Pernikahan

Terus membuat penolakan, tidak akan berhasil bagi kedua lansia ini. Akhirnya, Juan pun mengalah "Baiklah, aku setuju jika hanya 4 bulan! Bagaimana denganmu?" Kini mata Juan tertuju pada Fema.

"Em..." Fema sedikit gelagapan karena tiba-tiba saja mendapatkan sorotan dari mata Juan. Karena, sedari tadi, mereka belum ada saling pandang-pandangan.

"Hei. Anak kecil! Ingat ya, bilang pada mamamu itu untuk jangan mau menikah dengan papa kami." lagi-lagi Ferdo memperingati Marsha.

"Tapi Marsha mau kak, punya papa! Marsha belum pernah punya papa. Gak apa-apa ya, kakak kan jadinya punya mama juga." lagi-lagi jawaban Marsha masih sama.

Jerry hanya melipat kedua tangan di dadanya, tanpa banyak bicara. Baginya, Ferdo saja sudah cukup berhadapan dengan anak kecil seperti Marsha.

"Jangan mimpi ya mau jadi bagian dari keluarga kami, kalau sampai kamu dan mamamu itu pindah ke rumah kami, aku dan kakakku akan menyiksamu habis-habisan." Geram Ferdo, sembari menunjuk-nunjuk wajah Marsha.

"Huuuuuaaaaaaaaaaaaaaa!" Marsha menangis.

"Hei.. jangan menangis!" Jerry mulai merasa takut melihat Marsha menangis khas seorang anak kecil. Bagaimanapun juga, pak Eko melihat semuanya. Jerry takut akan kemarahan kakek ataupun papanya.

Pintu ruangan VVIP yang dari tadi tertutup kini kembali dibuka, menandakan hal buruk mungkin saja terjadi pada Ferdo dan Jerry, karena Marsha masih menangis.

Melihat kemunculan mamanya, Marsha menghapus air matanya. Tetapi terlambat. Para orang tua bisa melihat tangisan diwajahnya. "Ada apa ini?" tanya Juan yang merasa curiga pada kedua putranya.

"Sha? Kenapa menangis?" Fema mendekati putrinya. Marsha hanya menggeleng.

Juan pun mendekat pada Marsha karena kedua putranya tidak menjawab apapun. "Marsah, apa yang terjadi? Apa kakak mengganggumu?"

"Cih, kakak! Siapa yang mau jadi kakaknya?" Batin Jerry.

"Paman! kakak bilang, mereka tidak menyukai Marsha dan Mama!"

Jleb.

"Oh... jadi kalian berdua yang membuat Marsha menangis?"

"Maafkan kami pa." Ucap Ferdo dan Jerry bersamaan.

"Minta maaflah ke Marsha." Jawab Juan.

Jerry dan Ferdo seketika kembali ke mode kesal. Tapi, tak ada pilihan. Mereka harus melakukannya, walaupun dengan hati yang tidak tulus.

"Maaf ya Marsha!" Ucap Ferdo dan Jerry bergantian. Membuat kakek dan nenek yang menyaksikannya tersenyum kecil.

Mendengarkan permintaan dari keduanya, Marsha seketika tersenyum senang. "Kak, jadi kakak maukan, berbagi papa denganku?" Permintaan polos Marsha membuat semua orang dewasa itu sedikit menganga. Namun, berbeda reaksi yang ditampilkan oleh kakak beradik itu. Keduanya sama-sama mengerutkan kedua alis, kesal mendengarkan permintaan Marsha.

Kakek mendekat kearah Marsah. "Benar sekali Marsha, minggu depan Papa Juan akan menjadi papa kamu. Dan tidak hanya punya Papa, Marsha akan punya dua Kakak laki-laki yang akan melindungi Marsha! Hmmm? Bukankah itu keren" Kakek menjelaskan.

"Yeeeey! Marsha senang!" Kini Marsha mendekat ke arah Juan. "Benarkah itu paman? Paman mau jadi papa Marsha?" Dengan wajah sumringah.

"Marsha, kamu mempermalukan mama!" Lirih Fema

Siapapun tidak akan sanggup mengecewakan Marsha yang polos ini. Apa lagi Juan! "Iya Marsha, Kakek benar!" Jawabnya singkat, dengan senyuman kecil tersungging dibibirnya.

Marsha kembali berjingkrak-jingkrak kecil, mengekspresikan kebahagiaaannya. "Terima kasih paman!" Ucapnya tulus.

