Mama Cantik

Setelah menyerahkan bucket bunga itu kepada mama Fema, Ferdo segera berlalu ke kamarnya.

"Wah... ini benar-benar kejutan. Anak itu ternyata so sweet juga" tersenyum, kembali menutup pintu.

Tok tok tok..

Fema membuka pintu.

"Jerr?" ternyata yang mengetuk ialah si sulung, Jerry.

"Ini" menyerahkan sebuah pulpen berwarna gold.

"Hah?" Fema masih bingung.

"Bocah ini mau minta tanda tangan atau apa?" batin.

"Ini hadiah dariku untuk tante, karena sudah membantu mendapatkan izin dari papa. Aku sangat senang." Dasar Jerry kurang kreatif. Kata-katanya persis dengan yang dikatakan Ferdo.

Fema: "Jerr!?"

"Ini adalah ide konyolnya Ferdo. dia mengajakku memberi hadiah sebagai ucapan terima kasih."

"Ohh?"

"Tadinya aku ingin membeli bunga atau boneka, tapi aku rasa dua hal itu tidaklah bermanfaat." dengan wajah datarnya. Lalu pergi meninggalkan Fema yang masih tercengang.

Beberapa menit kemudian. Senyum mengembang memghiasi wajah Fema. Ia lalu masuk dan mengambil kembali bucket bunga pemberian Ferdo yang tadi sempat ia letakkan.

"Kalian berdua sama saja dengan papa kalian." Fema mengingat hadiah ruko pemberian suaminya itu, yang diberikan untuknya karena telah membuat Juan senang.

"Berapa lama bocah itu menabung untuk membeli pulpen mahal ini?" Fema menggeleng senang.

Kedua hadiah itu kini berada dalam genggaman tangannya. Fema terlihat sangat senang. Ia menempelkan kedua hadiah itu ke dadanya dan sedikit berjingkrak-jingkrak, mengekspresikan kebahagiaannya.

🍁🍁🍁🍁

Fema telah menyiapkan makan malam dengan sempurna.

"Mama..." terdengar suara Marsha dari ambang pintu. Juan berjalan disampingnya. Fema tentu saja menyambut kedatangan suami dan putrinya itu. Namun, Fema hanya menyapa Juan dengan kata Hai. Bagaimana tidak, perubahan sikap Juan membuat Fema ragu untuk bertindak.

Juan masuk ke kamarnya untuk mandi sebelum makan malam.

"Ah... dia bahkan tidak mengabariku kalau dia pulang dari butik." Juan mendumel. Sedetik kemudian, ia melihat pakaian ganti telah siap diatas kasurnya. Ia pun tersenyum. "Jadi dia yang menyiapkan ini? Baiklah.. aku akan memakainya."

Waktunya makan malam. Fema terlihat sangat bersemangat. Ia bahkan mengenakan dress cantik, dipadani dengan make-up tipis yang membuatnya begitu mempesona. Ah, memang dasarnya Fema selalu cantik.

Juan menuruni tangga dari lantai 2 apartemen itu dengan perasaan yang juga bersemangat. Jangan lupa, dia mengenakan pakaian ganti yang telah disiapkan oleh istri yang mulai dicintainya itu.

Matanya kini tertuju pada Fema yang sedang mngatur piring makan untuk anak-anak mereka. Ketiga anak itu terlihat memperhatikan ibu mereka ini.

"Mama.. setelah ini mama mau kemana?" Akhirnya Marsha bertanya.

Juan tiba di ruang makan dan duduk ditempat biasanya. Dia juga menantikan jawaban Fema atas pertanyaan Marsha. Pasalnya, istrinya ini terlihat sangat luar biasa padahal mereka sedang makan malam dirumah saja.

"Tidak kemana-mana Sha.. mama dirumah saja." Sembari meletakkan piring makan dihadapan Juan yang berisi favorit suaminya tentunya.

"Tapi kok mama cantik?" bertanya polos.

"Oh ya? Benarkah mama cantik?" malah bertanya balik.

"Hmmm" Marsha mengangguk. "Benar cantik kan pa?"

