Jago Masak

Keesokan harinya.

Fema terbangun sangat awal untuk menyiapkan sarapan untuk keluarga barunya.

"Bu? Kenapa ibu ada didapur? Tidak perlu bu, biar saya saja." Ya.. yang baru saja menegur Fema ialah bu Sum, satu-satunya pembantu apartemen mewah milik Juan ini. Bi Sum yang mengurus rumah, memasak bahkan menjadi pengasuh Jerry dan Ferdo sejak kecil.

"Tidak apa-apa bi. Saya biasa memasak. Meskipun mungkin tidak seenak masakan bibi. Bi Sum kerjakan yang lain saja. Bukankah itu lebih bagus?"

"Tapi saya takut nanti dimarahi Bapak, masa pengantin baru disuru masak?" Bi Sum tersenyum malu.

"Pengantin baru apaan bi Sum?" Fema menertawai dirinya sendiri dalam hati.

"Tidak apa-apa bi Sum. Hitung-hitung, saya membantu pekerjaan bi Sum. Sudahlah. Tidak perlu sungkan." Fema tersenyum ramah.

Terbesit rasa kagum dihati bi Sum melihat nyonya barunya ini. Selain cantik, berwibawa, ternyata nyona baru ini mau mengerjakan pekerjaan rumah. Bi Sum berlalu untuk mengerjakan hal lainnya.

Ferdo bangun pagi seperti biasanya. Dengan langkah gontai nan malas, ia turun menuju dapur, masih dengan matanya yang setengah tertutup. Samar-samar dengan mata malasnya ia melihat bi Sum sedang memasak seperti biasa yang selalu Ferdo lihat. Namun, anak remaja itu tidak memperjelas penglihatannya, sehingga tiba-tiba ia memeluk wanita yang disangkanya bi Sum itu. Memeluknya dari belakang.

Degh...

Fema tentu saja terkejut. "Apa Juan sedang bermimpi?" Pikir Fema.

Fema hanya berdiri mematung. Bingung. "Tapi, kenapa tangan ini terlihat kecil?" Fema seketika mengingat anak tirinya itu.

"Bu Sum, kenapa bu Sum agak kurus? Diet ya?" Ferdo merasa ada sesuatu yang aneh. "Bi Sum wangi banget. Sejak kapan bi Sum pakai Parfum?"

Tidak ada jawaban dari wanita yang menyerupai bi Sum.

"Jadi dia mengira aku adalah bi Sum pengasuhnya?" Batin Fema, tersenyum.

Fema, dengan sikap keibuannya, dia menepuk pelan tangan yang sedang memeluknya seperti seorang balita yang ingin minta belaian dari seorang ibu.

"Ferdo, ini mama Fema." Ucap Fema, lembut. Berharap anak sambungnya ini tidak terkejut.

"Aaaaaaaaaaaa.." Ferdo terkejut, dan seketika melepaskan pelukannya dengan reflek memundurkan langkahnya.

Fema berbalik, dengan sutil yang masih dipegangnya.

"Si--siapa ini?" Ferdo mengucek kedua matanya agar penglihatannya kembali normal.

"Tanteee?"

"Iya Ferdo. Ini mama Fema. Selamat pagi!" Fema tersenyum manis.

"Sedang apa tante disini?" Ketusnya.

"Ada apa ini ribut-ribut?" Suara Juan menggema.

"Pa-papa? Maaf pa, tadi Ferdo ga sengaja peluk tante. Abis Ferdo pikir bi Sum." Dengan wajah menunduk takut.

"Suuum.. bi Suum.." Juan memanggil bi Sum dengan nada meninggi.

"Iy--iya tuan!" Bi Sum merasa takut-takut.

"Tu, Ferdo. Seperti biasa." bi Sum seketika bernafas legah karna ternyata ini tentang Ferdo.

"Bi Sum!" Ferdo memeluk bi Sum seperti yang biasa ia lakukan.

"Nak Ferdo! maaf tadi bi Sum lagi sibuk." Bi Sum mengelus punggung Ferdo dengan hangat.

"Femaa, ikuti saya!" Seru Juan, singkat. Terdengar seperti seorang bos terhadap suruhannya.