"Sebegitu bahagianya putriku akan memiliki papa?" Fema menyadari air mata harunya menjalar keluar, dan ia segera menyekanya. Diam-diam Juan melihat hal itu.

\=\=\=\=\=\=\=

Tiga hari sebelum pernikahan.

Juan dan Fema sepakat untuk mengadakan pertemuan berdua saja sebelum pernikahan, guna membahas pernikahan seperti apa yang akan mereka jalani selama empat bulan kedepan.

Juan tiba lebih dulu ditempat pertemuan mereka, yaitu di With You Cafe. Berkali-kali Juan melihat kearah jam yang melingkar dipergelangan tangannya. "Ini sudah berapa menit aku menunggu? Kenapa dia lama sekali? Dasar tidak on time." Kesal Juan dalam hati.

Selama ini, tidak pernah dirinya dibuat menunggu seperti ini. Merasa kesal karena mengira Fema tidak datang, Juan pun berdiri dari tempat duduknya untuk pergi dari sana.

Belum sempat melangkah, muncullah wanita yang dia tunggu. Juan lagi-lagi terperanjat tatkala melihat seorang Fema. Wanita itu datang dengan penampilan yang menarik, elegan, membuat semua mata yang ada disana hanya tertuju padanya. "Selamat sore, Pak! Maaf membuat anda menunggu!" Fema tersenyum hangat.

"Ya. Dan lain kali jangan membuatku menunggu. Aku tidak suka." Juan dengan ekspresi datarnya.

"PD sekali orang ini? Siapa juga yang mau janjian lagi dengannya?" Fema sedikit kesal.

"Baiklah, kita langsung saja. Seperti yang kau tahu, aku seorang ayah dengan dua putra yang sudah berusia remaja. Sedangkan dirimu hanya memiliki satu putri yang masih kecil.

"Iya, benar!"

"Mungkin kau tau, bahwa kedua putraku tidak menyetujui pernikahan ini. Sedangkan putrimu sangat antusias ingin memiliki ayah!"

"Hmmm." Fema merasa sedikit terhina.

"Bisa saja suatu saat putraku akan membuatmu dan Maraha tidak tenang. Tapi jangan khawatir, aku bisa mengatasi kenakalan anak-anakku."

Fema seketika bergidik ngeri mendengar calon suaminya mengatakan tentang mengatasi kenakalan anak-anaknya. "Aku penasaran, orang sepertinya ini akan memberi pelajaran seperti apa kepada anak-anaknya?" Pikir Fema.

"Aku berharap, kau bisa menjalankan peranmu selama 4 bulan dengan sangat baik. Demikian juga diriku!"

"Apa ada yang ingin kau katakan?" Juan memberi waktu kepada Fema untuk mengatakan beberapa hal.

"Aaa--seperti yang anda tau, bahwa aku menyetujui pernikahan ini, karena Marsha. Jadi, setiap Marsha membutuhkan anda sebagai Papanya, ku harap anda bisa mengorbankan waktu anda untuknya. Hanya itu." Jelas Fema dengan sedikit tersenyum.

\=\=\=\=\=\=\=

Tibalah di hari pernikahan Juan-Fema, yang dihadiri oleh orang-orang yang penting dari berbagai perusahaan. Ini adalah pernikahan kedua untuk Fema maupun Juan. Namun, keduanya masih terlihat fresh, layaknya pasangan muda.

Tak lupa, ketiga anak mereka juga hadir disana dengan penampilan yang luar biasa, mengenakan pakaian dengan warna senada. Terlihat sangat kompak, layaknya kakak beradik sungguhan.

Marsha terlihat sangat bahagia. Anak itu bahkan tidak henti-hentinya tersenyum. Lain halnya dengan kedua kakak tiri Marsha yang sudah remaja itu. Meskipun mengahrgai para tamu dengan memberikan senyum manis, tak ada yang tahu bahwa keduanya menyimpan segunung kekesalan di hati mereka.

Pernikahan meriah dan disoroti oleh berbagai media itu, berlangsung dengan khidmat, tanpa hambatan apapun.

Resepsi pernikahan telah usai. Mau tak mau, Fema dan Marsha akan ikut pulang ke kediaman milik Juan.

Juan, Fema, Marsha, Jerry dan Ferdo kini duduk bersama di ruang keluarga, sesampainya dirumah.