"Oh iya... mama kalian memang selalu cantik" jawab Juan, reflek.

Pujian yang berasal dari papanya itu membuat Jerry-Ferdo saling menatap. Merasa curiga pada papa.

"Mama hari ini merasa bahagia. Jadi mama sedang mengekspresikannya" tersenyum dan sengaja melirik dua remaja dihadapannya. Kebetulan, dua remaja itu kembali saling melempar pandangan.

Jerry-Ferdo: "Tante Fema, baru dikasih hadia kecil aja sudah ngelunjak. Kepercayaan dirinya meningkat pesat Dia pasti mengira kita sudah menerimanya." batin keduanya saling berperang.

"Mama bahagia karena apa?" Lagi-lagi Marsha mewakili pertanyaan Juan. Mungkin karena sering bersama, keduanya jadi sehati.

"Mama bahagia memiliki kalian" jawabnya singkat, namun mampu menusuk kedalaman hati keempat orang yang mendengarnya.

Hening.

Hening.

"Benarkah yang dia katakan?" batin Juan, dia terus saja menatap istrinya ini.

Jerry-Ferdo: "Benarkah itu? Jadi termasuk kami? Dia bahagia memiliki kami juga?" batin.

Makan malam pun berlangsung dengan tenang.

Kini, semua orang sudah berada di kamar masing-masing. Fema berinisiatif membuat susu hangat untuk anak-anak dan suaminya, dan mengantarnya ke kamar mereka.

Pertama-tama, ia menuju kamar Jerry. Berharap niat baiknya tidak dibalas dengan perkataan pedas dari mulut si sulung itu.

Tok tok tok.

Jerry membuka pintu.

Fema tersenyum.

Jerry melirik gelas susu yang ada di tangan Fema.

"Boleh mama masuk Jerr?" kembali tersenyum.

"Silahkan!" dengan wajah datar.

Fema melangkah masuk, lalu meletakkan gelas susu diatas nakas tepat disamping tempat tidur putranya itu.

"Emmm.. tadi mama belum bilang terima kasih untuk hadiahnya. Mama suka hadiahnya Jerr. Terima kasih ya!"

Jerry: "🤨🤨 oh.. baiklah!" Seraya mengangguk dan menggaruk kepalanya.

Fema memberanikan diri melangkah mendekati Jerry. Ia lalu memegang kedua bahu remaja itu dan memeluk Jery, pelukan hangat dari seorang ibu kepada anaknya. Berharap, anak itu merasakan kehangatannya.

"Jerr.. Mama akan menyayangi kalian berdua,,, seperti Marsha.. kalian memang tidak bisa menerima mama sekarang. Tapi, mama Fema... akan selalu menunggu kalian."

Jerry hanya diam mematung dengan perasaan tak jelas.

Fema melepaskan pelukan yang tak mendapat balasan itu. "Kalau begitu, mama keluar dulu, jangan lupa di minum susunya ya.." hanya diangguki oleh Jerry.

Fema pun keluar dari kamar anak sulungnya itu dengan menghembuskan napasnya legah.. "Astaga.. mimpi apa aku.. punya anak yang tidak berperasaan sepertinya. Dia bahkan tak tersentuh dengan kebaikan kecil yang ku berikan." batin.

Kamar Ferdo.

Tok tok tok..

Cklek..

Kepala Ferdo nongol dari cela pintu yang hanya di buka sedikt.

"Ada apa tante?" melirik segelas susu yang ada ditangan Fema.

"Boleh mama masuk?"

Ferdo lalu membuka pintu lebih lebar. "Silahkan" ucapnya.

Setelah meletakkan susunya, Fema berbalik menghadap Ferdo.

"Fer.. mama mau bilang terima kasih atas bunganya. Cantik. Mama suka."

Ferdo: 🤨"Oh iya.. sama-sama!" merasa senang dan bangga.

"Fer... peluk mama Fema lagi donk,?" merentangkan tangan.

Ferdo mengerutkan dahi, membuang napas kasar.

