Bersikap Hangat?

Keadaan kamar yang ditempati Fema dan Juan, masih hening, tidak ada aktivitas apapun. Keduanya belum bangun akibat kelelahan telah bertempur panas.

Tok tok tok..

"Mama..... papa.... ini Marsha..."

Tidak ada jawaban.

"Papa... mama... banguuun!"

Merasa ada sesuatu mengganggu gendang telinganya, Juan membuka mata. Dilihatnya Fema masih tertidur dengan sangat tenang. Jantungnya kembali berdebar, ketika melihat istrinya ini masih dengan tubuh polosnya, tanpa ditutupi sehelai benangpun.

Ceklek.

Juan membuka pintu.

"Pagi Papa!" sapa Marsha.

"Pagi Sha, Mama sama Papa akan keluar dari kamar setelah selesai bersiap yah,"

"Oke Papa" bocah itu pun pergi

"Jadi, benarkah kami sudah melakukannya?" Juan tersenyum mengingat kejadian panas semalaman bersama Fema. "Aku merasa sangat senang.. ya.. aku bahagian telah melakukannya dengan Fema.."

Juan menutupi tubuh Fema dengan selimut, lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Juan berdiri dihadapan cermin yang memantulkan seluruh tubuhnya disana.

"Jadi... dia juga telah melihat tubuhku? Berarti.. mulai sekarang kami.. sudah seperti layaknya suami istri? Yaaa... aku akan berusaha menerima istriku mulai sekarang.. aku tidak akan membiarkan hubungan ini hanya 4 bulan. Aku menginginkan Fema berada disisiku. Semoga dia juga begitu. Kami akan belajar saling menerima satu sama lain mulai hari ini.

🍁

Fema menggeliat ditempat tidur nyamannya. Matanya kini mulai terbuka.

"Haaah!" Fema terkejut mendapati tubuh polosnya. Sedetik kemudian, Fema menggit bibirnya tersenyum, mengingat kejadian panas yang berlangsung sangat lama tadi malam, hingga menjelang subuh.

"Astaga.. kami sudah melakukannya? Dia dan aku? Kami pasangan sungguhan sekarang?"

Cklek.

Juan keluar dari kamar mandi.

Sontak saja Fema menutup tubuh polosnya dengan selimut. Juan berpura-pura cuek, padahal dia ingin sekali menertawai sikap malu-malu istrinya itu.

"Sudah.. jangan ditutup lagi. Aku sudah melihatnya dengan jelas. Bahkan akulah yang menyelimutimu tadi saat aku bangun."

"Haaa?" Fema semakin salah tingkah.

"Untuk apa malu-malu lagi? Bukankah kau yang membukanya didepanku tadi malam? Bahkan kau juga yang melepaskan bajuku semalam!"

"Haaaaaaa? STOP.. berhenti membuatku malu.!" Fema menundukkan kepalanya.

"Juan.. maaf atas sikap lancangku tadi malam.." Fema merasa bersalah.

"Tidak apa-apa.. sekarang beranjaklah dari situ, dan bersihkan tubuhmu! Kalau tidak, kita bisa melanjutkannya lagi sekarang."

"Haaaaaah? Jangan Juan.. iya... aku akan mandi.. ingat, kita harus membahas hal ini oke?" Fema kabur ke kamar mandi dengan perasaan malu.

🍁🍁🍁🍁

Fema dan Juan keluar bersamaan dari kamar. Seluruh keluarga besar Fema telah berkumpul dirumah yang cukup luas itu. Semua mata menatap keduanya dengan tatapan aneh, penuh kecurigaan, bahkan menatap jahil kearah mereka.

"Juaan.. Ada apa dengan semua orang?" Bisik Fema pelan, kepada suaminya itu.

"Entahlah.." Jawab Juan, singkat.

"Ehmmm.. bagaimana semalam?" Salah seorang kakak sepupu Fema bertanya basa-basi.

"Oh,,, aku dan suamiku langsung tertidur sangat nyenyak berkat teh hangat yang tante berikan tadi malam. Iyakan sayang?" Fema menautkan jari tangannya dengan jari milik Juan, memamerkan kemesraan.