Didepan kamar Juan.

"Maafkan tindakan Ferdo. Dia---memang selalu memeluk dan mendapat pelukan bi Sum setiap pagi. Itu sudah seperti candu bagi anak itu."

"Oh, tidak apa- apa pak. Saya sudah mengerti."

"Baguslah kalau kau mengerti... Oia, untuk apa kau berada di dapur sepagi ini?"

"Oh, a--aku membuat sarapan!"

"Benarkah wanita ini bisa memasak? Aku penasaran!" Batin Juan.

Drrrrrtt. Ponsel milik Fema berdering. Fema tersenyum melihat nama yang tertera pada layar ponselnya.

"Permisi." Pamitnya pada Juan.

"Halo An?" Jawabnya bersemangat, dan menyingkir dari hadapan Juan.

Juan melipat kedua tangannya didada. "Cih, siapa yang menelponnya sepagi ini? An? Siapa itu?" Juan merasa kesal melihatnya. Diapun kembali memasuki kamarnya. "Sebaiknya aku mandi."

Saat sedang menikmati pancuran dari shower itu, Juan lagi-lagi mengingat senyum semangat Fema ketika berbicara dengan seseorang ditelpon. "Aaah.. kenapa aku memikirkan dia? Ini seperti bukan diriku. Untuk apa aku memikirkannya? Dia hanya 4 bulan bersamaku. "Apa? Bersamaku? Tidak. Aku bahkan tidak akan tidur dengannya. Anggap saja dia dan putrinya itu adalah dua orang yang menumpang dirumahku. Ya.. begitu saja."

Hari berganti hari. Satu minggu telah berlalu. Pagi mulai menyapa lagi.

Bi Sum terlihat menyiapkan sarapan yang telah dibuat oleh Fema, meletakkannya diatas meja makan.

Satu persatu dari penghuni apartemen ini mulai mengelilingi meja makan. Hubungan yang baru dibina ini belum mengalami perubahan ataupun kemajuan. Masing-masing dengan kesibukannya setiap hari, tanpa banyak kata, seperti tidak saling kenal.

Marsha sudah sangat bosan. Dia sangat ingin akrab dengan kakak dan papa barunya. Namun, seperti tidak ada cela untuk mendekati mereka. Belum lagi Fema, yang selalu mengingatkan Marsha untuk jaga sikap. Anak perempuan itu hanya bisa menuruti.

Juan, Fema, Ferdo dan Marsha sudah duduk pada kursi meja makan. Sedangkan Jerry, anak itu tidak muncul-muncul juga untuk sarapan. Ya, keluarga ini memang selalu bersama saat sarapan pagi. Hanya saat sarapan pagi. Pun juga demikian, sarapan pagi ini hanya diwarnai dengan kebisuan.

"Mama.. kok kakak Jerry lama ya! Marsha lapar."

"Ferdo, panggil kakak kamu." Perintah papa Juan.

Baru saja Ferdo ingin beranjak, yang ditunggu sudah menapaki anak tangga untuk turun. "Pagi!" Sapa Jerry.

"Pagi kakak," Maraha.

"Pagi Jerr!" Mama Fema.

Jerry hanya melirik keduanya. Nampaknya dia baru saja bangun. Entah apa yang membuatnya kesiangan hari ini.

Sarapan berlangsung dengan suasana tenang seperti biasa.

Bi Sum datang membawa air mineral dan meletakkannya diatas meja. "Bi Sum, biar saya saja." Fema ingin melayani anak-anak dan suaminya itu.

"Bi Sum!"

"Iya nak Jerry?"

"Selama minggu ini masakan bi Sum makin enak. Trima kasih ya!" Jerry mengacungkan jempolnya pada bi Sum. Tanpa sadar, seisi ruang makan itu saling bertatapan. Bi Sum pun melirik nyonya barunya itu. Fema tersenyum menggelengkan kepala perlahan pada bi Sum.

"Iya nak Jerry!" Jawab bi Sum.

"Dia cukup rendah hati." Batin Juan, diam-diam menatap Fema.

Ya.. Jerry satu-satunya orang yang tidak tahu bahwa makanan yang dia nikmati selama satu minggu terakhir ini adalah buatan tangan mama barunya.