Kakek nenek yang telah mengatur pernikahan ini sudah tidak nampak lagi. Keduanya sudah merasa legah telah mempersatukan kedua anaknya itu.

Suasana diruangan tempat kelima orang itu berada terasa sangat canggung. Juan meminta kedua anaknya untuk segera ke kamar untuk beristirahat, begitu juga dengan Marsha.

Tinggallah Fema dan Juan diruangan itu. "Kau tidurlah bersama putrimu. Kita tidak perlu tidur bersama. Satu lagi, pernikahan kita hanya empat bulan. Jangan pernah berharap lebih dari itu. Selamat malam."

degh..

Entah kenapa, Fema merasa ada benda keras menghantam bagian hatinya. "Kenapa aku merasa sedang ditolak mentah-mentah? Apa aku terlihat menyukainya? Yang benar saja!" Fema berdecih dalam hatinya.

.

BERSAMBUNG..

Trima kasih sudah mampir dan atas dukungan kalian. lop yu pull😊😊

Terpopuler

Comments

readers

readers

seru kayanya ceritanya, jadi penasaran sampai bab akhir😍

2023-09-13

2

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

Juan sok banget... sampe segitunya sama Fema.
Goda Juan secara halus, Fem ... bikin dia klepek klepek .... tapi trus belagak cuek .. biar blingsatan sendiri .... 😁😁