"Kenapa? bukannya kamu kemarin memeluk mama? Kan mama belum balas pelukan kamu!"

"Ya sudah kalau tante maksa!" mendekat kearah tante Fema.

"Ferr.. mama menunggu kalian berdua untuk menerima mama Fema dan Marsha ya.. ayo kita hidup bahagia selamanya.. seperti keluarga lainnya!"

Ferdo hanya diam. Ini membingungkan.

Pada akhirnya, Fema giliran akan mengantarkan susu hangat kepada ayahnya anak-anak..

.

.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Luna Plena

Luna Plena

aduuuh... jerry, ferdo, kok bisa2nya kalian plek-ketiplek dg papa kalian sih... 🤭

2023-09-22

1

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

salut dgn sikap Fema yg sabar .... 😍😍⚘️⚘️💙💙

2023-03-19

1

Aan Nugraha

Aan Nugraha

terhura aku..hiks hiks

2022-01-06

3

lihat semua
Episodes
1 Menikahlah
2 Pernikahan
3 Jago Masak
4 Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5 Juan Kesal
6 Pengakuan yang Menyebalkan
7 Taruhan Takhlukkan Papa
8 Kelakuan Marsha
9 Hampir Saja
10 Tersenyum
11 Kedua Kali
12 Menyusul Mereka
13 Hadiah Untukmu
14 Teh Hangat
15 Bersikap Hangat?
16 Sedang Menginginkanmu
17 Pelukan Fedo
18 Perubahan Sikap
19 Mama Cantik
20 Ke Butik Mama
21 Anak Pemilik Butik
22 Aku Sayang Papa
23 Berpura-pura
24 Kecanggungan
25 Seperti Ini
26 Yahh Marsha Sedih
27 Mau Lari Kemana?
28 Malam Penuh Gangguan
29 Saling Merindu
30 Ole-ole
31 Saling Menunggu
32 I Love You
33 Apa Dia Terlihat Tulus?
34 Berbagi
35 Berkemas
36 Tinggallah Bersama Papa
37 Makanan Pembuka
38 Menginginkan Buatan Mama
39 Kedatangan Jerry
40 Teruntuk Kalian + Visual
41 Salah Kira
42 Mamaku
43 Menolong Seorang Gadis
44 Permintaan Ferdo
45 Si Pangeran ke Satu (Demam)
46 Kak Ethan
47 Permen Manis
48 Makanan Menyeramkan
49 Hadiah Piano
50 Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51 13 Tahun Kemudian
52 kembalinya Nagea
53 Fania dan Melina
54 Karena Marsha
55 Berkenalan
56 Dia Seperti Marsha
57 Apa Aku Cantik?
58 Menunggu Marsha
59 Sadar Jatuh cinta
60 Handphone Ganti Rugi
61 Pernikahan
62 B'Day Mama
63 Kepulangan Marsha
64 Munculnya si Penculik
65 Misi Penyelamatan
66 Marsha Terluka
67 Melina Yang Menggemaskan
68 Balasan Ferdo
69 Siuman
70 Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71 Bangunlah
72 Serangan Mendadak
73 Beri Kesempatan
74 Mereka Serasi
75 Jerry - Marsha
76 Kurasa Menyukai Kamu
77 Bekas Mengerikan
78 Merasa Kagum
79 Mendatangi Mertua
80 Pesan Cinta
81 Mengakui Perasaan
82 Nasa
83 Ternyata Tidak Cantik
84 I Love You, Kak.
85 Terlihat Kekanakan
86 Kehangatan
87 Menagkap Pria Itu
88 Numpang
89 Kalau Serius, Oke.
90 Kedokteran
91 Bukan Pengorbanan
92 Maaf Ma
93 Kakek Pulang
94 Harapan Kakek
95 Mengantar Marsha
96 Rasa Ini
97 Masuk Ruang Bedah
98 Papa Juan Datang
99 Merindukan Suami
100 Jerry Nagea
101 Perkara Malam Pertama
102 Ayo Putus
103 MP
104 Batal Putus