"Ah.... jadi kalian tertidur sangat nyenyak? Lalu desahan siapa yang terdengar sampai ke kamarku tadi malam ya?" Celetuk salah seorang lagi, yang memang terkenal tidak mengenal sensor saat bicara, membuat wajah Fema dan Juan memerah menahan malu.

"Sial... jadi kamar itu tidak meredam suara? Kenapa aku bisa tidak tahu?" batin Juan.

"Mati aku.. jadi suaraku terdengar saat bercinta? Ya ampun.. memalukan sekali!" Fema.

"Husss.. kalian, pagi-pagi sudah bahas yang begituan." Protes sang tante pada anaknya itu.

"Aduh maaaaa... ini sudah siang ma.. Iya kali bangunnya kesiangan cuma gara-gara teh hangat." celetuknya lagi, sengaja menjahili Fema, dan dipelototi oleh wanita tua itu.

"Iya... iya... sorry Fem... hehehe. Aku cuma bercanda." ucapnya lagi sembari bermain mata kearah Fema.

"Mama... papa.." panggil Marsha.

"Kenapa sayang? Marsha udah sarapan?" Fema.

"Sudah..! Ma.. Pa.. kapan kita akan pulang?" tanya Marsa..

"Karena besok hari minggu, jadi kita pulang besok ya!" ucap Fema.

"Emmm.. kenapa Sha? mau cepat balik?" tanya Juan.

"Iya papa.. Marsha kangen kakak.!" Jawab gadis itu jujur, membuat siapapun yang mendengarnya menjadi baper, termasuk Juan.

"Ternyata Marsha sangat menyukai kedua kakaknya. Padahal, kedua anak itu selalu ketus saat berbicara dengannya." batin Juan

"Marsha mau berbicara dengan mereka?" tanya Juan, dan diangguki dengan semangat oleh Marsha.

"Oke, kita telpon mereka ya.. pasti mereka dirumah karena hari ini sedang libur." Juan mengucik ponselnya hendak menghubungi dua remaja itu.

Fema merasa senang melihat perhatian kecil yang Juan tunjukkan kepada Marsha..

Drruuut drruuut

Telpon terhubung. Loadspeaker diaktifkan.

"Halo paaa!" Jawab 2 bocah remaja itu bersamaan, merasa senang papa menelpon.

"Bagaimana disana? Kalian nurut pada bu Sum?"

"Tentu saja paa.. kapan pulang pa??

"Besok!"

"Yaaa.. kirain hari ini.. kangen masakan tante Fema nih si Jerry pa!" ucap Ferdo, asal. Yakinlah bahwa Jerry pasti sedang mempelototinya saat ini.

"Ciee.. kangen masakan mama ya..." Fema sengaja menggoda dua remaja itu.

Hening. (Gak nyangka kalau Fema mendengar)

"Kakak... kalian kangen Marsha juga?" Manja marsha.

"Eh.. anak kecil.. dimana papa? Kami tidak merindukanmu!" Jerry.

"Yah... padahal Marsha kangen kakaaak!😔"

"Makanya.. jadi orang jangan ngekorin orang tua terus. Sudah besar juga!" Ferdo nyeletuk.

"Jadi lain kali, kalau Marsha tinggal, kakak mau jagain Marsha?.."🤭

"Ya iyalah.. jadi siapa lagi kalau bukan kami?🙄" Ferdo, Jutek.

"Yeeeeeee yeeeee yeeee...." Marsha tiba-tiba jingkrak-jingkrak kesenangan.

"Papa, mama, dengerkan? Kakak mau jagain Marshaaa.." teriaknya lagi.🥰🥰

"Eh, anak kecil! Jangan sok imut. Kalau mau jadi adik kami, gak boleh manja, gak boleh cengeng." Ferdo.

"Fer.. jangan gtu sama Marsha.." Papa Juan.

Marsha hanya memanyunkan bibirnya.. Marsh memang sangat antusias terhadap dua kakaknya itu, namun keduanya selalu bersikap jutek pada Marsha.

🍁🍁🍁🍁🍁

Keesokan harinya..

Bandara Soekarno Hatta.

Fema, Juan dan Marsha kini telah kembali dan langsung menuju ke apartemen.

Cklek..

Pintu terbuka.

Kedua remaja itu sedang duduk bersantai di depan televisi. Keduanya hanya menoleh saat Marsha, Juan dan Fema memasuki apartemen, lalu kembali fokus pada tontonannya.