Ferdo dan Juan membenarkan perkataan Jerry dalam hati. Memang benar, ternyata mama Fema jago masak.

\=\=\=\=

Disuatu malam.

Seperti biasa seorang Juan Barata pulang bekerja selalu telat, saat penghuni rumah lainnya telah tertidur.

Sudah lama dia tidak melihat keadaan dua putranya saat sedang tidur. Pintu kamar pertama didatanginya adalah milik Jerry. Benar saja, putra sulungnya ini sedang kedinginan. Juan membenarkan letak selimut di tubuh Jerry.

"Pa.. apa papa suka tante Fema?" Tanya Jerry, yang ternyata belum tertidur.

.

BERSAMBUNG🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

ish Juan .. bilangnya gak mau .. gak mau ..
tp macem2 pujian meluncur terus buat Fema 🤪

2023-03-19

1

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

yeeeee ..... napa sewot ?
suka2 Fema donk, mau terima telpon dari An kek... In kek ... Un kek .... 🤪🤪

2023-03-19

1

Kecombrang

Kecombrang

ada yang cemburu nie ....

2023-03-14

1

lihat semua
Episodes
1 Menikahlah
2 Pernikahan
3 Jago Masak
4 Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5 Juan Kesal
6 Pengakuan yang Menyebalkan
7 Taruhan Takhlukkan Papa
8 Kelakuan Marsha
9 Hampir Saja
10 Tersenyum
11 Kedua Kali
12 Menyusul Mereka
13 Hadiah Untukmu
14 Teh Hangat
15 Bersikap Hangat?
16 Sedang Menginginkanmu
17 Pelukan Fedo
18 Perubahan Sikap
19 Mama Cantik
20 Ke Butik Mama
21 Anak Pemilik Butik
22 Aku Sayang Papa
23 Berpura-pura
24 Kecanggungan
25 Seperti Ini
26 Yahh Marsha Sedih
27 Mau Lari Kemana?
28 Malam Penuh Gangguan
29 Saling Merindu
30 Ole-ole
31 Saling Menunggu
32 I Love You
33 Apa Dia Terlihat Tulus?
34 Berbagi
35 Berkemas
36 Tinggallah Bersama Papa
37 Makanan Pembuka
38 Menginginkan Buatan Mama
39 Kedatangan Jerry
40 Teruntuk Kalian + Visual
41 Salah Kira
42 Mamaku
43 Menolong Seorang Gadis
44 Permintaan Ferdo
45 Si Pangeran ke Satu (Demam)
46 Kak Ethan
47 Permen Manis
48 Makanan Menyeramkan
49 Hadiah Piano
50 Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51 13 Tahun Kemudian
52 kembalinya Nagea
53 Fania dan Melina
54 Karena Marsha
55 Berkenalan
56 Dia Seperti Marsha
57 Apa Aku Cantik?
58 Menunggu Marsha
59 Sadar Jatuh cinta
60 Handphone Ganti Rugi
61 Pernikahan
62 B'Day Mama
63 Kepulangan Marsha
64 Munculnya si Penculik
65 Misi Penyelamatan
66 Marsha Terluka
67 Melina Yang Menggemaskan
68 Balasan Ferdo
69 Siuman
70 Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71 Bangunlah
72 Serangan Mendadak
73 Beri Kesempatan
74 Mereka Serasi
75 Jerry - Marsha
76 Kurasa Menyukai Kamu
77 Bekas Mengerikan
78 Merasa Kagum
79 Mendatangi Mertua
80 Pesan Cinta
81 Mengakui Perasaan
82 Nasa
83 Ternyata Tidak Cantik
84 I Love You, Kak.
85 Terlihat Kekanakan
86 Kehangatan
87 Menagkap Pria Itu
88 Numpang
89 Kalau Serius, Oke.
90 Kedokteran
91 Bukan Pengorbanan
92 Maaf Ma
93 Kakek Pulang
94 Harapan Kakek
95 Mengantar Marsha
96 Rasa Ini
97 Masuk Ruang Bedah
98 Papa Juan Datang