105 Nikah Lagi
106 Sarapan Bersama
107 Wedding Marsha
108 EPisode 108
109 Maaf Mel
110 Sate Kambing!
111 Hawaii, Sosis, Salak
112 Keanehan Semakin Menjadi
113 Hamil Muda
114 Ucapan Selamat
115 Ingin Menikahi Melina
116 First Night?
117 Lahir Darurat (sorry baby)
118 Aku Cemburu
119 Hermes
120 T A M A T
121 Promo aja
122 Skandal Cinta Si Kembar
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Menikahlah
2
Pernikahan
3
Jago Masak
4
Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5
Juan Kesal
6
Pengakuan yang Menyebalkan
7
Taruhan Takhlukkan Papa
8
Kelakuan Marsha
9
Hampir Saja
10
Tersenyum
11
Kedua Kali
12
Menyusul Mereka
13
Hadiah Untukmu
14
Teh Hangat
15
Bersikap Hangat?
16
Sedang Menginginkanmu
17
Pelukan Fedo
18
Perubahan Sikap
19
Mama Cantik
20
Ke Butik Mama
21
Anak Pemilik Butik
22
Aku Sayang Papa
23
Berpura-pura
24
Kecanggungan
25
Seperti Ini
26
Yahh Marsha Sedih
27
Mau Lari Kemana?
28
Malam Penuh Gangguan
29
Saling Merindu
30
Ole-ole
31
Saling Menunggu
32
I Love You
33
Apa Dia Terlihat Tulus?
34
Berbagi
35
Berkemas
36
Tinggallah Bersama Papa
37
Makanan Pembuka
38
Menginginkan Buatan Mama
39
Kedatangan Jerry
40
Teruntuk Kalian + Visual
41
Salah Kira
42
Mamaku
43
Menolong Seorang Gadis
44
Permintaan Ferdo
45
Si Pangeran ke Satu (Demam)
46
Kak Ethan
47
Permen Manis
48
Makanan Menyeramkan
49
Hadiah Piano
50
Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51
13 Tahun Kemudian
52
kembalinya Nagea
53
Fania dan Melina
54
Karena Marsha
55
Berkenalan
56
Dia Seperti Marsha
57
Apa Aku Cantik?
58
Menunggu Marsha
59
Sadar Jatuh cinta
60
Handphone Ganti Rugi
61
Pernikahan
62
B'Day Mama
63
Kepulangan Marsha
64
Munculnya si Penculik
65
Misi Penyelamatan
66
Marsha Terluka
67
Melina Yang Menggemaskan
68
Balasan Ferdo
69
Siuman
70
Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71
Bangunlah
72
Serangan Mendadak
73
Beri Kesempatan
74
Mereka Serasi
75
Jerry - Marsha
76
Kurasa Menyukai Kamu
77
Bekas Mengerikan
78
Merasa Kagum
79
Mendatangi Mertua
80
Pesan Cinta
81
Mengakui Perasaan
82
Nasa
83
Ternyata Tidak Cantik
84
I Love You, Kak.
85
Terlihat Kekanakan
86
Kehangatan
87
Menagkap Pria Itu
88
Numpang
89
Kalau Serius, Oke.
90
Kedokteran
91
Bukan Pengorbanan
92
Maaf Ma
93
Kakek Pulang
94
Harapan Kakek
95
Mengantar Marsha
96
Rasa Ini
97
Masuk Ruang Bedah
98
Papa Juan Datang
99
Merindukan Suami
100
Jerry Nagea
101
Perkara Malam Pertama
102
Ayo Putus
103
MP
104
Batal Putus
105
Nikah Lagi
106
Sarapan Bersama
107
Wedding Marsha
108
EPisode 108
109
Maaf Mel
110
Sate Kambing!
111
Hawaii, Sosis, Salak
112
Keanehan Semakin Menjadi
113
Hamil Muda
114
Ucapan Selamat
115
Ingin Menikahi Melina
116
First Night?
117
Lahir Darurat (sorry baby)
118
Aku Cemburu
119
Hermes
120
T A M A T
121
Promo aja
122
Skandal Cinta Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!