"Kalian tidak melihat papa datang? Kenapa tidak menyambut papa?"

Sontak kedua jagoannya itu meoleh lagi ke arah Juan, lalu saling melirik. Saat papa Juan merentangkan tangannya, kedua remaja itu menghampiri Juan dengan setengah berlari dan memeluk ayah mereka.

"TUMBEN??" batin Fema.

Kedua ABG itu juga merasakan keanehan dari sikap ayah mereka ini. selama ini, Juan hanya tau memberikan semua keinginan dan kebutuhan dua bocah itu yang sifatnya hanya sebatas materi saja. Jangankan memberi pelukan saat pulang kerja, basa-basi aja jarang..

.

.

BERSAMBUNG.

Maaf gais, kesorean.

Semoga kalian tetap suka ya.. terima kasih.

Terpopuler

Comments

fitriani

fitriani

giliran juan bersikap hangat fema sm anak2n6a bingung saking cueknya selama ini si juan

2023-09-25

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

ada Fema dan Marsha yg selalu ceria ... membawa aura positif utk Juan dan anak2nya yaaa .... 😍😍🌹🌹

2023-03-19

1

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

naaahh ... gitu donk, Juan ....
nikah koq langsung rencana cerai ?
kan ternyata Fema gak seburuk yg kamu pikirkan kaaaan ?
apalagi udah una inu ... lezatos toh ? 😅😅😅