Fema yg digituin sama Juan, napa Neng Gemoy yg nyapnyap yak ? 😅

2023-03-19

1

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

cieee .... Juan mulai lirik2 ... 😁

2023-03-19

1

lihat semua
Episodes
1 Menikahlah
2 Pernikahan
3 Jago Masak
4 Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5 Juan Kesal
6 Pengakuan yang Menyebalkan
7 Taruhan Takhlukkan Papa
8 Kelakuan Marsha
9 Hampir Saja
10 Tersenyum
11 Kedua Kali
12 Menyusul Mereka
13 Hadiah Untukmu
14 Teh Hangat
15 Bersikap Hangat?
16 Sedang Menginginkanmu
17 Pelukan Fedo
18 Perubahan Sikap
19 Mama Cantik
20 Ke Butik Mama
21 Anak Pemilik Butik
22 Aku Sayang Papa
23 Berpura-pura
24 Kecanggungan
25 Seperti Ini
26 Yahh Marsha Sedih
27 Mau Lari Kemana?
28 Malam Penuh Gangguan
29 Saling Merindu
30 Ole-ole
31 Saling Menunggu
32 I Love You
33 Apa Dia Terlihat Tulus?
34 Berbagi
35 Berkemas
36 Tinggallah Bersama Papa
37 Makanan Pembuka
38 Menginginkan Buatan Mama
39 Kedatangan Jerry
40 Teruntuk Kalian + Visual
41 Salah Kira
42 Mamaku
43 Menolong Seorang Gadis
44 Permintaan Ferdo
45 Si Pangeran ke Satu (Demam)
46 Kak Ethan
47 Permen Manis
48 Makanan Menyeramkan
49 Hadiah Piano
50 Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51 13 Tahun Kemudian
52 kembalinya Nagea
53 Fania dan Melina
54 Karena Marsha
55 Berkenalan
56 Dia Seperti Marsha
57 Apa Aku Cantik?
58 Menunggu Marsha
59 Sadar Jatuh cinta
60 Handphone Ganti Rugi
61 Pernikahan
62 B'Day Mama
63 Kepulangan Marsha
64 Munculnya si Penculik
65 Misi Penyelamatan
66 Marsha Terluka
67 Melina Yang Menggemaskan
68 Balasan Ferdo
69 Siuman
70 Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71 Bangunlah
72 Serangan Mendadak
73 Beri Kesempatan
74 Mereka Serasi
75 Jerry - Marsha
76 Kurasa Menyukai Kamu
77 Bekas Mengerikan
78 Merasa Kagum
79 Mendatangi Mertua
80 Pesan Cinta
81 Mengakui Perasaan
82 Nasa
83 Ternyata Tidak Cantik
84 I Love You, Kak.
85 Terlihat Kekanakan
86 Kehangatan
87 Menagkap Pria Itu
88 Numpang
89 Kalau Serius, Oke.
90 Kedokteran
91 Bukan Pengorbanan
92 Maaf Ma
93 Kakek Pulang
94 Harapan Kakek
95 Mengantar Marsha
96 Rasa Ini
97 Masuk Ruang Bedah
98 Papa Juan Datang
99 Merindukan Suami
100 Jerry Nagea
101 Perkara Malam Pertama
102 Ayo Putus
103 MP
104 Batal Putus
105 Nikah Lagi
106 Sarapan Bersama
107 Wedding Marsha
108 EPisode 108
109 Maaf Mel
110 Sate Kambing!
111 Hawaii, Sosis, Salak
112 Keanehan Semakin Menjadi
113 Hamil Muda
114 Ucapan Selamat
115 Ingin Menikahi Melina
116 First Night?
117 Lahir Darurat (sorry baby)
118 Aku Cemburu
119 Hermes
120 T A M A T
121 Promo aja
122 Skandal Cinta Si Kembar
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Menikahlah
2
Pernikahan
3
Jago Masak
4
Ke Sekolah Jerry-Ferdo
5
Juan Kesal
6
Pengakuan yang Menyebalkan
7
Taruhan Takhlukkan Papa
8
Kelakuan Marsha
9
Hampir Saja
10
Tersenyum
11
Kedua Kali
12
Menyusul Mereka
13
Hadiah Untukmu
14
Teh Hangat
15
Bersikap Hangat?
16
Sedang Menginginkanmu
17
Pelukan Fedo
18
Perubahan Sikap
19
Mama Cantik
20
Ke Butik Mama
21
Anak Pemilik Butik
22
Aku Sayang Papa
23
Berpura-pura
24
Kecanggungan
25
Seperti Ini
26
Yahh Marsha Sedih
27
Mau Lari Kemana?
28
Malam Penuh Gangguan
29
Saling Merindu
30
Ole-ole
31
Saling Menunggu
32
I Love You
33
Apa Dia Terlihat Tulus?
34
Berbagi
35
Berkemas
36
Tinggallah Bersama Papa
37
Makanan Pembuka
38
Menginginkan Buatan Mama
39
Kedatangan Jerry
40
Teruntuk Kalian + Visual
41
Salah Kira
42
Mamaku
43
Menolong Seorang Gadis
44
Permintaan Ferdo
45
Si Pangeran ke Satu (Demam)
46
Kak Ethan
47
Permen Manis
48
Makanan Menyeramkan
49
Hadiah Piano
50
Marsha? 2 Tahun Kemudian.
51
13 Tahun Kemudian
52
kembalinya Nagea
53
Fania dan Melina
54
Karena Marsha
55
Berkenalan
56
Dia Seperti Marsha
57
Apa Aku Cantik?
58
Menunggu Marsha
59
Sadar Jatuh cinta
60
Handphone Ganti Rugi
61
Pernikahan
62
B'Day Mama
63
Kepulangan Marsha
64
Munculnya si Penculik
65
Misi Penyelamatan
66
Marsha Terluka
67
Melina Yang Menggemaskan
68
Balasan Ferdo
69
Siuman
70
Awas, Part ini Mengandung Unsur 21+
71
Bangunlah
72
Serangan Mendadak
73
Beri Kesempatan
74
Mereka Serasi
75
Jerry - Marsha
76
Kurasa Menyukai Kamu
77
Bekas Mengerikan
78
Merasa Kagum
79
Mendatangi Mertua
80
Pesan Cinta
81
Mengakui Perasaan
82
Nasa
83
Ternyata Tidak Cantik
84
I Love You, Kak.
85
Terlihat Kekanakan
86
Kehangatan
87
Menagkap Pria Itu
88
Numpang
89
Kalau Serius, Oke.
90
Kedokteran
91
Bukan Pengorbanan
92
Maaf Ma
93
Kakek Pulang
94
Harapan Kakek
95
Mengantar Marsha
96
Rasa Ini
97
Masuk Ruang Bedah
98
Papa Juan Datang
99
Merindukan Suami
100
Jerry Nagea
101
Perkara Malam Pertama
102
Ayo Putus
103
MP
104
Batal Putus
105
Nikah Lagi
106
Sarapan Bersama
107
Wedding Marsha
108
EPisode 108
109
Maaf Mel
110
Sate Kambing!
111
Hawaii, Sosis, Salak
112
Keanehan Semakin Menjadi
113
Hamil Muda
114
Ucapan Selamat
115
Ingin Menikahi Melina
116
First Night?
117
Lahir Darurat (sorry baby)
118
Aku Cemburu
119
Hermes
120
T A M A T
121
Promo aja
122
Skandal Cinta Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!