. demi apapun, Fema merasa sangat senang.

.

.

Bersambung.

Guys.. maaf ya buat kalian yang telah menunggu.

Terima kasih banyak masih lanjut membaca🥰

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

ya ampun fema kamu luar biasaaa

2023-10-19

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

ahahaha ... kalo dgn bapak nya gak cuma gugup, tapi plus dunia jungkir balik ... 🤣🤣

2023-03-19

1

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

kalo emang udah menyesal, ayo berubah donk, Juan ....
buruan sonoh minta maaf ....
biar nanti pas Fema "bersih" ... ada yg bakalan "legaaaaaaa" .... dan dijamin gak pusing lagi ... gak nyut2an lagi ..
😅😅😅😅

2023-03-19

0

lihat semua
Episodes
1 Menikahlah
2 Pernikahan
3 Jago Masak
4 Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5 Juan Kesal
6 Pengakuan yang Menyebalkan
7 Taruhan Takhlukkan Papa
8 Kelakuan Marsha
9 Hampir Saja
10 Tersenyum
11 Kedua Kali
12 Menyusul Mereka
13 Hadiah Untukmu
14 Teh Hangat
15 Bersikap Hangat?
16 Sedang Menginginkanmu
17 Pelukan Fedo
18 Perubahan Sikap
19 Mama Cantik
20 Ke Butik Mama
21 Anak Pemilik Butik
22 Aku Sayang Papa
23 Berpura-pura
24 Kecanggungan
25 Seperti Ini
26 Yahh Marsha Sedih
27 Mau Lari Kemana?
28 Malam Penuh Gangguan
29 Saling Merindu
30 Ole-ole
31 Saling Menunggu
32 I Love You
33 Apa Dia Terlihat Tulus?
34 Berbagi
35 Berkemas
36 Tinggallah Bersama Papa
37 Makanan Pembuka
38 Menginginkan Buatan Mama
39 Kedatangan Jerry
40 Teruntuk Kalian + Visual
41 Salah Kira
42 Mamaku
43 Menolong Seorang Gadis
44 Permintaan Ferdo
45 Si Pangeran ke Satu (Demam)
46 Kak Ethan
47 Permen Manis
48 Makanan Menyeramkan
49 Hadiah Piano
50 Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51 13 Tahun Kemudian
52 kembalinya Nagea
53 Fania dan Melina
54 Karena Marsha
55 Berkenalan
56 Dia Seperti Marsha
57 Apa Aku Cantik?
58 Menunggu Marsha
59 Sadar Jatuh cinta
60 Handphone Ganti Rugi
61 Pernikahan
62 B'Day Mama
63 Kepulangan Marsha
64 Munculnya si Penculik
65 Misi Penyelamatan
66 Marsha Terluka
67 Melina Yang Menggemaskan
68 Balasan Ferdo
69 Siuman
70 Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71 Bangunlah
72 Serangan Mendadak
73 Beri Kesempatan
74 Mereka Serasi
75 Jerry - Marsha
76 Kurasa Menyukai Kamu
77 Bekas Mengerikan
78 Merasa Kagum
79 Mendatangi Mertua
80 Pesan Cinta
81 Mengakui Perasaan
82 Nasa
83 Ternyata Tidak Cantik
84 I Love You, Kak.
85 Terlihat Kekanakan
86 Kehangatan
87 Menagkap Pria Itu
88 Numpang
89 Kalau Serius, Oke.
90 Kedokteran
91 Bukan Pengorbanan
92 Maaf Ma
93 Kakek Pulang
94 Harapan Kakek
95 Mengantar Marsha
96 Rasa Ini
97 Masuk Ruang Bedah
98 Papa Juan Datang
99 Merindukan Suami
100 Jerry Nagea
101 Perkara Malam Pertama
102 Ayo Putus
103 MP
104 Batal Putus
105 Nikah Lagi
106 Sarapan Bersama