99 Merindukan Suami
100 Jerry Nagea
101 Perkara Malam Pertama
102 Ayo Putus
103 MP
104 Batal Putus
105 Nikah Lagi
106 Sarapan Bersama
107 Wedding Marsha
108 EPisode 108
109 Maaf Mel
110 Sate Kambing!
111 Hawaii, Sosis, Salak
112 Keanehan Semakin Menjadi
113 Hamil Muda
114 Ucapan Selamat
115 Ingin Menikahi Melina
116 First Night?
117 Lahir Darurat (sorry baby)
118 Aku Cemburu
119 Hermes
120 T A M A T
121 Promo aja
122 Skandal Cinta Si Kembar
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Menikahlah
2
Pernikahan
3
Jago Masak
4
Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5
Juan Kesal
6
Pengakuan yang Menyebalkan
7
Taruhan Takhlukkan Papa
8
Kelakuan Marsha
9
Hampir Saja
10
Tersenyum
11
Kedua Kali
12
Menyusul Mereka
13
Hadiah Untukmu
14
Teh Hangat
15
Bersikap Hangat?
16
Sedang Menginginkanmu
17
Pelukan Fedo
18
Perubahan Sikap
19
Mama Cantik
20
Ke Butik Mama
21
Anak Pemilik Butik
22
Aku Sayang Papa
23
Berpura-pura
24
Kecanggungan
25
Seperti Ini
26
Yahh Marsha Sedih
27
Mau Lari Kemana?
28
Malam Penuh Gangguan
29
Saling Merindu
30
Ole-ole
31
Saling Menunggu
32
I Love You
33
Apa Dia Terlihat Tulus?
34
Berbagi
35
Berkemas
36
Tinggallah Bersama Papa
37
Makanan Pembuka
38
Menginginkan Buatan Mama
39
Kedatangan Jerry
40
Teruntuk Kalian + Visual
41
Salah Kira
42
Mamaku
43
Menolong Seorang Gadis
44
Permintaan Ferdo
45
Si Pangeran ke Satu (Demam)
46
Kak Ethan
47
Permen Manis
48
Makanan Menyeramkan
49
Hadiah Piano
50
Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51
13 Tahun Kemudian
52
kembalinya Nagea
53
Fania dan Melina
54
Karena Marsha
55
Berkenalan
56
Dia Seperti Marsha
57
Apa Aku Cantik?
58
Menunggu Marsha
59
Sadar Jatuh cinta
60
Handphone Ganti Rugi
61
Pernikahan
62
B'Day Mama
63
Kepulangan Marsha
64
Munculnya si Penculik
65
Misi Penyelamatan
66
Marsha Terluka
67
Melina Yang Menggemaskan
68
Balasan Ferdo
69
Siuman
70
Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71
Bangunlah
72
Serangan Mendadak
73
Beri Kesempatan
74
Mereka Serasi
75
Jerry - Marsha
76
Kurasa Menyukai Kamu
77
Bekas Mengerikan
78
Merasa Kagum
79
Mendatangi Mertua
80
Pesan Cinta
81
Mengakui Perasaan
82
Nasa
83
Ternyata Tidak Cantik
84
I Love You, Kak.
85
Terlihat Kekanakan
86
Kehangatan
87
Menagkap Pria Itu
88
Numpang
89
Kalau Serius, Oke.
90
Kedokteran
91
Bukan Pengorbanan
92
Maaf Ma
93
Kakek Pulang
94
Harapan Kakek
95
Mengantar Marsha
96
Rasa Ini
97
Masuk Ruang Bedah
98
Papa Juan Datang
99
Merindukan Suami
100
Jerry Nagea
101
Perkara Malam Pertama
102
Ayo Putus
103
MP
104
Batal Putus
105
Nikah Lagi
106
Sarapan Bersama
107
Wedding Marsha
108
EPisode 108
109
Maaf Mel
110
Sate Kambing!
111
Hawaii, Sosis, Salak
112
Keanehan Semakin Menjadi
113
Hamil Muda
114
Ucapan Selamat
115
Ingin Menikahi Melina
116
First Night?
117
Lahir Darurat (sorry baby)
118
Aku Cemburu
119
Hermes
120
T A M A T
121
Promo aja
122
Skandal Cinta Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!