2023-03-19

1

lihat semua
Episodes
1 Menikahlah
2 Pernikahan
3 Jago Masak
4 Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5 Juan Kesal
6 Pengakuan yang Menyebalkan
7 Taruhan Takhlukkan Papa
8 Kelakuan Marsha
9 Hampir Saja
10 Tersenyum
11 Kedua Kali
12 Menyusul Mereka
13 Hadiah Untukmu
14 Teh Hangat
15 Bersikap Hangat?
16 Sedang Menginginkanmu
17 Pelukan Fedo
18 Perubahan Sikap
19 Mama Cantik
20 Ke Butik Mama
21 Anak Pemilik Butik
22 Aku Sayang Papa
23 Berpura-pura
24 Kecanggungan
25 Seperti Ini
26 Yahh Marsha Sedih
27 Mau Lari Kemana?
28 Malam Penuh Gangguan
29 Saling Merindu
30 Ole-ole
31 Saling Menunggu
32 I Love You
33 Apa Dia Terlihat Tulus?
34 Berbagi
35 Berkemas
36 Tinggallah Bersama Papa
37 Makanan Pembuka
38 Menginginkan Buatan Mama
39 Kedatangan Jerry
40 Teruntuk Kalian + Visual
41 Salah Kira
42 Mamaku
43 Menolong Seorang Gadis
44 Permintaan Ferdo
45 Si Pangeran ke Satu (Demam)
46 Kak Ethan
47 Permen Manis
48 Makanan Menyeramkan
49 Hadiah Piano
50 Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51 13 Tahun Kemudian
52 kembalinya Nagea
53 Fania dan Melina
54 Karena Marsha
55 Berkenalan
56 Dia Seperti Marsha
57 Apa Aku Cantik?
58 Menunggu Marsha
59 Sadar Jatuh cinta
60 Handphone Ganti Rugi
61 Pernikahan
62 B'Day Mama
63 Kepulangan Marsha
64 Munculnya si Penculik
65 Misi Penyelamatan
66 Marsha Terluka
67 Melina Yang Menggemaskan
68 Balasan Ferdo
69 Siuman
70 Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71 Bangunlah
72 Serangan Mendadak
73 Beri Kesempatan
74 Mereka Serasi
75 Jerry - Marsha
76 Kurasa Menyukai Kamu
77 Bekas Mengerikan
78 Merasa Kagum
79 Mendatangi Mertua
80 Pesan Cinta
81 Mengakui Perasaan
82 Nasa
83 Ternyata Tidak Cantik
84 I Love You, Kak.
85 Terlihat Kekanakan
86 Kehangatan
87 Menagkap Pria Itu
88 Numpang
89 Kalau Serius, Oke.
90 Kedokteran
91 Bukan Pengorbanan
92 Maaf Ma
93 Kakek Pulang
94 Harapan Kakek
95 Mengantar Marsha
96 Rasa Ini
97 Masuk Ruang Bedah
98 Papa Juan Datang
99 Merindukan Suami
100 Jerry Nagea
101 Perkara Malam Pertama
102 Ayo Putus
103 MP
104 Batal Putus
105 Nikah Lagi
106 Sarapan Bersama
107 Wedding Marsha
108 EPisode 108
109 Maaf Mel
110 Sate Kambing!
111 Hawaii, Sosis, Salak
112 Keanehan Semakin Menjadi
113 Hamil Muda
114 Ucapan Selamat
115 Ingin Menikahi Melina
116 First Night?
117 Lahir Darurat (sorry baby)
118 Aku Cemburu
119 Hermes
120 T A M A T
121 Promo aja
122 Skandal Cinta Si Kembar
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Menikahlah
2
Pernikahan
3
Jago Masak
4
Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5
Juan Kesal
6
Pengakuan yang Menyebalkan
7
Taruhan Takhlukkan Papa
8
Kelakuan Marsha
9
Hampir Saja
10
Tersenyum
11
Kedua Kali
12
Menyusul Mereka
13
Hadiah Untukmu
14
Teh Hangat
15
Bersikap Hangat?
16
Sedang Menginginkanmu
17
Pelukan Fedo
18
Perubahan Sikap
19
Mama Cantik
20
Ke Butik Mama
21
Anak Pemilik Butik
22
Aku Sayang Papa
23
Berpura-pura
24
Kecanggungan
25
Seperti Ini
26
Yahh Marsha Sedih
27
Mau Lari Kemana?
28
Malam Penuh Gangguan
29
Saling Merindu
30
Ole-ole
31
Saling Menunggu
32
I Love You
33
Apa Dia Terlihat Tulus?
34
Berbagi
35
Berkemas
36
Tinggallah Bersama Papa
37
Makanan Pembuka
38
Menginginkan Buatan Mama
39
Kedatangan Jerry
40
Teruntuk Kalian + Visual
41
Salah Kira
42
Mamaku
43
Menolong Seorang Gadis
44
Permintaan Ferdo
45
Si Pangeran ke Satu (Demam)
46
Kak Ethan
47
Permen Manis
48
Makanan Menyeramkan
49
Hadiah Piano
50
Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51
13 Tahun Kemudian
52
kembalinya Nagea
53
Fania dan Melina
54
Karena Marsha
55
Berkenalan
56
Dia Seperti Marsha
57
Apa Aku Cantik?
58
Menunggu Marsha
59
Sadar Jatuh cinta
60
Handphone Ganti Rugi
61
Pernikahan
62
B'Day Mama
63
Kepulangan Marsha
64
Munculnya si Penculik
65
Misi Penyelamatan
66
Marsha Terluka
67
Melina Yang Menggemaskan
68
Balasan Ferdo
69
Siuman
70
Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71
Bangunlah
72
Serangan Mendadak
73
Beri Kesempatan
74
Mereka Serasi
75
Jerry - Marsha
76
Kurasa Menyukai Kamu
77
Bekas Mengerikan
78
Merasa Kagum
79
Mendatangi Mertua
80
Pesan Cinta
81
Mengakui Perasaan
82
Nasa
83
Ternyata Tidak Cantik
84
I Love You, Kak.
85
Terlihat Kekanakan
86
Kehangatan
87
Menagkap Pria Itu
88
Numpang
89
Kalau Serius, Oke.
90
Kedokteran
91
Bukan Pengorbanan
92
Maaf Ma
93
Kakek Pulang
94
Harapan Kakek
95
Mengantar Marsha
96
Rasa Ini
97
Masuk Ruang Bedah
98
Papa Juan Datang
99
Merindukan Suami
100
Jerry Nagea
101
Perkara Malam Pertama
102
Ayo Putus
103
MP
104
Batal Putus
105
Nikah Lagi
106
Sarapan Bersama
107
Wedding Marsha
108
EPisode 108
109
Maaf Mel
110
Sate Kambing!
111
Hawaii, Sosis, Salak
112
Keanehan Semakin Menjadi
113
Hamil Muda
114
Ucapan Selamat
115
Ingin Menikahi Melina
116
First Night?
117
Lahir Darurat (sorry baby)
118
Aku Cemburu
119
Hermes
120
T A M A T
121
Promo aja
122
Skandal Cinta Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!