107 Wedding Marsha
108 EPisode 108
109 Maaf Mel
110 Sate Kambing!
111 Hawaii, Sosis, Salak
112 Keanehan Semakin Menjadi
113 Hamil Muda
114 Ucapan Selamat
115 Ingin Menikahi Melina
116 First Night?
117 Lahir Darurat (sorry baby)
118 Aku Cemburu
119 Hermes
120 T A M A T
121 Promo aja
122 Skandal Cinta Si Kembar
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Menikahlah
2
Pernikahan
3
Jago Masak
4
Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5
Juan Kesal
6
Pengakuan yang Menyebalkan
7
Taruhan Takhlukkan Papa
8
Kelakuan Marsha
9
Hampir Saja
10
Tersenyum
11
Kedua Kali
12
Menyusul Mereka
13
Hadiah Untukmu
14
Teh Hangat
15
Bersikap Hangat?
16
Sedang Menginginkanmu
17
Pelukan Fedo
18
Perubahan Sikap
19
Mama Cantik
20
Ke Butik Mama
21
Anak Pemilik Butik
22
Aku Sayang Papa
23
Berpura-pura
24
Kecanggungan
25
Seperti Ini
26
Yahh Marsha Sedih
27
Mau Lari Kemana?
28
Malam Penuh Gangguan
29
Saling Merindu
30
Ole-ole
31
Saling Menunggu
32
I Love You
33
Apa Dia Terlihat Tulus?
34
Berbagi
35
Berkemas
36
Tinggallah Bersama Papa
37
Makanan Pembuka
38
Menginginkan Buatan Mama
39
Kedatangan Jerry
40
Teruntuk Kalian + Visual
41
Salah Kira
42
Mamaku
43
Menolong Seorang Gadis
44
Permintaan Ferdo
45
Si Pangeran ke Satu (Demam)
46
Kak Ethan
47
Permen Manis
48
Makanan Menyeramkan
49
Hadiah Piano
50
Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51
13 Tahun Kemudian
52
kembalinya Nagea
53
Fania dan Melina
54
Karena Marsha
55
Berkenalan
56
Dia Seperti Marsha
57
Apa Aku Cantik?
58
Menunggu Marsha
59
Sadar Jatuh cinta
60
Handphone Ganti Rugi
61
Pernikahan
62
B'Day Mama
63
Kepulangan Marsha
64
Munculnya si Penculik
65
Misi Penyelamatan
66
Marsha Terluka
67
Melina Yang Menggemaskan
68
Balasan Ferdo
69
Siuman
70
Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71
Bangunlah
72
Serangan Mendadak
73
Beri Kesempatan
74
Mereka Serasi
75
Jerry - Marsha
76
Kurasa Menyukai Kamu
77
Bekas Mengerikan
78
Merasa Kagum
79
Mendatangi Mertua
80
Pesan Cinta
81
Mengakui Perasaan
82
Nasa
83
Ternyata Tidak Cantik
84
I Love You, Kak.
85
Terlihat Kekanakan
86
Kehangatan
87
Menagkap Pria Itu
88
Numpang
89
Kalau Serius, Oke.
90
Kedokteran
91
Bukan Pengorbanan
92
Maaf Ma
93
Kakek Pulang
94
Harapan Kakek
95
Mengantar Marsha
96
Rasa Ini
97
Masuk Ruang Bedah
98
Papa Juan Datang
99
Merindukan Suami
100
Jerry Nagea
101
Perkara Malam Pertama
102
Ayo Putus
103
MP
104
Batal Putus
105
Nikah Lagi
106
Sarapan Bersama
107
Wedding Marsha
108
EPisode 108
109
Maaf Mel
110
Sate Kambing!
111
Hawaii, Sosis, Salak
112
Keanehan Semakin Menjadi
113
Hamil Muda
114
Ucapan Selamat
115
Ingin Menikahi Melina
116
First Night?
117
Lahir Darurat (sorry baby)
118
Aku Cemburu
119
Hermes
120
T A M A T
121
Promo aja
122
Skandal Cinta Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!